
pagi di Rumah Dinas.
"yank bangun dong....Mas hari ini keperusahaan...Andra menciumi wajah Rinda yang masih tidur ditempat tidurnya.
Rinda mengerjapkan matanya.dilihatnya jam menunjukan pukul 07.30.
"ya Ampun Rinda kesiangan lagi." Rinda duduk di tempat tidur dan menyenderkan punggung nya...dia merasakan seluruh badannya remuk kembali...Andra menghajarnya habis-habisan..semua gaya dicobanya...apalagi kalau sebelum tidur membahas Kak Irfan ditempat magang...selalu membuatnya makin bernafsu dan memberikan tato-tato ditubuh Rinda.
"Mas..tampan sekali" Rinda tersenyum melihat suaminya dengan setelan jas...tampaklah seperti pengusaha muda.
"iya harus diingat...suamimu tampan...jangan kecentilan"
"hehehe Rinda hanya centil sama Mas...beneran...sumpah" ucap Rinda mengacungkan dua jari tangannya
"cepat mandi ..Mas antar kamu ke tempat magang..."
"kan sudah ada mobil...berangkat masing-'masing saja..."
Andra memicingkan matanya...Rinda yang melihat langsung loncat dari tempat tidur...
"iya-iya...sekarang mandi...tunggu ya..."cup .." Rinda mencium sekilas suaminya.
------
setelah mandi Rinda memakai setelan rok hitam selutut.kemeja abu dan balzer hitam.sepatu high heels warna hitam..Sudah seperti wanita karier...ucap Rinda melihat pantulan dirinya didepan cermin.
"Mas....ucap Rinda saat telah siap dan ikut duduk di meja makan untuk sarapan"
Andra sampai terkesima melihat penampilan Rinda yang sangat Anggun.
"tumben??" Andra melihat istrinya dari ujung kaki sampai ujung kepala.
"cantik ya??"
"iya ..cantik sekali...mending kamu jadi sekertaris Mas diperusahaan" .
"hemmm ga nyambung.....aku harus jadi pengacara Mas...doakan ya...hari ini Rinda kepengadilan..mengikuti sidang kasus yang aku tangani..dan dapat nilai sempurna.
"seluruh doa terbaik buat istri Mas"
"terimakasih sayang...cup" Rinda mencium kembali suaminya dan duduk memulai sarapan.
tiba-'tiba ponsel Andra berdering.
Azka calling....
"hallo Az..."
"hari ini lepas piket ya?"
"iya...gue hari ini keperusahaan"
"ada kasus pengedaran narkoba dikampus tempat istrimu kuliah...ada laporan dari pihak kampus...pihak kampus meminta anggota intel untuk berpura-pura jadi mahasiswa dan membongkar sindikat pengedaran narkoba dikampusnya .
"jadi maksudnya gue harus jadi mahasiswa disana??...jangan gue lah..banyak yang tahu kalau gue polisi...disana ada adik elu juga..."
"gue minta ijin anggota Lu...si polwan cantik...yang naksir sama Lu buat jadi umpan."
Andra melirik ke arah Rinda...memastikan Rinda tidak mendengarkan ucapan Azka..
"iya atur saja..." ucap Andra menutup ponselnya.
"ada apa?" tanya Rinda.
"ada sedikit kasus yank..."
"kasus apa??"
Andra berpikir sejenak...tidak ada salahnya sepertinya menanyakan nya kepada Rinda.
"sayang....di kampus ada transaksi jual beli narkoba???"
Rinda berfikir sejenak...."Rinda tidak tahu Mas.."
"kamu pakai narkoba tidak dulu??"
"haaaaas...enggaaaa...merokok.minum iya..."
__ADS_1
"Lela dan Nisa??"
"engga juga Mas..."
"pacar Lela dan Pacar Nisa??"
"maksud Mas Bimo dan Nando??"
"iya mereka...bukannya mereka satu kamous sama kamu Yank??"
"sepertinya tidak..." ucap Rinda tanpa ragu.
"ya sudah...kamu jร ngan cerita apa-apa kepada Lela dan Nisa"
"oke..." ucap Rinda yang merasa di introgasi oleh suaminya.
"berangkat sekarang yuk..." Rinda beranjak dari tempat duduknya.
"jam 09.00 Rinda harus ikut sidang dan harus sudah dipengadilan."
Rinda dan Andra pun masuk ke dalam mobil yang sama...
"nanti pulang Mas jemput lagi ya..."Andra meraih jemari Rinda dan mengeceupnya berkali-kali.
"iyaaa Mas..." Rinda tersenyum melirik suaminya yang terus menggenggam dan menciumi tangannya.
-------
sesampainya di Firma hukum bokap Lela.
Mas...Rinda turun dulu ya..." Rinda meraih tangan Andra dan menciumnya ..kemudian Rinda mencium bibir suaminya sekilas..tapi Andra langsung menarik tengkuk Rinda dan membalas mencium bibir Rinda lebih dalam.
"jangan nakal" ucap Andra setelah mencium Rinda.
Rinda mengangguk dan tersenyum bahagia suami yang sangat diinginkannya benar-benar membalas perasaannya malah mungkin membalasnya 10x lipat hingga tidak bisa menyembunyikan rasa cemburunya untuk sosok Kak Irfan yang sebenarnya sedikitpun tidak menarik perhatian Rinda...Rinda merasa harus berterimakasih kepada Irfan karena suaminya lebih posesif dan Rinda suka.
Rinda membuka pintu mobilnya...Andra menarik kembali tangan Rinda.
"sayang..." ucap Andra menatap wajah istrinya.
"iya Mas...Rinda tidak akan nakal..."Rinda kembali dan mencium kening...kedua mata..kedua pipi..hidung...dagu dan bibir suaminya.
Andra akhirnya melepaskan genggaman tangannya ditangan Rinda..
Rinda tetap berdiri melihat mobil Andra sampai hilang pandangannya.
------
perusahaan Wijaya Grup.
betapa senangnya Papah Wijaya melihat Andra yang datang keperusahaan...hati kecil papah Wijaya tidak ingin Andra menjadi polisi..tapi akhirnya Papah Wijaya menyetujui keinginan anaknya.
"Pah...!!"Andra menyalami Papahnya.Andra berada di lantai 5 ruangan direktur.
"kamu sudah melihat ruanganmu??"
"belum...Andra langsung kesini Pah.."
"Dra....Renata magang diperusahaan kita..Papah kasih tahu kamu takutnya kamu kaget saat bertemu dia berada diperusahaan kita."
"Andra hanya mengangkat bahu nya...sedangkan Papah Wijaya tersenyum.
"nanti siang pukul 13.00..ada rapat pemegang saham diperusahaaan Angkasa Jaya...kamu hadir ya...itu perusahaaan milik mertua kamu" Wijaya menepuk bahu Andra..
"kamu punya saham disana 30%...tapi Papah sudah merubah kepemilikan saham diperusahaan Angkasa jaya jadi nama anak mantu Papah"
"oooh jadi Papah sudah kasih sahamnya ke Rinda??"
"iya..." Papah Wijaya tersenyum
"harusnya Rinda dong Pah yang ikut rapat"
"kamu juga bisa...kan kamu suaminya..."
"rapat tentang apa Pah??"
"rapat tentang proyek baru perusahaan Angkasa Jaya...kalau tidak salah akan membangun apartemen di tangerang"
__ADS_1
"oooh begitu ya...Andra tinggal bilang setuju setuju saja kan?? "
"yaaa kamu dengarkan dulu pembicaraan rapatnya...kalau kira kamu tidak setuju...kamu bilang tidak setuju...rapatnya akan lama..soalnya akan ada pembebasan lahan...perekrutan pekerja bangunan..aaah nanti kamu datang sendiri dan ikuti rapatnya.
"baiklah..ini pengalaman pertama Andra Pah...jadinsedikit gugup...Andra keruangan Andra dulu Pah..." Andra pamit dan meninggalkan Papah Wijaya.
"kamu rapat ditemani Renata" ucap Papah Wijaya sebelum Andra benar-benar keluar ruangannya.
"ko bisa??" Andra membalikan badannya.
"dia magang jadi sekertaris kamu"
"nah yang ini baru kabar mengejutkan Pah...kalau tidak salah dia kuliah di fakultas ekonomi...jurasan akuntansi ..kenapanjadi sekertaris...harusnya dibagian keuangan kan Pah??."
"iya surat tugasnya disana...bagian keuangan...tapi kenyataan nya jadi sekertaris kamu"
"ini namanya nepotisme Pah"
"bukan nepotisme..tapi ujian" Papah Wijaya mengacungkan jempol nya.
Andra menggeleng-gelengkan kepalanya dan meninggalkan ruangan Papanya.
"bisa-bisanya Papah ngasih ujian rendahan kepadaku" gumam Andra.
Andra berada di dalam lift menuju lantai 10...disana ada ruangannya..
Andra tersenyum kecut saat akan masuk ruangannya Renata sudah duduk manis di meja nya.
"Kak Andra"
"Ren..."
"kakak akan tiap hari keperusahaan???Rena sudah seminggu baru sekarang bertemu Kakak."
"banyak dokumen yang harus kakak tandatangani.."
"bawa keruangan"
Rena sangat senang saat Andra menyuruhnya masuk keruangan.
"ini Kak dokumennya"
"simpan saja..kamubkeluar dulu..nanti kalau sudah selesai Kakak panggil kamu.
"boleh Rena temani Kakak disini??"
"Ren .ini kantor kerja profesional...atau kamu Kakak pindahkan ke bagian keuangan sesuai jurusan kamu kuliah"
"eh jangan - jangan Kak...Rena keluar sekarang"
----
Andra membuka beberapa dokumen...benar saja...jabatannya sekarang sudah menjadi wakil direktur perusahaan...sehingga banyak yang memerlukan tanda tangannya.
"pekerjaan sebagai polisi ternyata lebih menyenangkan ..kalau aku tidak jadi polisi aku tidak akan menemukan mu Yank" Andra tersenyum sendiri membayangkan Bebek nakalnya"
seketika rasa rindunya kepada Rinda menggebu kembali.
kini mereka mulai sibuk dengan pekerjaan dan kegiatan masing-masing...mereka hanya bertemu di waktu malam hari tiba.....itupun kalau Andra tidak kena piket di Polres.
.
.
.
.
.
.
.
jangan lupa Vote like dan komentar yaaaa๐๐๐๐
terimakasih readersku tersayang...cup cup mmmuach
__ADS_1
Episode selanjutnya Rapat diperusahaan Angkasa Jaya...dan pertemuan pertama Andra dengan Bastian....