Hey Polisi,Razia Aku!!!

Hey Polisi,Razia Aku!!!
A&R110


__ADS_3

Hay guys😘😘😘😘😘


bertemu lagi bersama pasangan Andra dan Rinda.


Okelah jangan banyak cingcong... Next


---------------------


Rinda dengan kecepatan penuh karena naluri balapan liar sedang menjalar di tubuhnya oleh rasa penasaran oleh sosok Bimo yang dia lihat.


Nisa yang memang sudah terbiasa dengan kecepatan di atas rata - rata saat Rinda mengemudikan mobilnya terlihat biasa - biasa saja dan memainkan ponselnya.


" Lela sedang berada di Surabaya"


" Dia kirim pesan??"


" Tidak, dia uplod foto patung ikan dan buaya"


" oooh"


" Yakin Rin kita tidak akan memberitahu Lela kalau kamu seperti melihat Bimo???"


" Kita cek dule ke lapas, kalau ternyata Bimo ada, tidak perlu lah. Berarti Gue salah lihat. Tapi....


Tapi kalau memang Bimo tidak ada di lapas, kita wajib rapat geng kolang kaling"


Nisa tampak berfikir sejenak.


" Kematian Nando juga menurut Gue ada yang mengganjal" ucap Nisa pelan.


" Hemmm benar, tapi kasusnya meredup begitu saja" ucap Rinda


" Aaakkkhhh gue kangen balapaaaaan" teriak Rinda saat mengendalikan mobilnya mengalihkan pembicaraaan dengan Nisa.


" hahahah iya ya, aduh nanti malam gue juga bakalan akad sama Azka. Masa lajang gue berakhir.".


" Yaaah dari pada melajang juga Elu kan sudah tidak ada teman nongkrong, ngclub, atau ikut nongkrong di balapan liar"


" Kadang Gue kangen masa - masa gila kita"


" Hemmm gue juga pengen kuliaaaah lagiiiiiii" ucap Rinda dengan ekspresi wajah pura - pura menahan tangis.


" Jihahahaha pengen kena razia lagi Mas Andra" ucap Nisa


" Oh Iya jelas, kenangan yang tidak pernah terlupakan. Kena razia Mas Andra dan di kira wanita malam. Akhirnya gue dia nikahi, dia sudah merazia seluruh hati gue Nis"


" Hahahha iya hati gue juga sama Rin, kena Razia polisi. Aaakkkhhhh indaah"


" wkwkwkwkwkwk" mereka pun tertawa bersama.


Dengan sekali masuk lokasi parkir tanpa susah payah Rinda sudah memarkirkan mobil nya di depan lapas.


Saat keluar dari mobil dari kejauhan Andra dengan Azka yang keluar dari Polres untuk mengecek ke lapas menghentikan mobil nya.


Andra dan Azka saling lirik di dalam mobil.


" Mau ngapain mereka ke lapas??" tanya Azka


" Justru itu yang mau Aku tanyakan, ngapain mereka di sini???"


" Apa pantas Gue curiga kepada calon bini Gue, nanti malam Gue akad. Seminggu lagi resepsi."


" Elu calon bini, nah itu yang bersama calon bini Elu itu ya Bini Gue"


" Iya tahu Dra, Mending cari tempat parkir aman yang tidak bisa mereka lihat" ajak Azka


" Iya ako kita pantau mereka" ucap Andra mencari tempat patkir guna menunggu Nisa dan Rinda sampai keluar dari lapas.


------ Rinda dan Nisa


" Maaf Bu mau besuk siapa??"


" Bimo"


" ooh kalian belum tahu ya kalau saudara Bimo sudah bebas"


" Sudah bebas??" ucap Nisa dan Rinda serempak sambil saling lirik.


" Sudah lama??"


" beberapa minggu yang lalu"


" Kenapa bisa?? bukannya Bimo harus menjalani hukuman selama 20 tahun"


" siapa yang membebaskannya??"


" Kalau itu kami kurang tahu, bukan kapasitas kami menjawabnya."


Rinda dan Nisa pun saling lirik dan anggukan kepala.


Sudah cukup tahu bahwa yang di lihat Rinda memang benar Bimo. Siapapun yang membebaskan Bimo, pasti bukan orang sembarangan.


Nisa dan Rinda pun keluar lapas dengan pikiran masing - masing sampai mereka masuk kembali ke dalam mobil barulah mereka berdebat kembali.


Rinda mengemudikan mobil nya dengan kecepatan tinggi kembali menuju kantor mereka.


" Lela harus tahu Rin"


" Iya harus, gue yakin ada yang mengganjal"


" Kirim pesan sama Lela, tanya kapan dia kembali ke Jakarta"


" Oke" ucap Nisa mengotak ngatik ponselnya.


------ Andra dan Azka masih bengong melihat bagaimana Rinda mengemudikan mobil dengan kecepatan sangat tinggi, dalam hitungan detik saja mobil Rinda sudah tidak terlihat.


" Gila, begitu kelakuan bini Lu kalau mengemudikan mobil??"

__ADS_1


" ada sesuatu yang membangkitkan naluri masa lalu nya" ucap Andra.


" Ayo kita ke lapas, kenapa mereka tidak lama berada di lapas"


" Azka dan Andra sufah memakai baju preman dan menyimpan seragam mereka masing - masing di Polres."


" Maaf Pak, mau bertemu dengan siapa??"


" Saudara Bimo"


" Waduh, kalian orang ke empat dan kelima yang menanyakan saudara Bimo. Baru saja ada dua wanita yang ingin menemui Bimo, sebelumnya juga ada seorang wanita ke sini. Malah yang pertama memberikan sekotak kue ulang tahun karena Saudara Bimo nya telah bebas"


" Telah bebas???" lagi - lagi Azka dan Andra serempak bicara sama halnya dengan Rinda dan Nisa sebelumnya.


" Iya, sudah bebas. "


" Sudah lama??"


" Hemmm pertanyaan yang sama dengan orang - orang sebelumnya"


" Jadi??? sudah lama??"


" Beberapa minggu yang lalu Pak".


" Siapa yang membebaskannya??" ucap Andra sambil mengeluarkan identitas Polisi.


" Saya tidak tahu Pak"ucap nya gugup saat tahu si penanya ternyata Polisi.


" Kami sedanh mengadakan penyelidikan kasus, kalau ternyata petugas lapas terlibat. kami tidak segan mengganti status kalian sebagai penjaga lapas menjadi penghuni lapas di balik jeruji besi."


" Maaf Pak kami memang tidak tahu, tidak ada yang saya sembunyikan"


Azka menepuk bahu Andra.


" Kita kembali ke Polres" ajak Azka.


----- Azka dan Andra pun kembali ke Polres.


" Gue yakin kasus yang pernah Lu tangani dulu ada kaitannya dengan kasus yang sedang gue selidiki sekarang.


" Gue juga berfikir begitu"


" Gue minta berkas dan barang - barang bukti tentang kasus Bimo dan Nando dulu"


" Oke, kita selidiki bersama"


" Kita perlu bantuan Alinda, Alinda pasti tahu seberapa sering sosok Bimo yang tertangkap kamera nya datang ke hotel xxx"


" Hemmm kita akan menjadi tim, jangan tahu Nisa" ucap Azka takut - takut.


" hemmm ini antara kita laki - laki"


" Oke deal " jawab Azka.


------ Rinda dan Nisa menjatuhoan tubuh mereka di sofa.


Mana makanannya??"


mereka berdua melakukan hal yang sama membuat Lasmi menghampiri mereka.


" Apa yang terjadi sama kalian??"


" Rinda bawa mobil dengan kecepatan tinggi, samapi pusing dan mual" jawab Nisa asal


Sedang Rinda hanya tersenyum.


ya sudah lah, Mba ke bawah dulu ya. beli makanan " ucap Lasmi.


" Oke " jawab Nisa.


Saat Mba Lasmi meninggalkan ruangan dimana mereka berada Nisa terbangun dan duduk mengahadap di mana Rinda masing berbaring di sofa nya.


" apa yang Elu pikirkan Rin??"


" Bos yang selalu Bimo katakan setiap Gue balapan liar. Elu ingat???"


" Iya, Bimo selalu bilang. hubungi Bos besar dulu"


" Apa mungkin Bos besar nya Rangga, suami Kak Siska" ucap Rinda masih menatap langit - langit kantor nya dan mengelus ngelus perutnya.


" Ah masa iya".


" Bos Rangga kan pernah ikutan balapan liar, dan dia juga pernah memberikan hadiah yang sangat fantastis. Bimo, Nando dan Rangga berteman cukup baik bukan??"


" kalau pun Bos Rangga terlibat pasti dia di penjara bareng Bimo"


" Iya dugaan gue karena dia Bos besar yang Bimo maksud, makanya dia lolos dari penjara. Toh Bimo saja yang sudah terjerat hukum dan masuk penjara bisa bebas"


" Menurut Lu Lela tahu sesuatu?? soalnya dia tidak ada angin tidak ada hujan ingin ikut Kak Irfan. Biasanya kalau Kak Irfan keluar kota dia selalu mengajak kumpul geng"


" Justru itu, kita harus adakan pertemuan geng, kapan Lela balik Nis. dia sudah balas pesan Lu??:


" besok katanya dia balik, soalnya gue bilang ada sesuatu yang darurat"


" Besok kita bicarakan dengan Lela.


" Haaay nih mending makan dulu dari pada bengong" ucap Lasmi dengan beberapa kantong plastik makanan di tangannya.


" wuiiihhh enak nih" Nisa langsung bangkit dari duduk nya.


" Ayo Rin bangun" ajak Lasmi.


Dengan malas Rinda bangun dari tiduran di sofa nya. Hati nya sangat kacau saat tahu Bimo bebas, bimo tersangka kasus pengedaran Narkoa. kasus narkoba tidak bisa di anggap main - main, tapi kenapa bisa bebas??" pertanyaan yang bergelayut di kepala Rinda.


" jangan sampai Bos Rangga terlibat kasus Narkoba juga club malam milik Nando. Bagaimana Kak Siska dan Erlan kalau Bos Rangga memang terlibat" gumam Rinda.


" Jangan sampai ya Tuhan" Rinda mengusap wajah nya.

__ADS_1


" kenapa??" tanya Lasmi.


" hehehe, tidak apa - apa Mba" ucap Rinda dan ikut menyomot makanan yang di beli Lasmi dengan segala pikiran buruk nya.


---- tak lama dering ponsel Rinda berbunyi


Rinda mengangambil ponselnya dan ternyata Bos Rangga yang memanggil.


" Panjang umur, apa gue sekarang punya kekuatan telepati. sampai Bos Rangga menelpon saat Gue memikirkannya" gumam Rinda


" hallo Bos"


" Rin"


" Iya"


" Aku ada kabar tentang kecelakaan Mamah kamu dan Papah Aku"


" Kabar apa??"


" Barusan polisi puncak menelpon, kecelakaan terjadi karena rem mobil dalam keadaan blong"


" Maksudnya??"


" kemungkinan Mamah dan Papah kita kecelakaan karena ulah seseorang"


" apa??"


" iya mereka sengaja di bunuh"


" Siapa yang melakukannya?? karena apa?? Mamah tidak punya musuh" jawab Rinda bergetar menopang tubuhnya.


" Polisi masih menyelidikinya, semoga saja pelaku nya segera tertangkap " ucap Bos Rangga


" Iya" jawab Rinda pendek.


Dia baru saja menerima meninggalnya Mamah Ayu dan berusaha Ikhlas. Tapi kalau ternyata nyawa Mamah nya dengan sengaja di hilangkan seseorang, tentu saja membuat hati Rinda tidak Ikhlas.


" Kenapa Rin??" tanya Nisa.


" Seseorang dengan sengaja membuat mobil Mamah Ayu dan Papah Mahfud kecelakaan " ucap Rinda.


Lasmi dan Nisa yang mendengar menghentikan kunyahan pada makanan mereka.


" Terus??"


" Polisi masih melakukan penyelidikan dan mencari palaku nya".


" sabar ya, semoga secepatnya tertangkap" ucap Nisa dan Lasmi.


-------- Azka dan Andra.


Azka sudah berada di ruangannya. dia mengumpulkan kembali berkas - berkas kasus Bimo dan Nando. Setelah Azka merasa semua terkumpul Azka langsung ke ruangan Andra


" Ini berkas - berkas kasus Bimo dan Nando, siapa tahu ada yang Elu butuhkan" Azka menyimpan beberapa berkas di meja Andra


" Oke , nanti gue pelajari"


" Tar malam gue akad sama Nisa. Elu simpan dulu kasus nya ya. jangan lembur"


" Iya, Rinda bisa ngamuk kalau Gue tidak mebgantar nya"


" Hahaha, iya kasus nya di bawa slow saja lah Dra"


" Pak Andra memanggil saya??" tiba - tiba Alinda sudah berada di depan pintu ruangan Andra.


Andra dan Azka melirik dengan serempak saat sebuah suara menghentikan pembicaraan mereka


" Iya ayo masuk"


" Apa apa??"


" Kita akan jadi tim, Pak Rangga butuh bantuan kita" ucap Azka


" Kasus apa??" kasus Pak Andrian yang mengaku pemilik hotel xxx


" oooo, oke. Apa Ali harus menyamar kembali??" Alin menaik turunkan alis nya.


" belum tahu, nanti kita lihat dulu kasus nya" ucap Andra.


" Oia Lin, nanti malam Abang mau akad dulu"


" waduh"


" kenapa??"


" Tidak apa - apa Bang" Alinda nyengir ke arah Azka


" kelihatan banget sih sudah tidak sabar ingin malam pertama. " gumam Alinda.


" Jadi kita mulai dari mana Dra mempelajari kasus nya??"


" dari sini!!!!" ucap Andra menunjuk berkas map kasus Bimo.


.


.


.


.


.


Like


vote

__ADS_1


komentar


😁😁😁 maaf ya update nya agak tersendat. masih sibuk dengan dunia nyata


__ADS_2