
Rinda masih berada di kediaman Papah Mahfud.
Jenazah Papah mahfud dan Mamah Ayu sudah di mandikan, karena sudah larut malam, jenazah rencana di kebumikan besok pagi.
Malam itu menjadi malam yang panjang untuk Rinda.
Rinda masih duduk di samping jenazah Mamah Ayu.
Andra yang masih lengkap memakai seragam dinasnya tidak berani ngajak Rinda pulang, padahal dia sangat lelah dan ingin berganti pakaian.
Rangga yang melihat Rinda dan Andra langsung mendekati Andra.
" Dra, kamu ajak Rinda istrirahat di kamar tamu, kamu mandi dulu. Aku sudah simpan baju Aku di kamar tamu untuk kamu ganti baju" ucap Rangga.
" Terima kasih " ucap Andra
Siska pun baru datang ke rumah kediaman Mertuanya.
Siska langsung berlari kedekapan suaminya.
" Apa yang sebenarnya terjadi Mas??" tanya Siska yang Rangga tidak pulang - pulang saat dia di suruh beli pempers oleh diri nya. dan saat di telpon katanya sedang menuju puncak karena mertuanya meninggal.
" Mereka kecelakaan " ucap Rangga.
" Kasian Rinda" ucap Siska.
Siska melepaskan dekapannya kepada Rangga dan mendekati Rinda.
" Rinda adik ku" ucap Siska setengah berbisik dan mengelus punggung Rinda
Rinda melirik ke arah Siska yang duduk di sampingnya. dan langsung berhambur memeluk Siska.
" Kak, Mamah Rinda sudah meninggal. Maafkan Mamah. Maafkan semua kesalahan Mamah yang pernah hadir dikehidupan kak Siska dan Mamah Riska . Sekarang dia sudah benar - benar pergi dari kehidupan kalian. Mamah tidak akan menjadi banalu lagi" ucap Rinda terisak.
" maafkan semua kesalahan Mamah Rinda, maafkan Mamah, tolong maafkan Mamah " ucap Rinda di pelukan Siska
" Tidak ada yang perlu di maafkan karena Mamah Ayu tidak pernah bersalah ." ucap Siska.
Rinda makin terisak mendengar ucapan Siska.
" Mending kamu istirahat dulu, besok kan kamu harus ikut ke pemakaman. Kasian dedek" ucap Siska mengelus perut Rinda.
Rinda menatap mata Siska. beberapa menit mereka saling tatap.
" Kakak sayang sama Rinda??" tanya Rinda yang membuat Siska tak kuasa menahan air matanya.
" Iya, Kak Siska sayang sama kamu. Kamu adik Kakak satu - satu nya" ucap Siska sambil mengelus kepala Rinda dan mencium kening Rinda.
pemandangan yang menyedot perhatian semua pelayat di sana.
" Sekarang istirahat ya" Siska menganggukan kepalanya dan melirik ke arah Andra.
Andra mendekati Rinda.
" Ayo , istirahat dulu" bisik Andra
Rinda pun berdiri dan di bantu Andra.
Rinda membaringkan badannya di kasur kamar tamu.
" Mas Mandi dulu" ucap Andra mengelus kepala Rinda dan mencium kening Rinda yang sedang berbaring.
Rinda menerawang jauh dan bergulat dengan pikirannya sendiri.
Rinda mengingat kembali bagaimana Bastian membujuknya untuk bertemu Radit.
Sekarang Mamah Ayu sudah meninggalkan dunia ini.
" Mas Andra" gumam Rinda.
Mas Andra lah alasan kenapa Rinda bisa bertahan menghadapi dunia yang begitu tidak berpihak kepadanya.
Di saat dia menginginkan kasih sayang orang tua yang lengkap, Rinda tidak pernah mendapatkannya.
kadang Rinda merasa hidup tidak adil untuk nya sampai Mas Andra hadir dalam hidup nya dan memberikan semua keadilan tersebut.
Rinda meringkuk dan memeluk guling nya lalu menangis kembali.
Mas Andra baru saja selesai mandi dan langsung memeluk Rinda yang sedang berbaring.
Rinda langsung memeluk erat Mas Andra dan menumpahkan kembali air matanya.
__ADS_1
Andra tidak bisa bicara apa - apa lagi hanya bisa membiarkan Rinda menangis di dekapannya dan membujuknya untuk tidur.
----- ke esokan paginya.
Rinda dan seluruh keluarga Papah Mahfud menuju ke pemakaman keluarga untuk mengebumikan jenazah Mamah Ayu dan Papah Mahfud.
Rinda berusaha kuat dan mengikuti proses pemakaman Mamah Ayu.
------ Di sebuah penginapan.
Lela baru saja mengerjapkan matanya dan mencoba membuka mata yang terasa berat.
Lela melihat sosok laki - laki yang sedang membelakangi nya menatap keluar dari jendela denga sebatang rokok.
Laki - laki tersebut hanya memakai celana pendek dan bertelanjang dada.
Lela terbangun
" Siapa kamu??!!"tanya Lela dan saat bangun dia baru sadar bahwa dia dalam keadaan telanjang bulat.
Lela langsung menatik selimut dan menutupi tubuhnya.
" Siapa kamu??!!"
" Baru beberapa bulan tidak bertemu kamubsudah melupakanku"
Suara yang tidak asing di telingan Lela
" Bimo?? Apa yang sudah kamu lakukan kepadaku??"
" kenapa?? bukannya sebelumnya pun kita sudah sering melakukannya. Bahkan Aku yang mengambil kegadisanmu" ucap Bimo melempar rokok nya ke luar jendela dan berbalik ke arah Lela dan mendekati Lela.
" Tidak perlu di tutupi? setiap jengkal tubuh kamu aku sudah tahu" ucap Bimo
" Bahkan tadi malam kita sudah menyatukan tubuh kita kembali" ucap Bimo sambil merangkak ke tempat tidur dan mendekati Lela yang masih terbengong bengong mendengarkan setiap ucapan Bimo.
" kenapa??" ucap Bimo mencubit sedikit dagu Lela hingga menyadarkan Lela dengan apa yang sedang dia alami sekarang.
" Bimo, kenapa kamu melakukan ini kepadaku??"teriak Lela.
" Aku merindukanmu" bisik Bimo
Aku sudah menikah!!!" teriak Lela sambil mencoba beranjak dari tempat tidur untuk mengambil baju nya yang berserakan di lantai.
" Apa mau kamu??" teriak Lela tang sudah di kuasai Bimo.
" Jangan katakan kepada siapapun kalau kamu tahu Aku bebas, atau kejadian tadi malam akan aku beritahukan kepada Ayah dan suami kamu" ancam Bimo..
" kamu sedang mengancamku??"
" Anggap saja begitu"
" Siapa kamu sebenarnya?? kamu bukan Bimo yang Aku kenal" ucap Lela
Bimo masih menggenggam erat pergelangan tangan Lela yang ada di bawahnya.
" Aku tetap Bimo yang mencintai kamu" ucap Bimo menjatuhkan kepalanya di bahu Lela.
" Engga kamu bukan Bimo yang dulu" ucap Lela.
" Iya, dan kamu bukan Lela yang dulu" ucap Bimo kembali mengangkat kepalanya dan menatap Lela.
Cengkraman di pergelangan tangan Lela pun semakin keras sehingga si pemilik tangan meringis
" lepaskan tangan aku Bimo, kamu menyakitiku.".
" katakan kalau kamu tidak akan mengatakan kepada orang lain" ucap Bimo.
Lela memalingkan wajahnya sebelum menjawab permintaan Bimo.
" Ceritakan apa yang sebenarnya terjadi" ucap Lela tanpa melihat laki - laki yang sekarang ada di atas tubuhnya.
" Aku hanya terjebak oleh keadaan"
" Siapa yang orang yang membebaskanmu"
" Aku tidak bisa memberitahu kamu, tolong jangan katakan pada siapapun tentang kebebasan Aku" ucap Bimo mengecup leher Lela yang sedang memalingkan wajahnnya.
" Aku ingin pulang, suami ku akan pulang hari ini" ucap Lela.
" Aaaakkkhhhh!!!!" teriak Bimo dan bangkit dari atas tubuh Lela.
__ADS_1
Lela menarik kembali selimutnya dan berjalan memunguti baju nya.
Bimo yang melihat Lela mengambil baju nya langsung merampas baju Lela dan melemparkan nya kembali.
" Katakan kamu sudah tidak mencintaiku lagi" ucap Bimo
" maaf, Sekarang kita sudah tidak memiliki hubungan apa - apa. Apa yang kamu tadi malam lakukan aku tidak mengingatnya. terserah kamu kalau kamu mau menceritakan kepada Papah atau Kak Irfan suamiku. karena kamu menculik ku" ucap Lela santai.
Bimo yang mendengar ucapan Lela langsung mencengkram bahu Lela.
" jadi kamu ingin aku melakukannya lagi agar kamu mengingat nya" ucap Bimo sambil mendorong tubuh Lela hingga terpental kembali ke tempat tidur
Kini Lela sudah di kuasai kembali oleh Bimo.
Cukup lama Lela manatap mata itu, mata yang penuh penyesalan dan kesedihan.
" Aku mohon" ucap Bimo dengan mata berkaca - kaca dan memeluk Lela.
saat tidak mendengar ucapan Lela Bimo mencoba membuka selimut yang menutupi tubub Lela, dan menurunkan sedikit celananya.
" Boleh Aku melakukannya lagi?" tanya Bimo.
" Aku tidak akan menceritakan kepada siapapun, tapi tolong jangan pernah lakukan kesalahan lagi. Siapapun yang menolong kamu samapi bebas. Dan apapaun alasan kamu sampai mau jadi pengedar. Aku mohon berubahlah"
Bimo yang mendengar ucapan Lela membenarkan lagi celananya dan menutupi kembali tubuh Lela.
" berubah untuk siapa?? wanita yang Aku cintai sudah menjadi milik orang lain." ucap Bimo dan terduduk di tempat tidur tersebut
Lela bangkit dari tempat tidur tanpa di tutupi selimut lagi.
Lela memunguti baju nya dan mulai memakai pakaiannya kembali.
Bimo menatap Lela dengan sendu
" maafkan Aku " ucap Bimo yang di acuhkan oleh Lela.
Lela tahu Bimo tidak melakukan apa - apa terhadap tubuhnya tadi malam, Bimo hanya menggertaknya.
Kalau pun Bimo tadi malam melakukannya, barusan bisa saja Bimo memaksanya tanpa meminta ijin.
Setelah memakai pakaiannya Lela mendekati Bimo dan terjongkok dan di hadapan Bimo.
" Apapun yang tidak aku ketahui tentang kamu di belakangku. Aku ingin kamu menjadi Bimo yang baik yang pernah di cintai seorang Lela" ucap Lela menggenggam tangan Bimo.
Bimo mengecup kening Lela.
" Aku tidak akan mengganggu lagi kehidupan kamu" ucap Bimo.
" terimakasih " ucap Lela
" Aku akan meganggap kita tidak pernah bertemu hari ini dan kemarin, Aku juga akan menganggap kalau Aku tidak pernah ke lapas dan tidak pernah mencari kamu" ucap Lela kemudian sambil berdiri dan mengambil tas nya hendak kembali ke kediamannya.
" Lela!!!" ucap Bimo menahan Lela yang hendak pergi meninggalkannya.
" Terima kasih" ucap Bimo.
"Semoga kehidupan kamu ke depannya lebih baik" ucap Lela
" Terimakasih pernah hadir di kehidupanku" ucap Bimo.
Lela pun menganggukan kepalanya dan keluar dari kamar tersebut .
----- Lela mengecek ponselnya untuk mengetahui keberadaan dia dimana dan memesan taxi online.
" Astaga Bimo kamu menculik Aku sampai ke Bandung" gumam Lela saat mengetahui dirinya ada di Bandung.
Lela berharap Kak Irfan belum tiba di kediaman mereka saat Lela belum sampai ke rumahnya.
.
.
.
.
.
😂😂🤸♀️🤣🤣🤣🤣
Jangan lupa like vote
__ADS_1
komentar🤗🤗🤗
maaf kalau masih banyak Typo