
Readers yang baik hati...jangan lupa vote💋like💋komentar🤸♀️🤸♀️🤸♀️🤸♀️🤸♀️🤸♀️untuk pasangan Andra dan Rinda😅😅😅maaf banyak mintanya.i love you all
-------------
.
.
.
.
.
tolong jawab....siapa Rinda??!
"dia anak mantuku" ucap Wijaya
kemudian Riska melirik ke arah Mahfud.
"dia calon anak sambungku...aku dan ibu nya akan menikah" ucap Mahfud.
"bukan jawaban itu yang aku inginkan...aku tahu kalian menyembunyikan sesuatu"
"Apa maksudmu Ris??"
"dia anak Bastian kan?dan kalian tahu itu...aku bukan wanita bodoh...lihat lah wajah nya begitu mirip Siska karena mereka memiliki ayah yang sama...benarkan????benar begitu???tolong jawab...tolong yakinkan bahwa dugaan ku benar." Riska mengurai air matanya.
"Riska...aku harap kamu bisa menerima kenyataan ini...tapi Ibunda Rinda sudah ditalak 3 oleh suami mu...dia tidak akan mungkin mengganggu hubungan kalian..aku akan segera menikahinya" bela Mahfud.
"jadi benar dugaanku???benar bahwa anak mantumu anak suami ku???jawab Wijaya!!!!"
"Iya...Ris...memang benar.Rinda adalah anak Bastian yang terbuang,Bastian tidak pernah menginginkan Rinda.percayalah...hanya Siska yang Bastian sayangi"
Riska terus menangis..."pantas suamiku sampai tidak sadarkan diri...ini yang membuatnya shock berat.
"lebih baik kalian pulang...jangan sampai suamiku sadar melihat kalian dan merusak suasana hatinya...tolong tinggalkan kami" ucap Riska.
"apapun yang kamu ketahui hari ini,jangan terlalu dipikirkan Ris"
"apa maksud kamu Fud???aku hanya memikirkan bagaimana caranya suamiku sadar....tentang dia,tentang masalalu dia sebenarnya aku sudah tahu dari dulu,hanya aku tidak punya bukti apa-apa.suamiku pandai menyembunyikannya rahasianya.
"kamu memang wanita yang hebat...kamu memang wanita yang paling pantas mendampingi Bastian" Wijaya menepuk bahu Riska."
"aku pastikan Rinda tidak akan merubah kepemilikan Siska terhadap kekayaan Bastian.Rinda sudah menjadi bagian keluarga Wijaya."
"kotor sekali pemikiran mu terhadapku Wijaya....aku bukan wanita yang gila harta....aku dilahirkan dari keluarga kaya dan berkecukupan.aku disini seorang ibu dan seorang Istri.sama halnya Rinda dan ibu nya...kami semua hanya korban keegoisan Bastian.jangan samakan aku dengan Bastian.
"Maaf Ris...bukan maksud ku menyinggung mu."
"seharusnya kalian tidak berbuat seperti ini kepada suamiku....kalian tidak ada hak apa-apa menghakimi suamiku.kalian sahabat macam apa??bukannya kalian sudah kenal lama.sudah tahu sifat dan karakter masing-masing...kenapa kalian melakukan hal ini kepada suamiku??!!!kenapa!!!! Riska terisak dan berteriak kepada Wijaya dan Mahfud.
"maafkan kami tidak bermaksud membuatnya seperti ini...kami hanya ingin Bastian sadar atas apa yang sudah dia lakukan kepada Rinda anaknya" ucap Wijaya.
"kalian sudah keterlaluan...betapa buruknya suamiku dihadapan kalian dia tetap suamiku"
"Ris sekali lagi kami minta maaf!!!"
"pergi kalian!!!!" Riska mengusir Wijaya dan Mahfud
-----------
didalam mobil...Mahfud yang mengemudikan mobil nya.
"apa menurutmu aku berlebihan Fud??"
"aku rasa tidak...mungkin Riska hanya meluapkan emosinya tentang kebenaran siapa Rinda sebenarnya"
"Aku hanya ingin membela anak mantuku...anak yang tidak pernah diinginkan Bastian.apa menurutmu Bastian akan segera sadar??"
"tentu saja...peran antagonis tidak akan mati begitu saja" ucap Mahfud melirik ke arah Wijaya sambil tersenyum.
"semoga saja dia segera sadar...."
"walau sadar juga dia akan tetap pada keangkuhannya"
"sejak dulu dia angkuh dan sombong. .merasa diri paling benar"
"iya...itulah..sahabat kita,seorang Bastian"
Wijaya dan Mahfud tertawa bersama.
------
sesampai dihotel...nanti kita bertemu di bandara...
"oke Fud...terimakasih.." Papah Wijaya telah turun dari mobil papah Mahfud dan melambaikan tangan saat Mahfud menjalankan mobilnya.
-----
Papah wijaya melihat Mamah Sofia sudah berkemas...persiapan untuk kembali keJakarta.
"Pah...apa yang terjadi dengan Bastian??"
"katanya dia shock berat...belum sadarkan diri"
"waduh...jangan-jangan pas sadar Bastian defresi lalu gila Pah...haaaaaa Papah salah satu tersangka yang membuat Bastian gila."
"jangan ngaco deh Mah...orang sombong seperti Bastian tidak mungkin langsung gila..."
__ADS_1
"siapa tahu pas bangun benar-benar defresi atau hilang ingatan.buktinya dia belum sadarkan diri Pah"
"mungkin dia lelah"
Mamah sofia terkekeh mendengar ucapan Mamah Sofia.
"kita tidak pamit dulu sama Rinda dan Andra??"
"jangan ganggu mereka Pah ..biarkan saja...besok juga mereka pulang ke Jakarta...biar cepet-'cepet ngasih cucu sama kita."
Papah Wijaya tersenyum melihat Mamah Sofia yang tersenyum dan menaik turunkan alis matanya.
-------
pukul 16.00
Kamar Rinda dan Andra
"Andra terlihat dengan kemenangannya...dia berhasil menghajar Rinda kembali entah keberapa kalinya.
Rinda di buat lunglay oleh Andra..."Mas....Rinda ampun...ga godain Mas lagi"
"untuk hal ini tidak ada ampun yank"
"Badan Rinda sudah berasa digebugin orang sekampung Mas...sakit semua" ucap Rinda masih membaringkan badannya .sedangkan Andra sudah mandi kembali dan terlihat segar.
"bangun dong...jalan-jalan sore" ajak Andra
"lemes Mas..."
"kalau kamu tidur terus Mas temani kamu lagi..."
"aaaahh iya jangan-'jangan..." Rinda langsung bangun dengan tubuh polosnya langsung menuju kamar mandi..
Andra terkekeh melihat bagian-bagian tubuh Rinda tambak jelas bekas keganasannya.
selesai mandi Rinda memakai pakaiannya dan berniat menghubungi Lela juga Nisa agar mau jalan-jalan dipantai sama-sama.
#chat trio kolang-kaling
Rinda : guys...ketemu dipantai
Lela : kita sudah di Jakarta
Rinda : wooowww jaharaaaaa...
Nisa : besok kita kuliah...tugas magang ingat dong..kita magang di firma hukum milik bokap Lela
Rinda : 🤣 tolong handle tugasku
Lela : 🤸♀️🤸♀️🤸♀️🤸♀️
Nisa : 🏃♀️🏃♀️🏃♀️🏃♀️
"teman-'teman aku ih..." Rinda berdecak kesal saat Andra merebut dan mengecek ponselnya.
Mana ponsel kamu Mas....aku belum razia ponsel kamu..
Rinda berdiri dan menempelkan tubuhnya ke tubuh Andra yang berdiri.sedangkan tanggannya menjamahi saku celana Andra.
Andra menelan air liurmya saat tangan Rinda menjamah saku bagian belakang dan depan...bukan karena takut akan isi ponsel...tapi karena sentuhan Rinda membangkitkan kembali naluri hewaninya.
Rinda sudah menemukan ponsel Andra yang berada disaku depan...Rinda mengambilnya dan membukanya.
"razia saja....tidak ada yang aneh" Andra berbisik ditelinga Rinda dan mendekap Rinda dari belakang.
Andra mengecup leher Rinda dan menggigit telinganya..sama halnya yang selalu dilakukan Rinda terhadapnya sebelum mereka menikah.
"Ayo jalan-jalan..lihat sunset.." ucap Rinda saat merasakan ada yang bergerak dibokongnya..sambil melepaskan pelukannya Andra.
"yuk...Rinda menarik tangan Andra dan keluar kamar hotel"
"yank dia bangun"
"nanti juga tidur sendiri...heran tidak ada ngantuknya ya adik kamu...sedikit sedikit bangun...nempel dikit bangun...kena sentuhan dikit bangun"
"eeemmmmm" Mulut Rinda yang ngoceh langsung dibekap oleh tangan Andra.
"ssst jangan ngoceh terus...malu didengar orang" bisik Andra dan tetap mendekap pundak Rinda untuk berjalan bersama keluar dari hotel
------------
mereka telah berada di bibir pantai...Andra menggenggam erat tangan Rinda.
"Mamah sama Papah Mas sudah ke Bandara dan kembali ke Jakarta..."
"iya..tadi juga Mamah kirim pesan...malah kata Mamah bareng sama om Mahfud juga."
"syukurlah" ucap Andra.
"Rinda....!!".
tiba-tiba ada yang memanggil Rinda...
Andra dan Rinda melirik ke arah suara.
Rinda tampak berfikir sejenak saat sosok laki-'laki tampan tinggi san berotot berada dihadapannya.
"siapa??" tanya Rinda heran...
__ADS_1
"ya ampun kamu sudah lupa...ini aku...Kak Irfan...kakak kelas kamu waktu SMA
Rinda membulatkan matanya ..kenapa sosok Kak Irfan yang dulu tidak pernah menarik perhatiannya sama sekali kini malah terlihat sangat sempurna.
"Kak Irfan???"
iya...apa kabar kamu Rin...mana Lela dan Nisa??
"Kabar baik..."
ehemmm..." Andra berdehem
Eh Kak Irfan...kenalkan ini suami Rinda...
Rinda mengeratkan tangannya dilengan Andra dan menyimpan kepalanya di bahu Andra.
"benar kamu sudah menikah?" Irfan sedikit tidak percaya.
"kemudian Andra menarik shal yang melingkar dileher Rinda.
Irfan membelalakan matanya saat melihat beberapa tanda merah dileher Rinda.
"selamat buat pernikahan mu Rin..."
"terimakasih Kak..." ucap Rinda.melambaikan tangannya kepada Irfan yang berlalu meninggalkan mereka.
"jadi itu laki-laki yang kamu dan Renata rebutkan???"
"hellooooooo..tolong di ulang...Rinda tidak pernah ya merebutkan kak Irfan sama Renata...
eh Rena tahu tidak ya.
kalau Kak Irfan sekarang semakin tampan??"
Andra menatap Rinda tak percaya mengatakan pria lain tampan..
"hehehe..tapi suami Rinda tetap yang paling tampan..kembalikan Shal nya...sudah dilihat ko sama Kak Irfan tato yang Mas bikin"
"sudah tidak usah ditutupi...agar semua tahu kita sudah menikah"
"iikkh norak"
Andra terkekeh dan berlari meninggalkan Rinda...Rinda langsung mengejarnya dan melompat kepunggung Andra...Andra memutar mutar tubuhnya sambil menggendong Rinda dipunggungnya menyusuri sore dipinggir pantai..
"i loveee youuuuu my hubby Andra Wijaya...."teriak Rinda.
"I love youuuu moreeeee bebek nakal ku"
"eeemmhhh Bebek nakal lagi...janji tidak akan nakal lagi Mas..." Rinda mengeratkan lengannya dileher Andra dan mencium pipi Andra dari belakang.
Mereka satu malam lagi honeymoon di Bali.besok pagi mereka kembali ke Jakarta dan melakukan aktivitas mereka seperti sebelumnya.
--------
Rumah sakit
"Papah belum sadar juga Mah??"
"belum sayang..."
"Mah..Siska dan Mas Rangga mau pindahkan perawatan Papah ke Jakarta saja..."
Riska berfikir sejenak dan menyetujui permintaan Siska.
"sayang...sekarang mana suami kamu??"
"Mas Rangga lagi menghubungi pihak Rumah sakit untuk membantu memindahkan perawatan papah ke Jakarta.
"sayang....ada hal yang ingin Mamah bicarakan tentang Papah kamu"
"apa Mah??" Siska melihat wajah Mamah nya dengan seksama...Siska melihat gurat lelah dan kesedihan di wajah Mamahnya.
"Apa yang ingin Mamah bicarakan...bicaralah Mah"
Siska menggenggam tangan Mamah nya.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
guysssss bantu vote.like dan komentar yaaaaaa...biar ranking nya naik terus...dan nyai author smangat up🤸♀️🤸♀️🤸♀️🤸♀️🤸♀️🤸♀️
__ADS_1
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣i love you all
tanpa kalian apalah aku....💋