Hey Polisi,Razia Aku!!!

Hey Polisi,Razia Aku!!!
A&R 62


__ADS_3

pagi hari rumah dinas


Rinda baru membuka matanya.dilihatnya Andra sudah berpakaian seragam dinas lengkap.


"tidur nyenyak yank"


"hemmm" jawab Rinda menggeliat merentangkan tangannya


"Mas sudah siapkan sarapan,Mas mau berangkat sekarang"


Rinda melihat jam baru menunjukan pukul 06.00


"sepagi ini??"


"iya,Mas jarang ikut apel pagi.malu yank"


Rinda bangkit dari tempat tidurnya,dengan keadaan polos.memeluk Andra dari belakang,dan tersenyum licik.


"Mas...." Rinda menyentuh adik nya Andra


Andra memejamkan mata saat Rinda mengelus ngelus area sensitifnya..."nanti malam ya" Andra memegang tangan Rinda agar menghentikan aksinya.


"nunggu malam masih lama" ucap Rinda membalikan tubuh Andra agar mereka saling berhadapan.


Andra melihat Rinda dihadapannya benar-benar dalam keadaan polos.


Rinda membimbing tangan Andra agar memegang pinggangnya. Rinda tersenyum melihat suaminya yang mulai memerah.


Rinda membuka kancing seragam suaminya satu persatu hingga terlepas semua,Rinda juga membuka ikat pinggang suaminya dan dibiarkan jatuh begitu saja.


"Mas...." Rinda mendekap suaminya.


tanpa pikir panjang Andra langsung mendorong Rinda hingga terhempas ke tempat tidur"


Rinda tersenyum puas saat Andra membuka celananya juga kaos yang menempel di tubuhnya.


saat melihat Andra sudah sama-sama polos seperti dirinya.Rinda langsung bangkit dari tempat tidur.Rinda terkekeh saat melihat sesuatu milik Andra berdiri tegak.


"Mas....Rinda mandi dulu" Rinda melengos meninggalkan Andra.


dengan cepat Andra meraih tubuh Rinda.


"Kamu harus bertanggung jawab"


"hehehe Rinda hanya bercanda.Nanti Mas kesiangan katanya mau ikut apel pagi"


Siapa yang mulai??" ucap Andra sudah menguasai tubuh Rinda.


Yakin mau lanjut Mas??lihat jam tuh" Rinda menunjuk jam dinding dikamarnya.tapi Andra tidak melihat ke arah jam,malah menatap wajah Rinda dibawahnya yang terus tersenyum menggodanya.


"sepertinya hari ini Mas akan melewatkan apel pagi lagi" ucap Andra mulai menggerayangi tubuh Rinda,bibir nya mulai mencium dalam bibir Rinda agar berhenti tersenyum.


tanpa nunggu waktu lama tubuh mereka telah bersatu,desahan-desahan keluar dari bibir Rinda.Andra yang telah mandi kini bermandikan kembali dengan keringat kenikmatan.


.


.


.


kurang lebih satu jam mereka bergulat,akhirnya Andra menyelesaikan hasrat paginya.


Andra membaringkan tubuhnya disamping Rinda.nafas mereka masih belum beraturan.


"Ayoooo bangun,apel pagi" Rinda melirik suaminya yang masih ngfly memejamkan mata disamping nya.


Rinda bangkit dan mengelap cairan dimilik Andra dengan tissue. Andra langsung membuka mata saat adiknya tersentuh kembali oleh tangan Rinda.


"sudah yank...."


"memang sudah..." ucap Rinda terkekeh dan bangkit menuju kamar mandi.diikuti Andra.


mandi masing-masing,Rinda dulu ya" Rinda mendorong tubuh Andra.tapi Andra menerobos masuk.


"kamu sudah bikin Mas telat dinas,kita harus mandi bareng" ucap Andra menarik Rinda.


Andra buru-buru mandi dan menyelesaikan mandi meninggalkan Rinda yang masih berendam di bathup.Rinda terus menggodanya,tapi kali ini Andra mengabaikannya.Andra menjaga pandangannya dari godaan Rinda.dia berusaha datang pagi ke Polres.


.


.


.


Andra telah siap menggunakan kembali seragamnya yang berserakan dilantai.dia sudah rapi kembali dan Rinda baru keluar dari kamar mandi,handuk yang membelit tubuh Rinda sangat minim.


"Mas" Rinda tersenyum kembali dan mendekati Andra..lalu membuka handuknya.


"aaah sudah-sudah Yank,sudah cukup ngerjain Mas nya.Mas berangkat sekarang ya" Andra mengecup kening Rinda.dan tangan kanannya meremas payudara Rinda lalu mencubit puncaknya sekilas.


"hey...dasar!!" Ucap Rinda saat suaminya sudah berlalu dari kamar melambaikan tangannya.


Rinda tersenyum setelah berhasil menggoda suaminya dan mandi pagi 2x,dia berhasil membalas Andra yang pernah membuatnya mandi 2x dipagi hari.


Rinda siap-siap pergi ketempat magang,Rinda berharap Lela dan Nisa pun datang ketempat magang.


.


.


.


.

__ADS_1


Pagi hari Lela sudah bangun dan pergi ka kantor polisi untuk menemui Bimo,setelah menemui Bimo dia akan ketempat magang.Lela tidak ingin terlihat terpuruk dihadapan orang tua juga kakak nya.


dikantor Polisi


Lela telah berhasil menemui Bimo,kini mereka duduk berhadapan.Lela melihat keadaan tubuh Bimo yang sangat kacau,lingkaran hitam dimatanya dan rambut yang acak-acakan.membuat Lela semakin iba kepada Bimo.


"Lela,maafkan aku"


"sudah Lela maafkan Bim".


"kamu boleh menikah dengan orang lain"


"tidak akan ada yang mau menikahi barang bekas seperti aku,aku akan membantumu keluar dari sini.Kak Irfan akan membantu kita."


"Lela....." ucap Bimo sambil membelai rambut Lela.


"Iya"....ucap Lela menyentuh tangan Bimo yang membelainya.


"sekali lagi maafkan aku,sudah merusak hidupmu"


"tidak ada yang perlu dimaafkan,karena aku yang memilihmu Bim,aku terima baik buruknya kamu."


"berjanjilah kamu akan melanjutkan hidupmu dan bahagia"


"aku akan bahagia dan melanjutkan hidupku bersamamu" ucap Lela.


"Lela dengar,kalau ada laki-laki yang menginginkanmu.kamu boleh bersamanya"


"jangan ucapkan itu lagi,apa kamu tidak mencintaiku lagi?"


"aku selalu mencintaimu Lela,tapi aku pasti mendapatkan hukuman atas semua perbuatanku,aku tidak ingin kamu menungguku dalam waktu yang tidak jelas,berbahagialah" ucap Bimo dan meninggalkan Lela.


"Bim...."


Lela memanggil Bimo,tapi Bimo telah pergi kembali keruang tahanan diikuti polisi.


Lela tertunduk lemah,Bimo meninggalkannya padahal waktu besuk tahanan masih banyak.


Lela pun keluar dari Polres,dipintu keluar Lela bertemu Andra.


"Titip Bimo ya" ucap Lela kepada Andra.


"hari ini dia mau dipindahkan ke panti rehabilitasi,tadi malam katanya dia sakau" ucap Andra


"lakukan yang terbaik untuk Bimo" Lela mengangguk pelan dan meninggalkan Polres.


.


.


.


disisi lain Nisa sudah berada di club Nando,Nisa melihat garis polisi terbentang di pintu masuk Club.


Nisa berdiri cukup lama didepan club.club malam yang penuh kenangan untuknya bersama kedua sahabatnya dan juga Nando kekasihnya yang telah meninggal dunia tanpa meninggalkan pesan apa-apa,sangat menyakitkan untuk Nisa.


"Nisa..." tiba-tiba ada yang memanggil dan menyentuh bahunya.


Nisa melirik dan dilihatnya Azka berdiri disampingnya menggunakan seragam polisi lengkap.


"sedang apa kamu disini??"


"harusnya aku yang tanya sama kamu,sedang apa kamu disini??" ucap Nisa


"aku lagi jaga,kamu seharusnya jangan mendekati lokasi yang diberi tanda garis polisi" ucap Azka


Nisa meninggalkan Azka tanpa sepatah katapun,dia melihat jam sudah menunjukan pukul 09.00.Nisa menuju tempat magang.


Azka melihat Nisa sampai hilang dari pandangannya.


.


.


.


.


.


tempat Magang


Rinda telah sampai duluan ketempat magang.dilihatnya meja Lela dan Nisa masih kosong.hati kecil Rinda berharap kedua temannya tetap datang kelokasi magang walaupun keadaan hati mereka tidak baik-baik saja.


"Papah Lela ada??"tanya Rinda kepada Mba Lasmi


"Ada...Pa Rio datang paling pagi"


"ooo....kalau pa Irfan??"


"ada juga,katanya mau mempelajari kasus Bimo"


"oooh begitu??...maaf ya Mba,Rinda harus menemui Kak Irfan.


tanpa menunggu jawaban Mba Lasmi,Rinda langsung menemui Irfan di ruangannya.


"Kak boleh Rinda masuk?"


"Masuk Rin..."


Kini Rinda dan irfan sudah duduk berhadapan


"Kak,apa kakak akan membantu Bimo bebas dari hukuman??"

__ADS_1


"kalau Bimo bukan pengedar mungkin Kaka bisa bantu bebas.tapi kalau terbukti Bimo pengguna juga pengedar paling Kakak hanya bisa membantu meringankan hukumannya saja"


Rinda menarik nafas panjang saat mendengar ucapan Irfan.


"harusnya seminggu lagi Lela menikah"


"Iya,Kakak juga tahu"


"kasian Lela,kalau bisa kakak secepatnya bebaskan Bimo.agar Lela bisa menikah"


"Pak Rio sudah bersumpah tidak akan menikah kan Lela anaknya kepada Bimo"


"tapi Kak,Bimo harus menikahi Lela"


kenapa??"


"hanya Bimo yang bisa menikahi Lela" ucap Rinda lemah


"mereka pernah melakukan sesuatu??"


"bukan pernah tapi berkali kali" ucap Rinda.


-----


Tiba-tiba pintu terbuka...Lela sudah ada diruangan Kak Irfan,Lela mencari keberadaan Rinda.


"Rin..."


"Lela..." Rinda langsung memeluk Lela.


"kamu kenapa kusut begini??jelek banget tahu...duduk dan cerita.ucap Rinda


"Bimo memintaku untuk tidak menunggunya"


"Bimo tidak mungkin mengatakan hal itu,dia sangat mencintaimu" ucap Rinda


Lela menggelengkan kepalanya..."duniaku sekarang benar-benar sudah hilang."


"Kakak akan memberikan dunia baru untuk kamu.menggantikan dunia kamu yang hilang" ucap Irfan kepada Lela


Lela dan Rinda serempak melirik ke arah Irfan.


"apa maksud Kak Irfan??"


"Kak Irfan akan menikahi Lela di waktu yang sudah ditentukan Pa Rio.ijinkan Kak Irfan menggantikan Bimo.kalau kamu mengijinkan,Kakak akan meminta restu kepada Papah mu Lela.


Lela melirik ke arah Rinda...Rinda menganggukan kepalanya.


"tapi Kak,Lela gadis rasa janda" Lela menundukan kepalanya.


Rinda tersenyum saat moment yang harusnya penuh haru malah membuatnya pengen tertawa.


"Kakak tidak peduli masa lalu mu,mari kita mulai masa depan kita."


"bukannya Kakak mencintai Rinda??" tanya Lela polos


"haaaa...tidak mungkin Kakak mencintai Istri orang" ucap Irfan terkekeh."jadi mau tidak kita menikah??"


"mau dong La...Papah kamu akan bahagia kalau kamu mau menikah dengan Kak Irfan,lambat laun kalian akan saling mencintai." ucap Rinda.


"percayalah...Kak Irfan akan menjaga dan mencintai Lela" Irfan Menggenggam tangan Lela.


"tapi Bimo"


"Kakak akan mencoba membebaskan Bimo,tapi dari bukti-bukti yang Kakak dapat,memberatkan Bimo.mungkin Bimo akan mendapatkan hukuman mati.polisi menemukan barang bukti shabu di rumah Bimo."


Lela menutup mulutnya yang menganga,pantas saja Bimo menyuruhnya tidak menunggu.


"lebih baik sekarang selamatkan nama keluarga,kamu sebaiknya menikah dengan Kak Irfan."


"Papah setuju kamu menikah dengan Irfan" tiba-tiba Papah Lela sudah berada diruangan Irfan...sebenarnya semua ruangan ada cctv dan terhubung ke layar diruangan Papah Lela.jadi Papah Lela mendengar semua percakapan anaknya dan memantau semua kinerja karyawannya.


"Papah" ucap Lela


Papah Lela tersenyum lalu meraih tangan Lela dan Irfan. "berbahagialah,kelak kalian akan menjadi sepasang pengacara yang jadi penerus Firma hukum Papah ini.


Rinda ikut bahagia menyaksikan Lela dan Irfan.


tinggal masalah Nisa.gumam Rinda.


.


.


.


.


.


.


secepatnya up lagi....ceritanya masih panjang.


episode selanjutnya selanjutnya Kita berkunjung keperusahaan menengok Renata dan Emma.


kemudian Menengok Mamah Ayu.


menengok Bos Rangga yang dimintai keterangan tentang kasus Bimo.semoga tidak terlibat ya.kasian Siska.


Lela yang menikah...mempertemukan Lucky dan Nisa.


"dan menengok proyek apartemen baru Bastian,yang menelan beberapa korban buruh bangunan,karena kecelakaan kerja.mau tidak mau mengalami kerugian milyaran karena tuntutan keluarga korban.

__ADS_1


....ikuti terus yaaaaa....🤗🤗🤗jangan bosen like.vote dan komentar.


__ADS_2