
Hay guys...sekali lagi saya tekankan kalau ini hanya novel fiktif...
Ambil yang baik nya,
Yang sengklek nya tidak perlu di tiru.
Disini Author tidak menyarankan siapapun untuk tidak meminta ijin kepada suami nya seperti yang dilakukan Rinda.
Ini hanya cerita yang ada di imajinasi ku🤗🤗🤗 terimaksih yang masih berkenan mendukung author
Oke next
------------------------
" Terima kasih sudah memenuhi undangan saya"
" Saya mewakili Papah Bastian" ucap Rinda. Mendengar jawaban Rinda , Radit menahan tawa nya.
" Papah yang menukar kamu dengan dahan perusahaan 50%??" gumam Radit.
Rinda yang melihat senyum Radit terus menahan gejolak perut nya yang ingin muntah.
Rinda mengelus ngelus perut nya. Entah berapa lama dia bisa bertahan bersama Radit.
Tak lama pelayan menyajikan berbagai macam makanan dan minuman yang menggiurkan.
" Pak Radit, bisa tidak bunga mawar yang ada di meja ini di singkirkan, bau sekali saya mual" ucap Rinda
" Oh iya, pelayan tolong bawa bunga nya kebelakang"
" Baik Pak Radit."
Radit menatap pelayan tersebut dan pelayan tersebut menganggukan kepala.
Hah Rinda tahu itu pasti suatu kode.
Tak lama pelayan yang mengantarkan makanan meninggalkan Radit juga Rinda sambil membawa beberapa bunga yang ada di meja.
" Rin, Cheerrs" ucap Radit mengangakat gelas nya.
" Boleh tuker minumannya??" tanya Rinda sudah mengacungkan gelas nya ke arah Radit.
" Kenapa??"
" Bawaan Dedek Janin. Dia yang minta " ucap Rinda yang membuat Radit bingung.
Pasalnya Radit telah mencampurkan sesuatu di minuman Rinda.
" bagaimana??"
" emmmmm" Radit tampak berfikir.
" Ya sudah Rinda tidak minum" Rinda menyimpan gelasnya.
" Ya sudah boleh" ucap Radit.
Rinda langsung menerima gelas Radit dan Radit menerima gelas Rinda.
" Cheerrs" ucap Rinda menengak habis minumannya.
" Harus nya Aku waspada, Rinda tidak sepolos yang aku bayangkan" gumam Radit menengak sedikit minuman yang seharusnya untuk Rinda.
" Rin makan " ucap Radit
Rinda merasa aneh lagi dengan makanannya seperti untuk pasien di rumah sakit.
Rinda membayangkan kalau makan malam di rumah pasti nya mengambil makan sesuai porsi selera sendiri.
" Ini ko makan malam nya sudah di atur si tuan rumah. sudah seperti makan di Resto pula" gumam Rinda.
( " Rinda jangan di makan !!!! " ucap Lela dan Nisa yang mengintip mereka.)
" Makan dulu " ucap Radit memulai memakan makanannya.
Rinda menusukan garpunya pada stik daging yang ada di piring.
Rinda mencium nya dengan hidung nya, mengendus nya takut - takut ada aroma aneh.
Rinda menyimpan daging tersebut.
" Kenapa??" tanya Radit.
" Daging nya sebelum di bakar di celupkan ke minuman beralkohol, tidak baik buat anak Mas Andra" ucap Rinda.
" uuuhuk uhuuuuk" Radit tersedak dan meminum habis minuman yang seharusnya di minum Rinda.
Radit sampai kaget saat melihat air dalam gelas nya sudah habis.
Rinda melihat Radit terbatuk batuk malah membuat Rinda ilfeell dan ingin muntah.
__ADS_1
" oooeeekk..." Rinda benar benar mengeluarkan isi perut nya ke atas meja yang sudah tersaji makanan.
bahkan makanan Radit terciprat muntahan Rinda.
( Lela dan Nisa yang melihat Rinda muntah ke atas meja menahan tawa mereka. sungguh meraka ingin tertawa guling - guling melihat adegan tersebut)
" Maaf" ucap Rinda mengelap mulut nya menggunakan tissue.
Radit langsung berdiri, tapi badannya terasa lemas. Memang Radit mencampurkan obat tidur kedalam minuman Rinda san sedikit obat perangsang.
" Pak Radit, are you oke??" Tanya Rinda.
" Rindaaaaa..."
" Iiihh...Pak Radit kenapa??" Rinda melihat Pak Radit yang terduduk kembali dan membuka jas nya, lalu membuka dasi nya.
" Rinda saya ingin"
" Ingin apa??"
" Tubuh kamu"
" haiissshhhh.. Pak Radit mabok nih kayanya. Mana dokumen yang harus saya tanda tangan??" teriak Rinda.
" Rinda, kita tidur dulu. Tidak ada yang harus di tanda tangani. makan malam ini kesepakatan Aku dan Bastian" ucap Radit Bangkit dari duduk nya dan sempoyongan mendekati Rinda.
" Jadi ini rencana busuk Anda??"
" Iya, dan Bastian menukar kamu dengan saham perusahaan 50 % "
" Apa??" ucap Rinda,
" Papah kurang ajar Kamu Bastian. Harusnya aku curiga kenapa kamu tiba - tiba baik padaku." gumam Rinda
Rinda langsung berdiri dan berlari keluar ruangan tersebut.
" Rinda tunggu!!!" Radit sudah ambruk karena pengaruh obat tidur yang di campur di minuman Rinda dan di minum oleh nya.
( " Waduh kenapa tuh Pak Radit ???" ucap Lela dan Nisa yang melihat Pak Radit tiba - tiba ambruk. )
Rinda keluar ruangan Pak Radit dengan terburu - buru.
" Pak Radit mau jebak gue nih kayanya lewat Bastian" gumam Rinda.
" Bastian Juga,cuma manfaatin gue. Harusnya gue curiga kenapa Bastian jadi baik sama gue. ternyata ada maunya. gumam Rinda kemudian.
Pintu keluar pun masih jauh dan harus melewati beberapa pengawal Pak Radit.
" Saya akan pulang" teriak Rinda.
" maaf Bu, Ibu tidak bisa pulang begitu saja." ucap Eko.
salah satu pengawal mengecek Pak Radit dan melihat Pak Radit tersungkur.
" Apa yang sudah Ibu lakukan kepada Pak Radit??"
" Saya tidak melakukan apa - apa " ucap Rinda.
Eko langsung ke dalam ruangan di mana Pak Radit berada dan membopong nya.
" Urus perempuan itu !!!" teriak Eko dan berlalu membawa Pak Radit.
Tiba - tiba dua pengawal mendekati Rinda.
" Tolong jngan biarkan kami memaksa dengan kekerasan Bu Rinda. bekerja samalah"
" Bekerja sama Apa??"
" mari ikut ke kamar Pak Radit"
" haaah??"
" Hahahahaha, ayo lakukan dengan kekerasan" Tantang Rinda.
Jadi Eko membawa Pak Radit ke kamarnya dan Aku harus ikut??? pada gila nih, Bos nya gila pengawalnya gendeng" gumam Rinda
" Heh kalian jangan macam - macam kalian tidak tahu siapa saya??"
" Kami tahu, Bu Rinda adalah wanita yang di sukai Bos kami"
" Haaaaah? hahaha bener - bener gendeng" ucap Rinda.
" Awas minggir, jangan halangi jalan saya. saya mau pulang.
Tiba tiba dua pengawal hampir menggenggam tangan Rinda.
Tapi Rinda menepis nya.
" Dont touch me!!!" ucap Rinda
__ADS_1
ke enam pengawal tersebut mendekati Rinda dan hendak menangkap Rinda.
Rinda mundur memasang kuda kuda dan siap melawan ke enam pengawal Pak Radit beruntung nya dia memakai sepatu casual.
" Dedek kamu harus kuat" gumam Rinda.
Ke enam pengawal langsung mendekati Rinda.
" Jangan mendekat atau kalian akan menyesal"
" kami sudah meminta baik - baik agar Bu Rinda mau bekerja sama"
" saya beritahu kalian ya. saya Ibu Bhayangkari, suami saya polisi. Kalau suami saya tahu apa yang Bos kalian dan kalian lakukan sekarang. Kalian akan membusuk dipenjara!!!" ucap Rinda sambil terkekeh.
" sekali lagi saya beritahu kalian, Suami saya Polisi " ucap Rinda tanpa takut dengan ke enam pengawal Radit.
" Maaf Bu Rinda, kami hanya menjalankan perintah Bos" ucap ke enam pengawal tersebut semakin mendekati Rinda
" Woyyy!!!" teriak Lela dan Nisa menendang pintu rumah Pak Radit.
" Sini sebagian, kalian jangan main keroyokan!!!" teriak Nisa sudah melipat tangannya di dada.
" Malu dong sama jenis kelamin, berani nya keroyokan " ucap Lela santai sambil melihat kuku - kuku nya.
Saat ke enam pengawal melirik ke arah Nisa dan Lela
Rinda yang sudah memasang kuda - kuda langsung melompat dengan sekali lompatan dan tendangan wajah ke enam pengawal tersebut tersapu sekaligus oleh kaki Rinda.
Ke enam nya tersungkur dan memegang pipi masing - masing.
Kemudian Lela dan Nisa ikut bertarung melawan pengawal - pengawal Radit.
Eko datang saat pengawalnya sedang baku hantam dengan Rinda dan gengs.
" Apa yang sedang kalian lakukan??" tanya Eko.
" Kemana Bos kamu?? saya mau pulang!!! mereka menahan ku!!" teriak Rinda.
" Biarkan Bu Rinda pulang" ucap Eko kepada pengawal pengawalnya.
Rinda yang masih mencengkram kerah baju salah satu pengawal Pak Radit langsung menendang junior pengawal pak Radit dangan lutut.
" buuuggg"
" heuuuuuuuu" pengawal tersebut langsung berlutut dan memegang juniornya.
Lela dan Nisa pun melayangkan tonjokan ke masing masing pengawal yang masih di kuasai mereka.
Ke enam pengawal tersebut sudah terkapar sambil memegang perut juga pipi mereka.
" Untung ya gue lagi hamil, kalau gue ga lagi hamil. Habis kalian sama tendangan gue" teriak Rinda.
" Bilang sama Bos kamu yang sakit jiwa, Saya pulang" teriak Rinda kepada Eko.
Eko hanya menelan air liurnya. dan melihat Rinda pergi meninggalkan rumah Bos nya di ikuti kedua sahabatnya.
Eko juga melihat ke anam pengawal Bos nya yang tinggi besar bisa kalah oleh wanita - wanita yang cantik nya luar biasa.
Eko sampai menggeleng - gelengkan kepalanya. Tidak menyangka kalau ternyata wonderwomen itu nyata adanya.
" Pak Radit, kamu harus berpikir dua kali untuk mendapatkan Bu Rinda. Kamu bisa babak belur di ranjang" gumam Eko yang tahu bahwa Radit tidak pintar berkelahi, tapi pintar bisnis dan cari uang.
-------" Elu yang bawa mobil" Rinda melemparkan kunci mobil ke Lela.
" Di dalam ngapain saja sih??" tanya Nisa.
" Sepertinya Pak Radit mencampurkan obat tidur di minuman gue, tapi gue minta tuker minuman"
" bhaaahahahahahahaha itu namanya senjata makan tuan" ucap Nisa dan Lela tertawa.
.
.
.
.
.
.
Like
vote
komentar
🤪🤪🤪 kalau cuma Radit mah keciiiiill🤸♀️🤸♀️🤸♀️🤸♀️🤸♀️
__ADS_1