
Rinda kedatangan sahabat - sahabatnya Lela dan kak Irfan juga Nisa dan Azka.
" Rin, jangan sesih terus ya. kan ada kita"
" Iya Nis, engga sedih ko. hanya masih shock saja. Tiba - tiba Mamah ninggalin Aku begitu saja"
" Aku juga dulu begitu, shock banget di tinggalin Nando" ucap Nisa tanpa mempedulikan Azka yang ada di sampingnya.
" hus, kalau ngomong di rem. Ada azka sekarang" ucap Lela.
" Eeeh iya, ada Bang Azka" ucap Nisa dan tersenyum menyenderkan kepalanya di dada Azka.
Azka membalasnya dengan senyum dan mengelus - ngelus kepala Nisa.
Rinda tersenyum melihat kelakuan Nisa.
beruntung nya Nisa juga tidak hadir di pemakaman Mamah nya Rinda karena sibuk mengurusi nikah kantor nya. Jadi semua tidak tahu kalau sebenarnya Lela telah di culik Bimo semalaman.
" kak Irfan kapan balik ke Jakarta?"
" Tadi siang"
" Ooh" jawab Rinda pendek.
" Makan dulu nih" ucap Andra menyodorkan makanan yang baru dia pesan dari go food.
Rinda melihat sea food kesukaannya di hamparkan di atas meja sampai penuh oleh Andra.
Andra sengaja memesan makanan kesukaan Rinda
" Ya ampun ya ampun Mas, ini enak banget pasti" ucap Rinda tersenyum lebar.
" wooow makan besar nih kita" ucap Lela dan Nisa.
" Suapin" ucap Rinda manja. Dan memang itubyang di harapkan Andra.
" Keburu keha isan kalau makan minta di suapin " ucap Nisa langsung menyerang makanannya di ikuti Lela mulai membuka kepiting nya.
Suasana di malam di rumah Rinda jadi ramai oleh acara makan bersama mereka.
Rinda tersenyum kembali Andra terus menyuapi nya dan sesekali mencium pipi juga kenong Rinda.
" Aku juga mau di cium...di sini di sini di sini" tunjuk Nisa kepada Azka menunjuk kening pipi dan bibir.
" Please deh lebay bingit" ucap Lela.
" Kamu mau juga??" tanya Kak Irfan tanpa menunggu jawaban Lela langsung menghunjani wajah Lela dengan ciuman.
" Aaaakh sudah - sudah tangan kamu kotor Kak" teriak Lela saat tangan Kak Irfan tak sengaja menangkup sisi wajahnya.
Tentu saja membuat semua nya tertawa.
hinga sampai jam 11 malam mereka baru meninggalkan kediaman Rinda.
" Besok pokoknya harus kerja ya"
" Ga janji La"
" Pokoknya harus, Nisa kan masih proses nikah Kantor. Aku tidak ada teman"
" bagaimana besok saja deh" jawab Rinda
" Doakan nikah kantor gue cepat kelar ya guys"
" iya kita doakan, biar bisa merasakan ukuran dan durasi" ucap Lela yang membuat Rinda terkekeh.
" Udah ah gue balik dulu" ucap Nisa yang saat itu Azka sudab masuk ke dalam mobil nya.
" gue juga pamit ya" ucap Lela.
" Oke" ucap Rinda melambaikan tangannya dan menyandarkan kepalanya di bahu Andra.
" Bobok yuk sudah malam kasian dedek seharian ini keleleahan" ucap Andra langaung membopong tubuh Rinda.
" Maaas!!" pekik Rinda yang kaget tubuh nya langsung di bopong dan di putar putar lalu di ajak setengah berlari menaiki tangga
" Rinda takut jatuh Mas " ucap Rinda sambil mengeratkan pegangannya di leher Andra.
" Mas sudah lama tidak oleh fisik" ucap Andra
Andra merebahkan tubuh Rinda di tempat tidur nya.
" Mas ganti baju dulu" ucap Andra.
" Rinda juga Mas, ambilin baju tidur yang tipis"
" Emmhh mau godain Mas ya??"
" Bukan Mas, gerah"
" kalau gerah tidak perlu pakai baju" ucap Andra sambil menggunakan kaos oblong dan celana pendeknya.
Rinda tersenyum saat mendengar ucapan Andra.
Andra membantu membuka baju Rinda, dan menyisakan dalamannya saja.
Lama Andra menatap tubuh Rinda.
" Rinda gemukan ya Mas??
" Iya"
" ih!!!".
" Eeh engga maksud Mas berisi dan seksi"
Rinda memonyongkan mulutnya dan langsung di kecup Andra.
Andra berbaring dan menarik Rinda yang hanya memakai dalaman saja kemudian menutupi tubuh mereka dengan selimut.
" memang besok mau mulai kerja??"
__ADS_1
" Bagaimana besok saja" ucap Rinda yang berada di dekapan Andra.
" Mas ijinkan kamu kerja, jangan terlalu lama bersedih."
" Lusa deh Mas, Rinda berasa lelah banget Mas" ucap Rinda memejamkan matanya dan dengan kepala sedikit menengadah sehingga Andra bisa melihat wajah Rinda, mata sembab Rinda.
Andra pun semakin mengertakan pelukannya.
Nafas Andra yang mengibas wajah Rinda membuat Rinda membuka matanya kembali
Rinda melihat Andra sedang menatap wajah nya. mereka saling tatap, sampai Rinda menyunggingkan senyum nya.
Andra langsung menurunkan kepalanya dan mencium bibir Rinda yang ada di dekapannya.
Rinda membalas ciuman Andra, cukup lama Andra melakukannya dan menekan tengkuk Rinda agar Rinda tidak menyudahi nya.
Saat itu Andra tahu Rinda lelah, tapi Andra berusaha mengalihkan kesedihannya dengan setiap sentuhan nya.
Tangan Andra pun turun ke pengait bra milik Rinda sampai terlepas.
Rinda tahu saat itu akan terjadi sesuatu, Rinda membiarkan Mas Andra melakukan apa yang Mas Andra lakukan. Rinda tidak boleh menolaknya walau pun sebenarnya dia belum menginginkannya, rasanya kehilangan sosok Mamah nya membuat Rinda kehilangan separuh jiwanya.
" emmh" akhirnya desahan Rinda lolos saat bibir Andra sudah berlabuh di dadanya.
" Mas" ucap Rinda yang di abaikan Andra. Andra membuka baju dan juga celananya.
Rinda sebenarnya belum menginginkannya, tapi melihat Andra yang sudah membuka seluruh baju dan juga celana dalam Rinda, akhirnya Rinda pasrah saja menerima serangan Andra.
tidak memerlukan waktu lama Andra menyatukan tubuh nya dengan tubuh Rinda.
gerakan tubuh Andra akhirnya meluluhkan Rinda, Rinda pun mengikuti naluri nya. dia membalas semua perlakuan Andra, Andra tersenyum puas saat Rinda mulai membalasnya.
" Rindaaaaa" ucap Andra dengan memejamkan matanya, dan saat hentakan terakhir Rinda merasakan sesuatu yang hangat menyirami bagian tubuhnya.
Andra memeluk Rinda dan menggulingkan tubuhnya hingga Rinda berada di atasnya.
Rinda menyimpan kepalanya di bahu Andra dengan nafas yang masih tersengal.
" Maaf" ucap Andra yang merasa bersalah mengajak Rinda bercinta saat Rinda dalam keadaan sedih.
Rinda menyimpan telunjuk nya di bibir Andra. Rinda merasa Andra tidak sepantasnya mengucapkan kata maaf. Andra berhak atas seluruh tubuh dan hidupnya.
Rinda mengangkat kepalanya dan menatap Andra yang ada di bawahnya.
Rinda menciumi Seluruh wajah Andra, setelah itu menggeser tubuhnya untuk tidur disamping Andra dengan tetap memeluk suaminya.
Andra dan Rinda sama sama terdiam dan memejamkan mata.
------
Lela dan Kak Irfan pun sudah berada di ranjang yang sama, mereka pun baru selesai menyatukan tubuh mereka.
Lela tidur menyamping menatap Kak Irfan yang telah terlelap.
" Ada ya laki - laki seperti kamu, beruntungnya aku mendapatkan kamu tanpa perjuangan apa- apa" gumam Lela menatap Kak Irfan
Lela terus menatap Kak Irfan, Lela pun mengingat kembali bagaimana Bimo menculiknya ke Bandung dan permintaan Bimo untuk merahasiakan kebebasannya.
" Siapa sebenarnya yang menolong Bimo" gumam Lela dalam hati.
" Nando juga tiba - tiba mati over dosis, apa itu benar??" Lela semakin bergelut dengan pikirannya.
" Siapa sebenarnya orang di balim clu Nando??"
" Siapa yang memberikan Bimo barang - barang haram itu sampai dia bisa jadi pengedar"
" Siapa sebenarnya di balik balapan liar yang suka di adakan Bimo"
" ya Tuhan kenapa Aku tidak pernah tahu, padahal pacaran hampir tiga tahun. San buka hanya pacaran, ridur bersama pun sudah sering kami lakukan"
Lela mengusap wajah nya mengingat masa lalu nya.
Tidak mudah untuk Lela melupakan sosok Bimo, tapi pernikahan dengan Kak irfan adalah berkah. setidaknya Bimo tidak pernah melibatkannya dalam urusannya.
" Aaakkkh" ucap Lela mengusap wajah nya dan mengeratkan selimut yang menutupi tubuh polosnya.
Lela menarik nafasnya panjang dan mencoba memejamkan mata.
Berkali - kali Lela mencoba memejamkan mata, tapi tidak terpejam juga.
Lela menggerak gerakan tubuhnya berguling kesana kemari hingga membuat Irfan membuka matanya kembali
" Kamu kenapa?"
" Kak" ucap Lela bingung.
" Kenapa??"
" Tidak apa - apa, kelewat ngantuk" ucap Lela kaku.
" sini" ucap Irfan sambil menarik tubub Lela kepelukannya.
" Tidur lah, ini sudah sangat larut malam" ucap Kak Irfan sambil mengeratkan pelukannya dan mencium puncak kepala Lela.
Lela pun tersenyum, pelukan yang begitu nyaman.
Lela pun memejamkan matanya kembali, berharap tidak terjadi apa - apa dengan rumah tangga nya.
Untuk Lela, Bimo adalah masa lalu nya dan Kak irfan adalah masa depannya yang harus dia pertahankan apapun yang terjadi.
" Kak, sudah tidur??" ucap Lela tanpa membuka matanya.
" Kalau kamu bicara Kakak bisa mendengarnya"
" Jangan tinggalkan Lela apapun yang terjadi"
" kenapa tiba - tiba bicara seperti itu.?"
" Anggap saja itu sebuah permohonan" ucap Lela.
" Kakak tidak akan meninggalkan mu, tidur lah"
---------
Ke esokan hari nya.
__ADS_1
Bastian dengan semangat dan bahagia kembali keperusahaannya. seolah semua baik - baik saja dan tidak pernah terjadi apa - apa, saham perusahaaan 50% Bima Sakti sudah dia dapatkan.
Mantan Istri simpanan yang selalu menggamggu hati dan pikirannyapun telah tiada dan tidak akan kembali lagi.
Bastian pun menyuruh Aryo untuk membereskan semua barang - barang Rinda juga Mamah Ayu dari rumah lama yamg pernah Rinda dan mamah ayu tempati sebelumnya.
" Kirimkan semua barang - barang nya ke rumah Rinda, jangan ada yang tersisa"
" mobil Rinda apakah perlu diantarkan juga??"
" kecuali mobil"
" maksudku pakaian mereka dan barang pribadi mereka, Aku akan menjual rumah itu. Aku menganggap kedua perempuan itu tidak pernah hadir di kehidupanku " ucap Bastian
Aryo sampai menggeleng gelengkan kepalanya mendengar ucapan Bastian.
" Aku semakin kaya" ucap Bastian sambil menyenderkan punggungnya di kursi jabatannya.
" Selamat" ucap Aryo.
" lakukan sekarang perintahku"
" Baik, sekarang akan aku perintahkan orang untuk segera mengosongkan rumah itu"
---- sepeninggalan Aryo pastian memutar mutar tubuhnya dengan kursi yang dua duduki dan tersenyum puas, tersenyum penuh kemenangan.
Tanpa usaha yang menguras tenaga dan pikiran dia bisa dapatkan saham 50% .
" Harusnya dulu aku nikahkan dia kepada Pak Radit" gumam Bastian.
" Pak Radit sangat menginginkan Rinda, kalau Aku bisa memberikan Rinda. Pak Radit pasti memberikan apa yang aku mau" gumam Bastian kemudian.
-------
Rinda dan Andra..
Rinda bangun kesiangan, Mas Andra sudah tidak ada di tempat tidur.
" Mas Andra dinas apa ke perusahaan ya?" ucap Rinda pelan.
Rinda langaung berdiri dan menuju kamar mandi untuk mandi.
setelah beberapa saat Rinda telah selesai mandi dan memakai kembali pakaiannya.
Rinda turun ke lantai bawah untuk mencari Mas Andra.
Rinda tersenyum saat di lihatnya Andra sedang memasak.
" Rinda kira Mas sudah pergi dinas atau ke perusahaan " ucap Rinda sambil memeluk Andra dari belakang.
" Mas ijin tidak dinas dulu"
" terus kasus Mas??"
" di Bantu Alinda, masih penyelidikan"
" memang tidak apa - apa Mas ijin??"
" Tidak apa - apa, Mas masih mau temani kamu di rumah"
" kalau Mas mau dinas tidak apa - apa, berangkat saja"
" Engga Mas temani kamu dulu " ucap Andra mengelus tangan Rinda yang melingkar diperutnya.
" terus kasus yang Mas tangani bagaimana??"
"Nanti Mas lanjutkan saat Mas dinas kembali"
" besok Rinda mulai kerja, Mas mulai dinas lagi ya. Jangan lama- lama ijin nya"
Andr membalikan badannya dan mencium kening Rinda
" iya bawel, Mas kangen bawel kamu, kangen cemburu kamu, kangen manja kamu, kangen segalanya pokoknya" ucap Andra sambil menggelitik Rinda.
Rinda terkekeh saat Andra menggelitik nya.
" Gosong tuh " ucap Rinda mengalihkan perhatian Andra agar tidak menggelitiknya .
Andra malah membawa Rinda kedekapannya dan memeluknya dengan erat.
" i love you Rindaaaa" teriak Andra dengan gemas.
" i love you tooo Mas Andra " sampai keduanya melepaskan pelukannya karena bau gosong sudah tercium.
" yaaaha gosong" ucap Andra dan mematikan kompornya.
" tuh kan"
" kamu sih gangguin Mas"
" iiiih nyalahin" ucap Rinda melengos dan duduk di kursi sambil terkekeh.
" ga bisa di makan yank, kayanya kita sarapannya pesan online saja." ucap Andra saat melihat masakannya gosong.
" Dedek mau makan apa??" Ucap Andra sambil berjongkok dan wajah nya berhadapan dengan perut Rinda.
" dedek mau di jengukin daddy lagi"
" hahahaha " seketika tawa Andra pecah saat jawaban Rinda sudah kembali ke semula.
.
.
.
.
Jangan bosen like. vote dan komentar yaππππ
maaf mungkin untuk besok uddate semua novel nya jadi malam ya gengsπ€ΈββοΈπ€ΈββοΈπ€ΈββοΈπ€ΈββοΈπ€ΈββοΈβ€β€β€
dengan segala hormat dan ketcup basyah untuk kalian
tetaplah mendukung pasangan iniπππ
__ADS_1