HIJRAH CINTA ANNISA

HIJRAH CINTA ANNISA
45. Keberangkatan


__ADS_3

...Yang Tidak di takdirkan, akan menemukan cara untuk hilang. Namun yang memang di takdirkan akan menemukan jalan untuk Pulang....


...๐Ÿ...


Matahari semakin menampakkan pesonanya di ufuk timur. Bersamaan dengan Annisa yang telah selesai dengan kegiatannya memandikan Yasmine dan menyuapi Gadis kecil tersebut.


"Annisa " Panggil sang ummi


"Iya Ummi"


"Sudah siap semuanya Nis ?" Tanya Ummi Fatimah. Annisa pun menjawab dengan anggukan kepala.


Kini Ummi Fatimah tengah duduk di tepian Tempat tidur bersama sang putri, yang sama-sama mengamati Yasmine yang tengah bermain.


Hening.


"Ummi, Terima kasih selama ini sudah menjaga Annisa dan menyayangi Annisa, Maaf Annisa belum bisa membahagiakan Ummi dan Abi"


Ummi Fatimah pun tersenyum, dengan tatapan mengarah pada sang putri.


Ummi Fatimah pun meraih tangan Annisa yang ada di pangkuannya, menggenggam erat dan memberikan usapan lembut di sana.


"Annisa, Sejatinya memiliki anak bagi orang tua itu adalah anugrah, Jadi Ummi dan Abi memiliki kalian saja sudah merupakan kebahagiaan" ucap lembut Ummi Fatimah.


Annisa tersenyum dengan menganggukkan kepala.


"Nis, Ummi boleh mengatakan sesuatu ?" Ucap Ummi Fatimah hati-hati.


"Tentu saja ummi " Jawab Annisa dengan mengulas senyum.


"Ummi tahu Pernikahan kalian. " Ummi Fatimah menjeda Ucapannya


"Kamu dan Emran, mungkin merupakan pernikahan dadakan bagi kalian, namun tidak bagi Allah nak, Semua sudah di atur oleh yang maha kuasa"


Annisa memperhatikan setiap ucapan yang di sampaikan sang ummi.


"Meski tidak ada cinta, atau mungkin belum, tapi ummi pesankan pada mu, untuk selalu berbakti pada suami"


Di antara keutamaan istri yang taat pada suami adalah akan dijamin masuk surga. Ini menunjukkan kewajiban besar istri pada suami adalah mentaati perintahnya.


Dari Ummu Salamah radhiyallahu โ€˜anha, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu โ€˜alaihi wa sallam bersabda,


ุฃูŽูŠู‘ูู…ูŽุง ุงู…ู’ุฑูŽุฃูŽุฉู ู…ูŽุงุชูŽุชู’ ูˆูŽุฒูŽูˆู’ุฌูู‡ูŽุง ุนูŽู†ู’ู‡ูŽุง ุฑูŽุงุถู ุฏูŽุฎูŽู„ูŽุชู ุงู„ู’ุฌูŽู†ู‘ูŽุฉูŽ


Artinya :


โ€œWanita mana saja yang meninggal dunia lantas suaminya ridha padanya, maka ia akan masuk surga.โ€ (HR. Tirmidzi no. 1161 dan Ibnu Majah no. 1854. Abu Isa Tirmidzi mengatakan bahwa hadits ini hasan gharib. Al Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa sanad hadits ini hasan)

__ADS_1


Annisa menjawab dengan anggukan kepala, memahami ucapan dan nasihat sang ummi.


"Tidak sedikit seorang istri yang lupa akan hal itu di zaman sekarang ini" Ucap Ummi Fatimah.


"Karena surga Seorang istri berada pada sang suami"


"Ummi tahu Nak Emran memang memiliki segalanya, mungkin juga tidak sedikit asisten pribadi yang dia miliki, Namun ingat Nak, Meski begitu, tugas seorang istri tetap harus melayani suami dan tentunya berbakti"


"InshaAllah Ummi" Jawab Annisa dengan mengulas senyum.


Dengan ketaatan seorang istri, maka akan langgeng dan terus harmonis hubungan kedua pasangan. Hal ini akan sangat membantu untuk kehidupan dunia dan akhirat.


Islam pun memuji istri yang taat pada suaminya. Bahkan istri yang taat suami itulah yang dianggap wanita terbaik.


Dari Abu Hurairah radhiyallahu โ€˜anhu, dia berkata,


ู‚ููŠู„ูŽ ู„ูุฑูŽุณููˆู„ู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ุฃูŽูŠู‘ู ุงู„ู†ู‘ูุณูŽุงุกู ุฎูŽูŠู’ุฑูŒ ู‚ูŽุงู„ูŽ ุงู„ู‘ูŽุชููŠ ุชูŽุณูุฑู‘ูู‡ู ุฅูุฐูŽุง ู†ูŽุธูŽุฑูŽ ูˆูŽุชูุทููŠุนูู‡ู ุฅูุฐูŽุง ุฃูŽู…ูŽุฑูŽ ูˆูŽู„ูŽุง ุชูุฎูŽุงู„ูููู‡ู ูููŠ ู†ูŽูู’ุณูู‡ูŽุง ูˆูŽู…ูŽุงู„ูู‡ูŽุง ุจูู…ูŽุง ูŠูŽูƒู’ุฑูŽู‡ู


Artinya :


Pernah ditanyakan kepada Rasulullah shallallahu โ€˜alaihi wa sallam, โ€œSiapakah wanita yang paling baik?โ€ Jawab beliau, โ€œYaitu yang paling menyenangkan jika dilihat suaminya, mentaati suami jika diperintah, dan tidak menyelisihi suami pada diri dan hartanya sehingga membuat suami benciโ€ (HR. An-Nasai no. 3231 dan Ahmad 2: 251. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan shahih).


"InshaAllah Ummi, Annisa akan selalu mengingat nasihat Ummi" Jawab Annisa dengan lembut.


Ummi Fatimah tampak menganggukkan kepala.


"Selain itu ada lagi yang ingin ummi pesankan Nak" Ucap Ummi Fatimah lagi.


"Lihatlah malaikat kecil itu " Ucap Ummi Fatimah dengan menatap lekat wajah Yasmine yang tengah asik bermain dengan kedua pengasuhnya


Dua orang pengasuh yang telah tiba sejak pagi tadi. Karena telah mendapatkan kabar jika hati ini mereka akan kembali ke Dubai.


Annisa pun mengikuti pandangan sang ummi, yang juga menatap lekat wajah Yasmine yang begitu manis.


"Jika suatu hari nanti Kau dan Emran di percaya memiliki keturunan" Ummi Fatimah menjeda kalimatnya.


"Jangan pernah kau membedakan perlakuanmu antara sesama anak" ucap ummi Fatimah


Annisa menganggukkan kepala "InshaAllah Allah Ummi, Annisa akan selalu menyayangi Yasmine" jawabnya kemudian.


ูƒูŽุงููู„ู ุงู„ู’ูŠูŽุชููŠู…ู ู„ูŽู‡ู ุฃูŽูˆู’ ู„ูุบูŽูŠู’ุฑูู‡ู ุฃูŽู†ูŽุง ูˆูŽู‡ููˆูŽ ูƒูŽู‡ูŽุงุชูŽูŠู’ู†ู ูููŠ ุงู„ู’ุฌูŽู†ู‘ูŽุฉู ูˆูŽุฃูŽุดูŽุงุฑูŽ ู…ูŽุงู„ููƒูŒ ุจูุงู„ุณู‘ูŽุจู‘ูŽุงุจูŽุฉู ูˆูŽุงู„ู’ูˆูุณู’ุทูŽู‰


Artinya: โ€œOrang yang menanggung (mengasuh) anak yatim miliknya atau milik orang lain, aku dan dia seperti dua jari ini di surga.โ€ mengisyaratkan jari telunjuk dan jari tengah.โ€


Nabi besar Rasulullah SAW mengajarkan kita untuk senantiasa menyayangi, mencintai, serta memuliakan anak yatim. Berikut ini merupakan hadits tentang menyayangi anak yatim :


ุฎูŽูŠู’ุฑู ุจูŽูŠู’ุชู ููู‰ ุงู’ู„ู…ูุณู’ู„ูู…ููŠู’ู†ูŽ ุจูŽูŠู’ุชูŒ ูููŠู’ู‡ู ูŠูŽุชููŠู’ู…ูŒ ูŠูุญู’ุณูŽู†ู ุงูู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุดูŽุฑู‘ู ุจูŽูŠู’ุชู ููู‰ ุงู’ู„ู…ูุณู’ู„ูู…ููŠู’ู†ูŽ ุจูŽูŠู’ุชูŒ ูููŠู’ู‡ู ูŠูŽุชููŠู’ู…ูŒ ูŠูุณูŽุงุกู ุงูู„ูŽูŠู’ู‡ู . ุฑูŽูˆูŽุงู‡ู ุงุจู’ู†ู ู…ูŽุงุฌูŽู‡ู ุนูŽู†ู’ ุงูŽุจูู‰ ู‡ูุฑูŽูŠู’ุฑูŽุฉูŽ

__ADS_1


Artinya :


โ€œSebaik-baik rumah orang Islam adalah rumah yang di dalamnya ada anak yatim dan diasuh dengan baik. Seburuk-buruk rumah orang islam adalah rumah yang di dalamnya ada anak yatim yang diperlakukan dengan jahat.โ€ (HR. Ibnu Majah dari Abu Hurairah).


Dalam konteks ini Anak yatim adalah seorang anak yang ditinggal mati oleh ayahnya, piatu ditinggal mati ibunya dan keduanya belum baligh. Jika sudah memasuki usia baligh, maka dirinya tidak disebut sebagai yatim.


ู‚ูˆู„ู‡ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู…: โ€œู„ุง ูŠุชู… ุจุนุฏ ุงู„ุญู„ู…


Artinya:


โ€œTidak disebut yatim orang yang telah balig.โ€ (HR Abu Daud).


Annisa tampak antusias mendengarkan Nasihat dari sang ummi, Meski sejujurnya Annisa tahu mengenai hal itu, namun Annisa sangat bersyukur Ummi Fatimah selalu mengingatkan, begitu banyak ilmu yang di ajarkan oleh sang ummi pada dirinya dan saudara-saudaranya.


Sejenak suasana kembali hening.


Tok tok tok


Ketukan dari balik pintu kamar Annisa yang seketika memecah keheningan di hati Annisa.


Pintu kamar yang terbuka, di susul kemunculan Aisha di ambang pintu.


"Assalamualaikum" ucap Aisha dengan melangkah masuk kedalam kamar Annisa.


"Waalaikumsalam" Jawab Annisa dan Ummi Fatimah bersamaan.


"Nis, Di depan Pak Amir sudah menunggu" Ucap sang kakak


"Iya mba " Jawab Annisa Dengan mengulas senyum.


Sejujurnya berat bagi Annisa untuk meninggalkan keluarganya, namun saat ini Annisa pun juga sadar jika statusnya saat ini merupakan seorang istri.


Annisa pun berjalan mendekati sang putri, "Sayang Paman Amir sudah di depan, Kita berangkat sekarang ya " Ucap Annisa


Yasmine pun menganggukkan kepala penuh semangat.


"Nenek kenapa menangis ?" Ucap Yasmine spontan ketika melihat Ummi Fatimah yang tiba-tiba menyeka air matanya.


Melihat hal itu Annisa pun tak kuasa menahan air mata yang juga sedari tadi berusaha dia tahan.


Annisa pun berbalik dan menghambur memeluk sang Ummi dan bersimpuh di kaki sang ummi yang tengah duduk.


"Ummi, Annisa mohon doa dan restu dari Ummi" Ucap Annisa dengan linangan air mata.


Ummi Fatimah menganggukkan kepala, meski senyum terlihat di bibirnya, namun tidak dapat di bohongi jika dirinya kini juga tengah merasa kehilangan.


Bukan apa-apa , karena kepergian Annisa kali ini bukan untuk menuntut ilmu atau bekerja, namun untuk mengikuti sang suami.

__ADS_1


Segera ummi tersadar, sejujurnya Ummi Fatimah bukan sedang melepaskan Annisa, Namun justru Ummi Fatimah mendapatkan Yang lainya yaitu Emran dan Yasmine.


***


__ADS_2