HIJRAH CINTA ANNISA

HIJRAH CINTA ANNISA
62. Sholat Tiang Agama.


__ADS_3

...Sholat itu bukan Part Time, bukan juga some time, apa lagi no time. Sholat itu Harus Full Time, dan juga On Time, Karena Mati bisa Anytime...


...๐Ÿ...


Emran hanya diam dengan apa yang di katakan Annisa. Sementara Annisa tetap ingin mengatakan meski Emran seolah enggan mendengarkannya.


"Perkara shalat bukanlah perkara yang biasa. Shalatnya seseorang bisa dijadikan patokan hubungan seseorang dengan Tuhannya" ucap Annisa.


"Jika baik sholatnya, makan baik lah seluruh amalan nya" ucap Annisa dengan suara lembut.


"Bahkan shalat bisa dijadikan ukuran kualitas hidup manusia, jika shalatnya bagus maka baguslah semuanya dan itu jelas mas".


"Pernah ada sebuah kisah yang menceritakan, seorang laki-laki yang tidak pernah sekalipun sholat dan tidak pernah sekalipun menginjakkan kakinya di masjid, urusan dunia cukup membuatnya lupa akan siapa diri dan Tuhan Nya." ucap Annisa tampak serius bercerita.


Emran hanya mendengarkan dengan apa yang di katakan oleh Annisa. Tentunya tidak akan berhenti sampai di situ, Annisa bahkan telah mempersiapkan kalimat selanjutnya.


"Lalu Pada suatu hari laki-laki tersebut datang ke masjid, Bahkan dia menempati Shaf paling depan"


"Waw luar biasa !" Ucap Emran dingin , dengan menatap.sekilas wajah Annisa. Sementara itu Annisa tersenyum kecil mendengar pujian sang suami.


"Shaf laki-laki tersebut berada di paling depan, bahkan lebih depan dari Imam shalat "


"Kenapa bisa begitu ?" Ucap Emran yang mulai penasaran.


"Karena dia datang ke masjid bukan untuk sholat, namun untuk di sholat kan" ucap Annisa lirih namun dengan penuh penekanan


Mendengar ucapan Annisa, Emran pun merasa bergidik ngeri.


"Kau menyindirku ?"


"Tidak"


"Lalu kenapa kau mengatakan hal itu"


"Aku hanya mengingatkan mu"


"Kenapa kau melakukan itu ?"


"Karena kau suamiku" ucap Annisa tegas

__ADS_1


Emran pun terdiam mendengar ucapan Annisa, seolah dirinya di beri pukulan yang begitu keras menghantam tubuhnya.


"Lalu apa aku harus melakukanya ?" Tanya Emran dengan menatap lekat wajah Annisa.


"Tentu saja !" tegas Annisa


Lagi lagi Annisa dengan berani menatap wajah sang suami.


"Begini, Aku akan memberi sebuah analogi untuk mas Emran yang akan memudahkan untuk mas Emran memahami"


Mendengar hal itu Emran hanya menautkan kedua alisnya , dengan entah apa yang ingin di katakan oleh Annisa.


"Kita ibaratkan Jika sholat itu adalah angka satu"


"Tampan itu angka Nol"


"Mapan itu angka Nol"


"Kaya Itu angka Nol"


"Berpendidikan tinggi itu Angka Nol"


Ucap Annisa dengan begitu serius menatap wajah sang suami. Sementara Emran juga begitu seksama mendengarkan ucapan Annisa.


"Sempurna bukan mas ?, agaknya apa yang ku katakan Seperti mas Emran saat ini ya" ucap Annisa dengan nada menggoda.


"SATU JUTA, Sepertinya nilai yang sangat tinggi dan begitu sempurna untuk seorang laki-laki seperti mas Emran" lagi lagi Annisa berkata dengan begitu manis, dan dengan berani Annisa menatap wajah tampan sang suami.


Mendengar hal itu senyum Emran pun terkembang sempurna, hingga Annisa dapat melihat deretan gigi putih milik Emran yang selama ini belum pernah sekalipun dia lihat.


"Apa mas bahagia.Tunggu dulu mas" Sanggah Annisa di sela bahagia yang mungkin Emran rasa atas pujian dari Annisa.


"Coba mas pikir, jika dari sekian banyak nol tersebut tidak ada angka satu, maka apa yang ada ?"


"Hanya deretan angka Nol yang tidak ada artinya" ucap Annisa.


"Jadi mas SHOLAT ITU ADALAH TIANG AGAMA!" ucap Annisa dengan begitu tegas meski dengan suara lembut.


Emran dibuat tertegun dengan ucapan Annisa, bukan apa-apa , ini merupakan kali pertama baginya ada seseorang yang dengan berani menatap nya dan memberikan nasihat perihal agama padanya.

__ADS_1


"Bagaiman ?" Tanya Annisa dengan mendekatkan wajahnya pada Emran


"Apa nya ?" tanya Emran dengan mengerutkan dahi.


"Bagaimana ?, apakah sholat bisa menjadi pertimbangan untuk mas, menambah pesona dan ketampanan mas Emran ?" goda Annisa dengan mengulas senyum simpul.


"Aku sudah memiliki segalanya" ucap Emran dengan membuang pandanganya.


"Tapi yang mas miliki tidak ada artinya jika mas tidak sholat" sanggah Annisa.


Surah Adz Dzariyat ayat 56:


(ูˆูŽู…ูŽุง ุฎูŽู„ูŽู‚ู’ุชู ุงู„ู’ุฌูู†ูŽู‘ ูˆูŽุงู„ุฅู†ู’ุณูŽ ุฅูู„ุง ู„ููŠูŽุนู’ุจูุฏููˆู†)


โ€œDan tidaklah Aku menciptakan jin dan manusia, melainkan supaya mereka menyembah-Kuโ€.


Penggalan ayat di atas menunjukkan jika manusia sesungguhnya diciptakan di dunia agar terus beribadah kepada Allah. Maka dari itu, sebaiknya kita sebagai umat manusia berlomba-lomba dalam beribadah dan berbuat amal baik bagi sesama makhluk ciptaan-Nya. Allah pun menjanjikan tempat yang terbaik di sisi-Nya saat hari akhir nanti bagi hamba-Nya yang senantiasa berbuat baik bagi sesama dan rajin beribadah setiap hari. Namun, dalam memenuhi kewajiban beribadah seperti sholat wajib sehari-hari haruslah dilakukan dengan ikhlas dan sesegera mungkin agar mendapatkan keutamaan. Melaksanakan sholat tepat waktu memiliki banyak keutamaan yang jarang diketahui oleh manusia. Padahal, keutamaan yang diberikan oleh Allah bagi hamba-Nya yang bersegera melaksanakan sholat saat adzan dikumandangkan bukanlah hal yang main-main. Berikut adalah keutamaan yang akan didapatkan bagi hamba-Nya yang segera melaksanakan sholat.


Dalam Hadist Riwayat Bukhari dan Muslim disebutkan bahwa โ€œAmalan yang paling dicintai oleh Allah adalah sholat pada waktunya, berbakti kepada orang tua dan jihad di jalan Allah.โ€ Dari hadist tersebut kita dapat mengetahui bahwa, melakukan ibadah sholat tepat pada waktu disebutkan terlebih dahulu jika dibandingkan dengan melakukan bakti pada orang tua dan jihad di jalan Allah. Hal ini membuktikan, bahwasanya Allah memang mencintai perbuatan sholat tepat waktu sebagai wujud cinta dari hamba-Nya kepada Tuhan yang telah menciptakan mereka. Karena ketika manusia sangat mencintai Tuhan-Nya, mereka akan terus mengingat dan mengutamakan panggilan dari Allah untuk beribadah dan serta merta mengesampingkan urusan-urusan lain di dunia.


Jika seorang hamba mendirikan shalat sesuai dengan ketentuan dan petunjuk syariat, maka shalat tersebut akan mencegah dari perbuatan keji dan mungkar. Sebagaimana firman Allah Taโ€™ala,


ุฅูู†ู‘ูŽ ุงู„ุตู‘ูŽู„ูŽุงุฉูŽ ุชูŽู†ู’ู‡ูŽู‰ ุนูŽู†ู ุงู„ู’ููŽุญู’ุดูŽุงุกู ูˆูŽุงู„ู’ู…ูู†ู’ูƒูŽุฑู


โ€œSesungguhnya shalat itu mencegah dari perbuatan keji dan mungkar.โ€ (QS. Al-โ€˜Ankabuut [29]: 45)


Kemampuan shalat untuk mencegah seseorang dari perbuatan keji dan mungkar itu sangat tergantung kepada kualitas ibadah shalat yang dilakukan. Minimal, ketika sedang shalat itu sendiri seseorang berhenti dan tercegah dari perbuatan keji dan mungkar.


"Sudah aku lelah, aku ingin membersihkan diri" ucap Emran dengan beranjak dari duduknya meninggalkan Annisa yang masih duduk tertegun.


"Pertimbangkan lah mas, Aku akan sangat bahagia jika Mas mau melakukanya" ucap Annisa dengan suara lembut.


Sejenak Emran menghentikan langkahnya, dan berbalik menatap Annisa.


"Doakan saja agar aku segera melakukanya" pinta Emran


Mendengar hal itu Annisa cukup bahagia dan sangat puas, meski tidak jelas mengatakan iya, namun setidaknya Emran akan berusaha untuk hal itu.


***

__ADS_1


__ADS_2