Hey Polisi,Razia Aku!!!

Hey Polisi,Razia Aku!!!
A&R 82


__ADS_3

seperti janji akoh, update nya double atau triple ya🤭🤭🤭🤭


tadinya mau update senin, tapi dapat wangsit agar update pagi ini🤸‍♀️🤸‍♀️🤸‍♀️🤸‍♀️🤸‍♀️🤸‍♀️🤸‍♀️🤸‍♀️


semoga suka..💞💞💞💞💞


------------


pukul 09.00


Andra sudah berada diperusahaan Berlian Indah, saat itu Andra datang ke perusahaan Berlian Indah dengan seragam polisi lengkap, karena sebelumnya dia telah mengikuti apel pagi di Polres dan meminta ijin untuk menemani istrinya di rumah sakit, setelah mendapatkan ijin Andra langsung menuju perusahaan Bima Sakti.


"Ada yang bisa saya Bantu Pak??" tanya resepsionis yang merasa heran dengan kedatangan polisi ke perusahaan atasannya.


"saya sahabat pemilik perusahaan ini, saya ingin bertemu beliau"


"apa anda sudah membuat janji sebelumnya Pak??"


"sudah, tolong bilang sama atasan Anda kalau wakil dirut Wijaya Grup sudah datang"


Resepsionist tersebut terlihat heran," apa polisi ini sedang bercanda??"


"kenapa bengong?? tolong beritahu saya dimana ruangan atasan kamu"


" sebentar Pak, saya hubungi dulu asistennya"


tak lama resepsionis mengangkat gagang teleponnya guna menghubungi Eko


"Pak Eko, ada seorang Polisi katanya wakil dirut Wijaya gruo ingin....


"suruh seseorang mengantarkannya keruangan Pak Radit" jawab Eko sebelum resepsionis tersebut menyelesaikan ucapannya Eko sudah mendahului menjawab.


"Baik Pak" ucap Reseosionist tersebut, sambil meminta salah satu keamanan perusahaan mengantarkan Andra.


Andra dengan gagah dan percaya diri berjalan menuju ruangan Radit, sebenarnya emosinya sudah di ubun-ubun. Tapi dia berusaha mengendalikannya demi wanita yang dicintainya. Iya demi Rinda Ayu Lestari yang sedang mengandung anaknya, Andra terus meredam emosinya.


-----


" resepsionis bilang ada yang mencarimu"


"siapa Ko??"


" siapa lagi kalau bukan laki-laki yang istrinya mau kamu rebut"


"wakil dirut Wijaya grup??"


"hadeuhhh, berarti benar bos berniat merebut Rinda dari Pak Andra??"


"Memang aku selama ini ada tampang main-main??"


"sudah lah, Pak Andra sedang menuju kesini. Apa Bos perlu asisten dalam menyambutnya??"


"Iya temani aku disini" ucap Radit


tak lama pintu ruangan Radit diketuk, Eko yang ada didalam ruangan Radit langsung membuka pintu ruangan Radit. Eko tercengang saat melihat Andra yang menggunakan seragam polisi, lain halnya Radit yang sudah tahu saat pertemuan mereka di restaurant.


"Pak Andra silakan masuk" ucap Eko membuka pintu selebar lebarnya.


"Selamat datang Pak Andra, suatu kehormatan untuk saya Pak Andra berkenan berkunjung ke perusahaan saya" ucap Radit berdiri dari duduknya dan menghampiri Andra.


"Silakan duduk Pak Andra" Eko mempersilakan Andra untuk duduk.


Kemudian Radit menyodorkan tangan kepada Andra, Andra pun menjabat tangan Radit .


"silakan duduk" ucap Radit


"Pak Andra ada yang bisa saya bantu untuk perusahaan Anda??"


"Apa Anda membutuhkan dana untuk perusahaan Anda??".


" Saya juga sudah melihat dan mendengar berita tentang keluarga Anda dan keluarga Om Bastian"


Ucapan Radit tanpa menunggu jawaban dari Andra.


"Maaf Pak Radit saya ingin berbicara empat mata dengan Anda" ucap Andra dan melihat Eko dengan ujung matanya.


Radit memberi kode dengan menganggukan kepala saat Eko melihat ke arah Radit.

__ADS_1


Andra melihat Eko meninggalkan Radit dan Andra diruangan tersebut.


kini Andra dan Radit sudah berdua dan saling tatap.


"Pak Radit, maksud saya datang kesini bukan untuk meminta Anda membantu kami menyelesaikan masalah keluarga kami yang sedang menjadi trend topik berita bisnis, atau meminta bantuan dana dari perusahaan Anda"


"lalu apa maksud Anda jauh-jauh datang keperusahaan saya?" tanya Radit pura-pura bodoh.


"Pak Radit, dengan tidak mengurangi rasa hormat saya kepada Anda. Tolong Anda jaga pandangan Anda kepada Istri saya, perlu Anda ingat kembali bahwa Rinda adalah Istri saya"


"hahahaha Pak Andra takut Istri Anda berpaling kepada saya??"


" saya tidak takut Istri saya berpaling kepada Anda, Istri saya sangat mencintai saya dan dia sedang mengandung anak saya"


"kalau begitu Anda tidak perlu repot-repot datang kemari"


" Saya kesini datang baik-baik Pak Radit, tolong Anda Bayangkan kalau seandainya saya di posisi Anda. Apa anda akan membiarkan Istri Anda saat didekati laki-laki lain??"


pertanyaan Andra tidak bisa dijawab oleh Radit, tentu saja mungkin dia akan lebih-lebih dari yang Andra lakukan, mungkin Radit dengan segala kekayaan dan kekuasaannya melakukan hal-hal yang lebih buruk dari Andra.


" kalau begitu saya permisi Pak Radit, terimakasih untuk waktu Anda. saya harap Anda mengerti dengan ucapan saya" ucap Andra sudah berdiri dan menuju pintu keluar.


tiba-tiba Radit berdiri


"Pak Andra"


Andra melirik kembali saat Radit memanggilnya.


"Pak Andra, saya sangat menyukai Istri Anda, bisakah kita bersaing secara sehat??"


Andra mengerutkan keningnya, Andra sangat heran dengan ucapan Radit.


" Saya akan menjauhi Rinda kalau Rinda yang meminta" ucap Radit kembali.


" Maaf Pak Andra jika ucapan saya sedikit lancang, saya sudah terbiasa mendapatkan apa yang saya inginkan" ucap Radit.


"Buuuug" satu tonjokan mendarat diperut Radit hingga Radit mundur dari posisi berdiri


"hahahahaha....terimakasih Pak Andra." ucap Radit memegang perutnya yang kena tonjokan Andra.


Andra tidak banyak bicara langsung meninggalkan Radit dan membanting pintu ruangan Radit dengan sangat keras. Hingga mengagetkan sekertaris dan Eko yang ada di depan ruangan Radit.


Andra ingin segera menemui Rinda di rumah sakit dan meminta Rinda untuk tegas kepada Radit, dan meminta Rinda untuk jaga jarak dengan Radit.


--------


Rumah sakit


Mamah Riska sudah berada di ruangan dimana Bastian dirawat.


Papah Bastian baru saja sadar.


"berapa lama aku tidak sadar??"


"satu malam Pah" jawab Mamah Riska


"Bagaimana keadaan perusahaan sekarang setelah berita tersebut tersebar??"


"perusahaan sedikit terguncang, tapi Wijaya dan mahfud siang ini akan mengadakan konferensi pers di perusahaan milik Mahfud."


Riska, maafkan aku. Berita tersebut memang benar, aku pernah menikah siri dengan Ayu Istri Mahfud, dan Rinda memang anak Aku"


"Aku sudah tahu dari 20 tahun yang lalu saat Rinda lahir" ucap Mamah Riska.


"Kamu tahu aku pernah menghianatimu??"


"Aku tahu semuanya, kamu tidak menghianati ku. karena memang kalian saling mencintai sebelum kamu menikahiku" ucap Mamah Riska menundukan kepalanya.


"Riska maafkan Aku" ucap Bastian yang merasa bersalah kepada Mamah Riska, karena pada kenyataannya Mamah Riska sudah mengetahui kebusukannya.


"Aku juga minta maaf karena telah menjadi orang ketiga diantara kamu dan Ayu"


"Aku beruntung mendapatkan pendamping yang baik dan sabar seperti kamu Riska"


Riska tersenyum dan tidak ingin terlarut-larut dalam masa lalu suaminya itu.


"Pah, Siska sudah melahirkan. Anaknya laki-laki" ucap Riska mengalihkan pembicaraan

__ADS_1


"Bukannya Siska harusnya melahirkan bulan depan??"


"Siska jatuh dikamar mandi dan doker menyarankan untuk melakukan operasi untuk menyelamatkan anak yang dikandung Siska. karena Siska tidak sadarkan diri. Siska juga sempat dinyatakan meninggal dunia"


"Apa??" ucap Bastian pelan dan memegang kembali dadanya.


"Apa yang terjadi saat aku tidak sadar??"


"Rinda juga pingsan dan hampir keguguran karena stres dan tertekan"


Bastian tidak menanggapi saat mendengar berita tersebut


"Siska dan Rinda dirawat di rumah sakit yang sama"


"Apa bayi Siska baik-baik saja" tanya Papah Bastian mengalihkan pembicaraan.


"Bayi Siska masih diruangan khusus dan dalam pantauan dokter karena terlahir prematur."


Bastian memejamkan mata dan menangkup dadanya oleh tangan yang tidak terdapat infusan.


"Aku ingin istrirahat" ucap Bastian


Riska pun beranjak dari duduk nya dan keluar menemui Aryo.


"Aryo, tolong jaga Bastian. Aku mau menemui Sofia dan ikut konferensi pers" ucap Mamah Riska kepada Aryo.


Aryo hanya membungkukan badannya. tanda dia menyetujui permintaan Riska.


tak lama Riska langsung meninggalkan tumah sakit dan menuju perusahaan Berlian Indah milik Papah mahfud. dimana akan diadakan konferensi pers siang nanti. dan Mamah Sofia meminta Mamah Riska untuk datang sebelum konferensi pers. karena Papah Wijaya, Papah Mahfud dan juga kuasa hukum Om Rio akan mendiskusikan dulu apa yang akan mereka sampaikan kepada media.


Dimana Mamah Ayu dan Mamah Riska yang akan diajak konferensi pers tersebut.


-------


pertemuan Mamah Ayu dan Mamah Riska.


konferensi pers akan dilakukan di perusahaan Wijaya.


disebuah ruangan rapat.Papah Wijaya. Papah Mahfud. Mamah Sofia. Om Rio. Mamah Ayu.


kemudian sahabat Rinda Lela. Nisa, dan Kak Irfan juga sudah duduk di ruangan tersebut.


mereka sudah berdiskusi sejak pagi untuk mengahadapi media, tak lama Mamah Riska mengetuk pintu ruangan dan masuk kedalam ruangan.


"maaf terlambat" ucap Mamah Riska.


seketika orang yang ada diruangan tersebut melirik ke arah datang nya Mamah Riska.


Mamah Ayu sangat tegang, menebak nebak apa yang akan Riska lakukan setelah mengetahui bahwa suaminya pernah menduakan cinta dan waktunya dengan dirinya.


.


.


.


.


.


.


.


.


🤸‍♀️🤸‍♀️🤸‍♀️🤸‍♀️🤸‍♀️🤸‍♀️🤸‍♀️🤸‍♀️🤸‍♀️🤸‍♀️🤸‍♀️🤸‍♀️🤸‍♀️


double ya...


next episode secepatnya.


i


love


you

__ADS_1


all


mmmmuuuaaaaaaaaaaacccchhhh💋💋💋💋💋💋💋💋


__ADS_2