Hey Polisi,Razia Aku!!!

Hey Polisi,Razia Aku!!!
A&R 121


__ADS_3

hey geng, maaf telat lagi update nyaπŸ€—πŸ€—πŸ€—πŸ˜˜πŸ˜˜πŸ˜˜πŸ˜˜


-------- okey lanjut


malamnya di kediaman Andra.


Bastian yang tidak mendapatkan pengacara menginap kembali di Polres, dan bukti - bukti menunjukan bahwa memang Bastian terlibat, berkas - berkas kasus hotel xxx sudah masuk kembali ke kepngadilan.


kemungkinan seminggu lagi akan ada sidang kasus hotel xxx yang melibatkan Bastian juga Pak Andrian.


" bagaimana pekerjaan hari ini Mas??" tanya Rinda saat Andra berbaring di sampingnya.


" tadi sore Mas sudah limpahkan berkas ke pengadilan. Papah Bastian nginep lagi di Polres sampai keputusan sidang dari pengadilan"


" Oooh iya tadi Azka nelepon Nisa, katanya Om Aryo minta Nisa jadi pengacaranya."


" Terus??"


" Nisa nolak"


" Kenapa??"


" alasannya harus satu paket geng kolang - kaling"


" lah benar harus satu paket??? jadi tim begitu maksudnya??"


" Iya tergantung permintaan lah Mas, tergantung permintaan klien. sebenarnya Nisa saja bisa. "


" Terus kenapa Nisa nolak???"


" Alasan Nisa saja, mungkin agar Bastian minta bantuan Aku"


" Memang kamu mau jadi pengacaranya??"


Rinda tidak menjawab pertanyaan Mas Andra


" Mau tidak ya??" gumam Rinda balik nanya kepada dirinya sendiri.


" Yank??"


" Hemmm"


" Mau tidak???"


" belum tahu Mas, mau yang lain saja"


" Apa??"


" mau di razia lagi"


Andra malah tersenyum mendengar ucapan Rinda.


" udah siap Mas razia??"


" selalu siapa sedia, kapan saja dimana saja" jawab Riblnda dengan senyum genit.


tentu saja Andra langsung merengkuh tubuh Rinda untuk dia razia dan nikmati.


seperti biasa permainan mereka akan sangat lama, tapi tiba - tiba Andra ingat kalau Rinda sedang hamil. Andra dengan cepat menyelesaikan permainannya.


Andra juga melihat Rinda yang sudah banjir keringat,


" Semenjak hamil kamu cepat cape ya??"


" Emmmhh" jawab Rinda


" Mas selesaikan sekarang ya"


" terserah Mas" jawab Rinda yang berada di bawah kuasa Andra.


" aaakkkhhh" Andra mencapai puncaknya mengerang dengan kuat.


Andra mengecupi seluruh wajah Rinda dan memeluknya dengan erat.


" makasih Yank"


" Hemmm" jawab Rinda dengan memejamkan mata.


setelah beberapa saat Andra pun berguling kesamping Rinda dan melepaskan penyatuan mereka.


Andra mengelus - ngelus perut Rinda terbilang masih datar, tapi sudah terlihat berisi. termasuk dada Rinda yang makin berisi.


---" Yank"


" Hemm"


" Cape??"


" Engga, Mas mau lagi??" tanya Rinda menatap bola mata Andra


" Engga, Mas mau bicara serius sama kamu"


" Bicara apa??"


" Tentang kasus Papah Bastian"


" Rinda belum siap kalau harus jadi pengacaranya, toh Bastian juga tidak minta bantuan Rinda"


" Bukan itu Yank"


" Terus???"


" Tentang keterlibatan Pak Radit dalam kasus ini, dan kasus club Nando juga Bimo dulu"


" Terus??"


" Kamu mau jadi umpan??"


" Ko Rinda??? apa Pak Radit ga bakalan curiga??? dia licin loh Mas. Banyak pengawalnya juga"


" Iya rencana Mas akan buat sebuah cerita, jadi Mas pura - pura selingkuh dengan Alinda"


" Selingkuh bagaimana"


" ya mungkin pura - pura menginap di hotel Pak Radit"


" ooowwww kalau itu Big No" jawab Rinda sambil membulatkan matanya


" hanya pura - pura"


" aaah tidak mau, ngilu Rinda kalau pura - pura nya di hotel"

__ADS_1


" terus bagaimana??"


" Pura - pura makan malam di restaurannya boleh lah, tapi dalam pantauan Rinda dan geng"


Andra tersenyum mendengar jawaban Rinda.


" Maaf ya sayang"


" Kenapa minta maaf, ini juga kan demi selesainya kasus yang kamu tangani. dan mengorek informasi keterlibatan Pak Radit atas kecelakaannya Mamah Ayu."


mendengar jawaban Rinda membuat Andra tersentuh dan memeluk Rinda.


" Mas janji setelah kasus ini selesai, Mas tidak akan melibatkan kamu dalam pekerjaan Mas ."


" Tapi makan malam saja ya Mas, terus kalian harus datang dan pergi dengan mobil masing - masing. jadi harus seolah janjian di restaurant.


" siap dilaksanakan, hanya untuk memancing reaksi Radit kalau Mas ketahuan makan malam dengan perempuan lain"


" Oke kita lihat reaksi Pak Radit"


" Kalau Pak Radit bereaksi berarti dia benar - benar suka sama kamu"


" Dia benaran suka sama Aku, kita buktikan ya" jawab Rinda sambil terkekeh.


" Awas kamu juga jangan macam - macam sama Pak Radit.


" Hal yang sama, Mas juga jangan macam - macam dengan Alinda"


Andra terkekeh mendengar jawaban Rinda yang membuatnya gemas dan ingin menikmatinya lagi.


mereka pun melakukan kembali pergulatan season dua.


------ sedangkan di rumah sakit.


Lela, Kak Irfan, Kak Lucky dan Mamah nya masih menunggui Papah Rio yang ngdrop.


saat sadar Papah Rio meminta Kak Irfan menemui Pak Aryo dan menggantikan nya sebagai pengacara Om Bastian.


" Ya ampun Pah, jangan mikirin pekerjaan. Papah pulih dulu"


" Papah tidak enak sama Om Bastian, dia butuh bantuan Papah"


" Pah, Rinda anak Om Bastian juga pengacara. Papah tidak perlu memikirkannya. mending istirahat"


" Benar kata Lela Pah, mending Papah istirahat"


" mamah juga istrirahat, pulang lah. Istirahat di rumah. Papah tidak apa - apa"


" Mamah akan menginap dan nungguin Papah di sini"


" jangan Mah, mamah mending pulang sama Kak Lucky. biar Lela dan Kak Irfan yang di sini"


" Iya Mah, mending Mamah pulang yuk, Lucky antar. kalau Mamah ikut sakit yang ada makin berabe Mah"


" Dengar kata anak - anak tuh. pulang lah"


" Papah tidak apa - apa tidak di temani Mamah??"


" Tidak, kan ada Lela dan Irfan"


" ya sudah Mamah pulang dulu"


" Kak, hati - hati di jalan. "


Mamah Lela dan Kak Lucky pun pergi meninggalkan rumah sakit.


kini tinggal Lela dan Kak Irfan yang menunggui Papah.


" Papah tidur ya"


" iya Papah juga ngantuk, mungkin pengaruh obat" jawab Papah Rio sudah memejamkan mata.


Lela dan Irfan memilih berbaring di sofa, kebetulan Papah Rio ruang perawatan VVIP ada sofa yang bisa di buat untuk tidur berdua.


Kak Irfan yang beberapa hari baru pulang dari luar kota dan tidak menyentuh Lela, merasakan hasratnya bergejolak saat mereka tidur berbaring dengan tubuh yang sangat rapat karena mereka saling berpelukan.


Lela merasakan sesuatu yang mengeras di pahanya.


" Kak " ucap Lela yang menyimpan kepalnya di dada Irfan langsung menengadahkan kepalanya dan melihat mimik wajah suaminya.


" Apa??"


" ini" jawab Lela sambil menyentuh bagian yang mengeras itu.


" Biarkan saja, ayo tidur" jawab Kak Irfan setengah berbisik.


Lela malah beringsut ke atas dan wajah mereka saling berhadapan.


Lela mencium bibir Kak Irfan, tentu saja di sambut oleh Irfan. mereka cukup lama berciuman saling menikmati satu sama lain. hingga tanpa sadar Irfan sudah berada di atas tubuh Lela.


nafas kedua nya sudah terengah engah. Irfan bermain - main di leher Lela. dan pelukannya semaki penuh nafsu.


" Kak "


Ucapan Lela membuat Kak Irfan menyudahi ciumannya. Irfan memggeser kembali tubuh nya ke samping Lela dan meliri ke arah ranjang Pak Rio.


Untung lah Pak Rio sudah tertidur.


" Yank ke hotel dulu yuk sebentar" ajak Irfan.


" sudah malam Kak, di kamar mandi yuk. mau ga??" tawar Lela.


Irfan yang memang sudah tidak bisa menahan hasratnya serasa mendapat angin segar dengan tawaran Lela. kenapa dia tidak kepikiran dari tadi untuk menyeret Lela ke kamar mandi.


Kak Irfan pun langsumg berdiri dan membimbing Lela ke kamar mandi ruangan Papah Bastian.


Lela tersenyum saat itu. dan memang sangat gila, mereka melakukannya di sana.


keduanya menggigit bibir mereka masing - masibg menikmati penyatuan tubuh mereka agar tidak mengeluarkan suara - suara aneh.


hingga akhirnya kerinduan Kak Irfan terhadap Lela melebur di sana.


" Terimakasih Yank, maaf " ucap Irfan setelah pelepasan dan mencium tengkuk Lela yang membelakanginya.


Lela hanya tersenyum dan memegang tangan Irfan yang melingkar diperutnya.


-setelah di rasa cukup, mereka pun kembali ke sofa dan tidur kembali dengan berpelukan.


Pikiran Lela langsung tertuju kepada Bimo. padahal tadi dia sempat melupakannya.


" besok aku harus cerita sama Kak Irfan" gumam Lela kemudian.

__ADS_1


Lela merasakan Kak Irfan yang sudah lebih dulu terlelap karena pelukannya mulai melonggar.


Lela pun terbangun, dia tidak bisa memejamkan mata kalau sudah ingat Bimo.


Lela oun memutuskan untuk ke luar tuangan dan membeli secangkir kopo hitam di luar rumah sakit


------ sedang di sebuah UGD rumah sakit yang sama dengan Lela. Polisi baru saja mengantarkan seseorang yang hamlir terbunuh.


orang tersebut bersimbah darah,dan di temukan warga yang ronda malam sedang baku hantam dengan beberapa orang.


warga menjelaskan kepada polisi bahwa kemungkinan akan di culik tapi korban melawan hingga babak belur dan kami datang.


Lela yang baru keluar rumah sakit melihat sosok yang dia kenal masuk ke ruangan unit gawat darurat


Lela berlari mengejar sosok yang ditemani beberapa orang polisi juga warga masyarakat.


setelah berhasil mendekat. Lela menutup mukutnya saat melihat wajah Bimo yang babak belur dan tak berbentuk lagi.


" apa yang terjadi??" tanya Lela jepada orang - orang yang mengantar Bimo


" Anda mengenalnya?" tanya Polisi


" Dia teman saya"


" warga menemukannya sudah tak sadarkan diri setelah kepergok warga sedang baku hantam dengan beberapa orang yang berhasil kabur"


Lela sudah yakin, ini pasti perbuatan anak buah Pak Radit.


" Tolong aelamatkan dia dokter!!!" ucap Lela kepada dokter yang baru akan memeriksa Bimo.


" segera lakukan tindakan untuk pasien, kita harus menghentikan pendarahan di perutnya." ucap Dokter


.yang membuag Lela melihat ke arah perut Bimo, Lela tadi hanya fokus pada wajah Bimo.


dan deg....jantung Lela serasa mau bergenti saat sebuah pisau ternyata menacap di perut Bimo dengan sangat dalam.


" Pindahkan keruang operasi" ucap Dokter kepada perawat.


" Denyut nadi nya sudah lemah dokter" ucap Perawat


" Sefera lakukan tindakan" ucap Dokter dan perawat langsung mendorong Bimo keruang operasi


" nona kalau nona mengenalnya kami serahkan pasien kepada Nona." ucap Polisi


Lela pun mengangguk dengan susah payah dan membiatkan polisi juga warga yang mengantarkan Bimo meninggalkan rumah sakit


" Ya Tuhan apa yang harus aku lakukan??" gumam Lela


" akh iya geng" jawab Lela dan memilih kenbali ke ruangannya untuk mengabari Nisa dan Rinda bahwa Bimo ada di rumah sakit yang sama dengan nya


agar Nisa dan Rinda melaporkannya kepada suami - suami mereka.


Lela dengan pelan membuka ruang rawat Papahnya


Lela perlahan masuk dan mengotak ngatik ponselnya.


pesan sudah terkirim namun belum di baca oleh keduanya.


Lela melihat jam ternyata sudah pukul 00.00


" Ya tuhan Bimo" gumam Lela yang masih belum bisa melupakan pisau yang tertancap di perut Bimo dan darah yang mengalir deras.


Lela kemudian kembali lagi ke ruang dimana Bimo sedang di operasi.


Lela pun menyelesaikan administrasi dan bila membutuhkannya Lela menyebutkan dirinya berada di ruang perawatan papahnya


dan perawat pun menganguk setelah Lela meni ggalkan nomer ponselnya.


setelah kurang lebih satu jam menunggui Bimo dan operasi belum juga selesai. Lela memilih kembali ke ruang perawatan Papah nya. Lela takut Kak Irfan bangun. besok saat pagi menjelang Lela akan menceritakan semua kepada suaminya.


-----Rangga yang baru saja kembali dari puncak tidak bisa memejamkan mata.


termyata polisi memang mengarahkan pelaku perusak mobil Papah Mahfud adalah Bimo dan Eko.


Dan Polisi sudah menetapkan mereka sebagai tersangka dan akan melakukan penangkapan kepada keduanya.


sayangnya Eko dan Bimo bagai di telan Bumi, mereka tidak ada di kediaman masing - masing saat Polisi Puncak akan menangkap mereka.


" jadi bagaimana Mas kata Polisi"


" Pelakunya Eko dan Bimo".


" Eko asisten Pak Radit??"


" Iya"


" Pak Radit punya dendam sama Papah atau sama kamu??"


" Entahlah, karena Mams yakin. Bimo dan Eko di suruh Radit. tidak ada alasan untuk Eko dan Bimo menghabisi Papah juga Mamah Ayu" ucap Rangga dengan mata yang memerah.


Rencana besok Mas mau ke perusahaan Radit"


" Jangan Mas, Siska takut. lebih baik biarkan Polisi menyelidiki kasusnya sampai tuntas


" Mas perlu bicara dengan Radit"


" Jangan Mas, Siska takut.perasaan Siska tidak enak. Siska minta Mas tidak perlu berhubungan lagi dengan Pak Radit" ucap Siska sambil mengeratkan pelukannya di tubuh suaminya.


Rangga tidak menjawab apa - apa, dia sangat perlu menemui Radit.


tidak mungkin kan Radit membunuhnya di tempat umum, apalagi di sebuah perusaahan.


Rangga sangat penasaran, apa motif pembunuhan yang di lakukan Eko ada kaitanmya dengan Radit dan dirinya.


Dendam apa Radit kepadanya hingga asistennya mencelakai Papah nya.


di balik setiap gumamannya Rangga pun mencoba mememjamkan matanya.


.


.


.


.


aduh belum tamat - tamat ya...


hehehe taoi memang mau tamat ko...mungki samaoi 125 episode sajaπŸ€—πŸ€—


jangan bosen like.vote.komentar❀❀❀❀❀

__ADS_1


ketcup basyah buat semua


i love you allπŸ€Έβ€β™€οΈπŸ€Έβ€β™€οΈπŸ€Έβ€β™€οΈ


__ADS_2