Hey Polisi,Razia Aku!!!

Hey Polisi,Razia Aku!!!
A&R 105


__ADS_3

Pukul 09.00 pemakaman Mamah Ayu dan Papah mahfud baru saja selesai.


Andra pun mengajak Rinda untuk kembali ke kediamannya.


Mamah Sofia dan Papah Mahfud yang ikut ke pemakaman pun pamit untuk pulang.


Mamah Sofia dan Papah Wijaya memberikan semangat kepada Rinda.


Mamah Sofia dan Papah Wijaya meyakinkan Rinda bahwa mereka menyayangi Rinda.


" Kamu masih punya Mamah, masih punya Papah" ucap Mamah Sofia memeluk dan mengelus punggung Rinda saat akan kembali ke kediaman masing - masing.


" Terima kasih Mah" ucap Rinda dengan mata berkaca kaca menatap Mamah Sofia.


Mamah Sofia menganggukan kepalanya dan mengecup kening Rinda.


Papah Wijaya pun mengelus pangkal lengan Rinda.


" Papah tahu kamu wanita yang kuat dan hebat, janga terus bersedih. Mamah Ayu sudan tennag disana" ucap Papah Wijaya yang membuat Rinda semakin mengurai air mata.


" Mas Andra akan menjaga kamu" ucap Mamah sofia sebelum meninggalkan Andra dan Rinda.


Betapa beruntungnya bukan, disaat Mamah Ayu meninggal, Rinda masih mempunyai dua orang mertua yang sangat menyayanginya.


Rinda yang ceria, lucu, manja, barbar hari itu berubah menjadi pendiam.


Andra pun yang seharusnya dinas meminta ijin kepada atasannya selama beberapa hari karena sedang dalam keadaan duka dan harus mendampingi istri yang sedang hamil muda dalam keadaan terpuruk.


" Sayang makan dulu ya" ucap Andra kepada Rinda yang belum mau sarapan sejak menuju pemakaman.


" Rinda tidak lapar Mas"


" Tapi dedek lapar, dedek masih sangat kecil. dia masih masa pertumbuhan sayang. Bari masuk minggu ke 7 " ucap Andra mengingatkan.


Rinda menatap Andra yang duduk di hadapannya dan bersimpuh memegang tangannya


Andra pun mentap balik mata Rinda, mata yang selalu berhasil membuat Andra tersenyum. Namun sayang si pembuat senyum itu sedang bersedih.


" Mas Sayang sama Rinda??"


Andra mengbangkan senyum nya dan menghapus air mata Rinda yang lolos dari matanya


" Kenapa masih menanyakan hal itu? Apa kamu kurang merasakan kasih sayang Mas??"


Rinda menggeleng pelan.


" Rinda hanya punya Mas dan dedek" ucap Rinda mengelus perut nya.


" Rinda akan menggantungkan hidup Rinda kepada Mas Andra" ucap Rinda kemudian yang membuat Andra mendekapnya.


Air mata Rinda pun lolos lagi


" Inilah pelukan tulus, pelukan seorang suami" gumam Rinda memejamkan matanya dan semakin mengeratkan pelukannya.


" Aku tdak akan pernah mau menemui kamu lagi Bastian, Aku anggap kepergian Mamah kepergian kamu pula. Aku tidak ingin sakit hati dan kecewa karena berharap kasih sayang dari kamu " gumam Rinda di tengah isak tangis nya.


" Sudah dong jangan nangis" ucap Andra mengusap air mata Rinda.


" mau makan apa??"


" Mau mandi, Mas juga mandi. Bau keringet Rangga masih bisa Rinda cium di baju yang Mas pinjem ini" ucap Rinda sambil menutup hidung nya saat bau asing menyengat penciumannya


" Mandi bareng yuk" ajak Andra.


Rinda hanya mengangukan kepalanya dan tersenyum dipaksakan.


------


Nisa dan Azka yang mendengar meninggalnya Mamah Ayu berniat menemui Rinda di kediaman Rinda dan Andra setelah memulai proses nikah Kantor nya.


Nisa tidak menyangka kalau nikah kantor dengan Polisi ternyata tidak sesimple yang dia bayangkan.


" memang tidak bertanya kepada Rinda nikav kantor seperti apa??"


" Tidak" jawab Nisa sambil tersenyum


" Ya sudah jangan banyak mengeluh, ikuti saja sesuai prosesur biar secepatnya selesai"


" Cieee ga tahan ya??" goda Nisa


" Iya, kamu ketularan Rinda sih. Godain Abang terus" ucap Nisa.


" Haaayyyy selamat pagi Bang!!" Tiba - tiba Alinda sudah menyapa Azka dan Nisa.


Nisa langsung mengalungkan tangannya di pundak Azka.


"Pagi Lin".


" Pak Andra mana??"


" Lagi berkabung, Ibu mertua nya meninggal"


" oooh, Alin turut berduka" ucap Alinda.


" Kasus nya yang sedang di selidiki Pak Andra bagaimana?? sudah ada titik terang??"


" Baru dugaan sementara"

__ADS_1


" Tertunda dong"


" Iya" jawab Azka


Nisa langsing mngeratkan tangannyabdi leher Azka.


" Yang sakit!!" teriak Azka saat lengan Nisa melingkar dengan erat nya


" Hahahaha ya sudah deh saya permisi ya" Alinda meninggalkan Azka juga Nisa.


" Kalau ngomong sama peremouan tidao usah saling tatap"


" ga sopan dong Yank, masa ngomong nya sama Alinda natapnya sama kamu. Kan tidak sopan"


" Dia juga ga sopan, mengganggu kita"


" Ya amoun Yank, dia cuma nyapa kita"


" tetap saja menganggu"


" Iya sudah memang wanita selalu benar" Azka mengakhiri perdebatan nya dengan Nisa dengan sebuah kecupan di pipi.


------ Lela baru turus dari sebuah taxi online yang mengantarkan nya dari Bandung


Lela merasa bersalah kepada Rinda saat melihat berita meninggal nya Mamah Ayu.


Rencana Lela dan Nisa akan menemui Rinda saat sore menjelang.


Lela melihat pagar rumah nya masih tertutup. saat pintu pagar di buka, Lela sangat laget saat melihat mobil Kak Irfan sudah terparkir di halaman rumah nya.


Lela yang tidak memiliki asisten rumah tangga itu langsung masuk ke dalam dan melihat keadaan suami nya.


" Kak!!"


" Hey sudah pulang.?"


" Kenapa Kakak tidak memberitahu Lela kalau sudah di rumah??"


" Kakak yakin kamu menemani Rinda semalaman dan ikut pemakaman tadi pagi jadi Kakak tidak menghubungi dan memberitahu kalau Kakak sudsh di rumah"


Lela tersenyum kaku saat Kak Irfan suaminya mengira dia bersama Rinda.


Dan Lela pun membiarkan Kak Irfan dengan pikirannya.


" Kakak mau menemui Rinda??"


" Iya nanti sore saja kamu temani lagi ya ke sana"


" Iya Kak" jawab Lela senyum


" Kamu sudah makan??"


" Tidak perlu, kamu mandi saja dulu" ucap Kak Irfan sambil mengelus kepala Lela


Entah kenapa Lela ingin sekali memeluk suaminya.


Suami yang Tuhan berikan untuknya.


" Kak, maafkan Lela" ucap Lela sudah mendekap tubuh Kak Irfan.


" Tumben??"


" Lela belum jadi Istri yang baik untuk Kak Irfan"


Kak Irfan melepaskan dekapan Lela dan menangkup kedua sisi wajah Lela.


" Kakak menerima kamu apa adanya"


" Terimakasih ya Kak"


" Iya udah cepat mandi dulu " ucap Kak Irfan


---------


Rangga pun sudah kembali ke kediamannya bersama Siska.


" Mas"


" apa sayang??"


" Polisi menyelidiki kecelakaan Papah Mahfud??"


" Iya, Mas meminta Polisi puncak untuk menyelidiki kecelakaan Papah. Mas ingin tahu ini murni kecelakaan atau kesengajaan"


Siska tidak menjawab apa - apa hanya menatap sendu mata suaminya yang menahan ait mata agar tidak lolos dari pelipuk matanya.


" Sabar ya Mas"


" Mas sekarang yatim piatu, hanya kamu Erlangga yang Mas punya" ucap Rangga.


Siska memeluk suami nya yang sedang terduduk. Rangga pun menyenderkan kelalanya di perut Siska


Cukup lama Rangga mencari kenyamanan di pelukan Istri nya.


-------


Bastian membuka ponsel nya, ada pesan yang Mamah Ayu kirim sebelum meninggal dan belum sempat Papah Bastian baca apalagi balas.

__ADS_1


pesan pertama


" Kenapa kamu tiba - tiba baik kepada Rinda anak aku, semoga memang kamu bemar tulus sudah berubah kepada Rinda. Karena dia sangat bahagia saat kamu memperlakukannya selayak seorang ayah memperlakukan anak perempuannya"


Pesan kedua


" Tapi jika dibalik kebaikanmu kamu ada niat jelek kepada Rinda anak aku, aku harap setelah nya kamu tidak pernah menemui kembali anak Aku. Biarkan dia bahagia bersama kehidupannya"


Bastian membaca pesan Mamah Ayu dengan reaksi datar.


Bahkan Bastian langsung menghapus pesan yang di kirim Mamah Ayu.


-------


Pak Rendi.


" Mantan simpanan Bastian meninggal??" gumam Pak Rendi saat melihat berita siaran ulang pemakaman Mamah Ayu dan Papah Mahfud.


" Semoga setelah meningval perempuan itu Bastian lebih baik dalam memperlakukan Riska " gumam Pak Rendi.


-------


Rinda dan Andra.


setelah mandi Rinda dan Andra memasak bersama, Andra mencoba menghibur Rinda dengan terus menemaninya dan mengalihakan pikirannya kepada Mamah Ayu dengan membuatnya sibuk.


Kejadian meninggalnya Mamah Ayu dan Papah Mahfud mengalihkan perhatian semua orang.


Andra yang terpaksa menunda penyelidikan kasusnya demi menemani istrinya.


sedangkan Rinda sudah melupakan kejadian yang Rinda alami dengan Pak Radit, meninggalnya Mamah Ayu membuat Rinda tidak memikirkan hal lain.


kejadian yang melibatkan dirinya bersama Bastian dan Radit bahkan tidak berarti apa - apa lagi untuk Rinda.


Rinda dan Andra sedang berada di dapur. Andra membiarkan Rinda memasak sedangkan dirinya hanya memeluk Rinda dari belakang dan menyimpan dagu nya di bahu Rinda.


sesekali Andra mengelus perut Rinda dan Mengecup pipi Rinda.


" i love you honey" bisik Andra


" I love you too" balas Rinda mematikan kompornya dan mengangkat masakannya.


Rinda menyimpan piring yang berisi masakan dia, kemudian membalikan badannya menghadap Mas Andra.


" Mas kangen" ucap Andra saat mereka sudah saling tatap.


Rinda tersenyum dengan wajah sendu dan memeluk Andra.


" Beruntung nya aku bisa mendapatkan kamu Mas" ucap Rinda sambil memeluk Andra dengan sangat erat.


Andra membalas memeluk nya dan mengelus - ngelus punggung Rinda.


" Makan dulu yuk " ajak Andra.


Rinda menganggukan kepalanya. Andra mengambil satu piring saja untuk mereka makan.


Andra menyuapi Rinda makan dengan telaten, Yang membuat Rinda menguraikan kembali air matanya.


" Terima kasih Mas " ucap Rinda saat menerima suapan Andra dan mengunyah makanannya.


Andra tidak menjawab nya, hanya tersenyum dan mengelus pipi Rinda.


--------


Radit vs Eko


" Bagaimana???"


" Aku sudah berhasil mengalihkan perhatian semua orang"


" Tak percuma aku mengandalkan kamu Eko"


" lalu apa saham 50% akan tetap di berikan kepada Bastian??"


" berikan saja, libatkan nama dia dalam semua bisnis kita"


" mau tidak mau memang perusahaan Angkasa Jaya juga sudah terlibat sejak lama"


" Bagus, siapa tahu lain kali kita butuh kambing hitam lagi" ucap Radit tersenyum sinis.


" Hemmm Orang seperti Bastian memang cocok untuk di jadikan tumbal" tambah Eko.


Radit pun hanya mengangguk - anggukan kepalanya penuh kemenangan.


.


.


.


.


Like


Vote


komentar

__ADS_1


πŸ€­πŸ€­πŸ€Έβ€β™€οΈπŸ€Έβ€β™€οΈπŸ€Έβ€β™€οΈπŸ’ƒπŸ’ƒπŸ’ƒπŸ’ƒπŸ’ƒ


Terimakasih semuanya....


__ADS_2