
...Bertawakal lah kepada Allah, wahai orang orang yang mempunyai akal sehat, agar kamu beruntung...
...(Q.S. Maidah 5:10)...
...🍁...
Waktu menunjukan pukul 01.45 dini hari, Baik Emran maupun Annisa merasa begitu lelah setelah penyatuan yang terasa begitu luar biasa, dan tentunya karena Annisa sudah tidak lagi mampu mengimbangi kekuatan Emran yang juga baru menjajal meriam nya setelah sekian lama tidak dia tembak.
Masih dengan nafas yang terengah, keduanya tersenyum bersama, mengingat kembali betapa sulitnya Emran menenggelamkan meriam nya pada lembah kesunyian Annisa, susah payah hingga keduanya berhasil, dan Emran telah menanamkan benih kecambah di dasar lembah yang mungkin akan segera tumbuh menjadi Tanaman kecil disana.
Hening.
"Mas mau kemana ?"
Panggil Annisa menghentikan langkah Emran yang akan beranjak dari sisi Annisa.
"Sabarlah sayang, kita akan memulainya lagi nanti setelah kau istirahat sebentar "
" Bukan begitu maksutnya mas "
"Lalu ?"
"Mas Emran mau kemana ?"
"Sayang , Aku hanya ingin mengambil air minum, untukmu dan tentunya untukku"
Mendengar hal itu, Annisa pun bangkit dari tidurnya, duduk di atas sisa sisa pertempuran panas sebelumnya.
"Tunggu mas !" Ucap Annisa
Mendengar hal itu Emran hanya menautkan kedua alisnya, Dan berbalik menghadap Annisa.
"Em sebaiknya mas Emran bersihkan dulu itu" ucap Annisa dengan menunjuk meriam milik Emran dengan wajah malu-malu.
"Lalu berwudhu dan setelah itu mas Emran bisa minum"
"Mengapa begitu ?" Tanya Emran yang mulai penasaran, dan tertarik mendengar penjelasan dari Annisa.
Jujur Annisa begitu sangat malu menjelaskan bab agama tanpa mengenakan sehelai benangpun, tubuh polosnya hanya tertutup Selimut tebal yang ada di atas tempat tidur tersebut.
Sementara Emran telah duduk tepat di hadapan Annisa dengan hanya mengenakan bokser saja dan telanjang dada, yang tentunya itu begitu menyenangkan bagi mata Annisa.
__ADS_1
Soal adanya pendapat bahwa menyantap makanan dalam keadaan junub itu bisa menyempitkan rezeki, namun bahwa hal tersebut bukan hukum fiqih melainkan hanya pengalaman semata.
عن أم المؤمنين السيدة عائشة -رضي الله عنها-: كان النبي - صلى الله عليه وسلم - إذا أراد أن ينام وهو جنب غسل فرجه، وتوضأ للصلاة،
Tidak diwajibkan mandi besar terlebih dahulu jika menyentuh makanan, yang disunnahkan adalah wudhu.
Dalam keadaan junub, umat muslim dilarang melakukan ibadah. Di samping itu, ada juga yang mempertanyakan apakah boleh makan dan minum dalam keadaan junub?
Junub diartikan sebagai keadaan seseorang setelah mengeluarkan air mani, baik bagi perempuan maupun laki-laki karena mimpi basah dan berhubungan seksual.
Kondisi itu disebut juga dengan hadas besar, sehingga seorang muslim tidak diperbolehkan melakukan ibadah dan ritual keagamaan karena dianggap najis.
Darul Ifta Mesir dalam sebuah penjelasannya menekankan, menyantap makanan dalam keadaan junub dibolehkan dan tidak ada masalah di dalam perkara ini. Selain itu, juga tidak ada ketentuan syariat yang melarang menyantap makanan dalam keadaan junub. Tidak diwajibkan mandi besar terlebih dahulu jika menyentuh makanan, yang disunnahkan adalah wudhu.
Dalam hadits riwayat Bukhar Muslim dari Aisyah radhiyallahu ‘anhu, ketika Rasulullah ﷺ dalam keadaan junub lalu ingin tidur dalam kondisi junub hendanknya dia membersihkan *********** maka beliau ﷺ berwudhu seperti wudhu untuk melaksanakan sholat.
Berdasarkan hadits itu, Mazhab Syafii dan Mazhab Hanbali berpandangan bahwa orang yang berada dalam keadaan junub, lalu ingin tidur, makan, minum atau mengulangi persetubuhan, maka sebaiknya untuk membasuh *********** dan berwudhu. Dalam hadits yang diriwayatkan Aisyah RA, dia berkata, "Nabi ﷺ berdzikir kepada Allah ﷻdalam seluruh waktu beliau."
Sedangkan dalam Mazhab Hanafi, orang yang berada dalam keadaan junub jika ingin makan dan minum maka dianjurkan untuk terlebih dulu berkumur dan membasuh dua tangannya.
Pandangan tersebut juga selaras dengan apa yang diriwayatkan dari Imam Ahmad dan Ishaq. Mujahid berkata, "Hendaklah dia membasuh kedua tangannya."
Dalam hadits lain, yang diriwayatkan, juga disebutkan mengenai Nabi ﷺ yang tidur dalam keadaan junub meski belum berwudhu. Empat kitab Sunan hadits meriwayatkan dari Aisyah bahwa Rasulullah ﷺ tidur dalam keadaan junub tanpa menyentuh air.
"Dan tentunya tidak ada salahnya Mas Emran dan Annisa melakukanya bukan ?"
Ucap Annisa dengan begitu lembut memberi penjelasan pada sang suami.
Sementara itu Emran tampak menganggukkan kepala, memahami pelajaran baru yang baru saja dia ketahui malam ini, pelajaran dan pengalaman baru yang datang dari sang istri baru.
"Baiklah sayang, terima kasih untuk ilmu ini"
"Aku akan melakukan nya"
Mendengar ucapan Emran Annisa pun menganggukkan kepala.
"Nah , selain itu jaga mas terdapat seorang ustadz kenamaan Indonesia yang membenarkan hal itu , yaitu Ustaz Abdul Somad "
Ustaz Abdul Somad mengatakan bahwa kondisi itu diperbolehkan, asalkan berwudhu terlebih dahulu sebelum makan dan minum. Hal ini pernah dialami oleh Nabi Muhammad SAW.
Ustaz Abdul Somad menceritakan kalau pernah tidak langsung mandi wajib setelah berhubungan intim dengan istrinya. Namun, beliau mengambil wudhu sebelum makan dan minum.
__ADS_1
Hal ini pernah dibahas oleh Ustaz Abdul Somad dalam sebuah video ceramah yang diunggah di channel YouTube Kajian Muslim (11/09/17).
Apa dalilnya? Nabi SAW adakalanya dia langsung mandi, adakalanya tidak dan dia berwudhu," ujar Ustaz Abdul Somad.
Lebih lanjut, Ustaz Abdul Somad menjelaskan bahwa kegiatan yang dilarang oleh seorang muslim dalam keadaan junub kaitannya lebih kepada kegiatan keagamaan atau ibadah.
"Tidak ada larangan makan minum. Larangan orang yang berhadas besar itu adalah masuk masjid, pegang Qur'an, baca Qur'an, sholat, puasa, thawaf," ujarnya.
Dalam kitab Al Fiqhul Islami wa Adillatuhu, Syekh Wahbah Zuhaili pun dijelaskan bahwa makan dan minum dalam keadaan junub tidak masalah.
Menurut Ustaz Abdul Somad, larangan makan dan minum setelah berhubungan badan dan belum mandi wajib termasuk ke dalam adab, sopan santun atau tata krama.
Hal tersebut bukan termasuk fiqih atau hukum Islam. Karenanya mungkin ada Ustaz lain yang melarang makan dan minum sebelum mandi wajib karena berkaitan dengan adab.
"Kalau ada ustadz melarang jangan makan, jangan minum, itu adab. Bedakan antara fiqih dengan adab,"
Lagi dan lagi Emran begitu beruntung mendapatkan Annisa yang begitu fasih dan faham perihal agama, jauh lebih diatas nya.
"Terima kasih sayang"
Annisa pun tersenyum manis pada sang suami.
"Jika tidak keberatan Annisa akan selalu menemani mas Emran dalam setiap prosesnya"
"Mari kita memulai semuanya dengan kebaikan"
Ucap Annisa menimpali.
"Tentu saja sayang, aku tidak akan pernah keberatan, justru aku sangat senang"
Keduanya kini tersenyum bersama , seolah indahnya malam terasa begitu terang benderang dengan cahaya hati yang menyilaukan.
***
Jujur terkadang aku merasa lelah , Kadang juga capek, tidak jarang juga Stuck idea.
Merasa jika sudah otak dan hati tidak bisa lagi menyatu, saat itu lah aku kadang suka lama nggak up.
Tapi percaya tidak percaya, setiap kali aku baca in satu persatu komen kalian yang sungguh MashaAllah 😀, Itu membuat aku semangat buat nulis dan menyuguhkan kata demi kata terbaik.
Terima kasih Seluruh Readers Kesayangan Author
__ADS_1
🙏🙏🙏☺️☺️☺️☺️🖤🖤🖤🖤