Hey Polisi,Razia Aku!!!

Hey Polisi,Razia Aku!!!
A&R 51


__ADS_3

readers...πŸ€—πŸ€—πŸ˜‚πŸ˜‚


mari semua back kedunia khayal*.🀭🀭🀭


Pelaminan...🍭🍭🍭🍭🍭🍭🍭


.


.


.


selamat ya sayang" ucap Mamah Ayu setelah berada


disamping putrinya.sambil mencium pipi kiri kanan anaknya.


"terimakasih Mah..hari ini adalah hari paling bahagia Rinda....akhirnya Rinda bisa memiliki Mas Andra..Rinda melirik kearah Andra.dan memeluk pinggang Andra.


"Cup...Andra sekilas mencium bibir Rinda.


"iiih jangan cium dulu..tar lipstik Rinda luntur"


"masa Lipstik mahal luntur" ucap Andra


Mamah Ayu tersenyum melihat anak dan mantunya.


"ponsel Mahfud berbunyi..tanda bahwa ada pesan masuk..ternyata Papah wijaya meminta Papah Mahfud menemani Mamah Ayu dipelaminan mendampingi Rinda.


Mahfud tersenyum saat membaca pesan dari Wijaya.


Mahfud naik kepelaminan menyalami Wijaya dan Sofia...kemudian Andra dan Rinda..


"Rinda selamat menempuh hidup baru.." ucap Mahfud.


"sayang ini Om Mahfud" ucap Mamah Ayu


"Om..." ucap Rinda langsung meraih jemari Mahfud dan mencium pungung tangan Mahfud.Rinda sekilas mendengar cerita tentang Mahfud dari Mamahnya..cerita tentang bahwa sosok yang ada dihadapannya pernah sangat mencintai Mamahnya.


Mahfud mengelus pundak Rinda.


"bolehkah Om mendampingi Mamah mu dipelaminan?"


Rinda tersenyum dan menganggukan kepalanya.dan menggenggam tangan Mamah Ayu.


Ibu panti yang mendengar ucapan Mahfud dengan segera turun dari pelaminan dan digantikan Mahfud.


"terimakasih untuk kesempatan yang om berikan..kesempatan merasa mempunyai orang tua yang lengkap ucap Rinda."


Andra mendekap pinggang Rinda dan mengeratkannya didekapan dia.


Mamah Sofia dan Paph Wijaya membulatkan Jempol dan telunjuknya kerah Mahfud.


Kini dipelaminan terlihat seperti keluarga yang lengkap.


fhotografer beberapa kali mengambil potret mereka.


para tamu undangan telah masuk satu persatu..Lela dan Nisa sedang menunggu Aldo dan Bimo yang akan datang menyusul ke Bali.


Lela Nisa juga melihat Renata yang hadir bersama orangtuanya Aryo kaki tangan Bastian juga Tante Mirna. Renata terlihat seperti bunga yang layu sebelum berkembang...wajah Rena merupakan hiburan tersendiri untuk Lela dan Nisa.


Azka datang ditemani Sesil sahabat Renata.


"karena tamu yang begitu banyak..WO menyarankan tamu langsung menyalami pengantin dan menikmati jamuan makan.


para pengusaha yang datang heran saat melihat Papah Mahfud berada di pelaminan.bahkan yang pertama mereka salami Papah Bastian sedikit macet karena terlontar pertanyaan yang sama.


"jadi kamu besanan dengan Mahfud juga?.kemarin Bastian yang besanan dengan Mahfud" ucap salah satu pengusaha yang menyalami Wijaya.


"Iya...ini putri sambung Mahfud dengan Istri barunya" ucap Papah Wijaya dengan percaya diri"


"tak disangka..aku kira Mahfud masih duda"


percakapan papah Wijaya dan sahabatnya terhenti karena dibelakang sudah mengantri yang akan menyalami pengantin.


tiba saat menyalami Mahfud..


"selamat ya..aku kira kamu masih duda"


"sudah tidak" Mahfud tersenyum"


begitupun Mamah Ayu.


-----


disisi lain...


Siska dan Rangga baru menuju tempat resepsi di ikuti mobil Mamah Riska dan Papah Bastian..kebetulan mereka berada di mobil yang berbeda.


"Papah kenapa??"


"ada sedikit masalah perusahaan"


Riska melirik sedikit ke arah suaminya yang terlihat kacau...kerut diwajahnya sangat tampak bahwa suaminya sedang di level emosi yang paling buruk.

__ADS_1


"penjagaan ketat...jalan menuju ke lokasi resepsi anak Wijaya ditutup untuk umum...,siapa sebenarnya besan Wijaya..kamu tahu??"


"bukannya Papah sahabat Wijaya...kenapa Papah tidak tanya kepada Wijaya??"


"Aku tidak sempat menanyakan hal ini..."


"Aku pernah sekali bertemu calon menantunya...sangat cantik...kalau tidak salah namanya Rinda..."


"apa??!!"


"Rinda". mamah Riska mengulangi ucapannya.


"maksud kamu Rinda ayu lestari??"


"tidak tahu...aku tidak terima undangan..Sofia mengundangku langsung..jadi tidak tahu nama aslinya..memang Rinda Ayu Lestari siapa??"


Papah Bastian langsung pucat mendengar pertanyaan Riska...dan dadanya terasa sesak dan sulit untuk bernafas.


"bukan siapa-siapa..itu nama putri rekan bisnis Papah"


"oooh..." ucap Mamah Riska tidak puas menerima jawaban Papah Bastian.


Rangga dan Siska sudah sampai di lokasi...mereka tidak memilih menunggu kedua orang tua Siska.karena tamu yang begitu banyak..dan petugas WO menyarankan agar Rangga juga Siska segera menuju pelaminan.


Pertama Rangga tidak melihat Papahnya berdiri dipelaminan mendampingi Mamah Ayu..


Rangga dan Siska langsung bersalaman yang pertama dengan Papah Wijaya dan mamah Sofia..kemudian dengan Pengantin Andra dan Rinda.


"selamat ya Bro....selamat datang di status suami-suami manut istri" Rangga menepuk bahu Andra.


Andra tersenyum mendengar ucapan Rangga


kemudian Rangga menyalami Rinda...selamat nigth lady..


"terimakasih Bos"


tiba saat menyalami Mamah Ayu...Rangga baru sadar Papah nya berada disamping Mamah nya Rinda.


"Papah...kenapa Papah disini??"


"Papah menemani calon Mamah mu"


"Rangga mengulangi meraih tangan Mamah Ayu dan mencium punggung Mamah Ayu.


"terimakasih Mamah sudah mau dengan Papah Rangga...semenjak Mamah meninggal saat melahirkan Rangga.Papah tidak pernah mau dekat dengan wanita manapun.


Rangga kembali menciumi tangan Mamah Ayu berkali-kali...


Mamah Ayu sampai terharu dengan perlakuan Rangga.


"Rangga yang tidak pernah mendapat sentuhan seorang ibu langsung memeluk Mamah Ayu..


"terimakasih mah...boleh Rangga langsung memanggil Mamah??"


"Iya boleh..." ucap Mamah Ayu mengelus punggung Rangga.


"Hey Rin...kamu jadi adiku..." ucap Rangga sambil menunjuk Rinda...Rinda tersenyum ke arah Rangga.


Siska pun ikut tersenyum dan terus bergelayut di pangakal lengan suaminya.


Rangga dan Siska pun berlalu dari pelaminan...Rangga terus mengembangkan senyumnya.


"sejak kapan Papah dekat dengan mamah Rinda??" tanya Siska saat sudah duduk di kursi dan menikmati jamuan..


"Entahlah...nanti Papah pasti menceritakannya ucap Rangga.


----


diparkiran Bastian telah sampai dan langsung berjalan dengan lagak bos nya.


Riska melingakarkan tangannya dilengan Bastian


Petugas WO langsung membimbing Bastian dan Riska ke arah pelaminan.


Riska fokus mencari putri dan mantunya...Siska dan Rangga..tapi saking banyaknya tamu undangan..Riska tidak melihat keduanya.


"Megah sekali Pah...Melebihi pernikahan anak kita Siska"


"Iya...besan Wijaya pasti bukan orang sembarangan" ucap Papah Bastian.


Bastian menggandeng Riska fokus berjalan kepelaminan tanpa memperhatikan kedua mempelai dan orang tua mempelai perempuan....tiba saatnya Bastian menyalami Wijaya dan Sofia.


"Selamat Wijaya...Sofia..." ucap Bastian dengan gagahnya menyalami kedua pasangan tersebut.


Wijaya dan Sofia tersenyum kepada pasangan Bastian dan Riska..."terimakasih sudah berkenan hadir di pesta kecil-kecilan anak kami" ucap Sofia


"ini pesta terbesar..kamu jangan merendah ucap Riska.


Kini Bastian telah bergeser ke pasangan kedua mempelai...Bastian masih bisa menyalami Andra


dan menepuk bahu Andra...selamat Nak!!" ucap Bastian kepada Andra...


Andra pun tersenyum dan menganggukan kepalanya.

__ADS_1


Saat hendak menyalami mempelai wanita..langkah Bastian terhenti seketika.


bahkan untuk mengangkat tangan menyalami Rinda saja Bastian tak sanggup...matanya melirik kepada Ayu...kemudian matanya tak kalah membulat saat Mahfud mendampingi Ayu.


jantungnya berdetak sangat kencang melihat Rinda.Ayu juga Mahfud.


Andra langsung meraih jemari Rinda dan menggenggamnya dengan erat saat Bastian berdiri dihadapan Rinda.


Langkah kaki Bastian masih terhenti ..Tak ada kata yang mampu keluar dari mulut Bastian. hingga Riska menepuk bahu Bastian.


"Pah...ayo...dibelakang masih antri"


Bastian mencoba mengumpulkan segala kekuatannya...berusaha bersikap normal...Bastian tidak mungkin memarahi Ayu dan menonjok Mahfud yang menyunggingkan senyum kemenangan kepada Bastian.sama saja dia merusak reputasinya jika saat itu dia melakukan hal-'hal tersebut.


"baru saja ku talak kamu beraninya bersanding dengan Mahfud" gumam Bastian sambil mngeratkan mulutnya


"Apa-apaan ini Ayu...kenapa kamu tidak pernah bilang kalau Rinda menikah dengan anak Wijaya dan Sofia" Bastian bergumam kembali sambil menatap tajam ke arah Mamah Ayu.


sedang Mamah Ayu tidak sedikitpun melirik ke arah Bastian


"Papah cepat..dibelakang antri...ucap Riska memgingatkan kembali suaminya.


"Bastian langsung berlalu tanpa menyalami Rinda..Ayu dan Mahfud...


Riska sangat kaget ditinggalkan suaminya...


Riska langsung menyalami Rinda.Ayu dan Mahfud sekilas tanpa mengucapkan apa-apa.


Rinda menatap Mamah Ayu dan saling lempar senyum.


Papah Wijaya dan Sofia mengangkat kedua jempolnya ke arah Mahfud.


Mamah Sofia.Papah Wijaya dan Mahfud seakan baru memenangkan lotre benilai milyaran rupiah saat melihat ekspresi kekagetan Bastian.


"Papah...panggil Riska mengejar Suami nya Bastian"


"Bastian berjalan dan menggenggam dadanya menjauhi pelaminan.


"ternyata Wijaya besanan dengan Mahfud.pantas pesta pernikahannya tidak kalah megah dengan pernikahan putra pertamanya Mahfud." itulah ucapan tamu yang didengar Bastian.


"aku kira Mahfud masih duda..ternyata dia sudah menikah lagi...Istri nya juga cantik..." ucapan salah satu tamu yang didengar kembali Bastian bagaikan ribuan busur panah yang menghujam jantungnya.


"hebat ya Wijaya bisa besanan dengan Mahfud" ucap tamu yang menusuk tajam digendang telinga Bastian.


"Putri sambung Mahfud sangat cantik seperti ibunya.


lagi-lagi pembicaraan tamu terdengar ditelinga Bastian bagaikan lahar panas yang diseruput kedalam mulutnya...terasa sangat panas.


tiba-tiba bruuugggg...


Bastian terjatuh dan ambruk diantara tamu-tamu.


Bastian sekilas melihat Foto Andra dan Rinda berukuran besar yang terpampang diantara tamu undangan sampai akhirnya dia menutup mata dan tidak sadarkan diri.


sebagian tamu langsung berkerumun..


"Papah..." Riska berteriak saat suaminya terlihat tidak sadarkan diri...


"dengan sigap petugas WO membopong Bastian diikuti Riska.


"silakan semua tamu-tamu menikmati kembali jamuan keluarga pengantin..."ucap petugas WO yang tidak ingin kejadian ambruknya Bastian merusak acara pernikahan Klien nya.


"Riska menghubungi Siska juga Rangga agar menyusul kerumah sakit.


"Mas...Papah masuk rumah sakit"ucap Siska beranjal pergi diikuti Rangga


"bukannya tadi baik-baik saja?"


"aku tidak tahu...ayo kita kerumah sakit!!".


sedang yang berada dipelaminan tidak mengetahui tragedi ambruknya Bastian.


mereka yang dipelaminan menjadi manusia-manusia yang paling bahagia.


Apalagi Andra yang sudah tidak sabar ingin segera menghentikan Resepsi pernikahannya dan menggendong Rinda ke kamarnya lalu melanjutkan aktivitas tadi sore yang tertunda🀭🀭🀭


.


.


.


.


.


.


jangan bosen Vote ya....


diusahakan Up tiap hariπŸ€—πŸ€—πŸ€—πŸ™πŸ™πŸ™


i love you allπŸ’‹πŸ’‹πŸ’‹πŸ’‹πŸ’‹πŸ¬πŸ¬

__ADS_1


malam pengantinnya diundur lagi...besok dehπŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚..


__ADS_2