Hey Polisi,Razia Aku!!!

Hey Polisi,Razia Aku!!!
A&R 65


__ADS_3

Rinda terbangun saat merasakan sesuatu menindih tubuhnya dan merasakan kecupan di seluruh wajahnya.


Rinda tersenyum saat membuka mata ternyata suaminya sudah bergelung diatas tubuhnya.


Rinda melihat jam menunjukan pukul 04.00 pagi.


"kekuatan supernya sepertinya baru kembali" gumam Rinda dan tersenyum melihat suaminya


"Mas mau bayar permintaan maaf yang terlewatkan tadi malam" ucap Andra tersenyum saat melihat Rinda sudah membuka matanya.


Andra melucuti pakaiannya dan pakaian Rinda.lalu kembali menindih Rinda.


Rinda langsung mengalungkan tangan keleher suaminya.sesekali dia meremas rambut suaminya saat mereka saling cium dan luma* bibir mereka.


Andra mengecup kedua payudara Rinda,sesekali meremas dan menghisap nya.


sekali hentakan saja tubuh mereka telah bersatu.


Andra terus menggerakan tubuhnya maju mundur memberikan gigitan-gigitan kecil di leher Rinda.lalu menghisap kembali payudara Rinda.


Rinda dibuat mengejang dan mendesah berkali kali.


Andra menyemburkan benih-benihnya dirahim Rinda.


"Jangan dulu bangun,jangan biarkan keluar lagi.semoga secepatnya hamil" bisik Andra ditelinga Rinda.


Rinda masih memejamkan matanya.sentuhan Andra benar-benar membuatnya luluh lantah.


setelah beberapa menit Andra melapaskan dekapannya dan tertidur disamping Rinda.


"Mas..."


"hemmm"


"mau lagi" Rinda bangun dan menduduki milik Andra.


Rinda mencoba menyatukan kembali tubuh mereka.


Kelakuan Rinda membuat miliknya tegang kembali.


Rinda kini mengendalikan permainan.Rinda terus menggerakan tubuhnya yang menduduki bagian tubuh Andra.sedangkan Andra terlentang dan tangannya memainkan payudara Rinda.


Desahan desahan keluar dari mulut keduanya.


Rinda menggigit bibir bawahnya saat dia akan mencapai puncaknya.


"tahan yank jangan dulu, kita keluarkan sama-sama" ucap Andra yang bangun dan mendekap tubuh Rinda.


Rinda terus menggerakan badannya. Andra terus mendekap tubuh Rinda dan menghisa* kedua payudara Rinda bergantian.


"Mas...Rinda sudah tidak tahan".


"sedikit lagi"


"sekarang Mas" Rinda medapatkan puncak kenikmatannya .Rinda memejamkan mata, mendesah dan mencengkram kepala Andra.


"aaaakkkhhh" begitupun Andra.mereka melakukan pelepasan bersama.


Andra masih terduduk dan menenggelamkan kepalanya di dada Rinda.


begitupun Rinda mendekap erat kepala suaminya yang berada di bawahnya .


"terimakasih sayang" ucap Andra yang merasa hasratnya terpuaskan pagi ini oleh Rinda.


Masih berpelukan posisi duduk.Rinda melepaskan dekapan di kepala suaminya.


Andra tersenyum melihat Rinda yang barada dipangkuannya.


"terimakasih sayang,Mas minta maaf"


"iya"...ucap Rinda bangkit dari tubuh Andra dan mengambil handuk.


mau kemana??"


"Mandi Mas...sudah pukul 06.00.


"bareng" Andra mengikuti istrinya ke kamar mandi.


dikamar mandi Andra melakukannya lagi.inisiatif Rinda barusan malah membuatnya berhasrat kembali dan tersenyum gemas mendekap kembali istrinya.


Rinda hanya tersenyum dan mereka saling memuaskan kembali.Rinda semakin berhasrat memuaskan suaminya saat mengingat ketampanan suaminya dan benalu-benalu yang jelas-jelas menginginkan suaminya.


Mereka telah menyelesaikan ritual mandi plus plus nya.


"Mas...antar Rinda ketempat magang,Mobil Rinda kan diperusahaan.


"iya sekalian Mas berangkat ke Polres."


"Awas kalau kabur lagi keperusahaan tanpa pamit dan mengajak Rinda"


"tidak akan Yank,Mas kapok...kaki dan tangan Mas sekarang masih pegal.


mereka telah sama-sama memakai pakaiannya.


"Mas.nanti pulang dari tempat magang mau ke Butik Mamer ya??"


"tumben"


"mau pilih baju buat aku ke tempat magang dan ketempat kerja nanti setelah lulus"


"kamu kapan wisuda Yank??"


"beberapa bulan lagi Mas"


"memang sudah dapat tempat kerja??"


"Rinda langsung kerja di Firma Hukum milik Papah Lela "


"oh syukurlah"


"oia Mas, sekalian mau pilih baju couple buat kita nanti menghadiri acara nikahan Lela dan Kak Irfan"


Andra menganggukan kepalanya.


Rinda membuatkan sarapan untuk Andra segelas susu dan roti selai.


kini mereka sudah duduk berhadapan di meja makan.

__ADS_1


Andra tersenyum saat melihat gelas susu yang Rinda buat.


"kenapa senyum -senyum sendiri??"


"Mas inget waktu kamu marah sama Emma,kamu bilang kalau kamu sudah memenuhi kebutuhan susu Mas"


Rinda ikut terkekeh,dia reflek mengatakan hal itu kepada Emma.


"memang sudah tercukupi,hampir tiap malam Mas menghisap nya"


"Hahahaha iya kamu benar Yank"


"Awas ya kalau sekali lagi kamu ke perusahaan tanpa pamit dan mengajak aku,aku tidak segan mengkhitan kamu 2x Mas"


"habis dong yank"


"makanya jangan berani macam-macam" lagi-lagi Rinda membulatkan matanya dan mengepalkan tangannnya kanannya lalu menonjokan ke telapak tangan kirinya


"Ampuuuun Ratuku" Andra menyatukan kedua telapak tangannya.


Lalu Rinda mengunyah rotinya cukup keras.


Andra tersenyum ke arah Rinda."Yuk berangkat" Andra membopong tubuh Rinda.


apaan ih,Rinda bisa jalan sendiri"


"tanda terimakasih karena memberikan menu tambahan tadi pagi"


Rinda menonjok pelan dada suaminya,sedangkan Andra terkekeh saat tadi pagi Rinda minta nambah dan memperkosanya.


------


di mobil


"Nanti Mas suruh karyawan antarkan mobil kamu ke tempat magang ya??"


"tidak perlu Mas,aku ke tempat Mamer pakai taksi online saja.mobil antar kerumah dinas saja"


"baiklah.kamu hati-hati ya sayang"


"Iya"


sesampainya ditempat magang Rinda mengecup punggung tangan suaminya.kemudian menghujani wajah Andra dengan ciuman.


"Mas,Maafkan Rinda yang cemburu berlebihan"


"tidak apa-apa,Mas suka" ucap Andra mengelus pipi Rinda dengan tangan kirinya.lalu menarik tengkuk Rinda dan mencium lama kening Rinda.


"i love you"


"i love you too Mas" Rinda tersenyum dan turun dari mobil Andra.


Andra meninggalkan Rinda ditempat magangnya.


-----


sesampainya di Polres


Andra langsung masuk keruangan Azka dan membaringkan tubuhnya di sofa.


"kenapa Lu Dra??"


"badan gue dibikin remuk sama Rinda"


"gila bini Lu ganas juga,Lu kalah telak di ranjang??"


"bukan diranjang,kemarin gue keperusahaan lupa pamit dan lupa tidak mengajaknya,dia hampir ngamuk disana.adik Lu Rena kena amukannya,sekertaris gue juga Emma sudah di mutasi sama dia.


"jadi apa yang bikin Elu remuk??" Azka heran


"gue bopong tubuh bini Gue dari lantai 10 turun tangga sampai lantai 5.tambah tadi pagi 3 ronde"


"dahsyaaaaaaatttt" Azka mengacungkan jempolnya


"gue tidur disini ya,gue malu kalau Rinda tahu sebenarnya tubuh gue berasa remuk"


"eeiit jangan tidur disini,hari ini mau manggil Lucky dan Sesil untuk dimintai keterangan tentang keterlibatan mereka tentang kasus Bimo.


"Elu tahu kalau Lucky Kakak nya Lela mantan pacar Sesil???"


"gue sama Sesil sudah putus"


"tahu-tahu udah jadian,sekarang tahu-tahu sudah putus"


"banyak ketidakcocokan,apalagi dia tidak cocok jadi bhayangkari,terlalu manja dan glamour,dia tidak mungkin mau dibawa dirumah dinas seperti bini Lo"


"ya itu sih terserah Lu saja...siapa tahu Lu ada jodoh sama Nisa"


"gue memang tertarik sama dia,tapi sepertinya Nisa tidak tertarik sama Gue.bilang terimakasih sudah dibawa kerumah sakit sama gue saja kagak"


"dia pingsan,mana tahu dia dibawa kerumah sakit sama Elu" ucap Andra.


"bilangin sama Rinda bini Lu.gue titip salam sama Nisa"


"Hahahahaha Andra tertawa saat mendengar ucapan Azka."


"kenapa Lu tertawa??"


"ngomong sama Nisa langsung lah,menjinakan perempuan itu seperti menjinakan bom.harus dengan hati"


"apa nanti gue pura-pura panggil dia kembali dan meminta keterangan tentang Nando"


"ide bagus Az..."


Azka menganggukan kepalanya dan tersenyum kecil kepada Andra


"sudah kamu pergi sebelum Lucky dan Sesil datang " Azka mengusir Andra keluar daru ruangannya


akhirnya Andra tidur di ruangannya.meluruskan punggungnya yang serasa hampir copot akibat perbuatan Rinda.


------


tempat magang.


Irfan dan Lela sudah sangat akrab.apalagi pernikahan mereka tinggal menghitung hari.


Nisa terlihat memainkan ponselnya.

__ADS_1


"La,Lu dipanggil lagi ke Polres??"


"tidak.memang kenapa??"


"gue dapat pesan dari Azka,besok gue disuruh ke Polres lagi"


"tinggal berangkat lah Nis" ucap Rinda.


"iya berangkat saja" tambah Lela.


"Eh guys gue ijin lagi" Rinda tersenyum menunjukan giginya.


"maubkemana lagi Lu??" tanya Nisa dan Lela heran


"sekarang mau ke butik nya Mamer,mau pilih baju ke acara nikahan Lela.


.


"ya sudah berangkat sana,alasan bisa gue terima" ucap Nisa.


"Lela hanya menjulurkan lidah nya ke arah Rinda.


"gue cabut dulu ya...daaaahhh" Rinda meninggalkan kedua sahabatnya.


--------


butik Mamah Sofia.


Seperti biasa Rinda disambut Santo alias Sinta.


"Mamah Mana??"


"diruangannya Jenk"


Rinda seperti biasa langsung nyelonong dan mengacuhkan Santo.


"Mah" Rinda langsung masuk keruangan Mamah Sofia.


betapa terkejutnya Rinda saat melihat Mamah Sofia sedang duduk bersama Mamah Riska yang sedang terisak menangis.


"Maaf...Rinda kira Mamah sedang tidak ada tamu"


"masuk sini sayang" ucap Riska


Rinda kaget mendengar ucapan Riska.Mamah Sofia hanya menganggukan kepalanya.


Rinda pun ikut duduk disamping Mamah Sofia.


Rinda merasa kikuk,dia bingung harus berkata apa.


"tante maaf Rinda tidak tahu kalau diruangan Mamer sedang ada tante."


"panggil Mamah sayang" ucap Riska.


Rinda melirik ke arah Mamah Sofia,Mamah Sofia hanya menganggukan kepalanya.


"Mamah sudah tahu kalau kamu anaknya Papahnya Siska" ucap Mamah Riska kepada Rinda.


"apa hal ini yang membuat Mamah Riska menangis??" tanya Rinda.


"bukan sayang,tapi Papah kamu yang selalu menyakiti Mamah.Mamah menjadi luapan emosinya setiap hari.entah apa yang Papah kamu mau"


"Bastian memang begitu" ucap Rinda.


"panggil dia Papah" ucap Mamah Sofia


"yang pantas disebut Papah hanya Papah Wijaya" ucap Rinda.


Mamah Sofia mengelus rambut Rinda.


"apa Kak Siska sudah tahu kalau Rinda saudara satu Papah nya??"


"belum...Mamah Belum sempat cerita" ucap Riska


"apa Kak Siska akan membenci Rinda"


"Siska akan senang kalau tahu dia punya saudara"


"apa Mamah Riska tidak benci kepada Rinda dan Mamah Ayu??"


"tentu saja tidak sayang,malah Mamah merasa terharu mendengar cerita tentang kalian dari Mamah Sofia" ucap Mamah Riska


"maafkan Mamah Ayu yang menjadi orang ketiga diantara Mamah Riska dan Bastian"


Mamah Riska menggelengkan kepalanya,justru Mamah Riska lah orang ketiga diantara hubungan Mamah Ayu dan Papah Bastian" ucap Mamah Riska.


"sudah-sudah jangan dibahas lagi.mending kita lihat-lihat baju dan tas keluaran terbaru" Mamah Sofia mengalihkan pembicaraan.


"eh iya Mah Rinda kesini mau pilih baju buat kerja terus baju couple untuk ke acara nikahan Lela.


yuk milih sama-'sama" ajak Mamah Sofia.


"Mah ayo" Rinda menarik tangan Mamah Riska.


Mamah Riska tersenyum saat tangannya diraih Rinda.


Mamah Riska memeluk Rinda dan mencium puncak kepala Rinda.


Rinda tersenyum mendapat perlakuan manis dari ibu tirinya.


.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


like.vote dan komentar ya...πŸ’žπŸ’žπŸ’žπŸ’‹ikuti terus kelanjutan kisah hidup Rinda dan Andra.


jangam bosan yaπŸ€—πŸ€—


__ADS_2