Hey Polisi,Razia Aku!!!

Hey Polisi,Razia Aku!!!
A&R 79


__ADS_3

Ranking vote turun drastis...πŸ€Έβ€β™€οΈπŸ€Έβ€β™€οΈπŸ€Έβ€β™€οΈπŸ€Έβ€β™€οΈπŸ€Έβ€β™€οΈπŸ€Έβ€β™€οΈπŸ€Έβ€β™€οΈjangan pelit like dan vote novel Rinda vs Mas Andra yaπŸ’ƒπŸ’ƒπŸ’ƒπŸ’ƒπŸ’ƒπŸ’ƒ


biar semangat up nya


oke next


------------------


"Aduh kayanya gue ga nafsu makan"


"kenapa Rin??" tanya Nisa


"dedek Janin marah kayanya"


"dedek janin??" ucap Radit.


"Iya dedek janin" jawab Rinda mengelus perutnya


"kamu lagi hamil??bukannya kemarin kamu minum dan bilang belum hamil??"


"pasti dia mengarang cerita" gumam Radit


"Iya baru tahu kemarin, ternyata udah hamil 5 minggu" ucap Rinda.


"hemmm penolakan mungkin jadi ngaku-ngaku hamil" gumam Radit.


"terus gimana Rin??"


"balik ke kantor yuk"


"bentar lah gue habisin dulu makan" ucap Lela sambil makan dengan santai menggunakan sumpitnya.


"pesanan Pak Radit malah belum datang" ucap Lela


"hemmm tanggung ah gue habisin makanan gue dulu" tambah Nisa.


"huaaaaa Mas Andra, jangan marah. ini cuma kebetulan, iya kebetulan" gumam Rinda sudah tidak betah berada disana.


---------


Akhirnya mereka menyelesaikan makan siang, tanpa sedikitpun Rinda menyentuh makanannya, Mas Andra pun sepertinya di ruangan khusus karena setelah masuk restaurant Mas Andra tidak terlihat batang hidungnya.


" balik kantor yuk" ajak Rinda sudah berdiri


Rinda!!" Radit menggenggam pergelangan tangan Rinda mencoba menahan Rinda yang mau pergi.


"eeeeh apaan nih, don't touch me" Rinda menghempaskan tanganmya dan membuat genggaman tangan Radit terlepas.


"sorry Rin, maksud aku jangan dulu pergi. Kita bisa ngobrol dulu"


"maaf Rinda harus segera kembali ke kantor" ucap Rinda meninggalkan Radit.


Lela dan Nisa pun pamit kepada Radit.


tak lama Radit membuka ponselnya dan melihat pesan dari Eko agar membuka berita bisnis perusahaan.


seseorang telah mengunggah berita tentang cinta terlarang Direktur perusahaan Angkasa Jaya Bastian dengan sosok Wanita yang sekarang menjadi Istri dari Mahfud direktur perusahaan Berlian Indah.


Skandal perselingkuhan Bastian dan Istri Mahfud menghasilkan anak perempuan. Dan seorang pengacara handal yang sudah membela perusahaan Angkasa Jaya bernama Rinda Ayu Lestari.


Rinda Ayu Lestari adalah anak hasil hubungan gelap direktur perusahaan Angkasa Jaya dan Istri dari direktur perusahaan Berlian Indah.


berita tersebut langsung menyebar di kalangan pembisnis.


dengan seketika harga saham perusahaaan Angkasa Jaya dan Berlian Indah anjlok.


Radit dibuat ternganga dengan berita tersebut, jadi Rinda putri Om Bastian?? kenapa Rangga tidak memberitahu ku?? pantas Siska yang di agung-agungkan sebagai anak tunggal nya mirin sekali dengan Rinda.


Radit pun bergegas ke perusahaannya untuk bertemu asistennya Eko.


lain halnya Andra yang memilih menonaktifkan ponselnya ahar Rinda tidak bisa menghubunginya.


----------


setelah sampai di Firma Hukum


Kak Irfan dan Mba Lasmi menyambut kedatangan trio kolang-kaling.


"ada apa nih??" tanya Lela kepada suaminya Kak Irfan yang tumben-temben nya menyambut kedatangan mereka


" Rin kamu belum lihat berita ya disosial media??"

__ADS_1


"berita apa??" tanya Rinda


"kamu putri Pak Bastian" tanya Irfan dan Mba Lasmi seperti menunggu jawaban dari Rinda


Lela dan Nisa yang sudah tahu tentang seluk beluk Rinda langsung mengambil ponsel mereka dan membuka berita yang sedang menjadi trending topik saat ini.


Oh My god Rin, ko berita skandal cinta Bokap dan nyokap Lu seolah baru terjadi hari ini. ucap Nisa


"Iya ih, kamu harus klarifikasi Rin. Bahwa benar orang tua Lu itu ada hubungan tapi dulu dan sudah berakhir, dampaknya sama perusahaan Om Mahfud dan Rangga" tambah Lela.


"aku harus pulang" Rinda meninggalkan Firma hukum dan bergegas kembali ke rumahnya


"Rin kamu belum makan siang" teriak Nisa.


"Rin kita makan dulu" Lela menahan tangan Rinda.


"aku makan di rumah" ucap Rinda meninggalkan kedua sahabatnya.


Rinda sudah sampai kediamannya saat itu waktu menunjukan pukul 14.30


Rinda mencoba menghubungi suaminya tapi nomer Mas Andra tidak aktif.


"aah Mas Andra pasti marah, Mas dimana Rinda takut" gumam Rinda


tak lama Mamah Ayu mengirim pesan agar Rinda jangan dulu ke luar rumah, karena awak media sedang mencari keberadaan Mamah Ayu juga Rinda.


kemudian Mamer nya, Mamah Sofia juga mengirim pesan bahwa Papah Bastian kena serangan jantung dan masuk kembali rumah sakit setelah melihat berita tersebut.


Rangga juga mengirim pesan bahwa Siska pingsan dan akan dilaksanakan operasi caesar untuk kehamilan Siska yang baru menginjak 8 bulan.


"kenapa jadi begini?? ini pasti ulah Pak Rendi" gumam Rinda


Rinda sudah gusar bahkan Andra tidak bisa dihubungi.


"Maaas" Rinda sudah terduduk di lantai.


pukul 17.00 waktu dimana Andra harusnya pulang belum pulang juga, hingga sampai pukul 18.00 Andra belum pulang.


Rinda menelpon Azka untuk menanyakan keberadaan Andra tapi Azka mengatakan bahwa Andra telah pulang dari pukul 16.00.


Rinda langsung mengambil kunci mobil nya, dia menuju rumah dinas nya. dia tahu nahwa Mas Andra sedang marah dan berada di rumah dinas.


benar saja Rinda melihat mobil Andra terparkir di rumah dinasnya.


"Mas buka" Rinda menggedor rumah dinas Andra tapi Andra tidak membuka pintu nya.


Mas, Rinda tahu Mas ada didalam. Mas Rinda minta maaf. kejadian tadi di restaurant tidak seperti yang Mas bayangkan, tanya Lela dan Nisa. Rinda tidak sengaja bertemu Pak Radit.


"Mas"


"Mas dengar tidak??" suara Rinda melemah karena air mata sudah mengalir dari pelupuk matanya.


saat ini dia sedang butuh sosok Mas Andra yang selalu ada setiap dia butuhkan, apalagi sekarang berita tentang nya dan tentang keluarganya sudah menyebar di sosial media bahkan mungkin besok pagi menghiasi layar televisi channel bisnis.


"Maaaaas" panggil Rinda menggedor pintu rumah dinas nya.


Andra mendengar nya dibalik pintu yang Rinda gedor gedor. Andra dan Rinda bersender pada pintu yang sama.


Andra hanya ingin Rinda mengerti kesalahannya tanpa harus berdebat dengannya, sebenarnya Andra tidak bisa marah kepada Rinda.


Andra mendengar isak tangis Rinda. dibalik pintu, "Mas maafkan Rinda" ucap Rinda pelan tapi bisa Andra dengar.


tak lama Rinda bergegas meninggalkan rumah dinas Andra.


Rangga menelpon Rinda agar segera ke rumah sakit karena Siska mengalami pendarahan dan butuh donor darah.


iya Rangga belum tahu Rinda hamil, Rangga berharap golongan darah Siska dan Rinda sama. Siska bergolongan darah AB.


Rinda mengusap air matanya dan bergegas ke rumah sakit bersalin dimana Siska berada.


-----------


Azka datang ke rumah dinas dan menemui Andra setelah melihat berita yang diberitahukan oleh Nisa.


Azka tahu bahwa dari tadi siang Andra tidak mengaktifkan ponselnya.


"Dra ini gue Azka, buka pintunya"


tak lama Andra membuka pintunya, " ada apa?"


aktifkan ponsel Lu, dan buka berita bisnis hari ini. Rinda sedang butuh Lu sekarang" ucap Azka.

__ADS_1


"ada apa?" tanya Andra sambil membuka ponselnya.


Andra membulatkan matanya dan langsung mengambil kunci mobil menuju rumah nya mencati keberadaan Rinda.


Andra langsung pergi menancap gas tanpa mempedulikan Azka sahabatnya.


-----


"Yank maafkan Mas" gumam Andra melajukan mobilnya menuju rumah mereka.


Andra mencoba menghubungi nomer ponsel Rinda tapi tidak ada jawaban


"aakkkhhh kemana bebek nakal ku" gumam Andra.


"Andra menelpon Mamah Ayu dan Mamah Sofia menanyakan keberadaan Rinda. Tapi mereka tidak bersama Rinda.


-------


Rinda baru saja menginjakan kaki dirumah sakit bersalin yang Rangga maksud, Rinda melihat Mamah Riska, Rangga juga Papah Mahfud berdiri dilorong rumah sakit.


" bos " ucap Rinda


"Rinda"


"bagaimana Kak Siska?? ayo cepat ambil darah ku, kami adik kakak pasti golongan darah kami sama.


"'kamu lagi hamil" ucap Papah Mahfud


"tapi Rinda kuat, Rinda pasti boleh donor darah buat Kak Siska. tolong panggil dokter dan periksa darah Rinda"


Rinda melihat Mamah Riska sedang menangis, iya seorang ibu yang anaknya sedang meregang nyawa dan suami nya terkena serangan jantung akibat berita tentang Rinda dan tentang Ibu nya.


harusnya Mamah Riska mengusir nya dan memarahinya, tapi tidak ada kata yang terucap dari mulut Mamah Riska selain air mata yang terus mengalir deras.


" stok darah di rumah sakit dan PMI untuk gologan darah AB sedang kosong"


"tolong lah tanyakan kepada dokter, Rinda pasti bisa mendonorkan darah Rinda. " ucap Rinda memohon kepada Rangga.


"Rinda kamu sedang hamil kuda, kamu tidak bisa mendonorkan darah kamu" Papah Mahfud mengelus punggung Rinda.


tak lama dokter keluar, selamat Pak Rangga anaknya laki-laki, hanya keadaannya belum stabil karena bayi terlahir prematur, kemungkinan beberapa minggu harus berada didalam inkubator dan dlm pantauan kami anda belum bisa menyentuhnya" ucap Dokter


"bagaimana istri saya??"


" maaf Pak Rangga kami sudah berusaha semampu kami, hanya pendarahannya tidak bisa kami hentikan. Bu Siska meninggal dunia"


"tidaaakkk Ya Tuhan Putri ku" ucap Mamah Riska menjatuh kan badannya.


Rangga mengusap seluruh wajahnya dan berjongkok.


Papah Mahfud memeluk Rangga anaknya, Papah Mahfud dulu kehilangan istri saat istrinya melahirkan Rangga. kini kejadian 28 tahun yang lalu harus dialami oleh putranya. Papah Mahfud sangat tahu perasaan anaknya.


Rinda hanya bisa menutup mulutnya, dari 22 tahun hidup yang sudah dia lewati, tidak ada hal yang paling menyakitkan dari kabar mendengar meninggalnya Kakak perempuan yang belum sempat dia puas bersamanya.


nafas nya semakin sesak, pandangan nya kabur. Rinda merasa kaki nya tidak kuat untuk menahan berat tubuhnya. Rinda tersungkur dan tidak sadarkan diri saat melihat darah segar mengalir di kaki nya.


"Rinda" kata terakhir yang Rinda dengar saat seseorang meraih tubuhnya dan dia tidak sadarkan diri.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


like


vote

__ADS_1


komentar ya..


sudah detik detik episode terakhir nih...jangan pelit vote yaπŸ€—πŸ€—πŸ€—πŸ€—πŸ€Έβ€β™€οΈπŸ€Έβ€β™€οΈπŸ€Έβ€β™€οΈπŸ€Έβ€β™€οΈπŸ€Έβ€β™€οΈπŸ€Έβ€β™€οΈπŸ€Έβ€β™€οΈ


__ADS_2