
Kampus
Mas...terimakasih sudah mengantarkan Rinda, yang sering ya"
"oke" Andra tersenyum kepada Rinda.
"Rinda kuliah dulu ya" Rinda keluar dari mobil Andra.
Andra heran dengan Rinda yang langsung keluar dari mobil nya begitu saja tanpa ada ciuman atau memintanya mencium duluan.
Andra memperhatikan Rinda yang keluar dan melingkari mobil Andra kemudian mengetuk jendela mobil Andra.
"kenapa???lupa sesuatu kan?? " tanya Andra saat membuka jendela mobil nya.siap-siap menerima ciuman Rinda atau Rinda yang meminta di cium
"salim dulu deh" Ucap Rinda menjulurkan tangannya.
Andra tersenyum dan meraih menjulurkan tangannya meraih tangan Rinda.dengan segera Rinda meraih juluran tangan Andra dan membungkuk mencium punggung tangan Andra.
ini ciuman kedua Rinda di tangan Andra setelah acara lamaran dia.
"terimakasih Mas" ucap Rinda .
"sama-sama sayang,kuliah yang bener.Mas ke Polres dulu ya.nanti Mas jemput lagi"
"Siap"
Andra tersenyum dan memberi kissbye.
Rinda pun membalas memberi kissbye.
Rinda tetap berdiri diparkiran sampai Andra menghilang dari pandangannya.
baru saja Rinda membalikan badannya sudah disuguhi wajah Renata.
"Apa Lu???merusak mood gue " saat melihat Renata menyilangkan kedua tangannya di dadanya.
"Gue tahu Lu anak Istri Simpanan.Kak Andra belum tahu kan??Lu bukan anak yatim kan???"gue bakal kasih tahu dia" ucap Renata tersenyum sinis.
"Repot-repot amat Lu ngurusin hidup gue."
"gue bakal rebut Kak Andra!!!".
"Rebut kalau bisa.ambiiiiillll silakan!!!" ucap Rinda sambil meninggalkan Renata dan Sesil
"menurut Aku kamu jangan gangguin Rinda terus." ucap Sesil
"Lama -lama kamu kaya Kak Azka ya" ucap Renata meninggalkan Sesil
"kenapa sih semua pada bela si Rinda" gumam Renata.
"Ren...maafkan aku.kak Azka ada benarnya ko.mending kamu tidak perlu ganggu Rinda" Sesil mengejar Renata yang meninggalkannya.
Renata tidak menghiraukan kata-kata Sesil.
-----
ruang kelas
dari mood nya sih lagi bahagia." ucap Lela melihat Rinda yang baru datang.
"iya aku lagi bahagia"
"cerita dong kejadian selanjutnya setelah di puncak. Kita khawatir banget pas nganterin mobil kamu kerumah,kata Mamah Ayu kamu belum pulang.
"Iya aku dibawa pulang ke rumah Dinas Mas Andra" Rinda senyum dan menaik turunkan alis matanya.
dia marah??? tanya Nisa
Rinda berfikir sejenak, masa dia buka aib sendiri dihukum sama Mas Andra. "Marah,tapi marah dengan caranya sih dan aku suka." ucap Rinda.
"terus kalian tidur bareng???" tanya Nisa
"Iya....." jawab Rinda senyum membayangkan saat-saat bangun tidur melihat laki-laki kesayangannya dihadapannya, dia tersenyum membayangkan saat Andra menguasai tubuhnya dan menyusuri lehernya.
"gimana rasanya??enak kaaaaaaaaaaan?? tanya Lela
"mana yang dominan???durasi apa ukuran??? tanya Nisa
__ADS_1
"pake pengaman tidak???" tanya Lela
"Rin....!!!" Lela dan Nisa menepuk bahu Rinda.
"kita nanya malah menghayal...." Lela dan Nisa tepok jidat.
"nanya apa kalian??" tanya Rinda saat pikirannya sudah normal kembali.
"Mas Andra sudah ngasih DP sama Elu??"
"DP apa??"
"DP malam pertama" ucap Lela
"bagaimana rasa nya ih...enak Rin??" tanya Nisa penasaran.
"iiih aku tidak ngapa-ngapain.Mas Andra tidak bisa digoda.cuma tidur seranjang saja.tidak terjadi apa-apa.menjawab sambil senyum
"entah kenapa aku tidak percaya, emang kuat??" tanya Lela.
"gue ngantuk berat, terus tidur saja...ingat-ingat sudah pagi dan Mas Andra sudah disampingku" jujur Rinda
"Pas bangun tidak terjadi apa-apa??pagi hari itu alaminya kepunyaaan laki-laki lagi berdiri tegak seperti monas" ucap Lela
"gila tahu banget nih yang sudah pengalaman" ucap Nisa.
"iyalah gila saja 2020 belum tahu rasanya bersetubuh...aaaaakkkhhhhhh nyesel Luh.." ucap Lela kepada Nisa.
"Rinda juga belum tahu rasanya...ya Rin???" ucap Lela
"yuhuuu 5 hari lagi gue tahu rasanya"
"gue juga bulan depan nikah" ucap Lela
"Allhamdulillah wasyukurillah. Gue ikut seneng, biar kalian ga kumpul kambing lagi"
"kumpul kebo kali Rin..."
Nisa dan Rinda terkekeh..lain halnya Lela yang mengerucutkan mulutnya.
tiba-tiba dosen mata kuliah mereka datang yang menghentikan percakapan mereka.
"sekelompok mahasiswa 3 orang...boleh menyebar keluar kota"
"eeh kita cari kantor hukum atau kantor Advokad sekitaran jakarta saja aku kan mau nikah sama Mas Andra,terus aku bakal bulan madu"
"iya tar gue minta bokap gue yang nyariin tempat buat kita magang" ucap Lela...yang memang bokap nya Lela seorang pengacara.
"kenapa tidak di kantor bokap Lu saja" ucap Nisa
"tar deh gue tanya sama bokap..boleh tidak"
"pasti boleh lah buat anak nakalnya" ucap Rinda
"yaaah nakal kaya siapa??jangan lupa loh..kita satu geng..kenapa bisa satu geng??karena kita sama-sama n.a.k.a.l" hahahahaha Lela tertawa saat menekankan kata nakal
Dosen yang melihat Lela tertawa keras langsung menegur nya
"apa ada perkataaan bapa yang lucu??" tanya dosen...
"eh maaaf Pa...teman saya memang suka berhalusinasi dengan dunianya" ucap Rinda
dosen hanya menggeleng gelengkan kepalanya melihat tingkah laku mahasiswa nya yang labil
"bukanmya Elu yang suka halu dan berkhayal??" ucap Lela kepada Rinda.
"teman-teman nganggap gue GiLA dong tertawa sendiri"
"ya sudah kita kan satu geng...kalau salah satu dari kita gila berarti semua gila" ucap Nisa menutup mulut yang tertawa tanpa suara.
Rinda merangkul kedua sahabatnya yang mrmang duduk disamping kanan kiri mereka.
kemudian mereka menyatukan telapak tangan mereka.
"geng kolang kaling..best friend forever" ucap mereka serempak.
mata kuliah pertama sebanyak 4 sks telah selesai mereka ber 3 pergi ke kantin kampus...dan entah kenapa Renata sudah berada di kantin.
__ADS_1
"Prok...prok...prok...Renata memberi sambutan tepuk tangan saat Rinda n the geng tiba di kantin.
tiba-tiba Renata berdiri dan bicara..
"guyyysss...dengerin ya....gue hanya mengucapkannya sekali..ini pengumuman penting.
"kalian lihat perempuan disana" Renata menunjuk Rindadan seluruh mahasiswa yang ada di kantin menoleh ke arah Rinda dan Renata.
"kalian harus tahu bahwa dia adalah mahasiswa hukum universutas kita...dia seorang anak istri simpanan...dia sebenarnya bukan anak yatim...dia memang tidak punya bokap..karena bokapnya pasti tidak jelas" ucap Renata.
"bayangkan oleh kalian Istri simpanan seperti apa kehidupannya...mungkin saja dia perempuan tidak benar,sudah mengandung anak yang tidak jelas siapa bapaknya...dan lahirlah sosok didepan kita ini.
Rinda langsung mendekati Renata dan menendang kursi plastik yang dia lewati.
Rinda mencengkram kerah baju Renata.
"gue memang anak istri simpanan...tapi semua yang Elu katakan tentang Ibu gue sudah keterlaluan..dia seorang wanita baik-baik.mungkin nasib nya yang kurang baik harus menjadi istri simpanan.Elu bakal menyesal kalau tahu siapa bokap gue" Rinda melepaskan cengkramannya di kerah baju Renata dan Melemparkan tubuh Renata hingga tersungkur.
Renata buru-buru berdiri dan merapihkan bajunya dibantu Sesil.
sedangkan Lela dan Nisa memilih duduk sambil merokok dan mengamati duel Rinda juga Renata.
malah Lela mengangkat kaki nya ke meja.
"salah satu cara menikmati hidup ya begini" ucap lela menghisap dalam rokoknya dan memicingkan matanya melihat Rinda dan Renata.
"sekali lagi elu hina nyokap gue..gue ga segan membuat muka Lu lebih hancur dari sebelumnya!!!!" Rinda menunjuk kening Renata dengan mata melotot.
"dasar anak simpanan!!!!"
"buuuuuuggggg" satu tonjokan keras di pipi Renata
gue sudah cukup bersabar..."bangun....ayo kita duel!!!" ucap Rinda memasang kuda-kuda mengajak Rena duel.
mahasiswa semakin berkerumun...baru saja Rena akan menyerang Rinda langsung di tarik Sesil.
"Please jangan..gue yakin Elu bakal kalah...ingat hidung Elu yang bekas operasi plastik kemarin pernah dibikin babak belur sama Rinda...Elu tahu kalau si Rinda sudah emosi..."
Rena melemah dan memilih meninggalkan Rinda yang sudah memasang kuda-kuda.
"uuuuuuuuuuuuuuuuuu"...ucap mahasiswa kecewa..padahal mereka hampir saja melihat duel maut keduanya.
"aaaakkkkhhh!!!!" Rinda membanting salah satu kursi plastik kantin hingga hancur.
Rinda kemudian duduk dengan Lela dan Nisa.
lalu pegawai kantin memberikan secangkir kopi hitam buat Rinda yang masih meluap-luap emosinya.
"nanti kursi yang rusak aku bayar Mba" ucap Lela masih menghisap rokoknya begitupun Nisa membiar kan Rinda mengatur nafasnya dulu.
"mba Rinda yang sabar ya ..kopi nya diminum dulu..ucap pegawai kantin tersebut
"kursi yang rusak tidak apa-apa mba Lela,tidak perlu di ganti."
"terimakasih" ucap Lela...pegawai kantin pun meninggalkan trio kolang kaling.
"Tak ada yang terucap dari mulut Lela.Nisa dan Rinda setelah kejadian tersebut"
.
.
.
.
.
.
.
Vote
vote
vote
__ADS_1
jangan pelit sama Rinda dan mas AndraðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜
vote..vote...voteeeeeeeeeeeeee..like...like...likeeeeeeeeee