
Lela langsung membuka pintu apartemen lama Bimo. dan ternyata tidak di kunci.
Lela melihat kamar yang berantakan, dia juga mencium aroma minuman yang sudah lama tidak dia minum setelah dia menikah.
" Bimo" ucap Lela saat dia melihat Bimo ternyata sedang duduk di balkon apartemennya dengan botol minuman di tangannya.
Bimo menatap mata Lela dengan sendu, Bimo melihat Lela dari ujung rambut sampai ujung kaki.
" Kamu datang??" ucap Bimo
" Iya aku datang" ucap Lela merebut botol minuman yang di pegang Bimo dan menyimpannya di meja
" Lela" ucap Bimo terus menatap Lela yang kini duduk di hadapnnya.
Lela menatap lurus ke depan tanpa melihat Bimo, dia mendengar Bimo memanggil namanya. tapi dia tetap fokus menatap jauh ke depan.
" Aku tahu pasti kamu akan datang"
" Aku sudah datang, apa yang kamu inginkan"
" Aku butuh teman bicara"
" Bicaralah"
" Kamu tidak takut kepadaku??"
" Kenapa harus takut" ucap Lela tanpa melirik ke arah Bimo
" Aku pembunuh" ucap Bimo yang masih membuat Lela santai.
" berapa orang yang telah kamu bunuh, apa kamu mau membunuhku juga??"
" Aku tidak akan membunuhmu, aku sangat mencintai kamu"
" lalu kenapa kamu melakukan kejahatan, siapa yang kamu bunuh??? Nando???" ucap Lela sekarang dengan sedikit menekankan kata Nando dan menatap mata Bimo
" Bukan, bukan Aku yang membunuh Nando"
" Tapi benar bukan Nando di bunuh seseorang"
" iya tapi bukan Aku, Aku berani bersumpah"
" Lalu??? "
" Orang lain yang membunuhnya"
" dan kamu tahu siapa orang lain itu??"
" Iya" jawab Bimo
" siapa??" tanya Lela
" Aku tidak bisa mengatakannya"
" Lalu siapa yang sudah kamu bunuh???" tanya Lela
Bimo menelungkupkan wajahnya di kedua telapak tangannya.
Bimo belum menjawab pertanyaan Lela.
" Setelah ini, seseorang akan memnunuh ku".
" kenapa??" tanya Lela
" Karena Aku sudah bicara dengan kamu, dia pasti tahu kalau aku bertemu dengan kamu"
" Siapa??"
" Bos" ucap Bimo
" Siapa Bos kamu Bimo????" tanya Lela semakin penasaran
Bimo kemudian berdiri dan meninggalkan balkon apartemennya.
Bimo sekarang duduk di sofa dekat tempat tidur nya.
" bicaralah apa yang ingin kamu bicarakan, aku akan mendengarkan kamu. percayalah, aku tidak akan mengatakan kepada siapapun" ucap Lela meyakinkan Bimo, Lela berjongkok dihadapannya dan menggenggam tangan Bimo.
Bimo merasa tersentuh dengan ucapan Lela, dia merasa tepat meminta Lela menemui nya. kedua orang tua Bimo bahkan tahu nya Bimo di penjara, dan mereka tidak pernah menjenguknya.
cukup lama Lela dan Bimo saling tatap, kedua bola mata mereka beradu pandang cukup lama.
Lela menganggukan kepalanya agar Bimo mau bercerita apa yang sebenarnya dia alami selama ini.
Bimo beringsut turun dari sofa dan kini duduk di lantai menyamakan posisi dengan Lela yang berjongkok dan bertekuk lutut di hadapannya.
kini mereka sama sama duduk di lantai dengan punggung bersender pada sofa.
Bimo menjatuhkan kepalanya di bahu Lela. dan Lela membiarkannya. merasa Lela tidak menolaknya Bimo kemudian memeluk pinggang Lela.
Lela mengusap pipi Bimo yang bersender di bahu kanan dia dengan lengan kanannya.
" duduk nya di kursi yuk, biar nyaman" ucap Lela
mau tidak mau Bimo mengangkat kepalanya dari bahu Lela dan melepaskan pelukannya di pinggang Lela.
Lela memilih duduk di sofa yang cukup untuk sendiri
Bimo tahu sebenarnya Lela sedang menghindari sentuhannya.
Bimo tidak beranjak dari duduk nya dan tetap duduk di lantai
" Bimo"
Bimo mengacuhkan Lela, dia sudah tidak berselera untuk bicara dengan Lela.
Lela pun menarik nafas panjang dan pindah duduk ke sofa di mana Bimo menyenderkan punggungnya.
" Duduk di sini" ucap Lela mengusap tempat duduk di sebelahnya.
Bimo menengadahkan kepalanya dan melihat Lela yang sudah duduk di sofa
" Tidak perlu, aku duduk di sini saja" ucap Bimo
" katanya butuh teman bicara, kalau kamu tidak bicara ya sudah aku pulang, lagian hati sudah gelap" ucap Lela yang melihat jam sudah menunjukan pukul 19.00
Lela sudah berdiri dan hendak meninggalkan Bimo, Lela menunggu Bimo menahannya pergi. tapi Bimo tidak bergeming, tidak bicara atau menahannya pergi dari sana.
" Ya sudah aku pergi dulu ya," ucap Lela melangkah melewati Bimo dan Bimo tetap tidak bergeming. sampai Lela sudah memegang handle pintu pun Bimo tidak bergeming. cukup lama Lela berdiri di depan pintu menunggu Bimo melarangnya pergi.
tapi ternyata Bimo tidak melarangnya pergi. Bimo malah bangkit dari duduk nya dan melengos menjatuhkan tubuhnya ke tempat tidur.
__ADS_1
" Aku pergi " ucap Lela sudah membuka pintunya. tapi Bimo masih mengacuhkannya dan sudah tengkurap di tempat tidur.
Lela pun menutup pintu apartemen Bimo dengan keras.
-------- beberapa menit sudah berlalu, Lela membanting pintu kamar apartemen Bimo tanpa keluar, dia masih tetap berdiri di sana.
dan tanpa di duga Bimo pun tidak bergeming dan tidak mengecek keberadaan Lela. Bimo bahkan tidak ingin melihat apa Lela keluar atau tidak dari apartemennya. Lela pun mengotak ngatik ponselnya.
beberapa menit berlalu akhirnya Lela mendekati Bimo yang tidak bergeming di tempat tidurnya.
" apa dia bunuh diri dan sudah meminum sesuatu sebelum aku datang???" gumam Lela yang membayangkan saat mendekati Bimo mulut Bimo telah berbusa.
perlahan Lela mendekati Bimo, Lela beranjak ke tempat tidur dan mengusap kepala Bimo.
" Bimo" ucap Lela pelan
perlahan Bimo membuka matanya, mendengar seseorang memanggilnya.
" Kamu tidak pulang???" ucap Bimo dengan mata berkaca - kaca
Lela menggelengkan kepalanya, untuk pertama kali nya dia melihat Bimo serapuh ini.
" Jangan tinggalkan Aku" ucap Bimo memindahkan kepalanya kepangkuan Lela dan menyembunyikan wajahnya di perut Lela
Lela tidak tahan lagi dengan perlakuan dan ucapan Bimo, walau bagaimanapun hampir tiga tahun, mereka berpacaran dan menghabiskan waktu di sana berdua.
" Aku menyesal" ucap Bimo
Lela hanya mampu mengusap ngusap kepala Bimo yang sudah terbenam dipangkuannya.
" hanya kamu yang bisa aku ajak bicara" ucap Bimo kemudian
" Bicaralah apa yang ingin kamu bicarakan,aku akan mendengarkanmu" ucap Lela
" Aku membunuh seseorang"
" Siapa yang kamu bunuh???"
" Aku di suruh seseorang"
" Siapa??"
" Bos"
" Siapa Bos kamu??"
pertanyaan Lela tidak mendapatkan jawaban apa - apa lagi dari Bimo.
" Apa kamu takut kepadaku karena aku pembuhuh??"
" kalau aku takut, aku tidak akan ada di hadapan kamu sekarang" ucap Lela
Bimo kemudian bangun dan duduk berhadapan dengan Lela.
Di tatapnya Lela yang ada di hadapannya, " Aku menyesal karena perbuatan ku malah membuat ku kehilangan kamu" ucap Bimo.
" Bukannya dulu kamu yang meminta agar aku tidak menunggu kamu, aku sudah menawarkan diri untuk menunggu mu"
" Iya aku menyesal, dan sekarang hidup aku sudah hancur. Aku sudah menjadi kaki tangan seseorang"
" Siapa??"
" Beban hidup ku cukup berat, hidupku sudah hancur. Aku sudah tidak punya masa depan" ucap Bimo
" Kamu masih bisa berubah menjadi lebih baik"
" Untuk siapa aku berubah, wanita yang aku cintai bahkan telau menjadi milik orang lain"
" Berubahlah untuk diri kamu sendiri, aku akan selalu ada menjadi teman, sahabat dan adik kamu".
" Aku mencintai kamu Lela, tak peduli kamu sudah di nikahi orang lain. Aku mencintai kamu" ucap Bimo memegang kedua bahu Lela.
" kalau begitu, berubahlah untuk Aku"
" apa maksud kamu??"
" Berubahlah untuk Aku, wanita yang kamu cintai " ucap Lela menatap kedua mata Bimo.
" Tapi aku tidak bisa memiliki kamu lagi"
" kamu pasti sudah sangat sering mendengar bahwa cinta tidak harus memiliki, kamu memang tidak bisa memiliki Aku. tapi Aku akan selalu ada untuk kamu. di saat kamu membutuhkan aku. " ucap Lela
" kamu tidak akan menjauhi Aku setelah aku membuat sebuah pengakuan??"
" Tidak, aku akan selalu ada untuk kamu. kasus hukum yang menjeratmu akan akan menjadi pengacara kamu" ucap Lela meyakinkan Bimo
Bimo memeluk Lela dengan sangat erat.
" Terima kasih" ucap Bimo dan melepaskan pelukannya.
" Ayo ceritalah, kita ngobrol sambil tiduran yuk" ajak Lela sudah membaringkan tubuhnya.
Bimo pun tersenyum san ikut membaringkan tubuh, mereka kini sama - sama berbaring dan saling berhadapan, biasanya dulu mereka ngobrol seperti ini setelah mereka bercinta.
sekarang lain ceritanya. tapi Bimo cukup tenang saat Lela tidak takut kepadanya.
" Ayo bicaralah"
Bimo menarik nafas panjang, dia akan memulai menceritakan semuanya kepada Lela, kalaupun dia mati di bunuh oleh anak buah Radit. setidaknya Lela sudah tahu siapa yang membuat hidup nya hancur.
" saat itu, aku kenal seseorang sejak SMA.dia baik kepada aku juga Nando"
" Saat sudah masuk kuliah, dia bahkan memberikan club malam untuk di kelola oleh Nando."
Lela membiarkan Bimo berbicara tanpa memotong pembicaraan Bimo. Padahal Lela ingin menanyakan " jadi club Nando itu bukan milik Nando" tapi pertanyaan tertahan di tenggorokannya.
" Club mulai rame pengunjung, pengunjung nya mahasiswa kampus dimana kita kuliah. mahasiswa tahu club milik Nando. setelah club mulai rame, aku ditugaskan untuk mengedarkan narkoba di club dan lanjut di kampus kepada mahasiswa yang sering nongkrong di club."
Lela menahan rasa kagetnya dan tetap posisi santai, masih menyunggingkan senyum dan menganggukan kepalanya kepada Bimo. agar Bimo melanjutkan ceritanya.
" Aku juga di percaya mengelola bisnis judi online, ajang taruhan balapan liar" ucap Bimo
beberapa saat Bimo menghentikan bicaranya, tatapan mata Bimo tidak lepas dari menatap wajah Lela.
" Hingga polisi merazia dan menggerebek club malam milik Nando malam itu" ucap Bimo tertahan
" Saat itu, bos kecolongan dan tidak tahu bahwa beberapa orang pengunjung club ternyata polisi yang menyamar dan memakai baju preman.
" Saat itu aku juga panik, Nando mengatakan bahwa dia akan membongkar semuanya kepada Polisi, Nando tidak ingin lagi terlibat dalam bisnis club malam milik Bos."
" Saat itu seseorang menyuntikan sesuatu ke tubuh Nando, aku melihat dengan mata kepala ku sendiri Nando tewas "
__ADS_1
Lela dengan susah payah menelan air liur nya, dan berusaha tetap tenang dan mengatur nafas nya.
" kemudian orang itu mengatakan kepada aku, kalau aku berani membongkar semuanya. maka nasib aku akan seperti Nando" ucap Bimo
untuk itu aku pun mengakui semuanya, tentang pengedaran narkoba itu aku pelakunya. tidak ada yang menyuruh ku. padahal ada bos besar di balik semuanya.
" sampai suatu ketika aku di bebaskan oleh Bos, entah bagaimana caranya. aku hanya berada 5 bulan saja di penjara" ucap Bimo kemudian.
" Aku tidak tahu kalau kamu akan mengunjungi aku di sana dan tahu bahwa aku sudah bebas"
" Aku semakin terjebak di permainan Bos besar, aku pun terlibat dalam bisnis hotel xxx"
Lela sampai menganga saat mendengar hotel xxx
" Aku juga yang telah membuat rem blong mobil Mamah Ayu dan Papah Mahfud hingga kecelakaan"
" Apa??!!!" kini Lela tidak bisa menahan lagi kata- katanya.
" Iya aku yang membunuh mereka"
" apa alasan kamu membunuhnya???"
" Untuk mengalihkan perhatian semua orang" ucap Bimo
" Siapa Bos besar kamu??" ucap Lela pelan dan mengusap pipi Bimo
Bimo memejamkan matanya saat Lela menyentuh bagian dari wajah nya. sentuhan yang sangat dia rindukan.
Bimo kemudian memegang telapak tangan Lela yang mendarat di pipi nya.
Bimo mengecup punggung tangan Lela, Lela pun tersenyum. Lela kemudian mendekat dan mencium kening Bimo.
" Kamu bisa percaya kepadaku " ucap Lela menempelkan kening nya di kening Bimo
" Aku tahu kamu terpaksa melakukannya karena sudah terjebak dengan keadaan" ucap Lela
" Siapa Bos besar kamu, percayalah aku akan membela kamu kalau pun buruk nya polisi sampai tahu semuanya" ucap Lela memeluk Bimo dan menenggelamkan kepala Bimo di dadanya.
" Pak Radit" ucap Bimo yang membuat Lela membualatkan matanya dan menutup mulut nya yang menganga.
" Eko asistennya yang membunuh Nando"
" Aku dan Eko yang merusak mobil Papah Mahfud dan Mamah Ayu"
" ya Tuhan" gumam Lela.
perlahan Lela melepaskan pelukannya
" Percayalah, Aku akan menjadi pengacara kamu. kasus hotel xxx sedang di tangani Andra juga Azka. lambat laun kebusukan Pak Radit akan terbongkar" ucap Lela.
" Sebelum polisi menangkapku, Pak Radit pasti akan membunuh aku"
" tidak akan ada yang membunuh kamu, percayalah" ucap Lela.
" peluk aku lagi, peluk aku La.aku cape" ucap Bimo.
Lela pun memeluk Bimo dan dengan reflek mengecup puncak kepala Bimo
" terima kasih karena telah mau menjadi teman bicara aku" ucap Bimo pelan.
cukup lama Lela memeluk Bimo hingga suara Bimo tidak terdengar lagi.
" Kamu mau tidur???" tanya Lela
" Iya Aku ingin tidur di pelukan kamu" ucap Bimo mengeratkan pelukannya..
" Setelah kamu tidur, aku akan pulang" ucap Lela
Bimo pun menganggukan kepalanya dan semakin mengeratkan pelukannya ke tubuh Lela.
" Ya tuhan jadi biang nya Pak Radit" gumam Lela
" Rindaaaaaaaaa, Nisaaaaaaaaa, help me. gue butuh kaliaaaaan " teriak Lela dalam hati.
.
.
.
.
.
.
.
.
setelah Bimo terlihat tidur pulas.Lela pun perlahan beranjak bangun.
Lela buru - buru bangun dan keluar dari apartemen Bimo.
Lela sudah berada ditempat parkir dan masuk ke dalam mobil nya. Lela mengecek ponsel yang tadi dia pakai untuk merekam percakapannya dengan Bimo.
" Yes...berhasil!!!!" ucap Lela tersenyum saat mode rekam ponselnya ternyata berjalan dengan sempurna.
Lela pun menancap gas menuju kediamannya.
.
.
.
.
.
.
hehehe maaf ya panjang lebar cuma part BImo dan Lela
oke jangan lupa
Like
Vote.
Komentar🤸♀️🤸♀️🤸♀️🤸♀️🤸♀️🤸♀️
__ADS_1