
Pukul 04.00 Andra baru sampai dikediamannya, dia membawa kunci cadangan jadi dengan mudah dia membuka rumah nya tanpa harus membangunkan Rinda.
Andra melihat kamar tamu yang ada dilantai bawah, Andra tersenyum saat melihat Mamah nya masih terbaring tidur.
Perlahan Andra masuk ke kamar nya, dilihatnya Rinda pun masih terlelap tidur
Andra membuka dasi dan kancing kemejanya, iya sebelum penyergapan pihak kepolisian memberikan baju stelan jas karena Andra berpura - pura sebagai bos yang akan berinvestasi di hotel xxx dengan lambang WR.
Hidung Rinda yang lebih peka semenjak kehamilan langsung terbangun saat merasakan bau - bau aroma asing di kamarnya.
" Mas !!!" teriak Rinda yang kaget bukan main saat bangun suaminya sudah berdiri dan sedang membuka kancing kemejanya.
" Bukannya tadi ijin ke Polres dinas malam, kenapa jadi pakai setelan pulang dari perusahaan selidik Rinda dan bangkit dari tempat tidurnya.
Rinda mendekati Andra yang hendak membuka kemejanya.
" Sebentar " ucap Rinda menahan tangan Andra agar tidak melepas kemejanya.
Rinda mendengus dengus tubuh Andra.
" Matilah Aku " gumam Andra.
" Bau parfum perempuan " ucap Rinda dan membuka kemeja Andra.
Rinda menyalakan lampu utamanya yang tadinya hanya lampu tidur yang menyala.
Rinda memeriksa tubuh Andra dan mendengus dengus kembali tubuh Andra dengan kemeja masih ditangannya.
" Disini, disini, disini" ucap Rinda menunjuk pipi, leher dan telinga Andra.
" Apa Yank ??" tanya Andra gugup.
" Ada jejak orang lain "ucap Rinda.
" Busyet dari mana dia tahu " gumam Andra.
" Aaaaakhhh aneh, kenapa tepat sasaran " ucap Andra kemudian.
" Dari Perusahaan atau dari Polres hah?? atau dari mana ??" tanya Rinda.
Kemudian Rinda memeriksa kemeja yang baru saja dilepaskan Rinda dari tubuh Andra.
" Ini apa??" tanya Rinda menunjuk sesuatu yang berwarna merah di ujung kerah kemejanya.
" Sumpah demi apapun, tadi tidak terlihat ada bekas lipstik. Matilah aku " gumam Andra.
" Kamu dari mana Andra wijaya ??" Rinda berteriak dan meelemparkan kemeja tepat di wajah Andra.
" Sayang tadi Mas habis penyergapan di hotel xxx. Mas sama Azka. Kamu bisa tanya sama Azka kronologis penyergapannya bagaimana .
" Benarkah ??" Rinda menyilangkan tangan di dada nya dan mengelilingi tubuh Andra.
Rinda mendengus bibir Andra, dada , mencari aroma asing di bagian lain tubuh suaminya.
Kemudian Rinda membuka celana Andra. Rinda memeriksa pakaian dalam Andra.
Rinda benar - benar menelanjangi Andra, Andra hanya pasrah membiarkan Rinda melakukan apapun yang dia inginkan.
Rinda kemudian berjongkok dan mendengus dengus bagian inti tubuh Andra.
Rinda memegang nya dan memperhatikannya dengan seksama, kemudian mendengusnya kembali. takut - takut ada bau asing di bagian inti tubuh suaminya seperti yang dia cium aroma lain di bagian pipi, leher dan telinga suaminya.
Bagian inti tubuh Andra yang masih Rinda pegang langsung berdiri tegak. Rinda langsung menyentilnya.
" Awww sakit yank " pekik Andra saat Rinda menyentil belalainya.
" Baru di pegang saja langsung berdiri " ucap Rinda.
" sudah berdiri tanggung jawab dudukan kembali" bisik Andra.
Rinda mendelikan matanya, Rinda melihat celana dalam Andra masih sama dengan yang dia gunakan saat berangkat tadi sore.
Tapi kenapa berangkat pakai seragam lengkap pulang pakai kemeja dan dasi.
Andra menarik nafas panjang saat tatapan mata Rinda tepat di depan matanya.
__ADS_1
" Siapa yang nyium pipi, leher dan telinga kamu Andra Wijaya??"
" Polwan sayang, anggota Mas. Tapi hanya akting, untuk mengelabui musuh yang akan kita sergap tadi malam."
" Tadi malam Mas razia sebuah hotel, sama seperti Mas dulu razia club milik Nando. "
Andra masih dalam keadaan telanjang bulat menjelaskan perlahan lahan secara detail pekerjaannya tadi malam bersama timnya.
Untung nya Rinda mau diam dan mendengarkan penjelasannya.
" Benar kamu tidak bohong??"
" Benar sayang, sumpah demi Dedek Janin " ucap Andra dengan sungguh - sungguh.
Mendengar kata Dedek Janin seketika emosi Rinda meredup.
" Cepetan mandi, aroma asing ditubuh kamu bikin aku mual " ucap Rinda membayangkan pipi, leher dan telinga suaminya di kecup orang lain.
" Mas mandi dulu ya "
" Yang lama "
" Tapi ini bagaimana sudah berdiri " ucap Andra sambil memegang miliknya.
" Cuci dulu yang bersih "
" Tapi ini ga di sentuh siapapun" ucap Andra.
" Aaakh sana mandi " Rinda mendorong tubuh Andra yang sudah telanjang bulat.
Andra sudah berada di kamar mandi dan membuang nafas nya kasar.
" Haaaah, hampir saja perang dunia " ucap Andra.
Andra membasuh tubuhnya terutama bagian yang tersentuh dan terkecup oleh Alinda.
Beruntung kamu hadir diantara kami Dedek Janin " ucap Andra.
cukup lama Andra mandi dan saat keluar kamar mandi Rinda duduk di tepi tempat tidur.
" Mas sudah mandi "
" Terus???"
Andra membuka handuknya dan memperlihatkan miliknya yang masih berdiri.
" Ini bagaimana??" tanya Andra sambil memegang miliknya.
" Mau nya bagaimana??"
" Suruh duduk, kalau berdiri terus pegel yank terus sakit " ucap Andra dan mendekati Rinda yang sedang duduk .
Sebenarnya Rinda masih kesal sama Andra yang mau di cium oleh Polwan yang Andra ceritakan, walau itu sebatas pekerjaan tetap saja Rinda cemburu. Tapi melihat Andra ga tega juga dan memang dia ingin memuaskan suaminya juga agar tidak berpaling darinya.
Rinda menarik benda tumpul itu dan mulai menjilatnya, memasukan kedalam mulutnya.
Andra dibuat merem melek oleh Rinda dan tak butuh waktu lama Andra menyemburkan nya di dalam mulut Rinda.
Rinda yang tidak tahu akan secepat ini Andra mencapai pelepasan dan tidak siap sampai sesuatu yang menyembur didalam mututnya tertelan semua.
" Eeemmmh " Dengus Rinda dan menepuk bokong Andra.
Andra malah menekan kepala Rinda ke bagian inti tubuhnya.
" eeemmmmh" Rinda menepuk bokong Andra dan menepis tangan Andra agar melepaskan kepalanya.
Andra terkekeh dan melepaskan kepala Rinda
" Makasih sayang " ucap Andra cekikikan.
Sedangkan Rinda ngos - ngosan, dia hampir kehabisan nafas gara - gara Andra.
" cepat banget keluarnya, kamu sambil membayangkan bercinta sama polwan itu ya??" ucap Rinda sambil mengelap mulutnya pakai tissue.
" Ya Tuhan sayang, engga!!! "
__ADS_1
" Ko cepat keluarnya "
" Enak yank, sensasi luar biasa"
" Oooh jadi kalau lama berarti ga enak gitu "
" bukan begitu Yank"
" Terus ??"
" Ya udah lagi, sekarang pasti lama" Andra menyodorkan kembali miliknya agar dihisap kembali mulut Rinda.
" Ogah " Rinda memalingkan wajahnya dan berdiri.
" Udahan dong cemburu nya" ucap Andra dan memeluk Rinda.
Sayang, Mas Andra sudah pulang???"
terdengar Mamah Sofia didepan pintu kamarnya.
" Sudah Mah, Mas Andra nakal nih " ucap Rinda.
Mamah Sofia hanya tersenyum dan meninggalkan kamar anak dan anak mantunya.
" Mamah siapkan sarapan untuk kalian " ucap Mamah Sofia.
Rinda menepis tangan Andra, dilihatnya jam sudah menunjukan pukul 05.00 pagi.
" Kemana yank ??"
" Mandi "
" Bareng " ucap Andra dan mengikuti langkah Rinda.
Sumpah demi apapun, saat dikantor Andra sangat lelah dan ngantuk. Ingin sekali dia tidur, tapi sekarang rasa lelah dan kantuk nya hilang seketika. Ya itu gara - gara Rinda yang merazia tubuh nya.
Andra terkekeh sendiri, sungguh hidup nya lebih berwarna saat Rinda sudah menjadi istrinya.
" Mandi saja, tidak perlu macam -macam "
" Iya Yank, ampun " ucap Andra dan menyabuni seluruh tubuh Rinda.
" Mas "
" Hemmm"
" I love you "
" i love you more honey " balas Andra sambil tersenyum dan memeluk tubuh Rinda yang penuh busa sabun.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Like
vote
komentar🤸♀️🤸♀️🤸♀️🤸♀️🤸♀️🤸♀️🤸♀️🤸♀️
__ADS_1