
Hay guyssss....maaf ya telat update nyaa..sibuk dengan dunia nyata
Mari kita sama sama berhalusinasi kembali.
------
Pagi hari di kediaman Rinda dan Andra.
Mas dinas??" tanya Rinda dengan mata sembab karena semalaman dia membaca buku harian Mamah Ayu.
Rinda melihat Mas Andra yang sudah mandi dan terlihat segar dengan rambut basahnya.
" Tidak, Mas masih ijin. Mas akan temani kamu di rumah" ucap Andra mengusap kepala Rinda uang baru bangun.
" Mas hari ini Rinda ingin ke rumah Almarhum Papah Mahfud, Rinda ingin membawa barang - barang pribadi Mamah. Rinda akan memberikannya kepada orang yang membutuhkan.
" Ya sudah Mas antar kamu ke sana"
" Bos Rangga dan Kak Siska masih di sana"
" Iya sudah sekalian bertemu mereka juga" ucap Andra duduk di tepi ranjang.
" Mandi dulu, setelah itu buat kan Mas sarapan" ucap Andra dan di balas senyuman oleh Rinda.
----- Pagi di rumah Lela dan Kak Irfan
" Hari ini ke kantor Kak??"
" oia Kakak lupa bilang, hari ini Kakak ada acara keluar kota"
" Lama??"
" sidang terakhir kelanjutan kasus yang Kakak tangani besok."
" Lela ikut boleh??"
" Ko tumben"
" Lagi tidak mau jauh dari suami" ucap Lela memeluk suaminya.
Irfan tersenyum saat Lela memeluknya
" Ya sudah kalau mau ikut siap - siap, setelah makan siang kita berangkat"
" Benar boleh ikut??"
" Boleh lah"
" terima kasih Kak"
Irfan hanya tersenyum dan mengelus pipi Lela dengan punggung jari - jarinya.
------ pikiran Lela melayang - layang takut Bimo melakukan hal - hal yang lebih gila saat tahu Kak Irfan tidak ada di rumah nya.
Belakangan Ini Lela selalu merasa Bimo selalu memantau gerak - gerik nya.
Lela memang dulu sangat mencintai Bimo , tapi sekarang ada orang yang harus dia cintai lebih yanitu suaminya.
------------
Pagi di Polres xxx
Nisa dan Azka masih bergulat dengan proses nikah kantor mereka, rencana setelah nikah kantor Nisa dan Azka akan akad dan besok nya baru melakukan resepsi seperti yang di sarankan oleh Andra kepadanya.
" pagi Bang!!" sapa Alinda saat Azka datang bersama Nisa
" Pagi!!" ucap Azka tanpa melihat Alinda seperti yang di sarankan Nisa.
Alinda terkekeh dengan sikap Azka.
" Pagi Bu Azka" sapa Alinda kepada Nisa
" Pagi" ucap Nisa menjawab kaku tidak menyangka Alinda akan menyapa nya.
setelah menyapa mereka Alinda pun berlalu begitu saja.
" Bagaimana?? Abang lulus ujian??"
" Lulus, harus seperti itu walau pun tidak ada Nisa. Tundukan pandangan terhadap wanita lain"
" Siap di laksanakan Bu Azka" jawab Azka sambil terkekeh, diri nya biasa mengatur anggota nya di Polres. Sekarang dia ada yang mengatur juga dan parahnya yang mengatur nya sosok yang di beri gelar wanita dan akan naik pangkat menjadi Istri nya.
" Bagus, harus di pahami dan dilaksanakan!!!"
" Siap!!!" ucap Azka dengan lantang khas seorang polisi.
-------------
Pukul 10.00
Andra dan Rinda menuju kediaman Mamah Ayu bersama Mamah Mahfud.
Rinda di mobil banyak diam, Andra pun membiarkan Rinda dengan pikirannya.
Tangan kiri Andra terus menggenggam tangan kanan Rinda dan sesekali di kecup nya.
---- sesampainya di kediaman Papah Mahfud
__ADS_1
Andra membukakan pintu mobil untuk Rinda, Rinda tersenyum saat tangan Andra menggandeng nya.
Andra tahu bagaimana hancurnya perasaan Rinda saat ini, harus kembali ke kediaman Mamah nya. tapi Mamah nya sudah tidak ada dan hanyabakan mengbil barang - barang nya saja.
" kamu yang tabah ya, Mas akan selalu bersama kamu"
Rinda tersenyum dan menganggukan kepalanya.
terparkir beberapa mobil di halaman rumah tersebut entah ada tamu entah memang mobil Papah Mahfud yang banyak di tambah lagi mobil Bos Rangga.
Rinda mencet bel rumah tersebut dan tak lama pembantu rumah membuka kan pintu.
" Bu Rinda, silakan masuk"
" Bi, Kak Siska dan Bos Rangga masih ada disini??
" Ada Bu, katanya Bu Siska dan Pak Rangga
mau sampai empat puluh hari di sini" ucap nya.
Rinda dan Andra duduk di ruang tamu. tapi pembantu nya mengajak masuk ke dalam.
Bu, Pak mari masuk. karena sedang ada teman Pak Rangga yang berkunjung
Rinda dan Andra pun ikut masuk ke dalam, pembantu tersebut mengajak nya ke halaman belakang rumah.
" Mas, ko Rinda mual"
" Kenapa??"
" Bau aneh"
" Ga bau ko"
" Bau Mas" ucap Rinda.
" Engga" ucap Andra sambil terus berjalan mengikuti pembantu .
Betapa kaget nya Rinda begitupun Andra saat melihat Radit juga Eko asisten nya sedang duduk berhadapan dengan Rangga dan Siska.
"Rinda" ucap Siska dengan reflek berdiri dan memeluk juga mencium Rinda.
Andra, Rinda ayo gabung. Sudah kenalkan dengan Pak Radit. dia investior terbesar di perusaahaan Papah mertua kita Dra" ucap Rangga.
Rinda mengeratkan pegangannya di lengan Andra.
Yuk duduk ajak Siska.
" apa kabar Bu Rinda, Pak Andra??" ucap Radit tanpa tahu malu.
" Baik" ucap Andra tak kalah dingin.
" Terima kasih "ucap Rinda tanpa melihat wajah Radit
dia benar - benar ingin muntah saat itu.
" Bos, Rinda ke sini mau ambil barang - barang Mamah. Rencana Rinda mau memberikannya kepada orang yang membutuhkan." ucap Rinda dengan terus bergelayut di tangan Andra
" Oh iya boleh, nanti biar bibi yang bantu membereskannya."
" Kalian saling kenal??" tanya Andra kepada Bos Rangga.
" bukan hal aneh bukan kalau saya di sini, karena tadi sudah di jelaskan oleh Rangga. Saya ini investor di perusahaan Om Bastian"
" Iya saya tahu, kenal karena urusan bisnis saja atau sudah lama" sekidik Andra
" Kebetulan kenal sejak SMA, hanya dia lebih dulu sukses. Tapi selalu berbaik hati kepada teman - teman lamanya " ucap Rangga
" Tidak usah berlebihan Ga, Aku memang baik hati dalam segala hal".
" Iya terutama urusan uang" ucap Rangga.
Radit tersenyum mendengar ucapan Rangga yang menyangkut dengan uang
Rinda yang sekilas melihat Radit tersenyum semakin bergejolak menahan mual nya.
Rinda sampai mengelus ngelus perutnya. Wajah nya pun sampai memerah.
" ooo begitu ya" kata Andra penuh arti.
" Sebaiknya kita kembali ke perusahaan Bos" ucap Eko kepada bos nya. Eko sudah merasakan hawa tidak enak dengan datang nya Andra.
Andra seolah sedang mengintrogasi Bos nya.
" Mari Bos" ajak Eko.
" Baiklah kami pamir dulu" ucap Radit berdiri dan hendak menyalami semuanya.
Rinda menyembunyikan hidungnya di lengan Andra.
Rinda pun memilih tidak bersalaman Radit.
" Oooeee" Rinda menahan mual nya dan akhirnya muncrat muntah mengenai Radit yang sedang menyalami Andra.
Siska dan Rangga sampai menganga.
Sedangkan Andra tersenyum sinis.
__ADS_1
" Maaf, istri saya ngidam aneh - aneh" ucap Andra.
Radit membuka jas nya yang terkena muntahan Rinda, dan di serahkan kepada Eko .
" Tidak apa - apa, untung saja istri Anda cantik dan saya menyukai nya. jadi kalau hanya muntahan bagi saya bukan masalah. " ucap Radit sambil berlalu
Rangga dan Siska menjadi penonton. Rangga tidak habis pikir, bisa - bisanya Radit mengakui kalau dirinya menyukai Rinda kepada suami nya langsung.
" Sayang nya Istri saya tidak pernah menyukai Anda" ucap Andra kemudian yang di abaika Radit.
Radit dan Eko pu sudah hilang dari pandangan.
" Dra maaf ya, memang Radit suka begitu kalau ngomong ceplas ceplos".
" Iya ini kedua kalinya dia ngaku kalau dia suka sama Rinda"..
" Serius??"
" Iya, aku rasa teman kamu itu gila Bos" ucap Rinda.
" Kakak bingung sumpah" ucap Siska.
" Sudah lah kak, anggap saja orang gila, Rinda mau bantu bibi ngambil barang - barang Mamah." ucap Rinda.
" Ayo Kakak bantu" ucap Siska.
dan tinggalah Andra dan Rangga di teras belakang.
" Kamu kenal Bimo??" tanya Andra
" Iya kenapa??"
" Radit kenal Bimo juga?"
"Iya jelas"
" Sejak kapan??"
" Sejak sekolah, kebetulan Bimo dan Nando itu adik kelas kami waktu sekolah"
" oooo" ucap Andra dan pikiranannya ingin segera menyelidiki latar belakang Radit.
" Siapa nama lengkap Pak Radit??"
" Raditya Wiguna" ucap Rangga yang membuat Andra membulatkan matanya.
banyak hal yang harus dia selidiki tentang Radit.
Cukup Andra menanyakan hal tentang Radit kepada Rangga, jangan sampai Rangga curiga kalau Andra sebenarnya sedang mengintrogasinya.
---- Pak ini minum nya" ucap Pembatu yang membuyarkan obrolan mereka.
" Terima kasih Bi, tolong bantu Bu Rinda dan Bu siska membereskan barang - barang almarhum mamah Ayu" ucap Rangga.
" baik Pak"
---- Dra makan siang di sini ya"
" Bagaimana Rinda saja"
" Rinda pasti mau, Aku akan suruh pembantu menyiapkan makan siang untuk kita. Kapan lagi keluarga kita kumpul " ucap Rangga.
" Iya baiklah " ucap Andra.
saat itu Andra ingin segera berdinas kembali. Panggilan profesi nya benar - benar sedang meronta - ronta.
Saat Ini Andra sedang sangat mencurigai sosok Radit. Walau belum banyak bukti yang terkumpul.
Sekarang Andra ingin menemui Bimo ke lapas, karena Andra melihat sosok yang mirip Bimo pernah tertangkap kamera oleh Alinda di hotel xxx.
Andra juga ingin memperjelas foto tersebut kepada Lela, dan menanyakan apakah memang foto tersebut Bimo atau bukan. Lela akan pasti lebih tahu. itu yang ada di pikiran Andra.
.
.
.
.
Like
vote
komentar
segitu dulu yaππ€ΈββοΈπ€ΈββοΈπ€ΈββοΈ
maaf akan telat - telat update nya sampai tgl 20 juni.
yang menanyakan IG author disini saya jawab ya.
boleh di follow
f.lestari52
π terima kasih semuanya....i love you all
__ADS_1
.