
🤭🤭🤭🤭haaay kesayanganku semua. Berjumpa lagi sama akoh🤸♀️🤸♀️🤸♀️🤸♀️🤸♀️🤸♀️
Lanjut ya...
Maaf kalau semakin nyebelin dan pengen nampol kelakuan Rinda n the gengs🤣🤣🤣
Rinda dan Nisa lagi terserang suatu penyakit yang menular🤪
--------------
Lela baru saja meninggalkan lapas di mana seharusnya Bimo menjalani hukuman akibat perbuatannya mengedarkan narkoba di kampus tempat mereka kuliah dulu.
Lela memberikan kue ulang tahun yang di siapkan untuk Bimo kepada penjaga Lapas.
Tidak mungkin di membawa kue ulangvtahun tersebut ke Firma hukum atau membuangnya.
Lela masuk kedalam mobil nya dengan beribu pertanyaan.
" Kenapa Bimo bisa bebas??? Siapa backing nya?? pasti bukan orang sembarangan." guman Lela
" Apa Rinda dan Lela harus tahu ini???" gumam Lela kemudian.
" Kalau Rinda dan Nisa tahu, aku ketahuan dong diam - diam menemui Bimo " gumam Lela kemudian sambil mengemudikan mobil nya.
" Dulu Bos Rangga pernah ikutan balapan liar dan memberikan hadiah cukup pantastis kepada Rinda, apa Bos Rangga juga terlibat??" gumam Lela.
" Tapi Bos Rangga dulu pernah di mintainketerangan juga oleh Azka hanya sebatas saksi"
" Tapi kalau di lihat dari sisi keuangan Bos Rangga, Perusahaan Berlian masih di bawah Perusahaan Wijaya milik Mas Andra"
" Kamu dimana sekarang Bimo ???? " gumam Lela kemudian.
" Kematian Nando jangan - jangan bukan over dosis "
" Aaakkkhhh kenapa jadi begini " ucap Lela.
Sampai pertanyaan - pertanyaan berkeliling di kepalanya Lela telah sampai di Firma hukum nya.
" Nisa belum kembali ??" tanya Lela kepada Mba Lasmi
" Belum "
" Syukurlah " ucap Lela
" Kenapa??"
" Tidak apa - apa " jawab Lela langsung merebahkan diri di sofa.
Tak lama ponsel Lela berdering, dan ternyata suaminya Kak Irfan.
Kak Irfan sudah tiga hari di luar kota. Kak Irfan di luar kota sampai kasus klien nya selesai.
" Kak " jawab Lela sambil tersenyum menjawab video call suaminya.
" Lagi apa ??"
" Di kantor, cuma berdua sama Mba Lasmi " Lela mengarahkan kamera kepada Mba Lasmi.
" Kangen " ucap Kak Irfan
" Cepat pulang"
" Iya setelah kasus nya selesai Kakak akan cepat pulang "
Tak lama mereka ngobrol Kak Irfan menyudahi panggilannya.
" Ya Ampun berdosa nya Aku " gumam Lela kemudian yang diam - diam sudah menemui Bimo.
" Kak Irfan yang mengangkat derajatku " gumam Lela kemudian.
" Mba, Lela pulang duluan ya " ucap Lela tepat di waktu jam makan siang "
" Oke " Jawab Lela, haaaa Kantor milik Bokap sendiri.
" Kalau mba Lasmi mau pulang, pulang saja " ucap Lela kemudian.
" Haahhaa enggalah masih ada pekerjaan" tambah Lasmi.
---------
Polres
Azka baru saja menuntaskan hasrat nya dengan solo karier dikamar mandi polres.
Rencana besok Azka dan Nisa akan mulai mengurus nikah Kantor.
Azka lebih terlihat segar karena telah mandi, dia juga telah mengganti pakaian yang dia gunakan dalam penyergapan semalam dengan seragam polisi nya.
" Makan siang sekarang??" tanya Nisa sambil merapikan kerah seragam Azka.
" Iya, cape banget Nis. lebih cape dari penyergapan semalam."
" Cape??" tanya Nisa mengerutkan keningnya.
__ADS_1
"Hhheeemm cape, melakukan pengeluaran sendiri dengan seluruh tenaga dalam. Solo karir Nis dikamar mandi " ucap Azka.
Nisa langsung memukul pelan dada bagian kanan Azka dengan sebuah kepalan tangan.
" Awww sakit Nis"
" Perasaan pelan" Nisa langsung mengusap dada Azka.
" Hhemmm tadi malam kena tonjokan pas penyergapan"
" Mau ke dokter??" Nisa panik
" Tidak perlu, peluk saja " ucap Azka.
" Hemmm nyari alasan pengen dipeluk " ucap Nisa.
Tak lama Pintu Azka diketuk kembali, ternyata Alinda yang masuk.
Nisa langsung melingkarkan tangannya di pinggang Azka dan menyimpan kepalanya di bahu Azka.
" Bang, tolong tanda tangan dulu. Surat pengantar cuti saya dua hari " ucap Alinda.
" Oke " ucap Azka yang kesulitan berjalan ke arah meja nya karena Nisa terus nemplok di tubuhnya.
Alinda di buat ingin tertawa dengan kelakuan Nisa.
" Busyet deh, berlebihan " gumam Alinda.
" Eeemmmhh tertawa saja tidak perlu di tahan, Elu pasti kan belum punya pacar??? jadi tidak tahu rasa nya siaga 1 Antisipasi pelakor " gumam Nisa memicingkan mata ke arah Alinda.
" Nis, Abang susah nanda tangan nya." ucap Azka kepada Nisa yang nempel di sebelah kanan tubuhnya.
" Nanti peluk lagi " ucap Azka sambil tersenyum menatap Nisa.
Nisa melepaskan pelukannya, Alinda semakin terkekeh.
" Bang Azka dari bau - bau nya calon Sutakis juga. Sama seperti Pak Andra" gumam Alinda.
" Ini Lin, sudah di tanda tangan "
" Terimakasih Bang" ucap Alinda sambil mengedipkan sebelah matanya.
Nisa yang melihat sampai melotot dan membuka mulut nya.
Nisa melirik Azka dan sedang tersenyum.
Sekuat tenaga Nisa meninju lengan Azka.
" Awww sakit sayang "
" Rinda sih cemburu nya berlebihan" ucap Azka.
" Wajarlah, mempertahankan apa yang menjadi milik kita"
" Iya wanita selalu benar " ucap Azka menyentil hidung Nisa
" Jadi makan siang tidak ??"
" Jadi sayang, kan kamu dari tadi yang ngajak debat " ucap Azka meraih jemari Nisa.
" Harus berterima kasih kepada Rinda, pasti Nisa kesini gara - gara di komporin Rinda " gumam Azka sambil tersenyum keluar ruangan dengan tangan tak lepas menggenggam tangan Nisa.
---------
Andra masih berkutat dengan dokumen - dokumennya.
Rinda pun masih anteng selonjoran di sofa dengan memainkan ponselnya.
" Mas, Papah kirim pesan sama kamu. katanya pesan Papah tidak di baca"
" Mas masih sibuk"
" Kata Papah, Grace mau ke rumah nganterin berkas yang memerlukan tanda tangan kamu Mas"
" Suruh antarkan kesini " ucap Andra masih sibuk dengan dokumen kasus yang sedang dia tangani.
" Ketemuan di luar saja yuk, Rinda lapar. ini jam makan siang " ucap Rinda bangkit dari sofa dan mendekati meja Andra.
" Ya udah sebentar lagi " jawab Andra masih sibuk dengan pekerjaannya.
Rinda langsung duduk di meja sebelah berkas - berkas yang sedang di pelajari Andra.
Rinda duduk di meja awalnya biasa, kemudian dengan posisi tumpang kaki yang menyibakan gaunnya dan memperlihatkan sedikit paha nya.
Andra tersenyum dan menutup berkas - berkasnya lalu menarik gaun Rinda agar menutupi paha Rinda yang terbuka.
Mas Andra merentangkan tangannya dan menyenderkan punggung nya di kursi nya.
Melihat tangan Mas Andra yang terbuka Rinda langsung duduk di pangkuan Andra dan ikut menyenderkan punggung nya di dada Mas Andra. Kepala Rinda menyender di kursi yang sama dengan Andra, sehingga Andra dengan leluasa mengendus leher jenjang Rinda.
Tangan Andra mulai maju kedepan dan mulai memeluk perut Rinda, mengusapnya perlahan sambil memberikan kecupan kecupan panas di leher Rinda.
" Dedek Janin lagi apa??"
__ADS_1
" Lagi kangen Daddy "
" Nanti malam Daddy ajak dedek main "
" Assiiik"
Rinda merasakan sesuatu mulai bangkit di bokongnya. Iya saat itu pantat Rinda tepat menduduki milik Mas Andra.
Beberapa detik yang lalu Andra masih memeluk dan mengusap perut Rinda.
Tapi lama - lam tangan itu maju ke atas dan menangkup dada Rinda.
" Makin besar ya " bisi Andra di telinga Rinda.
Rinda yang masih terbuai sentuhan Andra begitupun Andra yang yang sedang melepas lelahnya dengan menciumi aroma tubuh istrinya tidak sadar bahwa pintu ruangan mereka di ketuk seseorang dan sudah terbuka.
" Ooooppps maaf mengganggu " ucap Alinda, saat itu Alinda ingin tertawa jungkir balik saat melihat atasannya sedang duduk di kursi jabatannya dan Istrinya ikut duduk dikursi yang sama. kursi yang muat untuk satu orang dan mereka sedang bermesraan.
Alinda melihat tangan Pak Andra yang masih menangkup di dada Istrinya.
" Maaf Pak menganggu " ucap Alinda.
" Ada apa Lin??" tanya Andra dan menggeser tubuh Rinda agar duduk di sebelah pahanya. Kalau menyuruh Rinda turun dari pangkuannya maka hal buruk akan terjadi.
" Saya cuti dua hari, Bang Azka sudah menandatangani surat jalan nya. Ini berkas - berkas informasi tambahan yang saya dapat selama menyamar di hotel xxx, siapa tahu bisa memberikan titik terang " ucap Alinda.
" Ini foto - foto orang yang sering mengunjungi Pak Andrian di hotel " Alinda menyodorkan amplop coklat besar.
" Oke Lin." ucap Andra saat Alinda sudah menyimpan berkas dan amplop coklat nya di meja.
" Maaf mengganggu aktifitasnya, saya permisi " ucap Alinda dan mengedipkan satu matanya kepada Andra.
Rinda yang melihat itu langsung menarik kepala Andra dan membenamkan di dadanya.
Alinda benar - benar terkekeh dan gemas dengan kelakuan wanita - wanita atasannya, dan ingin menggodanya.
Rinda mendongakan kepalanya dan melotot ke arah Alinda.
Alinda mengacungkan dua jari nya tanda perdamaian dan nyengir, lalu meninggalkan ruangan Andra.
" Lucu banget wanita - wanita Pak Andra dan Bang Azka " gumam Alinda kemudian.
" Harus berteman sama mereka, dan belajar menjinakan laki - laki " gumam Alinda kemudian.
" Gila saja, mereka polisi - polisi yang garang saat penyergapan, saat razia - razia , bisa luluh dengan mahluk yang diberi gelar nama wanita." gumam Alinda kembali dan menggeleng gelengkan kepalanya membayangkan sosok Pak Andra dan Bang Azka.
" Ruaaaaaaaaarrrrrr biasa " Alinda terkekeh kembali.
------
" Yank pengap" Ucap Andra di balik dada Rinda.
" sebentar, nunggu situasi aman " ucap Rinda masih memeluk kepala Andra dan menggepit leher nya agar terus terbenam di dadanya.
Andra mendekap pinggang Rinda yang ada di pangkuannya dan menggeser kepalanya lalu menggigit puncak dada Rinda.
" Aaaww " pekik Rinda melepaskan dekapannya di kepala Andra lalu mengusap ngusap puncak payudaranya yang di gigit Andra.
" Sakit tahu " Rinda meninju bahu Andra.
" Mas ga bisa nafas " Andra terkekeh dan menyimpan kembali kepalanya di dada Istrinya.
" Makan siang yuk Mas, dedek janin lapar "
" Ya udah ayo makan siang, kasih tahu alamatnya sama Papah agar Grace nyamperin kita ke tempat makan." Ucap Andra masih duduk sambil mengelus ngelus perut Rinda dan mencium bibir Rinda sekilas
.
.
.
.
.
.
.
😂 Lanjut besok deh. Paling cepat nanti sore.
Nunggu banyak Vote Like dan komentar dulu🤸♀️🤸♀️🤸♀️🤸♀️
🤣🤣🤣🤣
I
Love
you
All
__ADS_1
🤸♀️🤸♀️🤸♀️🤸♀️🤸♀️🤸♀️🤸♀️
Ikuti terus kelanjutan pasangan Andra dan Rinda