Hey Polisi,Razia Aku!!!

Hey Polisi,Razia Aku!!!
A&R 80


__ADS_3

Ini hanya ada didunia novel😁😁😁😁


setelah lucu kocak dan sengklek tingkah laku Rinda. episode sekarang agak serius dan melankolis yah dalam menyelesaikan maslaah keluarga mereka


nanti tiba saat nya Rinda sengklek kembali


πŸ€Έβ€β™€οΈπŸ€Έβ€β™€οΈπŸ€Έβ€β™€οΈπŸ€Έβ€β™€οΈπŸ€Έβ€β™€οΈπŸ€Έβ€β™€οΈπŸ€Έβ€β™€οΈπŸ€Έβ€β™€οΈπŸ€Έβ€β™€οΈπŸ€Έβ€β™€οΈπŸ€Έβ€β™€οΈπŸ€Έβ€β™€οΈπŸ€Έβ€β™€οΈπŸ€Έβ€β™€οΈπŸ€Έβ€β™€οΈ


oke next guys


--------------


Andra tidak menemukan Rinda di rumahnya, Rinda juga tidak menjawab telepon darinya. Andra kaget saat mengecek lokasi ponsel Rinda berada di rumah bersalin dan segera menuju lokasi tersebut.


Saat tiba di rumah bersalin Andra melihat Rinda berdiri bersama Rangga dan Om Mahfud.


Andra segera meraih tubuh Rinda yang hampir tumbang.


Andra juga melihat darah mengalir dikaki Rinda.


Andra panik dan segera memanggil dokter, keadaan di rumah sakit saat itu sangat kacau, dimana Siska baru dinyatakan meninggal dan Rinda tidak sadarkan diri.


----‐--


Sesil yang tengah makan malam bersama Renata disebuah cafe membulatkan matanya saat tahu ternyata Pak Bastian adalah ayah kandung Rinda.


Renata sudah tidak bisa berkata apa-apa lagi atas apa yang sudah dia lakukan kepada Rinda, dan sekarang dia dan Papah nya bekerja diperusahaan milik bokap Rinda, bahkan Rinda pemilik saham terbesar disana.


"Ini bukan hoax kan Ren?"


"semoga saja hoax Sil"


"Bokap Lo ka kerja sudah lama dengan Pak Bastian. Bokap Lo pasti tahu kebenarannya, jika benar saja Pak Bastian ternyata bokap Rinda Lu harus siap-siap mengundurkan diri dari sana"


Renata tidak bisa menanggapi perkataan Sesil, memang kalau seandainya dia masih punya muka dia harusnya mengundurkan diri.


"gue sepertinya harus pulang dan menemui bokap" pamit Renata yang ingin segera bertemu Papah nya Pak Aryo kaki tangan Bastian.


-----


Rinda sudah ditangani oleh dokter dan perawat.


Andra setia mendampingi Rinda, Beruntunglah Rinda segera ditangani dokter dan janin yang ada dikandungannya bisa di selamatkan, pendarahan terjadi karena ibu nya stres dan tertekan.


dokter menyarankan Rinda untuk bedrest dan dirawat di rumah sakit sampai kondisinya membaik.


"kamu pasti kuat Yank" bisik Andra setelah Rinda dipindahkan keruangan namun Rinda belum sadarkan diri. Mamah Ayu, Mamah Sofia sudah berada di ruangan dimana Rinda di rawat.


Papah Wijaya mendampingi Bastian ditemani Aryo, ya walau bagaimanapun Bastian adalah besan sekaligus sahabatnya.


untuk kasus yang menimpa Bastian mau tidak mau Papah Wijaya ikut terseret karena menantu nya Rinda adalah anak dari Bastian.


Begitupun Rangga yang sudah berada di ruangan ICU dimana Siska dirawat. Rangga tidak ingin dokter melepaskan alat bantu pernafasan dan alat-alat medis yang menempel di tubuh Siska.


Dokter mengatakan denyut jantung Siska sudah berhenti kalau alat bantu tersebut dilepas Siska sudah dinyatakan meninggal dunia.


Rangga meminta dokter jangan membuka alat-alat medis tersebut.


Rangga berdiri disamping tubuh Siska, tangan Siska diraih oleh Rangga.


"Sayang kembali lah, anak kita membutuhkanmu. kamu harus kuat, Mas belum jadi suami yang baik untukmu. Semua akan baik-baik saja, tolong jangan menyerah" ucap Rangga menempelkan keningnya dikening Siska. Air mata Rangga menetes di wajah Siska.


Rangga melihat sudut mata Siska mengeluarkan air mata seolah Siska mendengar dan ikut menangis.


"sayang tolong bangun" ucap Rangga mengusap air mata yang keluar dari sudut mata Siska.


Rangga melihat denyut janyung dilayar seperti bergerak naik


Rangga memanggil dokter agar masuk keruangan Siska.

__ADS_1


Dokter meminta Rangga menunggu di luar, Rangga berdoa semoga Siska kembali dan melewati masa kritis nya.


Rangga masih harap-harap cemas dengan keadaan Siska istrinya.


beberapa saat kemudian dokter keluar.


bagaimana dokter??"


"ini keajaiban Pak Rangga, Bu Siska sudah melewati masa kritis, pendarahannya sudah berhenti dan detak jantungnya kembali normal"


"aaakkkhhh allhamdulillah Ya Alloh" ucap Rangga dan memeluk Papah Mahfud yang sudah tidak bisa berucap apa-apa.


"sekarang kita tinggal menunggu Bu Siska sadarkan diri Pak Rangga, rangsang terus dan ajak bicara" ucap Dokter.


Mamah Riska pun ikut dirawat di rumah sakit tersebut karena beliau sempat tidak sadarkan diri saat mendengar berita meninggalnya Siska.


Rendi menemani Riska adiknya, dia juga kaget saat mendengar keponakannya sempat dinyatakan meninggal, Rendi terlihat terpukul saat melihat Riska tak sadarkan diri, Siska hampir Anfal dan bayi yang belum punya dosa hampir kehilangan ibu nya akibat ulahnya.


Rendi hanya ingin memberi pelajaran kepada Bastian, dan meruntuhkan kesombongannya. tidak pernah terpikirkan oleh Rendi kalau Riska adiknya dan Siska keponakannya akan menerima dampak perbuatannya.


Rendi menyesal tapi semua tidak ada guna, dia pun membiarkan berita tersebut menyebar.


------


kembali ke Rinda dan Andra


Mamah sebaiknya istrirahat, biar Andra yang menjaga Rinda.


"tidak apa-apa, Mamah juga ingin menunggu anak mantu mamah sadar"


"Rinda sayang" bisik Mamah Ayu sambil mengelus kepala Rinda.


"Sayang, ini Mamah. Bangunlah" Mamah Ayu menciumi Rinda.


Mamah Ayu baru kali ini melihat Rinda sampai terbaring lemah dan tidak sadarkan diri.


Mamag Ayu tahu apa yang Rinda alami saat ini sangat berat.


"sayang bangun, ingat dedek Janin diperut mu" bisik Mamah Ayu.


kata dedek Janin seolah aliran listrik yang menyengat Rinda sampai Rinda terperanjat dan membuka mata nya.


"Maaaaasss" kata pertama yang keluar saat Rinda membuka matanya.


"sayang, ini Mas" ucap Andra meraih tangan Rinda dan menciumi wajah Rinda.


"Mas, dedek Janin??"


"dedek ada diperut"


"tadi Rinda lihat darah, Mas bohong kan?? dedek janin marah sama kita dan dia pergi??"


"tidak sayang dedek masih ada disini" Andra mengelus perut Rinda.


"bener Mah??" Rinda bertanya kepada Mamah Ayu


"Iya sayang dedek janin masih ada di perut kamu.


"Kak Siska??" ucap Rinda


"Kak Siska sudah melewati masa kritis nya, kata dokter Kak Siska meninggal"


"ssssttt Kak Siska baik-baik saja"


"kalian tidak bohong??"


"tidak Rin, Mamah dan Mas Andea tidak bohong" ucap Mamah Sofia.


Rinda malah menangis sesegukan

__ADS_1


"kenapa menangis??"


"kalau saja Kak Siska meninggal, Rinda semakin mengerti kenapa Bastian membenci Rinda. Bahkan Rinda tidak berguna, tidak bisa memberikan darah Rinda untuk Kak Siska.


" sayang golongan darah kalian tidak sama, golongan darah kamu sama dengan Mamah, ga sama dengan Papah. berhenti menyalahkan diri sendiri. Kak Siska pun baik-baik saja" ucap Mamah Ayu.


Rinda bahkan sampai lupa memang golongan darah nya O. tapi saking paniknya dia sampai lupa.


" Rinda menjadi biang permasalahan dikeluarga Bastian, Om Mahfud dan Papah Wijaya. benar kata Papah Bastian, seharusnya Rinda tidak pernah dilahirkan, seharusnya Rinda tidak pernahbada didunia ini"


"jangam katakan itu" Mamah Ayu mengecup punggung tangan Rinda.


Andra dibuat mematung dengan perkataan Rinda, sosok energik bebek nakalnya lenyap sudah.


" Maaah, maafkan Rinda. Rinda ga pernah ingin dilahirkan apalagi kalau situasinya harus seperti ini"


" jangan bicara seperti itu, ingat dedek Janin. iya dedek Janin" ucap Mamah Ayu.


"Maaaasss" Rinda melirik ke arah dimana Mas Andra berdiri.


" iya sayang"


"Maaas maafkan Rinda"


"Mas yang harus minta maaf, karena Mas cemburu Mas mengacuhkan kamu"


"Rinda tidak akan bekerja lagi, Rinda mau nurut sama Mas Andra" ucap Rinda.


Andra malah merasa semakin bersalah kepada Rinda.


Andra mengusap kepala Rinda dan mencium kening Rinda.


"kamu masih bisa bekerja, masih bisa meet up bareng geng kamu. kita hanya harus saling percaya, sudah ada dedek janin diantara kita"


"terimakasih Mas, Rinda sangat mencintai Mas Andra"


"ya sudah sekarang makan dulu ya, Mas suapin. kata Lela dan Nisa kamu belum makan siang


"mana Lela dan Nisa??"


"mereka ada diluar"


Mamah Ayu dan Mamah Sofia tersenyum melihat Andra dengan telaten menyuapi Rinda makan.


malam itu Andra berjanji tidak akan meninggalkan Rinda lagi, dan akan menemui Radit untuk menjaga jarak dengan istrinya. Sebagai laki-laki, Andra tahu maksud Radit terhadap Rinda, walau mungkin Rinda tidak menyadarinya.


Kemarin dia masih bisa menahan diri, tapi kalau dibiarkan Andra takut Radit seenaknya karena merasa diri lebih segalanya dari Andra.


.


.


.


.


.


.


.


like


vote


komentar yaaaaaaa


πŸ˜πŸ˜πŸ˜πŸ€—πŸ€—πŸ€Έβ€β™€οΈπŸ€Έβ€β™€οΈπŸ€Έβ€β™€οΈπŸ€Έβ€β™€οΈπŸ€Έβ€β™€οΈπŸ€Έβ€β™€οΈπŸ€Έβ€β™€οΈπŸ€Έβ€β™€οΈπŸ€Έβ€β™€οΈ

__ADS_1


__ADS_2