HIJRAH CINTA ANNISA

HIJRAH CINTA ANNISA
92. Sarapan


__ADS_3

...Dunia hanya perihal Datang, Pergi, dan Menghilang...


...🍁...


Baik Emran maupun Annisa kini keduanya telah berbaikan dan kembali seperti sebelum ya.


"Apa kau merindukanku ?" Tanya Emran


"Haruskah ku jawab ?"


"Aku hanya ingin tahu sayang"


"Jika aku tidak merindukanmu, mungkin aku tidak akan datang ketempat ini" Jawab Annisa dengan seutas senyum manis di bibirnya.


Sejenak mata keduanya pun beradu, terlihat jelas oleh Annisa, Emran yang begitu merindukan ya, sentuhan lembut tangan kekar Emran pun tak luput menjadi candu bagi Annisa saat ini.


"Mas !"


"Em"


"Yuk kita makan dulu" ajak Annisa


"Sekarang ?" tanya Emran


"Iya lah mas"


"Tapi aku mau makan yang lain"


"Mas , tapi Annisa juga lapar" Ucap Annisa dengan penuh permohonan.


Annisa jelas tahu apa yang saat ini sedang di inginkan oleh sang suami, bukan menolak, namun Annisa memang tengah merasakan lapar yang begitu teramat sangat.


"Oke oke,Kita makan sekarang" ajak Emran kemudian


Keduanya duduk dalam satu meja , menikmati masakan sederhana yang telah Annisa siapkan sebelumnya, tidak banyak, namun terlihat Emran begitu menikmati makanan tersebut.


"Pelan-pelan mas makanya"


Mendengar hal itu Emran hanya tersenyum, dan kembali memasukkan makanan kedalam mulut.


"Mas, Boleh Annisa bertanya ?"


"Katakan ?"


"Apakah mas akan benar-benar mengizinkan Annisa untuk pulang ke Indonesia?"


Mendengar pertanyaan sang istri , Emran pun menghentikan aktifitas makan nya, Menatap dua manik Annisa yang terlihat sendu.


Senyum manis yang terlihat jelas di wajah Emran mengisyaratkan jika dirinya tidak keberatan atas pertanyaan Annisa.


"Tentu saja, Saat ini Abi sedang membutuhkanmu" ucap Emran


"Tapi tentu kau tidak akan sendiri pulang ke Indonesia"


"Lalu ?"

__ADS_1


"Yasmine dan asih akan menemanimu"


"Dan setelah semua pekerjaan ku selesai ,aku akan menyusul kalian ke Indonesia Tukas Emran kemudian.


Mendengar penuturan dari sang suami, tanpa di sadari senyum manis pun tergambar jelas di wajah cantik Annisa.


"Apa kau sudah kenyang sayang?" tanya Emran yang telah beberapa saat lalu menghabiskan makanan nya.


"Em. Alhamdulillah, sudah mas" jawab Annisa dengan lembut.


"Boleh kah --"


"Boleh mas " Jawab Annisa memotong ucapan sang suami.


Mendengar jawaban Annisa , Emran pun hanya tersenyum smirk, merasa tengah mendapatkan Chekpot saat ini.


Tidak butuh waktu lama, Emran pun bangkit dari duduknya dan membopong tubuh ramping Annisa.


Sementara itu Annisa hanya pasrah dengan apa yang ingin dilakukan oleh sang suami. Jelas dia sangat tahu apa yang sangat ingin di lakukan, sebagai istri Sholihah dan sebagai wanita dewasa Annisa akan melayani sang suami dengan sepenuh hati.


***


Waktu menunjukan pukul 21.30 Cukup larut dan Udara teras begitu sejuk.


Annisa tengah menggulung rambut basahnya dengan handuk, setelah aktifitas panas yang begitu menguras tenaga, keduanya mandi dan berendam air hangat bersama.


"Mas Kita pulang sekarang ya" ajak Annisa


"Kenapa ?, Apa kau tidak ingin menginap ?"


"Bukan tidak ingin, hanya saja Kasihan Yasmine mas"


Mendengar hal itu Annisa tampak berfikir "Maksutnya?"


"Yasmine tidak akan mencari mommy nya, kalau sedang bersama Daddy nya" ucap Emran dengan senyum smirk


"Kenapa bisa begitu"


"Emm... "


Emran tampak menjeda ucapannya,menatap sekilas wajah sang istri yang tampak penasaran.


"Karena, Yasmine tahu jika selalu bersama mommy, Adik kecilnya nanti tidak akan cepat jadi"


"Siapa yang bilang ?" ketus Annisa


"Aku ?"


"Astagfirullah, Mas kamu kasih pengertian kaya gitu sama Yasmine " Tanya Annisa, dan dengan wajah bodohnya Emran menganggukkan kepala. Hal itu seketika membuat Annisa menepuk jidatnya.


Meski begitu Annisa hanya menghela nafas panjang, toh juga hal itu tentu ada benarnya. Hanya Annisa merasa kurang tepat dalam penyampaian terlebih pada anak seusia Yasmine.


Emran yang memang begitu merindukan Annisa, sedari tadi hanya menginginkan selalu dekat dengan sang istri.


Terlihat bagaimana dia selalu memeluk Annisa meski kini Annisa tengah mengeringkan rambutnya yang basah dengan herdreyer.

__ADS_1


"Boleh aku membantu ?" Tawar Emran yang ingin membantu Annisa mengeringkan rambut panjang nya.


"Memang bisa ?" Tanya Annisa


Tidak memberikan jawaban ,namun Emran segera meraih herdreyer dari tangan Annisa, dan segera mengeringkan rambut Annisa dengan telaten.


Annisa begitu bahagia dengan sikap sang suami yang begitu manis, Terlebih menatap gambar wajah Emran melalui pantulan cermin di depannya, membuat Annisa semakin terpesona.


"Apa aku tampan ?"


Mendengar pertanyaan sang suami yang begitu narsis , Annisa pun dibuat geleng kepala.


"Akui saja , suamimu ini memang tampan" goda Emran


Lagi-lagi bukan Emran yang malu dengan ucapannya, namun Annisa justru yang merasa begitu malu, seolah terlihat jelas bagaimana dirinya begitu mengagumi sang suami.


"Iya kau memang tampan. Jika tidak mana mungkin Sania sampai harus merekam ku secara diam-diam, hanya untuk membuat laporan padamu " Sindir Annisa dengan suara dingin.


Mendengar ucapan sang istri, Emran hanya terkekeh kecil, nyatanya meski keduanya telah bercinta, menyalurkan kerinduan diatas puncak nirwana, nyatanya Annisa tetap saja masih merasa kesal dan mengungkit kesalahan Emran.


Namun Emran sadar semua ini terjadi atas kesalahannya, dan menyadari sifat polos sang istri, karena Emran jelas paham tabiat seorang wanita adalah pencemburu, Sesholih apapun wanita tersebut.


***


Malam panjang semakin larut, Annisa yang tengah mengenakan gaun malam terlihat begitu mempesona. Berada dalam pelukan sang suami, tidak hanya merasakan kehangatan, namun Annisa juga merasakan nyaman dan tenang.


Seolah kesedihan atas sakit sang Abi sejenak terlupakan dengan belaian lembut dari Emran.


Keduanya terlelap bersama hingga pagi menjelang, Annisa lebih dulu terjaga untuk bersiap sholat subuh, sementara Emran terlihat masih begitu enggan untuk terjaga.


Setelah mengambil wudhu, Annisa kembali membangunkan sang suami untuk melaksanakan sholat subuh berjamaah, butuh effort yang luar biasa untuk membangunkan seorang Emran.


Setelah sekian kali nya akhirnya Annisa berhasil membangunkan sang suami, dan keduanya bersiap untuk melaksanakan sholat berjamaah.Terlihat khusuk Emran sebagai imam shalat.


***


Annisa terlihat sibuk di dapur dengan sisa bahan makanan kemarin,membuat beberapa masakan yang bisa keduanya gunakan untuk sarapan. Hal itu dilakukan karena memang Annisa tidak ingin membeli makanan siap saji.


"Harum sekali Sayang"


Terdengar suara Emran yang baru saja keluar dari kamar, setelah sebelumnya bersiap untuk ke kantor. Mengenakan stelan jas hitam, Emran tampak lebih mempesona dan tentu terlihat begitu tampan.


"Emmm" Ucap Emran dengan melingkarkan tangannya di pinggang sang istri, seraya mengendus bau masakan yang terasa begitu nikmat.


"Hanya Omelette dan Nasi Goreng saja mas" Jawab Annisa dengan suara lembut.


"Tunggulah di meja, sebentar lagi akan siap" punya Annisa


"Tapi aku ingin menemanimu" tolak Emran


Mendengar hal itu Annisa hanya menghela nafas panjang "Baiklah jika begitu, boleh aku minta tolong ?"


"Katakan"


"Tolong mas tuangkan jus Itu kedalam gelas" Pinta Annisa dengan sopan.

__ADS_1


"Siap Istriku " ucap Emran dengan sedikit mencubit pipi Annisa.


***


__ADS_2