HIJRAH CINTA ANNISA

HIJRAH CINTA ANNISA
97. Kemesraan


__ADS_3

...Yang Buruk Sengaja Allah Lepaskan, agar yang baik punya kesempatan untuk datang ...


...🍁...


Annisa merasa lebih baik setelah sebelumnya Emran membawakannya secangkir teh madu.


"Mau kemana sayang ?" tanya Emran pada Annisa , melihat Annisa yang ingin segera bangun dan beranjak dari tempat tidur.


"Aku ingin siapkan baju untuk mas ke kantor" ucap Annisa. Namun segera Emran menggelengkan kepalanya, menolak ucapan Annisa.


"Beristirahatlah, Aku akan melakukannya sendiri" ucap Emran dengan lembut.


Jujur mendengar Emran mengatakan hal itu , bukan senang Annisa justru merasa sedih, apa yang seharusnya menjadi kewajibannya kini harus Emran lakukan sendiri.


Entah mengapa tubuh Annisa rasanya begitu lemah dan letih, tidak seperti biasanya yang akan selalu sigap dalam segala hal.


"Hoekkk"


Kembali Annisa merasakan sensasi tidak menyenangkan di bagian perutnya.


Bahkan kini rasanya Annisa merasa kepalanya begitu pusing, hingga Annisa harus memegang bagian kepala yang terasa sakit, memijat lembut untuk mengurangi rasa sakitnya.


"Apa kau baik-baik saja sayang ?" tanya Emran dengan khawatir. Annisa pun hanya menjawab dengan anggukan kepala.


Setelah meminum kembali teh hangat bercampur madu, Annisa kembali merasa lebih lega.


Emran datang dengan membawa sepiring makanan, dan bersiap akan menyuapi Annisa makan, namun Annisa menolak nya , merasa sungkan terhadap sang suami yang melayani dirinya.


"Jangan menolak, aku ingin melakukannya" ucap Emran


Mendengar hal itu akhirnya Annisa hanya dapat menurut saja apa yang dikatakan oleh sang suami.


Ingatan Annisa kembali pada sebuah kisah yang di riwayatkan oleh Istri Rasullullah Aisyah Ra. bersama Baginda Rasulullah dalam membina rumah tangganya.

__ADS_1


Pertama yaitu , Menjaga hubungan pernikahan agar tetap romantis menjadi hal wajib yang harus dilakukan suami maupun istri. Hubungan yang baik akan menciptakan suasana rumah yang nyaman sehingga kedua belah pihak bisa saling mendukung dan mengingatkan dalam kebaikan.


Dalam agama islam sendiri, pernikahan adalah ibadah terpanjang seorang hamba dan kedudukannya amat sakral.


Al-Quran juga menjelaskan bahwa pernikahan bagaikan 'mistaqan ghalizha' yakni perjanjian yang kokoh dan kuat. Allah SWT memberikan banyak pahala bagi umatnya yang berbuat baik pada pasangannya. Hal ini sesuai dengan surat An-Nisa ayat 19 yang artinya:


" Pergaulilah mereka (istrimu) dengan cara sepatutnya. Kemudian bila kamu tidak menyukai mereka, (maka bersabarlah) karena mungkin kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak."


Kedua yaitu, Keromantisan dalam hubungan suami-istri juga dicontohkan oleh tauladan umat manusia, Rasulullah SAW. Dalam berbagai hadis dan riwayat, beliau memberikan contoh keromantisannya pada istri-istrinya.


Salah satu ajaran Rasulullah SAW agar tetap romantis dan harmonis adalah dengan mencontohkan tidur di pangkuan istri. Kegiatan ini akan menambah kemesraan pasangan meski sang istri tengah haid.


Aisyah RA berkata : " Pernah Rasulullah SAW berbaring di pangkuanku, saat aku sedang haid, lalu beliau membaca Al-Qur`an." (HR. Muslim).


Point' ke tiga Selanjutnya yang Rasulullah SAW ajarkan adalah hendaknya tidur dalam satu selimut dengan pasangan. Hal ini juga pernah dicontohkan Rasulullah SAW pada sang istri, Aisyah RA. 


Ketika Rasul sedang berada dalam satu selimut dengan Aisyah, tiba-tiba Aisyah bangkit. Rasul kemudian bertanya, " Mengapa engkau bangkit?" .


Aisyah menjawab " Karena aku sedang haidh wahai Rasulullah. Kemudian Rasulullah berkata " Kalau begitu pergilah, lalu berkainlah dan dekatlah kembali denganku." Aisyah pun masuk lalu berselimut bersama beliau,"  (HR Sa'id bin Manshur).


Aisyah RA berkata: " Aku mandi bersama Rasulullah dari satu bejana. Kemudian Rasulullah mendahuluiku sampai aku berkata, ‘Tinggalkan untukku. Tinggalkan untukku." (HR. Muslim)


Point' Ke lima Suami memiliki tanggung jawab untuk memberikan nafkah pada istri dan keluarganya dengan nafkah halal. Allah SWT akan memberikan pahala sedekah bagi para suami yang memberi nafkah, termasuk saat menyuapi istrinya dengan mesra.


Dari Saad bin Abi Waqosh RA berkata, bahwa Rasulullah SAW bersabda : " Dan sesungguhnya jika engkau memberikan nafkah, maka hal itu adalah sedekah, hingga suapan nasi yang engkau suapkan ke dalam mulut istrimu." (HR. Bukhari dan Muslim).


Point Ke enam Dalam hubungan, candaan menjadi salah satu cara untuk meningkatkan keharmonisan dalam islam. Candaan dan gurauan bisa menambah kenyamanan dan kehangatan dalam rumah tangga.


Dari Zaid bin Tsabit, ia berkata tentang Rasulullah SAW : " Beliau orang yang suka bercanda dengan istrinya." (HR Bukhari).


Aisyah dan Saudah pernah saling melumuri muka dengan makanan. Dan Nabi SAW tertawa melihat tingkah keduanya. (HR Nasa'i).


Point ke tujuh Wanita akan luluh jika dipanggil dengan sapaan mesra oleh pasangannya. Rasulullah SAW juga memberikan contoh dengan memanggil Aisyah dengan sebuah Humaira.

__ADS_1


Dalam hadis riwayat Nasai, Ibnu Majah, dan Baihaqi, Rasulullah SAW memberi panggilan Aisyah dengan mesra yakni 'ya Humaira', yang berarti kemerah-merahan. Panggilan tersebut sebagai ungkapan kekaguman Nabi pada kecantikan Aisyah yang merona pipinya.


Rasanya apa yang Rasullullah lakukan pada istrinya , pun juga Emran lakukan pada dirinya saat ini.


Hati wanita mana yang tidak akan merasa bahagia jika sang suami begitu memanjakan dan mengistimewakan dirinya.


Beberapa saat berlalu , sepiring makanan yang keduanya nikmati bersama akhirnya habis tak bersisa, keduanya saling menyuapi satu sama lain dengan di selingi canda dan tawa yang menggelitik, seakan dunia hanya milik berdua.


Setelah selesai sarapan, atau lebih tepatnya sarapan yang kesiangan, Emran memapah tubuh ramping Annisa yang masih berbalut dress tidur.


"Mas mau kemana ?" Tanya Annisa dengan penasaran


"Mandi " Jawab Emran singkat.


"Mas Annisa bisa sendiri"


"Tapi aku maunya kita bersama sayang"


Mendengar jawaban sang suami, akhirnya lagi-lagi Annisa hanya bisa menurut dan tak ingin ada bantahan.


Cukup lama keduanya bersama dalam kamar mandi, dan entah apa saja yang di lakukan, hingga hampir satu jam berlalu keduanya keluar dari kamar mandi dengan berbalut handuk kimono.


Annisa terlihat lebih segar dari sebelumnya, tinggal menambahkan sedikit riasan, maka wajah pucatnya tidak akan tampak.


Keduanya bersama mengganti pakaian , Annisa tetap mengutamakan Emran, dengan menyiapkan kemeja dan jas untuk sang suami, menyiapkan segala keperluan Emran untuk ke kantor. Barulah setelah itu dirinya sendiri menyiapkan baju yang akan dia kenakan.


Tentunya karena hari ini adalah hari dimana Annisa harus melakukan gladi, sebelum wisudanya terutama memastikan bangku dimana dia akan duduk esok.


"Perlu aku temani ?" tawar Emran pada sang istri.


Annisa pun menjawab dengan menggelengkan kepala "Tidak perlu mas, Annisa bisa sendiri, lagi pula Mas sangat sibuk"


Tentu apa yang di katakan Annisa betul adanya, beberapa hari ini memang Emran tengah begitu sibuk dan bahkan tak jarang pulang hingga larut malam.

__ADS_1


***


 


__ADS_2