
...Badai Pasti berlalu, Seperi Pelangi Yang muncul setelah Hujan...
...🍁...
Ucap Annisa lirih masih dengan posisi menutup wajahnya. Sementara Emran hanya tersenyum kecil.
Mendengar hal itu, Emran merasa dirinya begitu bahagia, seketika dia meraih tubuh Annisa dalam dekapannya, memeluk erat sang istri dengan penuh cinta.
Pagi hari.
Seperti biasa Annisa akan menyiapkan keperluan Emran untuk ke kantor. Dan setelah selesai dengan semua keperluan Emran, Annisa bergegas untuk menyusul Yasmine yang tentunya masih berada di kamar.
"Assalamualaikum cantik nya mommy" Sapa Annisa ketika memasuki kamar sang putri.
"Waalaikumsalam mommy" celoteh Yasmine dengan melompat kegirangan.
"Yasmine cantik sekali, kita sarapan sekarang yuk, Daddy pasti sudah menunggu" . ucap Annisa, dan Yasmine menjawab dengan anggukan kepala.
Benar saja Emran telah duduk manis di ruang makan, menantikan sang istri dan putri tercinta.
Sisa kegiatan semalam nyatanya masih menyisakan rasa malu bagi Annisa, hingga selama di meja makan Annisa hanya menundukkan wajahnya.
"Biar saya yang suapi Nona Yasmine, Nyonya ?" Panta asih dengan sopan.
"Nggak usah mba Asih, Mba asih sarapan aja dulu, karena hari ini Saya akan ke kampus pagi-pagi" Ucap Annisa. dan di jawab dengan anggukan kepala oleh dua pengasuh sang putri.
Mendengar ucapan Annisa, Emran sedikit terkejut, pasalnya sebelumnya Annisa tidak mengatakan apapun. Namun Annisa yang menangkap perbedaan raut wajah Sang suami, segera memberi penjelasan.
"Baru saja tadi Annisa dapat pesan dari Prof Amer untuk ke kampus Mas"
Ucap Annisa memberi penjelasan, dan Emran pun menjawab dengan anggukan kepala.
"Aku akan meminta supir mengantar dan menunggumu"
"Tidak perlu mas, lagi pula Annisa tidak tahu jam berapa akan selesai"
"Tidak masalah"
Meski telah menolak karena sungkan, namun pada akhirnya Annisa juga tetap menerima paksaan dari sang suami.
"Apa kau perlu mengatakan jika mas Zyan di Kota ini ya" gumam Annisa dalam hati
Kembali teringat tempo hari, Annisa yang tanpa sengaja melihat papan pengumuman bertuliskan nama Zyan disana.
"Mas"
"Em"
__ADS_1
"Annisa Mau--"
Tuuut.
Sebuah dering telepon seketika menghentikan ucapan Annisa.
"Tunggu sebentar Amir menghubungi, kita lanjutkan nanti" ucap Emran dengan berlalu menuju ruang kerja nya.
Sementara Annisa yang ingin mengatakan soal Zyan akhirnya urung untuk dia sampaikan, karena sang suami tengah sibuk.
"Alhamdulillah, Yasmine sudah selesai makanya, pintar sekali" puji Annisa dengan tersenyum dibalik cadar yang dia kenakan.
"Ya mommy"
"Ohya Mommy, Yasmine boleh ikut mommy ke kampus?" tanya Yasmine dengan nada celotehan.
"Tentu sayang"
"Horeee, Terima kasih Mommy" Sorak gembira Yasmine. dan di jawab dengan senyuman oleh annisa.
Kini giliran Annisa sarapan pagi, setelah selesai menyuapi Yasmine. Annisa terlihat begitu khusyuk dengan makanan di piringnya, menikmati suapan demi Suapan yang masuk kedalam mulut.
"Annisa, Mungkin kita bisa bicara lain waktu , aku ada urusan mendadak"
Ucap Emran ketika menghampiri istri dan putrinya yang masih duduk di ruang makan.
"Oh iya mas, tidak masalah, kita bisa bicara lain waktu" ucap Annisa dengan mengulas senyum.
"Nyonya biar saya temani Nona Yasmine, Kalau Nyonya ingin bersiap"
"Ohh Iya mba Asih, terima kasih, tolong siapkan bekal untuk Yasmine juga ya, karena tidak tahu nanti akan sampai jam berapa" pinta Annisa pada sang pengasuh
"Baik nyonya"
Setelah menyelesaikan sarapan pagi , kini Annisa kembali ke kamar untuk bersiap ke kampus, tidak banyak yang Annisa bawa karena hari ini hanya akan menyerahkan hasil revisi sebelumnya. Dan tentunya untuk mengurus segala administrasi berkaitan dengan wisuda yang akan terjadwal kurang lebih dua bulan lagi.
Annisa ,Yasmine dan dua pengasuh Yasmine telah bersiap untuk ke kampus dengan diantar oleh seorang supir yang telah di siapkan oleh Emran.
Sepanjang perjalanan Annisa begitu bersemangat, terlebih mengingat semalam dirinya dan Emran melakukan percintaan yang begitu menyenangkan terlebih bagi Annisa yang baru pertama kali merasakan hal itu.
Masih ada sedikit rasa sakit dan nyeri, dan tentunya hal itu sedikit membuat Annisa kesulitan dalam berjalan, namun sebisa mungkin Annisa tidak menampakkan hal itu.
"Mommy kenapa senyum-senyum"
"Aaah Sayang, bagaimana Yasmine bisa tahu Mommy senyum"
"Mommy , Yasmine kan sayang Mommy jadi Yasmine tahu" celetuk gadis kecil di pangkuannya.
__ADS_1
Mendengar pengakuan sang putri Annisa begitu dibuat malu, dengan wajah yang telah bersemu merah.
Tidak memberikan jawaban, Annisa justru mengeratkan pelukannya pada gadis kecil di pangkuannya tersebut.
Sementara itu Asih yang juga duduk di samping Annisa hanya tersenyum simpul melihat interaksi antara Annisa dan Yasmine yang begitu dekat.
Asih yang telah menjadi pengasuh Yasmine sejak Yasmine berusia 5 hari pun sangat bahagia, pada Akhirnya Yasmine mendapatkan sosok Mommy yang memang begitu baik, dan tidak hanya menginginkan harta dari Daddy nya.
"Mba Asih kenapa bengong" Ucap Annisa yang seketika mengagetkan lamunan Asih.
"Tidak papa nyonya , Hehe, Saya hanya terlalu bahagia"
Mendengar hal itu Annisa pun menautkan kedua alisnya, merasa penasaran dengan rasa bahagia sang pengasuh Yasmine tersebut.
"Apa mba asih baru menerima gaji ?" tanya Annisa
"Tentu salah satunya karena itu nyonya, tapi ada yang lebih membahagiakan bagi saya"
"Apa ?"
"Nyonya telah menjadi Mommy nya Nona Yasmine " ucap Asih dengan begitu tulus.
Mendengar hal itu Annisa pun tersenyum lebar. "Terima kasih mba, Saya lebih beruntung mba memiliki Yasmine" ucap Annisa dengan membingkai wajah sang putri yang begitu menggemaskan.
"Saya telah merawat nona Yasmine sejak dia bayi, dan saya tidak pernah melihat nona Yasmine sebahagia ini, saat dia bersama Nyonya " ucap Asih terus terang.
"Terima kasih mba" ucap Annisa dengan mengulas senyum .
Menempuh perjalanan beberapa saat akhirnya mobil yang di tumpangi Annisa, Yasmine dan dua pengasuh Yasmine pun tiba di parkiran kampus.
Mereka keluar bersama dan berjalan menyusuri lorong hijau area kampus. Annisa berjalan dengan menggandeng Yasmine, sementara itu dua pengasuh Yasmine menyusul dari belakang, dengan membawa paperbag berisi makanan ringan dan buah yang telah di kupas sebelumnya.
"Sayang, Yasmine tunggu Mommy di taman ya"
Ucap Annisa yang berjongkok mensejajarkan tubuhnya dengan Yasmine, dengan menunjuk taman, tempat dimana Yasmine dan dua pengasuhnya tempo hari menunggu dirinya juga ketika di kampus.
"Okey Mommy"
"Anak baik"
"Mommy semangat yaa, I love mommy"
"I love you too sayang" ucap Annisa dengan mengusap lembut pipi chubby Yasmine
"Ohya, Yasmine ingat pesan mommy?"
"Ya Mommy, Tidak boleh Nakal, dan harus nurut sama mba"
__ADS_1
"Pintar sekali Anak mommy, Baiklah kalau begitu Mommy pergi dulu ya sayang" ucap Annisa dengan bangkit dari duduknya.
***