HIJRAH CINTA ANNISA

HIJRAH CINTA ANNISA
71. Hijrah Cinta Annisa 1


__ADS_3

...Dirimu Hadir Memberi Cinta, membawa bahagia, dan memberikan rasa Rindu yang tidak pernah ada habisnya...


...🍁...


Meski ada rasa kecewa, namun Emran memilih untuk tetap mengabaikan nya, baginya yang terpenting saat ini adalah Annisa dan sang putri bahagia.


Melihat bagaimana Yasmine begitu damai dalam pelukan Annisa, Emran pun tidak sampai hati merebut ketenangan putrinya tersebut, hanya karena sebuah birahi yang telah lama dia nanti.


Emran pun memilih membersihkan dirinya, berendam dalam air hangat merupakan pilihan yang dirasa cukup baik bagi Emran saat ini.


Menghilangkan penat, dan lelah setelah sebelumnya begitu menguras habis tenaga dan pikirannya.


Cukup lelah memnag Emran memang saat ini, namun Emran cukup dewasa untuk tidak begitu saja memaksakan kehendaknya.


Cukup lama Emran merasakan hangatnya air menyentuh kulitnya, hingga tanpa terasa dia begitu nyaman dan melewatkan waktu hampir tiga puluh menit berendam.


Setelah cukup segar, Emran segera mengenakan jubah mandinya, karena Annisa telah tidur, jadi dia akan menyiapkan baju nya sendiri, tidak seperti biasanya Annisa akan menyiapkan segalanya untuk Emran.


Ceklek.


Keluar kamar dengan rambut basah yang tengah dia keringkan mengenakan handuk kecil.


Gleg.


Jakun yang naik turun akibat susah payah Emran menelan ludahnya, Emran begitu terkejut mendapati sosok yang begitu indah di hadapannya, jujur sangat mengagetkan, namun matanya sulit untuk berpaling dari keindahan tersebut.


Bagaimana tidak Emran begitu menyukai nya, Annisa berdiri tepat di depan pintu kamar mandi, berdiri entah sejak kapan, yang pasti Annisa terlihat begitu manis, terlebih Annisa yang tengah mengenakan lingerie hitam berbahan satin premium membuat Emran tidak dapat mengedipkan mata.


Emran begitu terpesona dengan penampilan Annisa malam ini, dibawah tamaran lampu yang begitu minim pencahayaan, Emran dapat dengan jelas melihat wajah Annisa yang begitu bersemu merah.


Keduanya hanya saling pandang dengan kegugupan yang begitu menegangkan.


"Kenapa kau memakai pakaian ini ?, Bagaimana jika putriku melihatnya ?"


Ucap Emran dengan menekan rasa gugupnya berhadapan dengan Annisa nyatanya cukup membuatnya canggung, mungkin karena ini baru dia rasakan kembali setelah sekian tahun tidak dia lakukan.


Begitu juga Annisa yang hanya menundukkan wajahnya, jujur dia sangat malu, namun Annisa pun juga jelas mengingat bagaimana pesan Emran yang begitu mengharapkan dirinya.


Maka dari itu Annisa akan mempersembahkan malam terbaik bagi sang suami, tentunya karena malam ini juga akan menjadi malam pertama bagi Annisa.


Mungkin malam yang akan terkenang sepanjang masa, dan selama hidup Annisa.


"Em .. Aku sudah memindahkan Yasmine ke kamarnya " lirih Annisa dengan suara sangat pelan. Sangat pelan hingga hanya Emran yang dapat mendengar dengan jelas suara Annisa.

__ADS_1


Flashback On


Mengingat kembali bagaimana Annisa ketika mengetahui Emran telah kembali, dan telah berada dalam kamar mandi cukup lama, hal itu membuat Annisa begitu bersalah telah mengabaikan sang suami.


Annisa yang tidak sampai hati menolak permintaan Yasmine yang menginginkan tidur bersamanya di kamar Annisa, pun mengizinkan sang putri kecil untuk tidur di tempat tersebut.


Hingga dia yang cukup lelah menanti Emran terpaksa merebahkan tubuhnya, dan tanpa di sadari Annisa pun ikut terlelap.


Annisa yang tahu jika Emran telah kembali, cepat-cepat dia memindahkan Yasmine ke kamarnya, dan meminta Asih untuk menemani sang putri tidur di kamarnya.


Sementara Dengan cepat pula Annisa mengganti pakaiannya, sedikit memberikan riasan pada wajah, dan tidak lupa memberikan wewangian di seluruh tubuhnya


Flashback Off


Sebuah senyum bahagia merekah begitu sempurna di wajah Emran yang begitu mendamba sosok Annisa. Tatapan Nya cukup lekat hingga membuat Annisa hanya mampu menundukkan wajahnya.


Mendengar penuturan Annisa , hal itu membuat Emran begitu tidak sabar, sementara Annisa terlihat begitu gugup dan sangat gemetar dengan suasana yang mendadak berubah panas, meski sebelumnya Annisa telah menurunkan suhu ruangan kamar tersebut.


Emran pun berjalan mendekati Annisa yang berdiri tepat di hadapannya, sementara itu Annisa hanya terdiam dengan perasaan tak menentu, dan nyatanya Emran melewati Annisa begitu saja, Annisa Tempak mematung dengan sikap Emran namun dia juga merasa lega.


Helaan nafas terdengar keluar dan seketika melegakan dada Annisa. Namun belum juga Annisa bernafas lega , nyatanya Emran telah berbalik setelah sebelumnya mengunci kamar tersebut dengan smart lock, karena selain dirinya dan Annisa, Yasmine pun tahu berapa kode Smart Lock pintu kamar Emran, Jujur Emran begitu tidak ingin di ganggu untuk malam panjang ini.


Deg.


Annisa merasa kini lututnya tidak memiliki tenaga, hingga yang terasa hanya lemas saja. Sampai pada saat Annisa hilang keseimbangan akibat rasa gugup yang mendera.


Namun belum sampai Annisa terhuyung, Emran telah berhasil mengangkat tubuh ramping Annisa dan mendekapnya erat dalam pelukan.


"Kau baik baik saja ?" lirih Emran dengan tatapan lekat pada Annisa.


Berhadapan dengan Emran yang begitu dekat dengannya, Annisa merasa tidak hanya lututnya saja, nyatanya matanya begitu tidak kuasa menahan pesona sang suami yang begitu istimewa.


Begitu juga dengan Emran yang mungkin baru menyadari jika Annisa begitu cantik dan sempurna, melihat dalam jarak sangat dekat. Meski di bawah temaram lampu kamar Emran dapat jelas melihat bagaimana tubuh indah Annisa dalam balutan gaun malam yang sangat minim tersebut.


Mendengar pertanyaan Emran, Annisa hanya dapat memberikan jawaban dengan anggukan kepala.


Hening.


"Apa kau menggodaku ?"


Mendengar ucapan Emran Annisa pun menautkan kedua alisnya.


"Apakah aku tidak cocok mengenakan pakaian ini ?"

__ADS_1


Menyadari perubahan wajah Annisa, Emran pun tersenyum geli.


"Kau sangat cantik, melihatmu seperti ini, aku merasa bagaikan melihat mahakarya yang begitu sempurna" goda Emran dengan senyum smirk


Mendapatkan pujian dari sang suami, Annisa merasa begitu Malu, hingga dirinya berusaha menenggelamkan wajahnya di dada sang suami, namun dengan cepat Emran meraih dagu Annisa.


"Baiklah , ayo kita bersiap siap " Ajak Emran dengan senyum manis.


"InshaAllah Annisa sudah sangat siap mas" jawab Annisa dengan menatap lekat manik mata biru Emran.


Mendapati Annisa yang begitu pasrah dan seolah telah begitu siap menyerahkan harta yang paling berharga pada Emran, Emran merasa Annisa begitu lucu.


Sejenak tatapan keduanya beradu dalam, dan begitu mesra.


"Pttakkkk !!"


"Auch" Lirih Annisa dengan mengusap dahinya.


Untuk yang kedua kalinya Emran menjitak dahi Annisa.


"Mas Sakit !"


"Iya "


"Lalu kenapa kau melakukanya ?"


"Aku hanya mengusir setan yang ada di otakmu !" ucap Emran diiringi dengan senyuman


"Setan ?" Lirih Annisa merasa heran dengan sang suami.


"Kita harus melakukanya dengan baik, Supaya kelak kita di berikan keturunan yang baik"


"Wudhu, dan kita sholat berjamaah ! "


"Meski aku tidak pernah sholat, namun aku tetap menginginkan keturunan yang baik, terlebih keturunan ku nantinya akan terlahir dari seorang wanita Sholihah sepertimu " ucap Emran yang terdengar begitu lembut dan indah di telinga Annisa.


Sementara Annisa hanya tersipu malu dengan Emran, nyatanya Emran begitu memahami hal itu, karena sebelumnya Annisa hanya berfikir jika Emran hanya akan menuntut hak nya tanpa mengindahkan tatacara secara agama.


"Aku pernah melakukanya sebelum bersama mu, dan saat itu pun aku melakukanya dengan cara yang baik, maka dari itu saat ini pun aku akan melakukanya lagi dengan cara yang terbaik "


Mendengar ucapan Emran, Annisa merasa hatinya begitu dibuat melambung, begitu indah dan menyejukkan hati, hingga rasa gugupnya hilang begitu saja.


Emran menyentuh bahu Annisa dengan lembut "Mari kita melakukanya dengan cara yang baik" bisik Emran tepat di telinga Annisa.

__ADS_1


***


__ADS_2