
"temani saya minum" ucap Radit.
Rinda masih dalam keheranannya. Radit menuangkan minuman dengan kadar alkohol 30% kedalam gelas dan menyodorkan nya kepada Rinda.
kemudian dia menuangkan minuman dengan kadar alkohol 70% kedalam gelasnya.
"cheeers" ajak Radit
"gue sih milih nengak dari botolnya" gumam Rinda tersenyum sendiri didalam hati.
Radit tidak tahu kalau urusan minuman beralkohol Rinda jagonya.
Radit menengak minumannya.
"aku tidak minum" ucap Rinda.
"sekali ini saja" bujuk Radit.
Rinda masih diam, dia merasa heran dengan tingkah lalu Radit.
tapi kalau hanya diam mungkin dia akan lebih lama diam di ruangan Radit. Untuk itu Rinda memutuskan menemani Radit minum, toh sebotol atau dua botol minuman kadar alkohol 30% tidak akan membuatnya mabuk apalagi ini cuma satu gelas, cemen.
" ayo cheers" ajak Radit untuk yang ke dua kali dan menengak kembali minumannya, begitupun Rinda tak menyisakan sedikitpun digelasnya.
"wow" ucap Radit saat tidak melihat ekspresi apa-apa saat Rinda meminum minumannya.
Radit mengira Rinda akan segera mabuk dengan minuman yang sudah dia berikan.
Rinda kemudian menuangkan minuman dari botol yang sama dengan Radit, kadar alkohol 70%, dia menuangkan nya penuh ke dalam gelasnya.kemudian menengaknya habis, dan mengangkat alisnya matanya.
Radit dibuat menganga saat Rinda bisa meminum minuman beralkohol dengan kadar 70% bahkan sekali tengak dan tanpa ekspresi apa-apa. Radit semakin penasaran dengan sosok Rinda. Dan ternyata dia bukan gadis lugu biasa seperti yang dibayangkan Radit.
"bagaimana rasanya?? pahit??" tanya Radit saat melihat Rinda minum dari botol minuman yang sama dengan nya.
"biasa saja" ucap Rinda.
Radit semakin mengembangkan senyum nya, dan tingkah laku Rinda membuatnya semakin gemas. Alangkah bahagianya Radit kalau punya istri seperti sosok Rinda.
kecantikan dan kepintaran Rinda benar-benar membuat Radit mabuk.
"Bu Rinda sudah lama menikah??"
"sekitar 7 bulan"
"Bu Rinda menunda kehamilan??"
" Tidak, sebaiknya saya kembali keperusahaan, saya sudah menemani Anda minum"
Rinda merasa tidak nyaman berada berdua diruangan direktur.
"Pak Radit!!!"
"eh iya Bu Rinda maaf, saya harap kita bisa bertemu lagi."
"kalau begitu saya permisi"
"Bu Rinda, terimakasih sudah menyelamatkan dana perusahaan saya"
"Anda sudah berulang kali mengatakannya" Ucap Rinda sudah beranjak dari sofa nya.
"Bu Rinda biar saya antar"
"terimakasih Pak Radit, tidak perlu repot-repot. Saya permisi" ucap Rinda
Radit dibuat frustasi saat Rinda benar-benar sudah memegang handle pintu.
"Rinda!!!"
dengan seketika Rinda melirik ke arah Radit, Rinda melihat Radit berdiri dan menatapnya.
bolehkan saya memnaggil namamu???"
"ga masalah" ucap Rinda mengangkat bahunya dan sudah membuka pintu keluar dan benar-'benar hilang dari pandangannya.
"sial!!!" umpat Radit saat Rinda sudah keluar dari ruangannya.
Rinda dengan langkah tegaknya keluar dari ruangan direktur, minuman yang dia tengak 1 gelas alkohol 30% dan 1 gelas alkohol 70% malah membuatnya makin bringas bukan mabuk.
gila minuman itu membuat otak gue makin cemerlang, huuuuh!!!! gumam Rinda sambil membuang udara dari mulutnya, tercium bau bau alkohol dari mulutnya dan membuat Rinda terkekeh sendiri.
ooopppsss...Mas Andra jangan sampai tahu nih Aku minum" gumam Rinda kembali.
Ya ampuuun kenapa enak sekali, rasanya ingin ku minum dan ku telan dengan botolnya tadi...Rinda terkekeh sendiri setelah sekian lama tidak pernah minum lagi di club.
saat Rinda hendak memasuki lift sebuah tangan mendarat di bahu nya.
dengan sigap Rinda menarik tangan tersebut dan melintirnya kebelakang tubuh si punya tangan.
"aawwww...Bu Rinda maaf, saya Eko asisten Pak Radit"
dengan cepat Rinda melepaskan tangan Eko..." maaf maaf Pak Eko saya tidak sengaja"
Eko mengusap pangkal lengannya yang serasa mau patah.
" apa apa Pak Eko??"
"Bu maaf ini dari Pak Radit hadiah untuk ibu, tadi beliau lupa memberikannya"
"apa??"
"Anda buka saja sendiri"
Rinda menerima sebuah paper bag, dilihatnya sebuah kotak berwarna merah.
dengan hati-hati Rinda membukanya, Rinda melihat isi nya sebuah cincin berlian dengan warna mata merah jambu
" maaf saya tidak bisa menerima ini" Rinda memberikannya kembali kepada Eko.
__ADS_1
"Ini sebuah ucapan terimakasih kepada anda"
"maaf saya tidak suka dipaksa" ucap Rinda dan masuk ke dalam lift karena lift telah terbuka.
"selamat siang Pak Eko" ucap Rinda hingga pintu lift tertutup.
-----
"bagaimana???"
Eko memberikan kembali paper bag nya kepada Radit.
"kamu tidak bertemu dia??"
"bertemu dan dia hampir mematahkan tanganku" ucap Eko
"ko bisa hadiahnya kamu bawa lagi, dia menolaknya??"
"Iya!!!"
"menarik" ucap Radit
"sepertinya Bu Rinda jago bela diri, Aku sentuh pundaknya dia memutar tanganku"
Hahahahaa, semakin menarik....Aku menyukai nya!!! Radit semakin bersemangat dan penasaran dengan sosok Rinda.
Radit kemudian membuka dokumen tentang Rinda.
Radit tersenyum saat melihat riwayat pendidikan dan prestasi Rinda.
ternyata sudah pintar sejak kecil, Radit tersenyum saat melihat nama ibu nya Rinda dan Ayah sambung Rinda...bapak Mahfud adalah Bapak dari sahabat nya.
"Eko, aku harus ke perusahaan Berlian Indah"
"Untuk apa??"
"Aku harus bertemu Rangga" ucap Radit langsung meninggalkan Ruangannya, kamu tunggu disini.tidak perlu ikut" cegah Radit kepada Eko yang hendak mengikutinya.
tak berapa lama Radit sudah diperusahaan Berlian Indah milik Rangga suami Siska.
----
Tumben Bro, mau berinvestari diperusahaan gue?? tanya Rangga saat Radit sudah berada diperusahaannya. dan duduk berhadapan di ruangan Rangga.
Ga...."
"euy.."
"Rinda adik tiri Lu??"
"Dari mana Lu kenal Rinda??"
"kemarin dia jadi kuasa hukum perusahaan mertua Lu, masalah proyek Apartemen di Tangerang"
"bukannya Om Rio yang jadi kuasa hukum Angkasa Jaya??"
"kenapa tiba-tiba nanya Rinda??"
Gue tertarik sama dia!!"
"wooooy, dia sudah menikah. Bini Orang!!!!" teriak Rangga sambil melemparkan pulpen yang dia pegang.
"Tahu"
"tahu siapa suaminya??"
"wakil direktur perusahaan Wijaya Grup"
"terus Lu masih suka sama dia??"
"Iya Ga, ini pertama kali nya gue suka sama seorang wanita"
"terus gue harus apa??"
"Bantu gue dapatin dia, gue bakal kasih Lu saham atau apalah yang Lu mau. Asal buat gue bisa dekat sama dia"
"Gila Lu ya... Sorry gue ga mau bantu Lu. gue udah kaya ga perlu di iming iming saham atau apalah yang Elu punya"
"Ga... tapi gue mau Rinda"
"Rinda ga bakalan mau sama Lu"
"kenapa?? gue tampan, gue lebih kaya dari suaminya"
"emang cinta bisa tumbuh karena Lu tampan dan lebih kaya??"
"makanya bantuin gue"
"ga bisa, mending Lu cari wanita lain. Rinda bukan wanita gampangan apalagi dia sudah punya suami."
Radit tampak menundukan kepalanya, saat sahabatnya Rangga menolak membantu nya.
"setidaknya bantu gue berteman dengan dia, gue tertarik kepribadiannya, dia cantik pintar dan banyak lagi yang bikin gue suka sama dia.
"jujur Dit, sebelum nikah gue juga pernah suka sama dia" ucap Rangga.
sialan Lu!!!"
"gue pernah ikut balap liar, dan dia yang jadi lawan gue saat balapan liar"
"apa??? terus Lu kalah??"
"Iya, dan gue kasih bonus 200jt saat itu, tapi dia tidak serta merta langsung merangkak ke gue. Padahal gue dulu mancing dia pake tu duit"
"hahahaa..." Radit tertawa
" tadi hadiah berlian dari gue ditolak juga..."
__ADS_1
"makanya lebih baik lupakan" ucap Rangga
" Tapi Ga..."
Mas!!!!" tiba-tiba Seorang wanita muncul diruangan Rangga dengan perut membesar.
"Maaf, Aku kira Mas sedang tidak ada tamu"
Radit memperhatikan Siska anak Pak Bastian yang statisnya Istri Rangga sahabatnya.
Setelah bertemu dengan Rinda kenapa Radit baru sadar kalau Siska mirip Rinda.
"Ga...."
"kenapa?? gue tahu apa yang mau Elu bilang" ucap Rangga.
Sis apa kabar??" tanya Radit keoada Siska.
"Baik" ucap Siska yang kenal dengan Radit sebagai investor terbesar diperusahaan Papah Bastian dan sahabat suaminya.
"Ada apa tumben kesini??" tanya Rangga dan memeluk juga mencium kening Siska
"hari ini jadwal USG, aku pengen diantar"
"ya udah Ga, gue balik dulu, banyak hal yang masih mau gue omongin sama Lu"
Radit meninggalkan ruangan Rangga.
"kalian ngomongin apa??" tanya Siska kepada Rangga
"Bisnis sayang, yuk berangkat sekarang" ajak Rangga
-----
tiba di Firma Hukum
Rinda beberapa kali berkumur untuk membuang bau alkohol dari mulutnya.
"kenapa Lu??"
"panas dalam Gue"
"gue baru tahu kalau panas dalam bisa sembuh dengan kumur-kumur air dari wastafel"
"Nis..."
"apa??"
"haaaah....bau ga??"
"oeeeee...bau mulut Lu belum gosok gigi"
"enak aza, Lu nyium bau aneh ga dari mulut gue??"
"kagak" ucap Nisa.
"Lu habis minum??"
"hihihi sedikit, Radit ngajak gue minum"
"bener ga bau??"
"kalau menurut hidung gue sih kagak, coba Lu tanya Mbak Lasmi.
ide bagus ...
"Mba..." ucap Rinda dengan jarak 5 cm didepan hidung Mba Lasmi.
"Astaga Rinda, bikin kaget saja!!!"
"bau aneh ga mulut Rinda???"
Lasmi malah terkekeh mendapat pertanyaan dari Rinda.
"serius Mba..."
"sedikit bau alkohol"
"Ko tahu sih bau alkohol padahal udah kumur-kumur."
"Mba sering minum di club, disini juga sering minum sedikit bareng Kak Irfan."
Rinda dan Nisa tepok jidat.
.
.
.
.
.
.
like
vote
komentar ya
hehehe..malam ini Rinda mau ehem ehem bareng Mas Andra yang baru turun piket.
ketahuan ga ya🤭🤭🤭
sedih duh...biasa ranking vote stay di 30...sekarang oh noooooo🤸♀️🤸♀️🤸♀️🤸♀️🤸♀️🤸♀️🤸♀️.
__ADS_1
jangan pelit2 vote ya biar autor smangat🤭🤭🤭