HIJRAH CINTA ANNISA

HIJRAH CINTA ANNISA
83. Kerja Sama


__ADS_3

...Dewasa bukan tentang usia, Tapi tentang sikap. Semua orang bisa tua, tapi belum tentu bisa dewasa. Belajarlah dari setiap kesalahan, bukan justru larut dari keadaan ...


...🍁...


Pagi ini tidak seperti biasanya suasana di kantor begitu ramai dan terasa sangat sibuk. Bukan tanpa alasan hal itu terjadi, karena sesuai agenda yang telah di tentukan, dimana perusahaan Emran group meluncurkan sebuah apartemen mewah di pusat kota.


"Bagaimana persiapan peluncuran produk kita"


Tanya Emran, dengan langkah cepat menuju lift khusus untuknya.


"Semua berjalan dengan lancar tuan"


"Hari ini jadwal tuan Emran bertemu dengan model yang akan membintangi produk kita"


"Em" jawab Emran singkat.


"Bagaimana dengan konsep pemasaran"


"Semua deviasi telah mempersiapkan semua dengan baik tuna" ucap Amir


Keduanya berjalan dengan langkah cepat, menyusuri lorong kantor, setelah keluar dari lift sebelumnya, Emran yang berjalan di depan dengan di ikuti Amir yang juga berjalan di belakangnya.


***


Sementara itu Annisa yang tengah berada di dapur, tengah di sibukkan dengan aktifitas membuat makanan. Rencananya hari ini Annisa dan Yasmine ingin membawa makan siang untuk Emran.


Tidak hanya makanan Annisa juga membuat beberapa puding kesukaan Yasmine dan tentunya untuk sang suami pula.


Annisa begitu bersemangat untuk hal itu, membayangkan bagaimana reaksi sang suami, cukup membuat Annisa berdebar.


"Mommy"


"Ya sayang ?"


"Yasmine mau coba" ucap Yasmine


"Yasmine mau coba pudingnya ?" jawab Annisa dengan senyum manis di balik cadar yang dia kenakan.


"Em" ucap Yasmine dengan menganggukkan kepala.


Annisa pun bergegas menyiapkan sepotong puding untuk Yasmine.


"Yasmine mau mommy siapin?"


"No Mommy, Yasmine bisa" ucap Yasmine dengan meraih piring kecil yang berisi puding dari tangan Annisa.


Setelah memastikan Yasmine bisa melakukanya sendiri, Annisa kembali sibuk dengan beberapa masakan yang hampir selesai.


Setelah semua hidangan siap, Annisa berencana untuk membersihkan diri, dan tentunya bersiap untuk mengantarkan makanan tersebut ke sang suami.


Sembari menunggu makanan dingin, dan memasukkannya kedalam kotak bekal.


"Sayang, mommy siap-siap dulu ya" Ucap Annisa dengan lembut, Yasmine pun menjawab dengan menganggukkan kepala.

__ADS_1


"Mba Asih tolong temani Yasmine ya, ohya setelah makanan dingin nanti tolong minta pelayan untuk memasukkan dalam kotak yang sudah Annisa siapkan ya mba"


"Baik Nyonya" ucap asih dengan menganggukkan kepala.


Setelah itu Annisa bergegas berjalan menuju kamar untuk bersiap.


***


Seperti ucapan Amir sebelumnya, dimana Agenda Emran saat ini adalah bertemu dengan seorang model yang akan memasarkan produknya. Produk berupa apartemen yang siap untuk di pasarkan, apartemen yang memiliki konsep sederhana namun tetap terlihat mewah, tentunya dengan harga yang terjangkau.


"Jam berapa dia akan datang ?"


"Sepuluh menit lagi tiba tuan" ucap Amir dengan melihat kearah arlojinya


Selama menunggu, Emran memilih menyibukkan diri dengan memainkan Smartphone miliknya. Membuka sebuah pesan yang di kirimkan oleh Annisa. Senyum Emran pun seketika mengembang tatkala melihat sebuah gambar makanan yang sangat dia sukai.


💌 Terima kasih, kau pasti telah berusaha keras untuk itu.


Sebuah pesan balasan yang di kirim oleh Emran pada Annisa.


💌 Tidak juga, semoga Rasanya sesuai dengan selera mas Emran.


💌 Aku pasti akan menyukainya.


Emran pun tersenyum menatap smartphone miliknya, seperti sebuah kebahagiaan besar tengah menyapanya. Sampai beberapa panggilan Emran dia abaikan.


"Tuan !"


"Model kita sudah sampai tuan" ucap Amir dengan menatap wajah seorang wanita cantik yang pernah dia temui sebelum nya.


Jujur raut wajah Amir begitu terkejut melihat sosok model tersebut, namun Amir tetap bersikap profesional dengan pekerjaannya.


"Oh. Baiklah. Silahkan duduk" ucap Emran dengan wajah datar, mempersilahkan wanita di hadapannya untuk duduk.


"Terima kasih tuan Emran" ucap Tamara dengan senyum manis di wajahnya.


Ya tidak salah lagi, model yang kini duduk di hadapan Emran adalah Tamara, seorang model asal Indonesia yang berhasil memenangkan casting untuk peluncuran produk miliknya.


Berbeda dengan Amir yang masih memiliki rasa terkejut, Emran justru bersikap biasa saja, seolah dia tidak mengingat siapa Tamara, atau memang karena Emran benar-benar tidak mengingat siapa Tamara.


"Bisa kita mulai sekarang tuan ?" tanya Amir pada Emran


"Em" jawab Emran singkat.


Tidak menunggu lama akhirnya Amir pun menjelaskan bagaimana dan apa yang harus dia lakukan kedepannya, Selain Emran, Amir dan juga Tamara, disana juga duduk seorang laki-laki yang merupakan model pria yang juga akan ikut menjadi pemeran dalam peluncuran produk Apartemen yang bertema rumah tangga.


Disini Amir menjelaskan point-point penting dan tentunya selama keduanya di menjadi bintang iklan, maka Keduanya akan mendapatkan fasilitas dari perusahaan, berupa tempat tinggal dan lain sebagainya.


Tidak hanya Amir, Tamara dan seorang model pria lainya tampak begitu serius dan profesional dalam bekerja.


"Baiklah ada yang perlu di tanyakan ?" ucap Amir mengakhiri presentasi nya


"Em, saya rasa sudah cukup" ucap Tamara

__ADS_1


"Baiklah jika begitu, jika ada kendala dan masalah apapun segera hubungi saya" ucap Amir dengan menyodorkan dua lembar kartu nama yang masing masing di berikan pada Tamara dan seorang model pria.


Setelah dirasa cukup , Emran dan Amir bergegas menyudahi meeting siang itu, karena tentunya Emran masih memiliki agenda lainya.


"Senang bekerjasama dengan anda tuan Emran" ucap Tamara dengan mengulurkan tangannya pada Emran.


Melihat hal itu Emran pun menyambut uluran tangan Tamara dengan seulas senyum kecil di wajahnya.


"Bekerjalah dengan baik" ucap Emran dengan berlalu meninggalkan dua orang yang masih di tempat tersebut.


Tamara dan seorang rekan model lainya pun menganggukkan kepala tanda hormat.


"Apa kegiatanku setelah ini ?" Tanya Emran ketika telah berada dalam mobil bersama Amir


"Setelah makan siang tuan ada agenda pertemuan dengan Tuan Mahmud"


"Baiklah, Segera kembali ke kantor"


"Siap tuan !"


Amir pun segera melajukan kendaraanya, memecah ramainya jalanan kota, untuk segera sampai di kantor.


Setelah menunggu beberapa saat Akhirnya mobil yang di kemudikan oleh Amir telah terparkir sempurna di halaman depan kantor. Cepat-cepat Amir membuka pintu untuk Emran, dan di susul kemunculan Emran.


Emran berjalan menyusuri lobi hotel , mengedarkan pandanganya, benar saja disana tengah duduk Annisa dan Yasmine yang menunggunya untuk bersama-sama makan siang.


"Daddy !"


Panggil Yasmine ketika menyadari Emran telah berjalan kearahnya. Sementara itu Emran semakin mempercepat langkahnya dan menyambut sang putri dengan pelukan.


"Yasmine sama Mommy nungguin Daddy"


"Maafkan Daddy ya sayang, Yasmine dan Mommy jadi nunggu lama" ucap Emran


"Nggak papa mas, Kita juga baru saja sampai" ucap Annisa setelah Emran berdiri tepat di hadapannya.


Mendengar hal itu Emran pun tersenyum pada sang istri, yang baginya saat ini begitu sangat cantik, meski hanya terlihat melalui sorot mata Annisa.


"Baiklah kita makan di ruangan Daddy ya" ajak Emran dengan menggendong Yasmine dan meraih pergelangan tangan Annisa.


Sementara itu Amir berjalan di belakang ketiganya, dengan membawa paperbag berisi makanan yang sebelumnya di bawa oleh Annisa.


***


Assalamualaikum kakak kakak Reader yang baik hati, maafkan Author telah menghilang beberapa abad. Telah membuat kakak kakak semua menunggu.


Beberapa hari yang lalu author sedang kurang sehat, dan ada gangguan pernafasan yang memang harus istirahat 🙏. Jadi sekali lagi mohon maaf


Semoga kedepannya Author lebih rajin lagi untuk Up.


Selama Author istirahat, Author selalu baca komentar dari kakak-kakak Reader yang selalu setia Menantikan kelanjutan cerita ini, dan tentunya hal itu membahagiakan, dan begitu menambah semangat Author untuk segera menulis. Sekali lagi terima kasih untuk para Reader semua yang begitu baik memberikan semangat pad Author.


Peluk jauh dari Author 🥰

__ADS_1


__ADS_2