Hey Polisi,Razia Aku!!!

Hey Polisi,Razia Aku!!!
A&R 119


__ADS_3

Hayyy makin dagdigdug ya nungguin episode - episode terakhir novel nya.


Bonus visual Azka




yang penasaran sama visual Azka yang sebenarnya follow IG nya @ariefkhoy_15


terimakasih😁


-------- oke next guys


Malam ini Lela diantarkan sampai kediaman orang tuanya oleh Nisa juga Azka.


Azka sangat yakin sekarang keselamatan Lela sedang dipertaruhkan, termasuk Nisa juga Rinda yang sudah terlibat dengan kasus yang sedang di tangani Andra.


" Guys terimakasih ya, sampai ada pengawalan begini" ucap Lela yang sudah berada di kediaman orang tua nya"


" Oke, kita balik dulu ya" jawab Nisa


" Oke hati - hati Nis"


" Tenang ada Pak polisi yang jagain gua"


------- Sepanjang perjalanan Azka dan Nisa berada di pikiran masing - masing.


" Jadi Nando di bunuh Bang???" ucap Nisa tiba - tiba.


" kamu masih mencintainya??"


" jangan gila dong Bang, dia sudah meninggal. mencintai dia sampai jungkir balik juga tidak akan terbalas. Nisa hanya mencintai Abang sekarang dan selamanya"


" emmmh sweat banget sih Istri Abang"


" Bang terus resepsi kita jadi kan??"


" Ya jadi, kenapa menanyakan hal itu??"


" Karena sepertinya Abang ikut sibuk juga menyelidiki kasus ini"


" Iya bukan berarti resepsinya tidak jadi"


Nisa pun tersenyum dan menyenderkan kepalanya di bahu Azka.


" Bang"


" Yup"


" I love you"


" I love you too" jawab Azka sambil terkekeh


" Iiih ko jawabnya sambil tertawa sih"


" Lucu, rasanya pertama kali kamu bilang i love you"


" Memang Nisa belum pernah bilang ya??"


" Ingat - ingat saja sendiri" ucap Azka semakin terkekeh


" Iya sih, kayanya belum pernah. ya udah mulai hari ini bakal sering bilang I love you"


Azka malah makin terkekeh dengan kelakuan Nisa.


Memang satu geng kolang kaling sengklek semua.


------- pukul 23.00 Azka dan Nisa baru sampai di kediaman mereka.


mereka pun tidur bersama layaknya pengantin baru, mereka baru selesai ritual pembukaan sebelum tidur hampir pukul 01.00


" Bangunin Abang pukul 05.00 ya"


" Pakai alarm saja, Nisa takut kesiangan juga" ucap Nisa tanpa membuka mata dan menarik selimut menutupi tubuhnya yang telanjang.


Azka pun nurut dan memasang alarm dari ponselnya.


----------


Keesokan pagi nya Rinda dan Andra sudah bangun.


Andra memang harus buru - buru pergi ke tempat dinasnya.


" mas sarapan nya roti selai sama susu ya. Rinda sudah siapkan" ucap Rinda yang baru masuk ke dalam kamar setelah menyiapkan sarapan untuk Andra.


" Iya apa saja" ucap Andra yang sedang di sibukan memakai seragamnya.


Rinda membantu memasangkan kancing seragam suaminya.


Andra menatap wajah Rinda yang ada di hadapannya.


" Melihat nya jangan seperti itu Mas, Rinda tahu kalau Rinda itu sangat cantik" ucap Rinda sambil menaik turunkan alisnya setelah berhasil mengancingkan seluruh seragam suaminya.


" Kamu wanita yang hebat" ucap Andra menarik tengkuk Rinda dan mencium kening nya dangan satu tangan memegang pinggang Rinda.


" Aku hebat karena ada suami yang super hebat" ucap Rinda.


Andra melepaskan ciuman di kening Rinda dan berjongkok berhadapan dengan perut Rinda


" anak Daddy lagi apa nih??" ucap Andra mengelus ngelus perut Rinda yang sudah sedikit tampak. usia kandungannya sudah menginjak 4 bulan.


" lagi bahagia, kan semalam daddy tengokin dedek" ucap Rinda meniru suara anak kecil


Andra pun terkekeh dan mengecup berkali - kali perut Rinda.


" Sarapan dulu yuk" ajak Rinda dan Andra pun menurut menuju meja makan.


" hari ini kamu kerja??" tanya Andra kepada Rinda


" Iya Mas"


" Hati - hati ya, Mas khawatir setelah kejadian semalam. geng kolang kaling dalam pengawasan seseorang.


" Pak Radit maksudnya?? dia tidak akan berani mencelakai Rinda Mas, kan dia suka sama Rinda"


" emmmmhhh kata - kata kamu menyakiti Mas" ucap Andra memegang dadanya.


" Hahahahaa sayang nya Rinda tidak suka sama Pak Radit, suka nya sama kamu Mas."


" jiaaaahahhaa, kasian Radit" ucap Andra


" Mas, rencana Aku jadi umpan bagaimana?"


" emmmhh belum kepikiran, Mas batalkan rencana itu. toh rekaman Lela juga sudah sangat kuat. sekarang tinggal cari Bimo. Mas sudah tugaskan anggota Mas untuk mencari Bimo. Mas sudah tetapkan Bimo sebagai DPO."


" Bagus deh, walau kasian juga sih Mas sama Bimo. Dia kan cuma korban, sama halnya dengan Nando."


" iya justru disini Mas tidak bisa gegabah, Pak Radit banyak kambing hitam nya"


" Apa Bastian termasuk kambing hitam Pak Radit"


" Kemungkinan, Om Aryo mengatakan saham tersebut pemberian Pak Radit"

__ADS_1


" Siapa yang jadi pengacara Bastian Mas"


" Katanya Papah Lela, Om Rio"


" Kan di luar kota"


" Sekarang katanya mau datang"


" Oooo, ya semoga saja lah Bastian jera" ucap Rinda.


" Maaf ya, Mas menangkap Papah kamu. "


" lakukan lah sesuai prosedur hukum Mas, abaikan status dia sebagai Papah nya Rinda. Mas tahu sendiri oan dia bahkan sampai hari ini dia tidak mengakui Rinda sebagai anaknya"


" Hemmm" jawab Andra yang mendengar sendiri Bastian mengatakan kalau Siska adalah anak satu - satunya.


" Mas, nanti pulang malam lagi??"


" Iya kemungkinan, nanti Mas kabari. oia demi keselamatan kalian, Mas menugaskan beberapa anggota intel untuk mengawasi kalian."


" Waduh"


" Demi keselamatan, kamu dan teman - teman kamu tidak akan tahu keberadaan mereka, tapi mereka bisa melihat kalian. mereka juga punya keahlian snifer. jadi kalau ada yang macam - macam dengan kalian Mas sudah tugaskan untuk tembak di tempat.


" Wuiiiiih...hebat banget sih suamiku, aaakkkh senangnya punya suami polisi. i love you full Mas" ucap Rinda dan mencondongkan badannya mengecup bibir Mas Andra sekilas.


Andra hanya tersenyum mendengar ocehan Rinda.


jangan bilang sama Lela kalau dia di bawah lindungan Polisi ya, takutnya Lela risih "


" Iya Lela kan so jagoan sama kaya Rinda, ga perlu perlindungam siapapun. bisa melindungi diri sendiri"


" Sombong" cibir Andra.


" iiih Mas belum nyoba kan kemampuan bela diri Rinda??"


" Udah sering , tadi malam juga sudah uji coba kan"


" Huaaaaaaa, itu beda lagi lah"


" Ya kan sama lah tadi malam juga seperti gulat dan bela diri, dan kamu kalah terus"


" Maaaassss"


" jiahahahahaha....kalah" cibir Andra kemudian.


" iiiihhhh"


" Ayo mau tarung lagi sekarang???"


" bukannya harus sampai Polres pagi - pagi??"


" hahahaha iya cuma basa basi ko"


" Ih maaaass" teriak Rinda


Andra sengaja menggoda Rinda agar sedikit lupa tentang Bastian yang sedang berada di Polres.


Mas berangkat dulu ya, hati - hati kalau mau ke kantor"


" Siap pak Pol tampan" ucap Rinda.


------------


Mamah Riska sudah ke Polres menjenguk. Tapi Bastian menolak Mamah Riska dan menyuruhnya pulang.


Aryo yang semalaman menemani Bastian meyakinkan bahwa Bastian akan pulang nanti siang setelah pengacara nya Rio datang dari luar kota.


saat Hendak keluar dari Polres Mamah Riska ketemu Andra, mereka hanya saling anggukan kepala.


setelah Andra sudah berada jauh dengannya Riska memanggil Andra.


" Andra!!!" panggil Riska


" Iya tante" jawab Andra membalikan kembali badannya.


" Titip Papah Bastian"


Andra tersenyum dan menganggukan kepalanya.


Tak lama Azka pun datang dengan tergesa gesa.


" Gue kira gue terlambat apel" ucap Azka merapikan seragamnya saat berhadapan dengan Andra.


" Tante permisi dulu" ucap Riska kemudian setelah Azka datang


---- " itu Ibu tiri Rinda kan??" tanya Azka saat Mamah Riska sudah berlalu.


" Iya" jawab Andra meninggalkan Azka menuju ruangannya.


" Jam berapa jadwal pemanggilan Radit??"


" Sekarang jam 9"


" Datang tidak ya??"


" Datang" jawab Andra dengan yakin.


------ sedangkan Lela dan Nisa sudah berada di kediaman Rinda setelah mereka saling berkirim pesan dan sepakat menemui Bimo di apartemennya.


Lela punya firasat tidak enak tentang Bimo, malah Lela membayangkan Bimo sudah terbujur kaku.


" Gue udah hubungi nomer kontak Bimo tapi tidak aktif"


" Polisi juga sedang mengintai keberadaan Bimo" ucap Nisa.


" Bimo pasti baik - baik saja, kalau dia sudah terbunuh pasti ada laporan kepada Polisi" ucap Rinda


" Benar tuh, lagian Bimo kan sudah masuk DPO juga. jawab Nisa


" Hemmm polisi tidak tinggal diam lah" jawab Rinda.


" iya semoga Bimo tidak di apa - apain oleh Pak Radit. Eh Rin bokap gue kan jadi pengacara Bokap Lu. bokap gue lagi perjalanan pulang dari luar kota"


" Iya pasti lah, siapa lagi kalau bukan bokap Lu yang bela. "


" Gue kira dia bakal minta bantuan Lu" ucap Nisa


" Masa iya sih, gengsi yang ada" ucap Nisa.


" sudah ayo kita ke tempat Bimo" ajak Rinda.


" Pakai mobil gue sajalah, mobil kalian simpan di sini" ucap Rinda kemudian.


" Oke" jawab Nisa dan Lela serempak.


------- beberapa menit kemudian Rinda, Lela dan Nisa sudah berada di apartemen Bimo.


Lela yang masih ingat kode pembuka kunci apartemen Bimo langsung membukanya.


Namun di dalam apartement tidak ada tanda - tanda kehidupan.


" Pasti Bimo sudah pergi"

__ADS_1


" Iya gue yakin Bimo pergi"


" mending pergi, gue takut dia di apa-apakan oleh Pak Radit. kalau Bimo di bunuh Pak Radit, tadi malam menjadi pertemuan terakhir gue sama dia"


" jangan berpikiran buruk dong, Pak Radit tidak akan gegabah membunuh Bimo"


" hemmm benar kata Rinda, kalau Bimo di bunuh ya tersangka satu - satu nya Pak Radit dong"


" Mending kita ke kantor yuk, gue takut lama - lama di sini takut ada yang nyulik" ucap Nisa sambil keluar dari apartement Bimo di ikuti Rinda dan Lela.


----- tepat pukul 09.00 Pak Radit sudah berada di Polres, dia di temani oleh beberapa orang pengawalnya dan juga Eko asistennya.


Pak Radit sudah berada di dalam ruangan Andra.


" Pak Radit, maksud pemanggilan Anda kesini adalah untuk dimintai keterangan untuk kasus hotel xxx"


" Iya terus???" ucap Radit santai.


" Pak Andrian pada pemeriksaan pertama mengatakan bahwa hotel xxx di bawah tanggung jawab nya, karena Bos nya mempercayakan hotel xxx kepada beliau. tapi kemudian Pak Andrian mengakui hotel tersebut sebagai miliknya."


" Nah terus??? keterangan apa yang anda butuhkan dari saya??"


" Pak Andrian memberikan keterangan yang berubah ubah, kemarin Pak Andrian mengatakan bahwa Pak Bastian pemilik hotel xxx dan ternyata Pak Bastian menerima gelontoran dana dari penghasilan hotel xxx."


" Lalu??" tanya Radit memeotong pembicaraan Andra.


" Sedangkan Pak Aryo asisten Pak Bastian mengatakan bahwa saham tersebut pemberian Pak Radit"


" Memang benar, saham tersebut pemberian saya. tapi saya tidak tahu kalau saham tersebut digunakan Pak Bastian untuk bisnis yang lain" jawab Radit dengan santai, dan tentu saja itu jawaban yang menohok.


" dengar Pak Andra, saya tidak ada kaitannya dengan hotel xxx, setelah saham tersebut menjadi milik Pak Bastian. saya tidak tahu menahu tentang bisnis beliau dengan hotel xxx yang Pak Andra maksud" ucap Radit.


" Lalu dengan ini???" ucap Andra memutarkan video rekaman percakapan Lela dan Bimo.


" Itu fitnah, saya bisa laporkan balik Bimo dan Lela karena telah mencemarkan nama baik saya" ucap Radit.


" Anda tidak bisa begitu saja mengiyakan percakapan Bimo, dan saya tidak mengenal Bimo" ucap Radit


" lalu ini??" ucap Andra memperlihatkan sketsa wajah Eko dan Bimo.


" Itu bukan sketsa wajah saya"


" Saya tidak mengatakan ini sketsa wajah Anda, coba anda lihat sketsa wajah ini. mungkin Anda mengenal sketsa wajah ini" tunjuk Andra yang di lihat juga oleh Eko.


" Ini sketsa wajah yang merusak mobil Ibu mertua saya bersama suaminya" ucap Andra.


" Saya tidak ada kaitannya dengan sketsa wajah itu" ucap Radit


" tapi saya kira ini mirip dengan asisten anda" ucap Andra


" Itu baru sketsa, coba cari bukti yang cukup"


" Baik saya akan cari bukti yang cukup atas ketelibatan Anda" ucap Andra


" Silakan, kalau sudah ada bukti yang cukup. panggil saya kembali" ucap Radit beranjak dari duduk nya untuk meninggalkan ruangan Andra.


" saya pastikan, saya sendiri yang akan menangkap Anda" ucap Andra dengan lantang dan Radit sudah keluar dari ruangan Andra.


" Tambah anggota untuk mencari keberadaan Bimo, dia saksi kunci untuk kasus ini" ucap Andra di sambungan telepon.


Andra menarik nafasnya dalam - dalam, ternyata tidak semudah membalikan telapak tangan untuk menangkap sosok Radit.


" mau tidak mau, aku harus mainkan Rinda" ucap Andra.


.


.


.


" Bagaimana??" tanya Azka setelah melihat Radit keluar langsung masuk ruangan Andra


" Kita harus kumpulkan bukti yang kuat untuk kejahatannya, gue sudah perintahkan beberpaa anggota untuk mencari keberadaan Bimo


" Yakin Bimo belum berada di genggaman Radit???"


" Semoga belum" jawab Andra pelan.


" tadi malam polisi cek apartemennya sudah kosong, dan katanya tadi pagi kolang kaling ngecek kesana" ucap Azka yang mendapat laporan dari anggota nya yang ditugaskan untuk memantau apartemen Bimo setelah mendengar rekaman percakapannya bersama Lela.


" Gue sepertinya harus mainkan Rinda dan Lela" ucap Andra


" Yakin??? bini Lu lagi hamil muda"


" Hanya Rinda yang bisa meluluhkan Radit"


" Tapi itu bahaya"


" Gue yakinkan keselamatan Bini juga dedek janin"


" menurut gue jangan ambil resiko Dra"


" Gue sudah pikirkaan dengan matang, kalau kasus ini ingin cepat selesai, gue harus mainkan Rinda. gue akan buat Rinda sebagai umpan"


" Radit bukan orang bodoh Dra, dia akan aneh kalau tiba - tiba Rinda menjabangi dia"


" Radit yang akan di buat menjambangi Rinda"


" Cara nya???"


" Gue akan bikin seolah Rinda kecewa sama Gue, mainkan Alinda sebagai orang ketiga"


" terus Rinda memang bakal setuju??"


" Gue akan bicara dengan dia nanti malam"


" terserah Lu deh"


" Pengacara Bastian sudah datang???"


" Belum"


" sepertinya Bastian akan lebih lama menginap di sini" ucap Andra kemudian


" mainkan " ucap Azka terkekeh


.


.


.


.


like


vote


komentar


😂😂👍👍👍


ketcup basyaaah buat semuanya....makasih yang masib setia mengikuti episode - episode terakhir novel ini

__ADS_1


__ADS_2