Hey Polisi,Razia Aku!!!

Hey Polisi,Razia Aku!!!
A&R 120


__ADS_3

Haaayyy selamat malam, maaf ya baru muncul lagi


oke next guys lanjut ceritanya


-------------


Rinda dan kawan - kawan sudah berada di firma hukum setelah mereka menyempatkan mampir ke apartemen.


" eh La jangan BT dong muka nya...jelek banget"


" gue kepikiran Bimo sumpah Rin, bukan karena masih cinta. Gue khawator dia di bunuh kaya Nando"


" sssttt, jangan bicara yang tidak - tidak" ucap Rinda


dan sekarang Nisa yang raut wajahnya berubah.


" Duh ini lagi, pada jelek banget sih kalian mukanya"


" Gue jadi inget Nando" ucap Nisa menahan tangis yang sangat rerlihat jelek oleh Rinda


" Sumpah kalian jelek banget hari ini, gue mual" ucap Rinda berlari ke kamar mandi dan emmuntahkan isi perutnya.


Lela dan Nisa saling tatap. " sejak kapan kita jelek??" ucap Nisa dan Lela


" Sejak kalian pasanf tampang wajah sedih dan galau" teriak Rinda dari kamar mandi.


Lela dan Nisa hanya menggeleng - gelengkan kepalanya.


" cepetan keluar, kita udah cantik lagi" ucap Lela dan Nisa.


Rinda pun keluar kamar mandi dan melihat kedua temannya sedang duduk bersebelahan dan tersenyum manis kepada Rinda.


" Hahahaha" Rinda tertawa terbahak - bahak melihat kedua temannya.


" Haaayy, selamat siang...maaf loh kesiangan" ucap Mba Lasmi yang baru masuk kerja lagi


" tidak apa - apa, berhubung mba Lasmi sudah di kantor. kita bertiga mau mengembalikan mood kita. kita mau ngopi dulu" ucap Lela


" kemon guys" ucap Lela meraih tas dan kunci mobil nya.


Rinda dan Nisa seolah terhipnotis mengikuti Lela


" Mau kemana kita??" tanya Rinda


" ngopi hitam sambil merokok"


" Gue lagi hamil, please dong jangan merokok. kita kan udah berenti merokok"


" Ya udah kita ngopi item, airnya setengah tanpa gula"


" Tanpa di aduk"


" Hemmm" jawab Lela


Tak lama mereka sudah ebrada di kesai kopi.


mereka pun pesan kopi favorite mereka, pegawai cafe menawarkan vape kepada Rinda dan kawan - kawan...tentu saja Lela langsung mengiyakan dan membelinya.


" kalian mau??" tanya Lela


" Bisa hilang kepala gue kalau Mas Andra tahu"


" Sama gue juga engga, Bang Azka bisa - bisa merobek mulut gue"


" yaaah takut suami"


" emang Lu ga takut suami??"


" Takut sih, tapi Kak Irfan kan perokok juga. ga pernah larang gue merokok"


" Terserah Lu " jawab Rinda.


mereka bertiga sibuk dengan ponsel masing - masing sambil sedikit demi sedikit menikmati kopi mereka.


Rinda langsung di hubungi Andra saat Andra tahu posisi Rinda berada di sebuah kedai kopi.


" Sedang apa disana" tanya Andra dengan sedikit ngegas"


" Ngopi Mas bareng Lela dan Nisa"


" ngerokok lagi??"


" Engga ih, kan ada dede janin" ucap Rinda sambil mengalihkan panggilan biasa ke panggilan Video


" Tuh lihat tuh" Rinda membalikan camera nya dan mengarahkannya ke cangkir kopi dan juga teman - temannya. Lela pun sudah memasukan Vape nya ke saku blazer nya.


" ya udah kalau udah di rumah kasih kabar. ada hal yang ingin Mas bicarakan"


" Siap!!!" Rinda memberikan hormat kepada Andra


Tersungging senyum dari keduanya hingga Andra mengakhiri panggilannya.


tak lama setelah percakapan Rinda dan Andra di seberang telepon giliran ponsel Lela yang berdering.


" waaah Pak suami nih" ucap Lela sambil tersenyum.


" Hallo Kak"


" Sayang dimana??"


" Kedai kopi biasa Kak, ada apa??"


" Papah ngdrop Yank, turun dari pesawat langsung di bawa ke rumah sakit"


" apa" ucap Lela dengan nada yang kaget membuat Rinda dan Nisa ikut menatap Lela


" di rumah sakit mana??" tanya Lela


" Rumah sakit xxx "


" Lela ke sana sekarang" ucap Lela mengakhiri sambungan teleponnya.


" Kalian pake ojeg online saja ya, bokap gue masuk rumah sakit, gue harus kesana" ucap Lela tanpa mendengar jawaban kedua temannya.


Nisa dan Rinda saling lirik lau memgangkat bahu sama - sama dan mulai menyeruput kembali kopi nya.


----- Polres


sampai selesai jam makan siang Andra dan Azka, ternyata pengacara Pak Bastian belum datang.


" Papah akan berapa lama menungui Om Bastian ??" tanya Azka kepada Papahnya.


" sampai pengacaranya datang"


" ooo" jawab Azka pendek.

__ADS_1


kini Andra, Azka dan Alinda sudah berada di ruangan Andra.


Andra menjelaskan kepada Alind a tentang rencananya yang akan berpura - pura main hati dengan Alinda.


" Pak Andra yakin??" tanya Alinda sambil terkekeh mendengar rencana Andra.


" Iya, kalau istri saya setuju" ucap Andra yang makin membuat Azka dan Alinda terkekeh.


" Pak Andra bicara dulu sama Bu Rinda. kalau Bu Rinda sudah merestui sih saya oke - oke saja jadi selingkuhan Pak Andra. Maksudnya pura - pura jadi selingkuhan Pak Andra.


" Ooopppsss" ucap Azka.


mereka pun berdiskusi rencana mereka bilamana Rinda tidak setuju sudah banyak point pilihan untuk membekuk Radit.


di Luar ruangan Andra Pak Aryo yang masih duduk di ruangan Azka menerima telepon dari Irfan dan memberitahu kepada Pak Aryo bahwa Papah Rio tidak akan bisa menjadi pengacara nya karena sedang dalam perawatan intensif, Papah Rio ngdrop karena penyakit diabetes nya sedang kambuh. mungkin selama di luar kota Papah Rio tidak mengontrol pola makannya hingga drop.


Aryo sangat kaget saat menerima kabar tersebut dan dengan berat memberitahu Bastian


Aryo sangat tidak tega melihat Bastian berada di dalam jeruji beai, baru semalam saja menginao di sana keadaannya sudah amburadul.


" Bas"


" mana Rio??" tanya Bastian


" Rio masuk rumah sakit" ucap Aryo pelan


" cari pengacara lain Yo yang bisa membebaskan aku dari sini. aku sudah tidak tahan!!" ucap Bastian mencengkram kerah baju Aryo


" apa sebaiknya kamu minta batuan Rinda, dia anakmu" ucap Aryo tanpa pikir panjang


Bastia menatap bola mata Aryo dan aryo menganggukan kepalanya


" aku malu Yo, tidak mungkin Rinda mau membantuku carilah pengacara yang lain untuk ku"


" anak nya Rio mau??? namanya Lela partner Rinda juga. atau anak mantu Aku Nisa mau???"


" Iya coba minta tolong pada anak mantu kamu"


" baik aku akan bicara dengan Azka anaku" ucap Aryo langsung meninggalkan Bastian di balik jeruji besi polres.


Aryo langsung menelpon Azka


" kamu di mana??"


" Azka di ruangan Andra Pah, ada apa??"


" Tolong telepon istri kamu, apa dia mau jadi pengacara Om Bastian"


" hah???!!!" ucap Azka.


" Kamu tidak dengar??"


" Kenapa Nisa???"


" Om Rio sakit, tidak bisa jadi pengacara Om Bastian"


" Azka tidak tahu Pah, Azka telepon Nisa dulu ya" ucap Azka


" tolong secepatnya kabari Papah" ucap Aryo


" Iya Pah" ucap Azka dan Aryo langsung mengakhiri panggilannya


" Bas, Aku ke perusahaaan dulu" pamit Aryo kepada Bastian


" Cepat keluarkan aku dari sini" ucap Bastian


------ " siapa yang nelpon??" tanya Andra


" bokap gue, katanya Om Rio bokapnya Lela sakit dan tidak bisa jadi pengacara Om Bastian"


" Terus???"


" bokap gue minta Nisa jadi pengacara nya"


" ooo" jawab Andra pendek.


Azka mengotak ngatik ponselnya dan menghubungi Nisa.


" Hallo Bang" jawab Nisa di sebrang telepon


" kamu dimana yank?"


" Baru nyampe kantor, pulang ngopi bateng Rinda dan Lela


" Oooh Rinda dan Lela ada??"


" Rinda saja, Lela ke rumah sakit. Om Rio sakit"


" nah Yank, berhubung Om Aryo sakit. Kamu mau jadi pengacara Om Bastian??"


" kalau mau Nisa jadi pengacaranya ga bisa bang, harus sepaket kalau kita bertiga."


" maksud sepaket??"


" iya kolang kaling lah"


" oooh jadi ga bisa ya kalau cuma mau nya sama kamu saja"


" ya harus nya Abang mau nya sama Aku saja"


" hadeuh ko jadi kesitu"


" Lah terus??"


" kamu mau tidak jadi pengacara Om Bastian.


" iya kalau mau sama Nisa ya jadi nya satu tim. sama Rinda dan Lela juga. Memang Om Bastian mau??"


" oooh jadi kalian sudah satu pake begitu???"


" yuhuuuuu" jawab Nisa sedikit di lagukan.


" Oh ya udah Abang mau kasih kabar Papah dulu" ucap Azka mengakhiri panggilannya.


------- kenapa Nis???


" Siap - siap Lu kayanya bakal jadi pengacara bokap Lu"


" jangan gila dong"


" serius, barusan Bang Azka nelpon gue, minta gie jadi pengacaranya. taoi gue bilang harus sepaket kalau mau aku jadi pengacaranya.


" gila Lu parah. sejak kapan jadi sepaket"


" Sejak hari ini, siapa tahu kali ini pembelaan Lu bisa meluluhkan hati bokap Lu"

__ADS_1


" Dia hanya baik saat ada mau dan butuhnya. itu sudah biasa"


Nisa tidak bisa menjawab lagi ucapan Rinda.


----- Kediaman Bastian


Mamah Riska terlihat biasa dan baik - baik saja saat kembali dari Polrea dan menimang nimang anaknya Siska.


" Papah bagaimna Mah??"


" papah tidak mau di jenguk".


" jadi Siska tidak usah kesana Mah??"


" tidak usah, paling Papah nyuruh kamu pulang"


" kasian Papah. Ko bisa sih Papapah terlibat bisnis hotel xxx"


" Mungkin ini hanya fitnah"


" Tapi kata Mas Rangga ada bukti transferan ke rekening perusahaan Papah"


" Iyw biar na ti pengacara Papah yang urus"


" Siapa pengacaranya Mah??"


" Biasa Om Rio"


" kenapa tidak Rinda???"


" mamah juga tidak tahu, eh suami kamu kemana??"


" Mas Rangga ke puncak Mah, di panggil lagi polisi di sana katanya ada lagi bukti yang mencelakai almarhum Papah Mahfud dan Mamah Ayu.


" oooh, sudah lama??"


" Baru Mah"


" ada orang yang di curigai??"tanya Mamah Riska


Siska terdiam dia juga tidak menceritakan tentang ayam tersembelih yang ada di depan teras rumahnya


" hey, mamah nanya ko malah bengong"


" tidak tahu Mah, Mas Rangga belum cerita" jawab Siska


" semoga saja segera ketemu pelakunya, dan kalau memang Pak Radit sahabat Mas Rangga pelakunya, semoga banyak bukti yang bisa menangkapnya." gumam Siska.


--------- sedang di perusahaan Bima sakti


" dalam 24 jam kalian harus temukan Bimo, cari sampai ketemu. bawa dia hidup - hidup!!! "


" Baik pak Radit" jawab pengawal - pengawal Radit


" tambah orang untuk mencarinya, dua pasti masih di sekitar jakarta. hubungi semua anak buah kita Ko yang ada di setiap kota, sebarkan foto Bimo. siapapun yang menemukan Bimo. kasih mereka bonus"


Eko hanya mengangukan kepalanya.


tak lama mereka bicara pintu ruangan Radit terbuka


Radit mengernyitkan keningnya saat Renata sudah berada di ruangannya.


" Ada apa??" tanya Radit kepada Rena


" jadi kamu tidak melakukan apa - apa kepadaku tadi malam??" tanya Rena


" cckkkkkk" Radit hanya berdecak dan memalingkan wajahnya dna memberi kode kepada Eko dan yang ada di ruanganmya untuk keluar.


Rena melirik pintu dimana orang - orang keluar dari ruangan Pak Radit. setelah mereka berdua Radit pun bicara kembali.


" jadi kamu hanya mau menanyakan hal itu??" tanya Radit.


" iya" jawab Rena


" Iya, Aku tidak melakukannya"


" kenapa??? pantas kamu di minta tanggung kawab tidak mau. kenapa kamu tidak melakukannya dan membuat aku hamil dan aku meminta tanggung jawab Kak Andra


" ccckkkkkk, aku tidak bisa meniduri wanita yang tidak aku sukai" jawab Radit yang membuat hati Rena merasa sangat sakit.


" Kurang apa Aku??" tanya Rena


" kamu tidak kurang apa - apa, tapi kamu bukan selera aku" ucap Radit yang mebuat Rena sangat malu untuk melangkah pergi dan meninggalkan Radit.


" Kamu sudah dapat jawaban atas pertanyaan kamu, saya masih sibuk" ucap radit tanpa melirik Renata.


Rena pun menghentakan kakinya dan meninggalkan ruangan Radit.


" Cewek aneh" ucap Radit saat melihat rena sudah hilang dari pandangannya.


" Memalukan sekali, kenapa aku harus kesini sih" gumam Rena.


" bukan selera" gumam Rena mengulangi kata - kata Radit.


" aaaakkkh menyebalkan " ucap Rena melangkahkan kakinya keluar dari perusahaan menuju mobilnya.


Rena pun kembali ke rumahnya dengan rasa malu yang meliputi seluruh tubuhnya.


.


.


.


.


.


.


like


vote


komentar


segitu dulu ya...


sampai ketemu besok malam, Apakah Andra bisa berbicara normal dengan Rinda dan meminta bantuannya.


Apakah Rinda kaan setuju?


🀭🀭 oke besok lanjit lagi ya😘😘😘😘😘


ketcup basyah buat semuanya...

__ADS_1


i love you allπŸ€Έβ€β™€οΈπŸ€Έβ€β™€οΈπŸ€Έβ€β™€οΈπŸ€Έβ€β™€οΈπŸ€Έβ€β™€οΈ


__ADS_2