HIJRAH CINTA ANNISA

HIJRAH CINTA ANNISA
50. Keceriaan di pagi hari


__ADS_3

...Komunikasi itu Antara Dua Arah, Jika Hanya satu arah itu namanya Khotbah, Namun jika Banyak Arah itu namanya Ghibah ^^...


...🍁...


Annisa pun membulatkan kedua matanya, menatap tidak percaya pada Emran yang telah menghilang di balik pintu kamar mandi. Barulah setelah itu Annisa dapat bernafas lega.


Sungguh hingga saat ini pun Annisa merasa belum dapat mengendalikan debaran jantungnya yang begitu bergejolak.


Mengingat apa yang di lakukan Emran sebelumnya, terlebih ucapan Emran yang jelas terdengar penuh tuntutan.


Jujur Annisa mungkin belum siap, namun sebagai seorang istri dan seorang wanita dewasa Annisa jelas tahu kebutuhan biologis sebagai suami istri itu tidak jauh dari hubungan ranjang.


Dan sebagai istri solihah Annisa telah berjanji akan memenuhi apa pun keinginan sang suami, selama itu merupakan jalan untuknya meraih pahala.


"Mommy" Sapa Yasmine yang tiba-tiba masuk kedalam kamar.


Hal itu seketika mengagetkan Annisa yang juga masih berada di atas tempat tidur, dengan pikiran yang entah kemana.


"Ma maaf nyonya, Nona Yasmine ingin bertemu anda" Ucap Sang pengasuh merasa tidak enak hati pada Annisa.


"Nggak papa mba, Mba asih boleh tinggalin Yasmine di sini" ucap Annisa dengan suara lembut.


"Baik Nyonya"


Pengasuh Yasmine tersebut terlihat begitu lega, nyatanya Annisa tidak memarahi dirinya. Karena sebelumnya Asih telah berfikir jika mungkin saja dirinya akan kena omel dari Emran maupun Annisa.


Yasmine pun menghambur dalam pelukan Annisa yang masih berada di atas tempat tidur. Begitu bersemangat dan penuh cerah ceria pagi ini.


Yasmine terlihat menatap lekat pada Annisa, seolah Yasmine menemukan sesuatu yang berbeda dalam diri Annisa.


"Mam"


"Ya sayang " Jawab Annisa dengan mengulas senyuman manis.


"You Look so beautiful Mommy" Kagum Yasmine yang baru pertama kali melihat Annisa tanpa mengenakan Hijab nya.


"Oya ?"


"Yes Mommy" Jawab Yasmine cepat dengan menganggukkan kepalanya


Annisa tersenyum simpul, menatap tidak percaya pada gadis kecil yang tengah berada diatas pangkuannya. Bagaimana bisa Yasmine mengatakan hal itu. Namun Annisa pun juga tampak bahagia.


Annisa dan Yasmine begitu larut dalam keceriaan, begitu terdengar nyaring suara tawa Yasmine ketika Annisa Menggoda nya dan sesekali menggelitiknya.


Bahkan kegiatan tersebut begitu jelas terlihat oleh pasang mata Emran, yang sedari tadi telah selesai dengan ritual mandi nya dan kini tengah berada di Walk in closet.


Sebuah senyum manis terukir di wajah Emran saat itu.


"Yasmine mau di mandiin Mommy?" Ucap Annisa dengan suara lembut

__ADS_1


"Mau..!" Seru Yasmine penuh semangat.


"Oke. Yuk !" Ajak Annisa dengan bangkit dari temat tidurnya.


"Oke Mommy"


Keduanya lantas berjalan bergandengan menuju kamar mandi dengan Yasmine yang tak henti bersenandung dengan lagu yang entah apa itu.


Tidak hanya Yasmine, Nyatanya Emran juga begitu bahagia melihat keakraban antara Annisa dengan sang putri tercinta.


Annisa segera menyiapkan Air hangat untuk Yasmine mandi, keduanya akan mandi bersama dalam satu bathub , Sesuai permintaan Yasmine sebelumnya.


***


Emran tengah berjalan ke ruang makan, disusul Annisa dan Yasmine yang juga tengah berjalan di belakang Emran.


Ketiganya terlihat begitu bahagia, mungkin jika di lihat Annisa lebih tepat di sebut ibu kandung di bandingkan ibu sambung.


Annisa begitu menyayangi Yasmine begitu juga Yasmine yang terlihat begitu dekat dan sangat akrab layaknya hubungan antara ibu dan anak kandung.


"Selamat pagi tuan"


"Selamat pagi Nyonya"


Sapa Amir ramah pada Emran dan Annisa


Amir memang selalu melaksanakan sarapan Agi bersama keluarga tersebut, jadi tidak heran jika saat ini Amir pun bergabung bersama tiga orang yang baru saja menjadi keluarga tersebut.


Emran dan Amir tampak serius dengan sarapan keduanya, sementara Annisa kini membagi waktunya untuk menyuapi Yasmine terlebih dahulu, Meski hal itu biasa di lakukan oleh pengasuh Yasmine, namun Kali ini Annisa meminta untuk dirinya saja yang melakukan hal itu.


"Bagaimana agenda hari ini" Tanya Emran pada Amir setelah selesai dengan sarapan nya.


"Ada beberapa agenda penting Tuan" Ucap Amir


Emran tampak menganggukkan kepala, memahami ucapan sang asisten.


"Kita berangkat sekarang" ucap Emran.


"Baik tuan !"


Emran pun beranjak dari duduknya, disusul Amir yang juga bangkit dari kursinya.


"Sayang Daddy berangkat dulu ya" ucap Emran dengan mengecup lembut pipi chubby Yasmine.


"Okay dad " Ucap Yasmine


Setelah itu Emran berlalu begitu saja meninggalkan Annisa dan Yasmine yang masih di meja makan. Sementara Annisa pun menatap aneh pada sikap acuh Emran yang seolah tidak melihat dirinya.


"Sayang tunggu sebentar ya" Ucap Annisa pada Yasmine

__ADS_1


Dan setelah itu Annisa mengejar Emran yang telah berada di ambang pintu utama.


Menyadari hal itu, Emran pun menghentikan langkahnya, dan segera berbalik


"Ada apa ?" Ucap Emran dengan tatapan dingin.


Annisa tampak kaget dengan pergerakan Emran yang tiba-tiba saja menghentikan langkahnya, lamun dengan sigap Annisa dapat pula menahan tubuhnya agar tidak terjerembab pada Emran.


"Annisa pun mengulurkan tangannya"


Namun seper sekian detik Emran hanya bergeming, dan tidak memberikan respon apa pun, justru terlihat Emran yang kebingungan saat itu.


Membaca raut wajah beda dari Emran , Annisa pun paham, dan segera meraih tangan Emran dan mencium punggung tangan tersebut dengan takzim.


"Assalamualaikum" ucap Annisa menutup kebingungan Emran


"Oh i iya Waalaikumsalam" Ucap Emran gagap, karena tidak menyangka Annisa akan melakukan hal tersebut.


Menyadari hal itu Annisa pun mengulas senyum simpul dari balik cadar yang dia kenakan, Meski tertutup, namun Erman jelas dapat melihat senyum tersebut dari sudut mata indah Annisa yang menampakkan guratan guratan halus disana.


"Hati-hati di jalan" ucap Annisa dengan suara lembut.


"Terima kasih "


Sejenak tatapan keduanya beradu mesra, dengan pikiran yang melayang entah kemana.


"Ehem..." Suara deheman Amir yang seketika membuyarkan lamunan Emran dan Annisa


"Kita berangkat sekarang !" Ketus Emran dengan wajah dingin.


"Baik tuan !"


"Mari Nyonya " Ucap Amir dengan berlalu dari hadapan Annisa.


Mobil pun melaju membawa Emran dan sang asisten menuju kantor Emran Group, menyisakan Annisa yang masih berdiri terpaku di ambang pintu.


Masih tidak dapat di percaya oleh Annisa, jika kini dirinya telah sah menjadi istri dari pemilik Emran Group, seorang CEO yang pernah menjadi bos besarnya saat itu.


Annisa pun teringat dengan Yasmine yang masih dia tinggalkan di meja makan.


Nyatanya Annisa mendapati Yasmine tengah bersama dengan Asih dan sedang di suapi oleh Pengasuh nya tersebut.


"Nyonya sarapan saja dulu, biar Nona Yasmine saya yang siapin" Ucap Asih dengan sopan.


"Baik Mba Asih, Terima kasih"


Annisa pun bergegas mengambil tempat duduk di sebelah Yasmine dan melakukan sarapan bersama gadis kecil tersebut.


***

__ADS_1


__ADS_2