
Seminggu kemudian
Polres pukul 16.00
"bukannya elu lepas piket, ngapain ke Polres???" tanya Azka kepada Andra
"habis nyerahin persyaratan berkas nikah kantor"
"sudah beres??"
"sudah. dipercepatlah untuk pangkat AKP"
"mulai sombong sama pangkat nih."
" Elu tidak hadir ke acara nikahan anak PT.angkasa jaya??" tanya Andra kepada Azka
"kagak, gue sakit hati. kenapa gue baru tahu kalau ternyata bokap gue kerja sama Papahnya Siska. padahal gue suka banget sama Siska"
"terus Sesil??"
"iya sekarang sama Sesil."
"gue yakin, walaupun tidak ada laki-laki di dunia ini. Om Bastian tidak akan memilihmu untuk jadi mantunya Az.
"kenapa??"
"penghasilan dia sehari penghasilan kita 1 bulan"
"hahaha mirissss"
"sabaaar " Andra menepuk bahu Azka.
Lu juga kenapa tidak hadir??bukannya orang tua Lu juga di undang??
"mending beresin berkas nikah gue"
"bener juga."
"gue balik dulu ya, mau istirahat.."
"ga ketemu bebek Lu??
"sudah tadi makan siang. malam ini katanya mau ke puncak, ada acara kampus"
"gue juga sekarang ke puncak. polsek puncak minta BanPol ( bantuan polisi) dari Polres kita. kata intel di puncak kemungkinan malam ini ada balapan liar kelas kakap. Anak-anak konglomerat, hadiahnya saja 100juta . berapa mereka pasang taruhannya" ucap Azka
"serius Lu??"
"serius Dra, rencana sekarang kita ke puncak. Pembagian titik titik lokasi pantauan polisi agar bisa mengepung mereka...soalnya malam ini pasti ada orang yang di cari pihak kepolisian selama ini...,siapa sebenarnya dibalik acara balapan liar ini dengan hadiah yang bernilai fantastic.
"gue ikut" ucap Andra
"bukan nya Lu hari ini lepas piket"
"gue ada firasat ga enak sama bebek gue"
perjalanan menuju puncak, polisi polisi memakai baju preman mulai pemberangkatan menuju puncak, Andra yang sebenarnya tidak berdinas malah ikut-ikutan.
pembagian lokasi sudah dilakukan..Andra ikut bersembunyi bersama Azka seolah mereka pengunjung resort disekitar jalur yang akan dijadikan ajang balap.Resortnya berada diatas bukit.jadi mereka pantau lokasi sasaran dari atas.
Itu anggota kita kan??? Andra menunjuk beberapa polwan dan polisi berpakaian preman
iya...mereka anggota Intel...ditugaskan mengikuti balapan liar ini. selama satu bulan mereka menyamar jadi anak-anak labil dan menjadi anggota mobil sport xxxxx untuk mendapatkan informasi mengenai balapan liar. tongkrongan mereka juga bukan di polres lagi..tapi di club malam.
"pantas sudah lama tidak melihat mereka" ucap Andra melihat beberapa anggota nya yang menyamar.
tiba pukul 20.00
"makin banyak mobil sport mewah berdatangan..Andra malah mengedarkan pandangan pada sosok cantik yang akan menjadi istrinya...kata hatinya sangat kuat mengatakan bahwa Rinda ikut acara ini.
"target sudah semakin banyak" ucap Azka bicara pada earphone nya.
.
.
.
.
.
Lu yakin ikut balapan tanpa bilang sama Mas Andra??ucap Lela
yakin...ini terakhir kalinya sebelum gue nikah
__ADS_1
"menurut google Map tempat nya sebentar lagi" ucap Nisa.
"kita datang kepagian...ini baru pukul 21.00 ucap Lela
"Lu bisa test drive dulu Rin.."
"ga perlu...langsung saja" ucap Rinda menggerak gerakan badan mendengarkan alunan musik yang dia putar di mobil nya.
"tuh tempatnya. sudah banyak mobil sport yang lain" tunjuk Lela
"suasana gelap di puncak di terangi lampu warna warni lampu disco. berjejer rapi puluhan mobil sport.mereka disuguhi minuman beralkohol dan musik seperti di club"
Bimo melihat mobil Rinda yang baru datang langsung mendekat.
"acaranya nanti jam 23.00 Elu mau latihan dulu Rin??
"ga perlu....Rinda keluar dari mobil dan langsung menggerakan badan mengikuti alunan musiknya.
"belum kumpul semua??" tanya Rinda
"belum...Bos besar juga belum datang"
"bos besar siapa??"
"yang mengadakan acara ini"
"siapa?" tanya Lela.
"nanti orang nya belum datang"
Rinda dan kawan kawan berdiri dekat mobil mereka dan menggeeak gerakan badan menikmati musik.
"Draaaaaa....Lu lihat Jarak 10 kaki dari sini..18° LU - 20 ° BT... posisi bebek lu disana Draaaaa..." ucap Azka
"Andra langsung melirik ke Arah yang ditunjuk Azka"
"Dasar bebek nakal" gerutu Andra.
Andra langsung keluar dari persembunyiannya di atas resort dan turun menuruni tangga resort dengan langkah yang sangat lebar.bahkan beberapa anak tangga dia lewati.
Andra telah mendekati Rinda yang masih meliuk liukan tubuhnya.
dengan cepat Andra langsung meraih tubuh Rinda dan mengangkat ke bahu nya seperti mengangkat karung.
" La...Nis..Bimoooo tolong gue diculik"
Teman-teman Rinda melongo saat tahu siapa yang membawa Rinda
"ko Andra bisa tahu Rinda disini" ucap Bimo.
"namanya juga polisi"
balik yuk ah..ga seru" ucap Lela.
Kita bawa balik mobil Rinda.ucap Nisa.
"turunin gue turunin....kamu siapa??" tanya Rinda panik.
"turunin atau gue teriak Lu bisa digebukin" ucap Rinda masih meronta ronta.
"diam..aku calon suamimu" ucap Andra.
seketika Rinda diam dan berhenti berontak
"Mas...!!!!!
"iya bebek nakal!!!!
"aaaaaaaa...ko Mas disini"
Andra melemparkan Rinda ke dalam mobil nya dan membanting pintu mobilnya sangat keras.
"eh busyettt Mas Andra marah kah..??"
Andra sudah berada di jok kemudi dan melajukan mobil nya kembali ke Jakarta.
"Mas...."
Andra tidak menjawab dan tidak melirik..
"Mas...."
"Mas Rinda minta maaf...hehehe tadi terakhir kali ko..sebelum kita nikah" Rinda mengacungkan 2 jarinya
"Mas ..."
__ADS_1
"Mas kan tidak larang Rinda balapan...cuma larang minum.merokok.pergi ke club tanpa Mas"
"Mas..."
"Mas....hadiahnya 100jt loh Mas...Rinda masih tersenyum
"Mas kasih kamu 200jt " kata yang baru keluar dari mulut Andra dan tetap mengemudikan mobil nya.
"Mas marah??"
Mas...Rinda merangkul leher Andra dan mengecup pipi Andra.
Andra tidak bergeming..tetap diam.
Rinda minta maaf...ucap Rinda sambil menciumi leher Andra.
Mas....
Rinda menyimpan dagu nya di bahu Andra.
"Mas..."
"Mas...
Andra melirik sedikit Rinda yang menyimpan dagu nya di bahu dia.
Rinda tersenyum memperlihatkan giginya.
"janji tidak di ulangi.. tadi yang terakhir.jangan marah" Rinda memohon kepada Andra.
"Mas....jawab dong"
"Mas maafkan kamu,sekali lagi kamu balapan liar...Mas batalkan pernikahan kita".
"hua hua hua huaaaaaaaaa.....Rinda menangis layaknya anak kecil yang diganggu teman nya.
"Rinda kan sudah janji tidak akan mengulanginya...Rinda nurut....nurut nurut nurut nurut pokoknya...nurut sama Mas" Rinda terisak tapi tidak keluar air mata
"itu nangis menyesal apa pura-pura..???
"nangis menyesal tapi tidak bisa keluar air mata...pokoknya janji...mau nurut sama Mas...apapun yang Mas katakan"
"bener nurut???"
"nurut...nurut...nurut nurut " Ucap Rinda sambil mengaguk anggukan kepalanya.
Andra sebenarnya menahan tawa dari tadi.tapi dia menahannya agar Rinda benar-benar minta maaf dan menuruti semua perintahnya.
"Mas...."
"hemmmm"
Rinda tersenyum saat mendengar Andra merespon panggilannya.
'Mas...."
"hemmmm"
"jangan batalkan pernikahan kita"
Andra melirik Rinda dan tersenyum lalu meraih jemari Rinda dan mencium nya.
Rinda tersenyum dan menyenderkan kepalanya di bahu Andra.
"siap-siap menerima hukuman" ucap Andra.
"hukumannya jangan berat-berat Mas"
"ya hukuman yang sesuai untuk bebek nakal"
.
.
.
.
.
.
Like.vote dan komentar💋
bonus up hari ini🤭bonus vote dong
__ADS_1