Hey Polisi,Razia Aku!!!

Hey Polisi,Razia Aku!!!
A&R 90


__ADS_3

Malam sebelum penggerebegan Andra dan tim disebuah hotel. Di rumah sakit dimana Bastian di rawat, Bastian meminta untuk di ijinkan pulang oleh Dokter, karena keadaannya sudah lebih baik.


Riska yang menemani anaknya di rumah bersalin tidak tahu kalau suami nya meminta pulang kepada dokter.


Rangga yang beberapa hari menemani Siska di sibukan dengan pekerjaan di perusahaannya yang sudah menumpuk.


Bahkan proyek pekerjaannya yang di Bandung harus Papah Mahfud yang menghandle nya.


Akhirnya Bastian di ijinkan pulang oleh Dokter, namun Dokter memperingatkan Pak Bastian agar menjaga pola makan, kesehatan dan tidak terlalu banyak pikiran.


Penyakit jantung yang tidak tahu sejak kapan dideritanya bisa saja menyerang kembali secara mendadak.


Aryo yang mendengarkan peringatan dari dokter mengangguk - anggukan kepalanya. Lain hal nya Bastian yang mengacuh kan setiap ucapan dokter.


Dokter juga menyuruh Pak Bastian menebus obat dan terus memeriksakan kesehatan jantung nya secara berkala.


" Baik dokter sepertinya saya sudah paham " ucap Bastian memotong pembicaraan dokter.


" Sungguh tidak sopan kamu Bastian " gumam Aryo.


" Terima kasih dokter " ucap Aryo kepada dokter.


dan dokter pun pamit keluar dari ruangan Bastian, sedangkan perawat membantu pak Bastian melepaskan alat - alat medis yang menempel di tubuh nya.


" Antarkan aku ke rumah utama"


" Tapi Bu Riska sedang di rumah bersalin menemani Siska "


" Iya tidak apa - apa, aku ingin istrirahat di rumah " ucap Bastian yang sebelum nya tinggal di apartemen dan mengacuh kan Riska.


" Bagaimana konprensi pers tadi siang Yo?"


" Semua sudah beres, berita nya sudah tenggelam lagi. Perusahaan diposisi stabil, harga saham sudah naik kembali "


" Baguslah" ucap Bastian.


Aryo membantu Bastian berjalan menuju mobil nya dan mengantarkannya ke rumah utama Bastian.


Didalam Mobil


" Bagaimana pekerjaan aku di perusahaan??"


" Semua sudah aku handle "


" Kerja bagus "


" Pak Radit dari perusahaan Bima Sakti ingin bertemu dengan Anda setelah Anda baikan "


" Buatkan jadwal pertemuan ku dengan Pak Radit besok jam makan siang "


" Kamu baru sembuh "


" Aku sudah tidak apa - apa, apalagi Pak Radit investor terbesar untuk pembangunan apartemen kita di Tangerang "


" Baik besok aku buat jadwal pertemuan dengan Pak Radit di jam makan siang" ucap Aryo yang tidak bisa menolak permintaan Bastian.


---------------


Rumah Bersalin


" Keadaan Papah bagaimana Mah ???"


" Papah baik - baik saja sayang "


" Hubungan Mamah sama Papah baik - baik juga kan??"


" Masih sama seperti dulu "


" Mamah mencintai Papah ??"


" Iya, Mamah mencintai Papah kamu Siska. Apapun yang terjadi Mamah akan tetap berada di samping Papah kamu "


Siska hanya tersenyum dan memegang tangan Mamah nya.


" Mamah sudah lihat bayi Siska ??"


" Iya, Mamah hanya melihat dari luar. Mamah belum diijinkan masuk oleh perawat "


" Siska sangat ingin melihatnya Mah. ".


" Sabar ya, nanti ada saat nya kamu bisa melihat nya. kalian sudah beri nama bayi kalian??"


" Kata Mas Rangga namanya Erlangga "


" Nama yang bagus"

__ADS_1


Siska kembali tersenyum dan memejamkan mata, mungkin pengaruh obat yang diberikan dokter jadi kadang saat sedang ngobrol Siska tanpa sadar tertidur.


----------------‐


Polres pukul 03.00


Suasana Polres masih ramai, satu persatu karyawan hotel yang sudah dimintai keterangan dengan status saksi diperbolehkan pulang.


Kecuali Pak Andrian juga pengawal - pengawalnya sudah berada di ruang tahanan khusus sementara, laki - laki yang menodongkan senjata laras panjang bernama Alex, ternyata setelah di cek Alex temasuk DPO dalam kasus perdagangan senjata ilegal.


" Beritahu saya kalau ada seseorang yang menemui Pak Andrian, atau kalau ada pengacara yang meminta penangguhan penahanan segera kabari " ucap Andra.


" Siap !!!" jawab anggota polisi yang di ajak bicara oleh Andra.


Satu persatu anggota menyalami Andra dan Azka juga Alinda yang berhasil membekuk Pak Andrian.


" Kerja bagus Dra " ucap Azka.


" Saya jarang melihat Pak Andra " ucap Alinda.


" Ya kan kamu sibuk sama pekerjaan kamu di hotel xxx " Ucap Azka sambil terkekeh.


" Hahahaha iya satu bulan lebih kerja disana, bahkan gaji ku lebih besar di hotel dari pada jadi anggota Polri "


" Emmhhh banyak tips dari laki - laki hidung belang ya " goda Azka.


" Iya, sekali tepok bokong 100 dolar " ucap Alinda terkekeh.


Andra teringat kembali saat Pak Andrian menepuk bokong Alinda.


" Tapi kamu disana tidak pernah di apa - apain kan ??" tanya Azka.


" Tepok Bokong, remas bokong, nyelipin uang tips di payudara sih sudah makanan sehari - hari. Awalnya risih, tapi demi misi ini tidak ada pilihan lain. Kerja profesional lah walau menjatuhkan harga diri " jawab Alinda terkekeh.


" Hebat " Azka mengacungkan dua jempolnya kepada Alin.


" Hemm tidak ingin setengah - setengah saja hasilnya, sudah terjun di sana hampir sebulan lebih "


" Totalitas kerja, kamu bakal dapat penghargaan dari kapolri " Ucap Andra.


" Iya Pak Andra, semua tim juga dapat. Bukan hanya Alinda. "


" Pokok nya kamu hebat " ucap Azka kembali.


" Akkh menggemaskan sekali " gumam Azka.


Tak lama ponsel Azka berdering. Azka melihat Nisa memanggilnya.


" Nisa?? hemm feelling nya kuat juga " gumam Azka.


" Hallo sayang ada apa ??" Azka menekankan kata sayang di situ.


Andra yang sudah bisa menebak siapa yang menelpon Azka terkekeh sendiri.


" Iya aku sudah di Polres sama Andra. Misi nya sudah selesai, tidak perlu khawatir. sekarang tidur lagi ya ??" bujuk Azka kepada Nisa.


" Iya besok aku jemput kamu makan siang " ucap Azka sebelum mengakhiri panggilan Nisa.


" Siapa tuuuh yang menelpon dini hari begini??" Tanya Alinda kepada Azka setengah menggodanya.


" Si Pacar "


" Waduuuh jam segini belum tidur pacar nya"


" Hemm " jawab Azka


" Pak Andra benar sudah menikah ??" Alinda penasaran dengan kebenaran status Andra.


" Waduuuh Neng kemana saja, Pak Andra sudah menikah " jawab Azka sambil terkekeh. begitupun Andra.


" Tak kalah dengan tampang single kan ?? ucap Andra melirik Azka.


" Iya iya " jawab Azka yang mengakui ketampanan sahabatnya dan memang masih bertampang seperti masih single.


" Sebentar lagi jadi bapak - bapak beneran " tambah Azka.


" Ooh Istrinya lagi hamil??"


" Iya " jawab Andra singkat sambil tersenyum.


" Alin jangan manggil kita Pak dong, eeh kalau sama Andra tidak apa - apa manggil Pak juga. khusus sama Aku panggil Bang Azka saja ya, umur kita kan tidak jauh beda " Ucap Azka.


" Siap Bang " Alinda memberikan hormat.


" Alin sudah punya pacar??"

__ADS_1


" Hahaha belum Bang, Alin mau nyari yang satu profesi biar mengerti pekerjaan Alin.


" Hemmm Banyak yang masing single" ucap Azka.


" Iya Bang, karena sibuk nya pekerjaan jadi lupa nyari pacar." ucap Alin.


Andra berkali kali menguap, pekerjaannya malam ini sangat menguras tenaganya.


" Pak Andra mau istrirahat ya??" tanya Alin yang melihat Andra menguap.


" Engga lah, yang lain masih terjaga " ucap Andra.


" Mau di buatkan kopi ??"


" Boleh tuh " jawab Azka.


Tanpa menunggu jawaban Andra, Alinda keluar dan hendak membuatkan kopi untuk Andra juga Azka.


" Cantik ya??" ucap Azka saat Alinda keluar dari ruangan Andra.


" Hemm"


" Gue yakin kalau Elu belum nikah sama Rinda, Lu bakal mau sama Alinda"


" Hahaha sotoy"


" Bener kan ??"


" Kagak lah, Rinda cinta pertama dan terakhir gue."


" sekarang bilang kaya begitu, besok kan tidak tahu "


" Jiahahahah, Rinda is the best. Tidak ada dua nya, Lu ngomongin bini gue gue jadi kangen sama dia" ucap Andra.


" lebay Lu"


" Serius gue, boleh Ga nih gue pulang duluan ???" tanya Andra kepada Azka.


" Pulang saja " ucap Azka


Andra tersenyum dan mengambil kunci mobil nya, saat membuka pintu ruangannya dilihatnya Alinda baru masuk dan membawa tiga gelas kopi hitam.


" Pak Andra mau kemana??"


" Pulang duluan, kangen Istri " ucap Andra.


" Kopi nya ??"


Andra mengambil satu gelas kopi dan berjalan meninggalkan Alinda.


" Buat di jalan, terima kasih " ucap Andra dan benar - benar berlalu.


Alinda masuk kembali ke ruangan Andra dan memberikan 1 gelas kopi kepada Azka.


" Ini Bang kopi nya "


" Terima kasih cantik " ucap Azka.


Alinda dan Azka ngobrol kesana kemari sambil menunggu pagi tiba.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Like


vote


komentar ya😂😂😂🤭🤭🤭


Jangan bosen sama cerita Andra juga Rinda.

__ADS_1


__ADS_2