Hey Polisi,Razia Aku!!!

Hey Polisi,Razia Aku!!!
A&R 98


__ADS_3

Haaayyy semuanya...🀭🀭🀭 dongkol ya episode sebelumnya.


Sama, kalau Bastian ada di hadapanku udah ku tendang sampai luar angkasa.


ikuti saja alurnya...ini hanya cerita fiksi😁😁😁


Oke next Guys


--------


Rinda meninggalkan perusahaan Angkasa Jaya dengan sangat bahagia.


Entah kenapa sosok Ayah yang dia dambakan dia dapatkan sore itu.


Seakan Rinda tidak ingin itu semua berakhir, Rinda masuk ke dalam mobil nya dengan senyum mengembang.


Rinda masih merasakan bau parfum Bastian di bajunya. Dia juga masih merasakan pelukan hangat Papahnya.


" Papah " gumam Rinda saat dia melajukan mobil nya dan tersenyum.


Setelah beberapa saat Rinda sudah sampai di kediamannya.


Rinda juga menerima pesan dari Om Aryo alamat yang harus dia datangi untuk acara makan malam bersama Pak Radit.


Rinda langsung menghubungi Mas Andra bahwa dia telah kembali ke rumah dengan selamat.


Rinda juga menceritakan bahwa dia di cium dan di peluk Papah nya kepada Mas Andra dan Mamah Ayu sebelum menelpon Andra.


Mamah Ayu terdengar biasa saja lain hal nya dengan Mas Andra yang terlihat senang saat Rinda memberitahunya lewat sambungan telepon.


" Syukurlah kalau hubungan kalian sudah membaik, Mas ikut senang "


" Mas, Papah meluk Rinda "


" Iya sayang "


" Rinda bahagia Mas, Rinda juga sudah kasih tahu Mamah kalau Papah sekarang baik sama Rinda"


" Mamah sudah pulang dari Bandung??"


" Belum, Mamah masih di Bandung sama Papah Mahfud"


" Ya sudah besok pulang dinas kamu lanjutkan lagi ceritanya ya. Sekarang Mas masih sibuk"


" Oke Mas"


Rinda mengakhiri sambungan teleponnya dan mengirim pesan di grup kolang kaling.


Rinda : Sebelum kesini tolong belikan perment mint ya please permintaan Dedek😁


Nisa : Lela yang beli ya, aku masih sama Azka. Aku telat datangnya tapi pasti datangπŸ€Έβ€β™€οΈπŸ€Έβ€β™€οΈπŸ€Έβ€β™€οΈ


Lela : Okey deh, apa sih yang engga untuk ibu ngidam.πŸ˜‹


------


pukul 18.00


Lela menuju tempat mini market sebelum dia ke rumah Rinda.


Lela memilih beberapa permen mint untuk dia bawa ke rumah Rinda.


Di sebuah cermin Lela melihat sosok laki - laki yang sedang berdiri, walau memakai topi dan kacamata hitam juga dagu dan pipinya yang sudah di tumbuhi rambut halus. Lela yakin itu Bimo.


" Bimo !!!" Panggil Lela dan membalikan badannya melihat ke arah sosok laki - laki yang dia lihat dari cermin mini market.


Sosok laki - laki tersebut langsung berlari keluar.


Dengan cepat Lela mengejar sosok Bimo, untuk kejar - kejaran dan fisik trio kolang kaling tak kalah dengan fisik laki - laki.


Lela , Nisa dan Rinda ikut kelas tambahan bela diri juga muang thai saat sekolah dulu.


Bimo berlari seribu langkah saat merasakan Lela mengejarnya


Hingga di tempat sepi Bimo menyerah dan berhenti dari larinya.


" Bimo kan??" tanya Lela saat sosok laki - laki tersebut berhenti dan membelakanginya.


" Bimo " panggil Lela masih dengan jarak beberapa meter.


Bimo hanya melirik dengan ujung matanya tanpa membalikan tubuhnya.


" Selamat ulang tahun Bimo " ucap Lela yang membuat Bimo membalikan tubuhnya sekaligus.


" Tidak perlu lari, aku sudah tahu kamu bebas. tadi aku ke lapas" ucap Lela


" kamu masih mengingat hari ulang tahun Aku??"


" Selalu "


" apa kamu selalu mencintaiku" tanya Bimo


" Jawab " ucap Bimo melangkahkan kaki nya mendekati Lela.

__ADS_1


Dan Lela sekarang mundur menjauhi Bimo. Bimo yang merasakan Lela menjauh saat dia mendekat menghentikan langkahnya.


" Siapa yang membebaskan kamu??" tanya Lela


" Bukan urusan kamu" ucap Bimo melangkah pergi.


" Bimo...!!!" panggil Lela tapi Bimo mengacuhkannya dan pergi meninggalkan Lela


" Ya Tuhan, Bimo benar bebas" gumam Lela


-----


Lela sampai di kediaman Rinda, di lihatnya mobil Nisa sudah terparkir.


Lela menjadi yang paling telat karena mengejar Bimo.


Saat masuk di lihatnya Rinda lagi tertawa terbahak bahak.


" ada apa nih??" Tanya Lela bersikap seperti biasa saat masuk ke rumah Rinda.


"La sini La cepetan Lu harus lihat ini" ucap Rinda menunjuk leher Nisa.


" Astaga buaya" Jawab Lela menutup mulutnya saat melihat bercak merah gigitan buaya darat.


" Jangan bilang Lu udah....." Lela membulat kan jari telunjuk dan jempol tangan kirinya dan menusuk ya dengan telunjuk tangan kanannya.


" kagaaaaakkk, cuma ciuman dan pegang - pegang. Gue malah ga tahu kalau kecupan Azka di leher gua bakal berbekas seperti ini".


" Gue udah gosok pakai bawang putih, itu ramuan dari Mamer aku saat Mas Andra juga pernah membuat tanda - tanda cinta seperti ini" ucap Rinda terkekeh.


" Buas juga si Azka" ucap Lela.


" Ga buas bagimana, cowok kurang sentuhan giliran dapat sentuhan pasti buas" ucap Rinda makin tertawa.


" Enak ya Nis, di pegang???"


" Haaaaa kasian Azka nya, sampai beberapa kali solo karir"


" Bodoh Lu ga tahu kenapa perempuan tercipta dengan dua lubang mulut???? " ucap Lela terkekeh


" Gunakan mulut Lu sesuai fungsinya" ucap Lela dengan tegas


" Fungsinya kan buat makan"


" Iya Nis makan terong " ucap Lela.


" Hahahahaha mana tahu dia " ucap Rinda yang baru kemarin merasakan mulutnya diperkosa Mas Andra.


" Mending dong ketagihan sama kita, dari pada ketagihan sama pelakor " ucap Lela


" hemmm siaga 1 pelakor Nis, jangan lupa " ucap Rinda.


" Nih permen Lu " Lela melemparkan permen ke arah Rinda.


" eh guys jam 19.00 gue harus ke tempat Radit, temani gue ya. tapi tunggu di luar. Ucap Rinda


" Gila Lu ngapain Lu nyamperin tu kadal???" tanya Lela


Rinda pun menceritakan awal bagaimana dia bertemu dengan Papah Bastian dan memintanya untuk menemui Radit.


" ini janggal " ucap Lela setelah mendengarkan cerita Rinda.


" Gue perpikiran sama dengan Lu La, Lu ga curiga bokap Lu lagi jebak Lu..??"


" Tapi masa iya sih???"


" Habis nya pertemuannya malam hari dan tidak boleh di antar Mas Andra, kan Aneh" jawab Nisa.


" Hemm., lebih naik pikirkan lagi" ucap Lela


" Bilang sama Mas Andra"


" Kalian temani gue dong gue ga bilang deh kayanya. gue bilang nya mau keluar makan malam bareng kalian " ucap Rinda.


" Ya udah deh terserah " ucap Nisa.


" Berangkat sekarang??" Tanya Lela


" Yoyoy, bentar ya ijin Mas Andra dulu"


-----


Di Kantor Polisi


Andra masih berkutar dengan berkas - berkas kasus yang sedang dia selidiki.


Andra penasaran dengan Amplop yang diberikan Alinda. Andra membuka amplop coklat tersebut pelan - pelan. dikeluarkan nya foto - foto dari dalam amplop.


Andra dengan seksama membuka foto foto tersebut.


dilihat nya orang - orang yang datang ke hotel menemui Pak Andrian.


Andra melihat sosok laki - laki yang sangat dia kenal.

__ADS_1


" Bukannya ini Bimo??" Andra melihat dengan seksama foto tersebut.


" Bukannya dia di penjara karena kasus pengedaran narkoba??" gumam Andra kemudian


" Apa Bimo tahu tentang pemilik hotel xxx??" pertanyaan Andra belum kelar ponselnya berdering.


" Hallo Yank , ada apa lagi??"


" Ikhh jawab nya jutek banget"


" Maaf sayang, Mas lagi fokus ini kerja. Ada apa sayangku??"


" Mas boleh Rinda makan malam keluar sama Nisa dan Lela??"


" Oke lanjutkan " ucap Mas Andra masih fokus sama berkas - berkasnya


" terimakasih cintaku my lovely husband"


" hemmm " jawab Andra.


" udah dulu ya"


" hemm pulang nya jangan malam - malam "


" Aaasssshiiiaaappp"


Rinda menutup sambungan teleponnya dan mengacungkan kedua jempolnya kepada Lela dan Nisa.


" Berangkat sekarang??"


" Gassss " jawab Rinda beranjak dari duduk nya di ikuti kedua sahabatnya.


" Gue yang bawa mobil, nanti kalian tunggu gue di mobil ya" ucap Rinda sudah naik ke dalam mobil nya.


" Alamaaak gue kira kita di ajak mau di ajak makan malam" ucap Lela terkekeh


" Tahunya jadi pengawal " ucap Nisa yang duduk di depan dengan Rinda.


" feelling gue ga enak kalau berhubungan sama Radit" ucap Rinda masih mengemudikan mobil nya dan membuka share lokasi yang di kirim Om Rayo.


" Lah makan malam dimana ini?? di rumah ya??? " tanya Nisa melihat alamat lokasi yang di kirim Om Aryo di google map.


" Sepertinya" jawab Rinda.


" Waspada Rin sama Pak Radit " ucap Lela dari belakang yang posisinya sudah maju kedapan dengan kedua tangan dia sampirkan di jok yang di duduki Rinda dan Nisa.


" huuuuh apalagi mas Andra benci baget sama Radit, Mas Andra bilang nya Pak Radit suka sama Gue"


" Iya lah, gue baca kartu ucapan bunga yang dia kirim ke Firma hukum tempo hari" ucap Lela


" Gue juga baca " tambah Nisa


" Apa yang dia tulis????"


" Teruntuk wanita terindah, ku kirimkan Rindu dengan bunga ini" ucap Lela seperti sedang membaca puisi


" oooeeeek ..... sumpah Lu??? pengen muntah gue" ucap Rinda.


" bukain permen !!!" Rinda melemparkan permen dari saku kemeja baju nya kepada Nisa.


" bener Lu pengen muntah??"


" Serius!!!"


" Gue yakin dia sakit jiwa " umpat Rinda


" cakep cakep sakit jiwa, sayang sekali" ucap Nisa.


" Hemmm akibat kebanyakan duit, tapi ga pjnya sarang untuk nyelup" ucap Lela


" Hahahaha kalau kaya kan bisa celup sana celup sini" Umpat Nisa.


" oooeeeekkk pengen muntah " ucap Rinda.


" Jangan sampai pas makan malam dan ketemu Radit Lu muntah" Nisa terkekeh dan memasukan permen ke mulut Rinda


" Kita lihat saja nanti " ucap Rinda menancap Gas menuju alamat yang dikirimkan Om Aryo.


.


.


.


😁😁😁😁😁


Jangan bosan like, vote, komentar yaaaaa


i Love You All


Bantu Doa ya semoga rinda oke - oke baeπŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ€Έβ€β™€οΈπŸ€Έβ€β™€οΈπŸ€Έβ€β™€οΈπŸ€Έβ€β™€οΈπŸ€Έβ€β™€οΈπŸ€Έβ€β™€οΈπŸ’πŸ’


ILove you All😘

__ADS_1


__ADS_2