Hey Polisi,Razia Aku!!!

Hey Polisi,Razia Aku!!!
A&R 81


__ADS_3

Haaaayyyy guyssss....


maaf ya telat telat update nya.


kalau ga update berarti memang ada hal yang ga memungkinkan untuk update.


kalau ada waktu pasti diusahakan update.


jadi sekarang hanya menyalurkan hobby menghayal yang tertuang dalam tulisan.


terimakasih untuk semua yang selalu mendukung pasangan Andra dan Rinda


🀀🀀


oke next Guys


πŸ€Έβ€β™€οΈπŸ€Έβ€β™€οΈπŸ€Έβ€β™€οΈπŸ€Έβ€β™€οΈπŸ€Έβ€β™€οΈπŸ€Έβ€β™€οΈπŸ€Έβ€β™€οΈπŸ€Έβ€β™€οΈ


----------


Keadaan Rinda sudah mulai tenang, Rinda ingin melihat keadaan Siska dan bayinya. Tapi mungkin akibat obat yang diberikan dokter Rinda sudah tertidur pulas.


lain halnya Mamah Ayu dan Mamah Sofia yang melihat keadaan Siska dan bayi nya juga memberikan semangat kepada Rangga.


Siska masih belum sepenuhnya sadar, bahkan Mamah Ayu dan Mamah Sofia datang pun mungkin tidak disadari Siska.Mamah Ayu memberanikan diri mengelus dan mencium puncak kepala Siska, mau tidak mau walau bagaimanapun Siska adalah kakak satu Ayah dari Rinda anaknya.


"cepat pulih ya Nak, Mamah mendoakan yang terbaik untuk Siska, cepat sehat. Banyak hal yang belum kamu lakukan dengan Rinda adikmu, bayi mungilmu pun menunggumu pulih kembali" ucap Mamah Ayu mencium punggung tangan Siska yang masih berada di ruang ICU."


setelah melihat keadaan Siska dan bayinya, Mamah Ayu dan Mamah Sofia hendak menjenguk Mamah Riska tapi mereka urungkan karena didalam ruangan ada sosok Pak Rendi yang dicurigai Papah Wijaya dan Papah Mahfud sebagai pihak yang bertanggung jawab atas menyebarnya berita tentang perselingkuhan Bastian dan Mamah Ayu. Untuk itu Mamah Sofia dan Mamah Ayu akhirnya memutuskan pulang ke rumah masing-masing.


Sedangkan Papah Wijaya dan Papah Mahfud sedang merencanakan konferensi pers tentang berita yang menyeret perusahaan mereka.


Papah Wijaya dan Papah mahfud menggandeng Om Rio ( Bokap Lela ) sebagai kuasa hukum yang akan mendampingi mereke konferensi pers, Lela dan Nisa juga Irfan juga berada dibarisan paling depan untuk membela Rinda.


Sedangkan Bastian belum sadarkan diri. Jadi untuk masalah ini Papah wijaya dan Papah mahfud lah yang akan menyelesaikannya.


Ya skandal Papah Bastian dan Mamah Ayu ada hubungannya dengan Papah Mahfud dan Papah wijaya, dimana Mamah Ayu sudah jadi Istri Papah Mahfud dan Rinda sudah menjadi menantu Papah Wijaya.


Papah Wijaya juga meminta Mamah Sofia untuk mempertemukan Mamah Riska dan Mamah Ayu. Rencana nya Mamah Sofia akan mempertemukan kembali Mamah Riska dan Mamah Ayu besok pagi sebelum konferensi pers dilakukan.


------


kediaman Radit


Radit masih bersama Eko dan menikmati makan malam mereka yang kemalaman, berita tentang 3 perusahaan besar yang ada di bawah nya sangat menguntungkan untuk perusahaan Bima Sakti, perusahaan Radit.


"menurut mu apa perusahaan Angkasa Jaya, Perusahaan Berlian Indah, dan perusahaan Wijaya akan butuh bantuanku??"


"sepertinya tidak"


"kenapa bisa yakin??"


"maksud Bos bantuan dana atau apa??"


" iya dana, apalagi kalau bukan dana"


"kalau masalah sudah clear perusahaan mereka akan dengan mudah stabil kembali"


"menurutmu berita seperti ini akan mudah diselesaikan??"


"berita tumbang nya kedua putri Bastian dari istri pertama dan anak dari istri simpanannya saja sudah mencuat ke halaman pertama"


"iya tapi kan media memang kadang selalu membesar besarkan berita"


"tapi tumbang nya Om Bastian, Istri nya dan kedua anaknya memang benar kan??"


"menurut orang yang selalu mengikuti Bu Rinda, memang benar"


"Pak Rendi terlibat??"


"sepertinya begitu Bos"


"menarik sekali skandal keluarga mereka" Radit tersenyum sinis


"seperti sinetron, dimana ada pebinor yang tak tahu diri"


"maksud kamu apa??kamu mau aku potong gaji??"


"loh memang siapa pebinor disini??kita kan sedang membicarakan keluarga Wijaya, Mahfud dan Bastian"

__ADS_1


"Memang siapa diantara mereka yang pebinor??"


"sebut saja namanya Radit"


"Kurang ajar" Radit melemparkan bantal sofa ke arah Eko.


Eko dibuat tertawa terbahak bahak oleh bos nya yang mendadak bodoh karena seorang Rinda.


"Apa Rinda baik-baik saja?"


"menurut orang yang mengikuti nya dia hampir keguguran"


"jadi benar dia hamil??"


"sudah lah Bos, Bos itu kaya, tampan dan mapan. masa mau sama bini orang"


"hemm tapi aku suka sama wanita itu, unik dan cantik"


"terserah Bos lah, pinter cakep tapi susah di bilangin" ucap Eko pelan tapi terdengar oleh Bagas.


"bulan depan kamu tidak gajian".


Eko memilih diam dan tidak berdebat lagi dengan Bos nya.


------


Mamah Ayu sudah berada di kediamannya bersama Papah Mahfud, Mahfud juga memberitahu apa saja yang harus dilakukan Mamah Ayu besok saat konferensi pers.


"terus keadaan bastian sekarang bagaimana??"


"dia masih belum sadarkan diri"


"kasihan"


"hemmm ini buah dari perbuatannya sendiri"


"Mamah tidak pernah menyangka kalau kejadiannya akan seperti ini, kasihan Rinda dan Siska"


"hemm anak yang jadi korban"


" semoga kejadian ini menyadarkan Bastian, dan mau menerima Rinda"


"itu urusan Bastian, sudah lah jangan pikirkan Bastian. kita ikut konferensi pers untuk membersihkan namu kamu, masa Istriku dibilang selingkuh sama Bastian" ucap Papah Mahfud


-------


kediaman Mamah Sofia dan Papah Wijaya.


Mamah Sofia menghubungi Mamah Riska melalui pesan singkat, bahwa besok akan ada diadakan konferensi pers dan Mamah Sofia meminta Mamah Riska hadir dan bertemu Mamah Ayu terlebih dahulu. Dan Mamah Riska menyetujui nya.


------


kembali ke rumah Sakit dimana Rinda dan Siska dirawat.


Andra menatap Rinda yang sudah tertidur lelap, Andra merasa bersalah sempat mengacuhkan bebek nakalnya.


sekuat kuat nya Rinda, ternyata lemah tanpa Andra suaminya.


Andra mengecup kening Rinda dan punggung tangan Rinda.


tak lama Andra pun ikut berbaring diranjang yang sama dengan Rinda, Andra memeluk Rinda.


Rinda seolah menemukan tempat ternyamannya, Rinda langsung menenggelamkan tubuhnya dipelukan Andra.


Andra mencium kepala Rinda sampai akhirnya dia ikut memejamkan mata.


pukul 04.00 Rinda sudah bangun, Rinda membuka mata nya dan yang pertama lihat adalah dada suaminya.


Rinda tersenyum ternyata dia tidur didekapan Mas Andra.


Rinda menengadahkan kepalanya dan tersenyum, lalu mendekatkan bibirnya untuk mengecup leher Andra yang terbuka.


Andra merasakan kecupan Rinda yang sedikit menggigit, Andra membuka mata dan menarik tengkuk Rinda untuk terus berada didekapannya.


"Masih pagi, ini juga di rumah sakit, kalau pengen nanti dirumah"


"iiih siapa yang pengen, Mas pengen ya??"


Andra tidak menjawab hanya tersenyum, sebenarnya kalau pagi-pagi alamiahnya junior Andra akan berdiri tegak seperti monas, apalagi kalau ditambah sentuhan Rinda yang selalu membangkitkan gairahnya, tapi apalah daya kali ini gairah paginya harus dipendam.

__ADS_1


"Mas, pagi ini pasti berita keluarga ku sudah menghiasi layar televisi"


"jangan dipikirkan, Papah Akan menyelesaikannya. mereka akan mengadakan konferensi pers nanti siang jam 11.00.


"aku ga diajak?"


"kamu kan harus istrirahat" ucap Andra sambil mengelus perut Rinda. " serahkan semuanya kepada orang tua kita, mereka pasti bisa menyelesaikannya.


Rinda tersenyum saat Andra mengelus perutnya,


"baik-baik disana ya dedek janin" ucap Andra


"Iya Ayah, dedek baik-baik saja" jawab Rinda seperti suara anak kecil


Andra terkekeh mendengar jawaban Rinda. " Yank, kamu ingin anak laki-laki atau perempuan??"


"Rinda ingin anak laki-laki yang tampan seperti Mas Andra, kalau Mas??"


"laki-laki atau perempuan sama saja, yang penting sehat, tapi jangan nakal seperti kamu"


"iiih nakal tapi ngegemesin kan kan kan??"


"hehehee iya, ngegemesin dan Mas suka"


"Rinda juga suka sama Mas, yang tampan dan jaim- jaim mau"


Rinda dan Andra tertawa sambil berbaring dan berpelukan di ranjang yang sebenarnya untuk ukuran satu orang.


" Oia hari ini Mas mau ke perusahaan boleh ya?? ada hal yang harus Mas selesaikan disana"


"lama??"


"tidak, setelah urusan Mas selesai , Mas janji Mas balik lagi kesini"


" jangan so tampan sama karyawati disana"


"Iya ah bawel"


"Mas??"


"hemmm"


"jangan acuhkan Rinda lagi, jangan marah lagi, Rinda takut" Ucap Rinda sambil memeluk Andra kembali


"iya Mas, maafkan Mas ya. Kejadian kemarin tidak akan terulang lagi. Asal kamu nurut dan bisa menjaga hati Mas, Mas cemburu sama Radit. kamu paham??"


"Iya maaf Rinda ga peka, pokoknya Mas jangan ke Polres juga, ijin sama Kapolres kalau Mas nunguin istri sakit, dan habis dari perusahaan cepat-cepat kembali kesini"


"Iya iya bawel"


sebenarnya Andra bukan mau keperusahaannya tapi ingin bertemu empat mata dengan Radit.


.


.


.


.


.


.


.


πŸ€Έβ€β™€οΈπŸ€Έβ€β™€οΈπŸ€Έβ€β™€οΈπŸ€Έβ€β™€οΈπŸ€Έβ€β™€οΈπŸ€Έβ€β™€οΈπŸ€Έβ€β™€οΈπŸ€Έβ€β™€οΈπŸ€Έβ€β™€οΈπŸ€Έβ€β™€οΈπŸ€Έβ€β™€οΈπŸ€Έβ€β™€οΈπŸ€Έβ€β™€οΈπŸ€Έβ€β™€οΈπŸ€Έβ€β™€οΈπŸ€Έβ€β™€οΈπŸ€Έβ€β™€οΈπŸ€Έβ€β™€οΈπŸ€Έβ€β™€οΈπŸ€Έβ€β™€οΈπŸ€Έβ€β™€οΈπŸ€Έβ€β™€οΈπŸ€Έβ€β™€οΈπŸ€Έβ€β™€οΈπŸ€Έβ€β™€οΈπŸ€Έβ€β™€οΈπŸ€Έβ€β™€οΈπŸ€Έβ€β™€οΈπŸ€Έβ€β™€οΈπŸ€Έβ€β™€οΈπŸ€Έβ€β™€οΈπŸ€Έβ€β™€οΈπŸ€Έβ€β™€οΈπŸ€Έβ€β™€οΈ


I


love


you


all


cup cup muach muach muach....


kecup basah😚😚😚

__ADS_1


__ADS_2