
...Di Langit yang Ku tatap, Ada doa yang Ku titip ...
...🍁...
Hari baru.
Menempuh perjalanan yang lumayan panjang dan tentunya cukup melelahkan bagi Emran. Akhirnya Emran dan sang asisten telah tiba di Dubai dalam keadaan selamat.
Sebelum berangkat Emran menyempatkan diri untuk berpamitan pada orang tua mendiang istri nya dulu. Serta mengatakan pada keduanya jika dirinya kini telah menikah.
Meski sebelumnya keduanya begitu sangat terkejut namun Oma dan Opa Yasmine bahagia dengan apa pun keputusan Emran, dan akan selalu mendukung selama itu untuk kebaikan Yasmine pula.
Setibanya di Dubai, Emran dan Amir langsung bertolak ke perusahaan, terlebih perusahaan telah di tinggalkan lebih dari saru minggu.
Cukup padat kegiatan Emran, hingga tanpa terasa hari sudah semakin sore.
Hari-hari selalu Erman lalui dengan kesibukan di kantor dan mengurus beberapa pembangunan hotel, seperti ini sudah di lalui Emran selama beberapa hari. Sejak kedatanganya di Dubai.
Entah mengapa Emran merasa lebih lelah hari ini, Emran pun memilih untuk segera kembali ke kediaman ya untuk beristirahat, merapikan hand bag miliknya dan bergegas meninggalkan kantor.
"Kita Pulang sekarang tuan ?" Ucap Amir
"Em" Jawab Emran singkat. Keduanya berjalan beriringan
Beberapa saat menempuh perjalanan akhirnya Emran telah sampai di kediamannya. Kesan pertama saat dirinya memasuki bangunan besar dan megah itu adalah Sepi, Tidak ada sambutan renyah dari Yasmine seperti yang sering kali dia dapatkan ketika Emran pulang dari kantor.
Hari hari sebelumnya Emran tidak begitu merasakan hal itu, namun setelah hampir satu Minggu Emran baru merasa jika dirinya sangat kesepian tanpa sang putri.
Berjalan dengan langkah tegap, Emran menuju kamar besar miliknya, namun sebelum itu Emran sempat melewati kamar milik sang putri yang berada di lantai satu, Emran menyempatkan untuk singgah sebentar.
Klek.
Suasana kamar terlihat tenang, Meski telah di tinggal beberapa hari, namun tetap terlihat bersih dan rapi, karena pelayan selalu membersihkan kamar sang putri.
Emran pun memejamkan mata dan Menghela nafas dalam ketika dirinya mengingat saat Sang putri tengah bermain, dan melompat-lompat diatas kasur kamarnya. Senyum manis terlihat jelas di wajah Emran.
Emran menutup kembali pintu kamar Yasmine, dan bergegas menuju kamarnya yang ada di lantai dua. Suasana kediaman Emran begitu sepi dan sunyi, Nyatanya Yasmine telah mengambil bagian tersendiri dalam hati Emran, Meski terkadang dirinya kerap dibuat naik darah karena gadis kecil tersebut sangat rewel.
Ada satu hak yang beberapa hari ini selalu hinggap di pikiran Emran, dimana Yasmine tidak pernah ingin jauh dari sang Daddy, bahkan kerap Yasmine meminta untuk ikut kekantor, meski hanya menunggu Emran di taman dan bermain di sana, namun saat ini setelah beberapa ajari tidak bersama Emran, Tidak sekalipun sang putri menghubunginya, dan hal itu cukup membuat Emran heran.
Merebahkan tubuhnya di kasur berukuran king size dengan pandangan menatap ke langit-langit atap membuat Emran kembali memikirkan sang putri.
Segera Emran Meraih ponselnya, mencari sebuah kontak yang tidak pernah dia hubungi meski telah lama dia simpan.
Emran pun bergegas menyambungkan teleponnya
Tuuut.
Sementara di pesantren Annisa tengah menemani Yasmine bermain, terlihat Yasmine begitu bahagia dengan kehadiran Annisa. Seolah memberi warna baru dalam hidupnya.
Mendengar Ponselnya berdering Annisa segera mengambilnya. Tatapan Annisa terpaku pada sebuah nama yang dia simpan dalam kontak nya
"Daddy Yasmine" gumam Annisa.
Segera Annisa menggeser ikon tanda hijau disana, untuk menyambungkan panggilan keduanya.
__ADS_1
"Assalamualaikum Tuan" Ucap Annisa
"Waalaikumsalam. Bagaimana keadaan putriku ?"
"Alhamdulillah, Yasmine baik-baik saja , Sekarang dia sedang bermain, apakah tuan ingin berbicara dengannya ?"
" Ya "
Emran terdiam, sementara Annisa tengah menghampiri gadis kecil yang masih asyik dengan mainannya.
"Yasmine. Daddy telepon sayang" Ucap Annisa dengan suara lembut.
"Daddy" . Annisa menganggukkan kepala, kemudian merubah mode panggilan menjadi Videocall. Agar Emran lebih nyaman dalam berbincang bersama sang putri.
"Hallo Daddy" Sapa Yasmine dengan begitu bahagia.
Meski Hampir-hampir Yasmine melupakan Emran, namun nyatanya Yasmine begitu bahagia ketika sang Daddy menghubungi.
"Hallo Sayang "
Sebuah senyum manis terbit di wajah tampan Emran.
"Yasmine betah di rumah Mommy?"
Terlihat Yasmine menganggukkan kepala dengan penuh semangat, dan binar bahagia di wajah nya. Melihat hal itu Emran pun tersenyum.
"Apa Yasmine tidak ingin pulang, bertemu Daddy ?"
Dengan cepat Yasmine menggelengkan kepalanya.
"Daddy kan udah gede" celoteh Yasmine masih dengan memainkan handphone yang dia pegang. Yasmine begitu tertarik menyentuh ikon-ikon di handphone yang dia pegang.
Terlihat dari ujung telepon tatapan Emran tertuju pada sesuatu yang sangat mengagumkan, tanpa sengaja Yasmine memutar ikon kamera belakang. Terlihat Annisa disana tengah mengemasi Mainan Yasmine tang telah selesai di gunakan.
Annisa yang terlihat begitu manis tanpa cadar yang dia kenakan, kulit bersih dan senyum yang begitu menggoda.
"Daddy kok diem ?" Ucap Yasmine karena Emran terlihat hanya bengong di layar handphone yang di pegang Yasmine
"Ohh.. Iya sayang, Lusa paman Amir akan menjemput kalian" Ucap Emran
Emran pun dapat melihat wajah Annisa yang sedikit kaget namun terukir senyum manis di sana.
"Asyik. Mommy akan ikut kan Daddy ?"
Emran menjawab dengan anggukan kepala.
"Katakan pada Mommy untuk bersiap" Ucap Emran lagi dengan meninggikan suaranya, berharap Annisa akan mendengar dengan jelas.
"Oke Daddy " Jawab Yasmine penuh semangat.
Annisa tampak salah tingkah, mendengar ucapan Emran yang baru saja dia dengar, dan hal itu tidak luput dari pandangan Emran, Emran pun tersenyum kecil di ujung telepon.
Setelah cukup lama berbincang, Terlihat Yasmine yang mulai bosan dengan perbincangan bersama sang Daddy, beberapa kali bahkan Yasmine meminta untuk sudah dan mengakhiri panggilan, kendati sejujurnya Emran masih betah berada dalam panggilan tersebut, terlebih pemandangan pertama yang baru saja Emran lihat kali ini betul betul membuat jantung Emran seolah tidak tenang.
Yasmine yang sudah tidak sabar ingin segera bersama Annisa, akhirnya mematikan telepon Emran begitu saja..
__ADS_1
Tuttt.
"Kok di matikan sayang ?" Tanya Annisa.
"Udah Ah Mommy, Yasmine mau main sama Mommy" Celoteh Yasmine, dengan kembali duduk di pangkuan Annisa.
Melihat tingkah Yasmine, Annisa pun hanya mengulas senyum, seraya menasehati gadis kecil tersebut untuk tidak mengulangi hal itu lagi. Terlebih panggilan sebelumnya dari Emran sang Daddy.
Yasmine pun tampak menganggukkan kepala, mendengarkan nasihat yang di sampaikan Annisa.
Selama bersama dengan Annisa dia pengasuh Yasmine memnag tidak pernah terlibat dalam menjaga Yasmine, karena memang Annisa sendiri yang memintanya.
Annisa ingin lebih dekat dengan gadis kecil tersebut. Selain itu juga karena semat Annisa mendengar dua pengasuh Yasmine itu begitu ingin untuk berkunjung ke rumah masing-masing selama keduanya di Indonesia, dan karena hal itu lah Annisa memberi izin keduanya untuk pulang kampung.
Annisa memberi waktu lima hari untuk keduanya bertandang ke kampung halaman.
***
04.15.
Annisa tengah bersimpuh di hadapan sang Khaliq, tidak lupa Annisa menyematkan nama Emran dalam doa nya.
Hari ini merupakan hari dimana Amir akan menjemput Annisa dan Yasmine, serta dua pengasuh Yasmine untuk kembali ke Dubai.
Annisa telah mempersiapkan segala keperluan Yasmine selama dalam perjalanan, dan juga Annisa pun telah mengemas sebagian besar bajunya untuk dia bawa, karena kali ini Annisa ke Dubai bukan untuk bekerja atau kuliah. Namun tujuan nya saat ini adalah untuk menemui sang suami. Dan entah kapan Annisa akan berkunjung kembali ke Indonesia.
Banyak makanan khas Indonesia yang Ummi Fatimah bawakan untuk Annisa, Oleh-oleh seperti kerupuk kering dan berbagai macam olahan kering turut serta Annisa bawa.
"Mommy"
"Ya Sayang"
Annisa menatap lekat wajah Yasmine yang kini tengah bermanja-manja diatas pangkuannya.
"Mommy Kita akan tinggal bersama kan ?" Tanya Yasmine ya g masih berfikir jika Annisa akan tinggal di apartemen miliknya.
Mendengar pertanyaan Yasmine Annisa pun menyunggingkan senyum, "Emmm.... mommy mau nggak ya " Goda Annisa dengan seolah-olah tengah berfikir
"Mommy Please" Kini Yasmine menatap penuh harap pada Annisa yang belum memberikan jawaban
"Yasmine, Mau Mommy tinggal bersama Yasmine dan Daddy" Pinta yasmine penuh harap.
"Kalau Daddy nggak mau gimana ?"
"Kalau Daddy nggak mau, nanti Yasmine nggak mau tinggal sama Daddy" ucap Yasmine dengan nada celotehan.
Annisa pun terkekeh kecil mendengar penuturan dari Yasmine, bagaimana tidak saat ini seolah Annisa lah orang tua kandung Yasmine.
Yasmine begitu dekat dengan Annisa, dan Annisa pun begitu menyayangi Yasmine,hal itu lah yang membuat Yasmine begitu nyaman dekat dengan Annisa.
"Oke sayang , Mommy akan tinggal bersama Yasmine, Tapi ada syaratnya "
"Apa Mommy?" tanya Yasmine penuh semangat.
"Yasmine harus janji sama Mommy untuk jadi anak yang baik ya"
__ADS_1
Dengan Semangat Yasmine menganggukkan kepala, mengiyakan syarat yang di ajukan oleh Annisa.