
...Membuang-buang waktu lebih buruk dari kematian, Karena kematian memisahkan dari dunia, Sedangkan Membuang-buang waktu memisahkan diri dari Allah. ...
...Ibnu Qayyim Al Jauzy ...
...đ...
Sepanjang perjalanan pulang Annisa terus berfikir, benarkah jika Zyan berada di negara yang sama dengan dirinya.
Annisa hanya berharap.semoga saja dirinya tidak lagi di pertemukan dengan Zyan lagi.
"Mommy"
"Iya sayang"
"Kenapa Mommy diam saja "
Mendengar pertanyaan sang putri Annisa hanya tersenyum , sungguh putri kecilnya tersebut begitu perhatian, dan hal itu lah yang membuat Annisa begitu menyayangi Yasmine.
"Mommy hanya sedang banyak tugas Sayang" Ucap Annisa, dan Yasmine pun menganggukkan kepala, seolah memahami kesulitan yang tengah di rasakan Annisa.
Beberapa saat menempuh perjalanan, akhirnya Annisa dan Yasmine telah sampai di kediaman Emran. Annisa bergegas untuk melaksanakan kewajiban sholat, dan setelahnya segera menyiapkan makan siang untuk Yasmine.
***
Seperti biasa sejak ada Annisa, Yasmine lebihnsuka.untukakan di taman sembari bermain, seperti siang itu, Karena memang makan siang yang juga sedikit telah, sehingga Yasmine begitu lahap menerima suapan demi Suapan dari Annisa.
"Yasmine duduk sayang, tidak baik makan dengan berdiri" ucap Annisa lembut pada Yasmine.
"Nanti perut Yasmine bisa sakit"
Yasmine yang sebelumnya ingin berlarian, kini menurut dengan ucapan Annisa, dan duduk di sebelah Annisa, memainkan beberapa mainan kesukaannya.
"Memangnya kenapa Mommy tidak boleh makan sambil berdiri?" tanya Yasmine dengan wajah polosnya.
"Dulu Yasmine dan mba asih selalu main kejar kejaran kalau makan" ucap Yasmine jujur.
Mendengar hal itu Annisa hanya mengulas senyum simpul dibalik cadar yang dia kenakan, menatap sekilas pada Dua pengasuh Yasmine.
Annisa tahu kenapa kedua pengasuh Yasmine melakukan hal itu, selain karena ketidak Tahuan, juga mungkin karena dulu Yasmine sangat sulit untuk makan. Dan hal itu lumrah menurut Annisa.
"Baiklah, Mommy akan menjelaskan kenapa kita tidak boleh makan sambil berdiri ya"
Ucap Annisa dengan menatap lekat wajah Yasmine, sementara Yasmine terlihat begitu serius mendengarkan ucapan Mommy nya.
__ADS_1
Dari Abu Hurairah radhiyallahu âanhu,
Rasulullah shallallahu âalaihi wa sallam bersabda,
âJanganlah sekali-kali salah seorang di antara kalian minum sambil berdiri. Apabila dia lupa maka hendaknya dia muntahkan.â (HR. Muslim).
Sebagai agama yang sempurna, Islam telah memberikan petunjuk dan jalan terbaik bagi kemaslahatan umatnya. Segala aspek kehidupan memiliki aturannya, salah satunya tentang adab makan dan minum.
Makan dan minum sambil berdiri bukanlah adab yang dicontohkan Rasulullah SAW. Dalam sebuah hadits, Anas bin Malik ra mengatakan bahwa Rasulullah SAW melarang minum sambil berdiri.
"Lalu, kami bertanya, 'Kalau makan?" Rasulullah SAW pun bersabda, "Kalau makan (sambil berdiri) maka itu lebih buruk dan keji." (HR. Muslim)
Hadits tersebut menerangkan bahwa makan dan minum sambil berdiri adalah sesuatu yang dilarang dalam Islam. Mengacu pada hadits tersebut, para ulama sepakat bahwa makan dan minum sambil duduk adalah hal yang utama.
hal ini juga berlaku untuk makan dan minum sambil berjalan. Sikap demikian sama sekali tidak sehat, tidak sopan, dan tidak pernah dikenal dalam ajaran Islam.
Larangan makan dan minum sambil berdiri ini bukanlah tanpa alasan, ada hikmah yang terkandung di dalamnya. Selain sebagai bentuk etika dan sopan santun, larangan ini juga berdampak pada kesehatan.
Hal ini berlaku tidak hanya untuk makan, namun juga untuk minum, seperti di bawah ini.
Ini dibuktikan dari segi kesehatan. Air yang masuk dengan cara duduk akan disaring oleh sfringer. Sfringer adalah suatu struktur maskuler (berotot) yang bisa membuka (sehingga air kemih bisa lewat) dan menutup. Setiap air yang kita minum akan disalurkan pada âpos-posâ penyaringan yang berada di ginjal. Nah. Jika kita minum berdiri. Air yang kita minum tanpa disaring lagi. Langsung menuju kandung kemih. Ketika langsung menuju kandung kemih, maka terjadi pengendapan disaluran ureter. Karena banyak limbah-limbah yang menyisa di ureter. Inilah yang bisa menyebabkan penyakit kristal ginjal. Salah satu penyakit ginjal yang berbahaya. Susah kencing itu penyebabnya.
Dengan sabar dan penuh kelembutan Annisa memberi penjelasan pada Yasmine, tidak hanya pada sang putri saja, namun Annisa juga memberikan penjelasan tersebut pada dua pengasuh Yasmine yang saat itu juga tengah duduk bersama.
"Jadi begitu ya Nyonya" Ucap Asih
Annisa pun menganggukkan kepala.
"Maafkan kami Nyonya, kami pikir asal Nona Yasmine mau makan saja, meski dengan berlari bermain dan melompat"
"Tidak masalah Mba, Yang penting setelah tahu ilmunya, kedepannya tidak perlu di ulangi" ucap Annisa dengan mengulas senyum
Mendengar hal itu dia pengasuh Yasmine tampak menganggukkan kepala, paham dengan apa yang di jelaskan oleh Annisa.
Sementara Yasmine juga ikut menganggukkan kepala entah karena mengerti atau karena mengikut i dia pengasuhnya saja.
Terlihat dari kejauhan Emran telah mengamati setiap interaksi antara Annisa dan putrinya.
"Kau memang istimewa" batin Emran dalam hati.
Menatap Annisa dan sang putri dengan pandangan tak berkedip, hal itu membuat Amir merasa heran dengan bos besarnya tersebut.
"Tuan"
__ADS_1
"Tuan !"
"Tuan apa anda baik baik saja ?"
Panggil Amir untuk yang kesekian kali, karena Emran tidak juga menanggapi panggilan nya.
"Hei !. Pelan Kan suara mu !. Aku tidak tuli" ketus Emran yang merasa kesal pada asisten pribadinya.
Mendengar ucapan Emran, Amir hanya menggaruk kepalanya, serba salah menjadi dirinya. "Ya. Anda tidak Tuli, tapi anda buta, buta karena cinta" gerutu Amir dalam hati merutuki bos nya tersebut.
"Daddy !"
Suara Keras Yasmine yang mengetahui Daddy nya telah berdiri di belakangnya, meski dari jarak yang lumayan jauh.
Mendengar panggilan dari sang putri Emran hanya tersenyum dengan melangkahkan kaki pada sang putri.
Hal itu pun juga di lakukan oleh Yasmine, yang juga menghambur pada Daddy nya.
Terlihat dari pandangan mata Annisa, Yasmine begitu menyayangi Emran, terlihat bagaimana Yasmine memeluk Emran.
Terlihat pula Yasmine yang tengah membisikan sesuatu pada Emran, dan entah apa yang tengah Yasmine bicarakan dengan Emran saat itu, Annisa hanya tersenyum melihat interaksi antara ayah dan anak di hadapannya.
Emran tampak menganggukkan kepala, setelah mendapatkan bisikan dari sang putri.
***
Annisa tengah berada di kamar menyiapkan pakaian untuk sang suami yang baru saja pulang dari kantor. Annisa pikir jika Emran hanya akan pulang sebentar dan kembali ke kantor, nyatanya Emran memilih untuk bermain dengan sang putri, dan hal itu sudah dapat di pastikan jika Emran tidak lagi kembali ke kantor.
Cukup lama Emran menghabiskan waktu dengan Yasmine bermain di dalam kamar Yasmine.
"Mas , Sebaiknya bersihkan dirimu dulu, aku akan menemani Yasmine"
"Ohya, aku sudah siapkan air hangat untukmu mandi" ucap Annisa
Mendapatkan perlakuan yang begitu baik, Emran merasa begitu bahagia, sudah lama rasanya dirinya tidak di perhatikan seperti saat ini.
Annisa begitu mengerti apa yang Emran inginkan, meski Emran tidak pernah mengatakan secara langsung apa yang dia sukai dan tidak dia sukai, nyatanya Annisa begitu perhatian.
"Terima kasih"
Ucap Emran dengan menatap lekat wajah Annisa yang hanya menundukkan wajahnya, Sementara itu terlihat Annisa yang menganggukkan kepala dengan sebuah senyum di bibirnya.
***
__ADS_1