HIJRAH CINTA ANNISA

HIJRAH CINTA ANNISA
52. Tamu tak diundang


__ADS_3

...Hanya Allah yang Paham, Betapa Sulitnya menahan Sabar, Tanpa Harus bercerita panjang Lebar...


...🍁...


Setelah kepergian Sania , Emran memilih kembali sibuk dengan pekerjaan nya. Sania bagi Emran hanyalah angin lalu, yang mencoba masuk dalam celah sempit sebuah dinding.


Tok tok tok


Terdengar suara ketukan dari balik pintu ruang kerja Emran "Masuk !"


Pintu pun terbuka, disusul dengan kemunculan Amir dari balik pintu tersebut.


"Permisi tuan " sapa Amir.


"Em" Emran hanya menatap sekilas dan kemudian kembali fokus pada pena dan kertas yang dia pegang.


"Katakan !"


"Hari ini tuan ada pertemuan penting dengan Taua Adam" Ucap Amir sopan.


"Kau atur saja waktunya"


"Baik tuan"


Setelah menyampaikan agenda sang bos besar, Amir kembali berlalu dari hadapan Emran yang sibuk dengan beberapa kertas di hadapannya.


***


Siang hari Annisa bersama Yasmine tengah bermain di taman, Yasmine begitu menikmati permainan diantara keduanya.


Yasmine berlari kesana kemari, dan Annisa akan mengejarnya untuk menangkap gadis kecil tersebut.


"Sayang kau cepat sekali larinya " keluh Annisa yang seolah begitu lelah telah berlari mengejar Yasmine.


"Yee yeee , Yasmine menang !" sorak soray Yasmine yang merasa telah berhasil mengalahkan Annisa.


"Mommy Cemen , Yee Mommy kalah" bahagia Yasmine dengan melompat-lompat


Namun disaat itu lah Annisa menangkap tubuh Yasmine dan mendekapnya erat tubuh kecil tersebut.


"Hap . Tertangkap !". ucap Annisa dengan memeluk erat Gadis kecil tersebut.


Keduanya tertawa bersama, kemudian Annisa menggelitik pinggang Yasmine hingga gadis kecil tersebut tertawa terbahak.


Keduanya terlihat begitu lelah, sementara dua pengasuh Yasmine hanya melihat dari jarak yang lumayan jauh mengamati interaksi antara Yasmine dan mommy barunya.


Keduanya kini duduk di atas karpet yang sebelumnya ditata oleh dua pengasuh Yasmine , banyak makanan, minuman dan Snack ringan yang di siapkan untuk menemani Annisa dan Yasmine selama bermain di taman.


Yasmine pun merebahkan kepala nya di atas pangkuan Annisa. Sementara itu Annisa merasa bahagia dengan Yasmine yang begitu nyaman dengan dirinya. Annisa memberikan usapan lembut diatas puncak kepala Yasmine. Hingga tanpa di sadari Yasmine pun terlelap dalam pangkuan Annisa.


Sebuah senyum tergambar jelas di wajah kecil Yasmine yang merasa begitu teduh dan tenang saat tidur.


"Maaf Nyonya " Ucap Asih yang baru saja datang menghampiri keduanya.


"Ya mba, Ada apa ?" Tanya Annisa dengan suara lirih, tidak ingin mengganggu tidur Yasmine yang baru saja.

__ADS_1


"Itu Nyonya, Ada tamu yang mencari Nyonya"


Annisa tampak mengerutkan dahi nya, menatap tidak percaya, Pasalnya Annisa baru saja tinggal di kediaman Emran tersebut, sementara saat ini dirinya tidak banyak memiliki teman di Dubai, kecuali teman-teman kantornya dulu, itu pun tidak banyak.


Namun Jika pun itu teman kantor rasanya juga tidak mungkin, pasalnya sepengetahuan mereka, Annisa telah Resign dan kembali ke Indonesia.


"Siapa Mba ?" Tanya Annisa yang begitu penasaran.


"Kalau setahu saya Beliau Teman dekat Tuan Emran Nyonya" Ucap Asih dengan takut.


"Na-namun sedekat apa saya juga tidak tahu nyonya" Ucap Asih lirih dengan perasaan takut jika akan menyakiti hati nyonya besarnya. Sementara itu Annisa hanya menjawab dengan anggukan kepala, seraya senyum yang terlihat dibalik cadar yang dia kenakan.


Asih jelas tahu siapa tamu yang baru saja datang, pasalnya ini bukan kali pertama nya berkunjung, Namun yang berbeda adalah saat ini kunjungannya untuk menemui Annisa.


"Baiklah , katakan padanya untuk menunggu sebentar lagi, aku akan membawa Yasmine ke kamar" ucap Annisa dengan mengulas senyuman.


"Baik Nyonya"


"Apa tidak sebaiknya saya saja yang membawa Nona Yasmine Nyonya?" Pinta asih


"Tidak papa mba, Biar saya sendiri saja"


Setelahnya Asih berlalu meninggalkan Annisa dan Yasmine di taman.


Sementara itu setelah kepergian Asih, Annisa segera menggendong Yasmine dalam dekapannya, Annisa begitu hati-hati agar Yasmine tetap nyaman dalam tidurnya.


***


"Assalamualaikum"


Bagaimana Laki-laki tidak tergoda jika di suguhkan pemandangan yang begitu menggoda seperti tamu nya tersebut. Namun meski begitu Annisa tetap bersikap ramah terhadap tamunya.


Meski Rasa-rasanya Annisa tidak pernah mengenal wanita tersebut sebelumnya. Jangankan bertemu, melihat saja mungkin Annisa tidak pernah, ada sedikit rasa heran, namun hal itu tidak begitu mengganggu pikiran Annisa.


"Maaf anda mencari saya ?"


Bukan menjawab Sania justru mengarahkan pandangannya dari atas hingga bawah, berkali-kali menatap dengan tatapan aneh pada Annisa. Dan hal itu tentunya membuat Annisa merasa tidak nyaman.


Ya Sosok wanita yang datang kali ini benar merupakan Sania. Yang pengasuh Yasmine katakan merupakan Teman dekat dari suaminya.


"Maaf !, Ada perlu apa anda mencari saya Nona !" Annisa kembali bertanya dan begitu menekankan kalimatnya.


Mendengar pertanyaan Annisa, Sania seolah terlonjak kaget.


"Oh iya maaf. Aku hanya terkejut"


"Kenapa selera Emran berubah" Ucap Sania lembut namun penuh sindiran.


"Bagaimana ?" Tanya Annisa dengan menautkan kedua alisnya.


"Oh tapi buka itu maksut kedatanganku, Aku dengar kau telah menikah dengan Emran, Aku hanya ingin memberi selamat" Ucap Sania dengan begitu ramah.


Annisa tersenyum di balik cadar yang dia kenakan, nyatanya apa yang dia pikirkan ternyata salah. Sempat Annisa berfikir sebelumnya juga sosok di hadapannya akan marah terhadap dirinya, nyatanya dia sekarang duduk dan mengucapkan selamat.


"Terima kasih " ucap Annisa tulus.

__ADS_1


"Emran dan aku sangat dekat, namun entah mengapa dia tidak memberikan kabar jika dirinya telah menikah" ucap Sania dengan wajah begitu memelas.


Annisa sedikit tidak enak hati dalam situasi itu " Mohon maaf, acara nya memang begitu mendadak" ucap Annisa.


"Ouh Benarkah ?" Sela Sania


Annisa menjawab dengan anggukan kepala.


"Atau kau menggoda Emran hingga dirimu hamil" ucap Sania spontan tanpa basa-basi.


Deg.


Annisa begitu terkejut mendengar ucapan tamunya yang begitu lancang. Kedua alisnya saling bertautan seolah tidak percaya.


"Astaga, Kau tegang sekali. Aku hanya bercanda haha" Ucap Sania seolah berusaha akrab dengan Annisa. Kelekar tawa memenuhi ruang tamu saat itu.


Sementara Annisa hanya tersenyum simpul dibalik cadar yang dia kenakan, sungguh Annisa tidak tahu niat apa yang di bawa tamu nya, namun Annisa merasa dia harus waspada.


Tidak ingin berburuk sangka, namun jujur perasaan Annisa tidak begitu baik terhadap tamunya. Seolah Annisa mencium bau permusuhan disana.


Namun entah lah, Annisa tidak ingin berburuk sangka, karena niatnya datang untuk silaturahmi dan memberikan selamat untuk dirinya dan sang suami.


"Bisakah kita berteman Annisa ?" pinta Sania penuh permohonan.


"Annisa" Gumam lirih Annisa dalam hati .


Bahkan tamunya tahu namanya, sementara sebelumnya mereka tidak saling memperkenalkan diri. Atau mungkin Emran telah memberitahu, atau mungkin Sania sendiri yang mencari tahu, Segala macam pertanyaan begitu saja muncul di otak Annisa.


Menuntut sebuah jawaban yang Annisa sendiri belum mampu memecahkan.


"Oh InshaAllah" ucap Annisa dengan mengulas senyum dibalik cadarnya.


"Kenapa Harus InshaAllah, Apa kau tidak mau berteman denganku ?" Tanya Sania begitu lembut.


"Bukan begitu" Ucap Annisa dan setelahnya memberi penjelasan pada tamunya.


إِنْ شَاءَ اللَّه


Artinya: "Jika Allah menghendaki"


Mengucapkan Insya Allah termasuk ke dalam perintah Al Qur'an surat Al-Kahfi ayat 23 yang berbunyi:


وَلا تَقُولَنَّ لِشَيْءٍ إِنِّي فَاعِلٌ ذَلِكَ غَدًا . إِلّا أَنْ يَشَاءَ الله


Artinya: "Dan janganlah engkau mengatakan tentang sesuatu, 'Aku akan melakukannya besok.' Kecuali jika Allah menghendaki atau mengucapkan insyaallah."


Lafazh إِنْ شَاءَ اللَّه (jika Allah menghendaki) adalah kalimat sederhana namun penuh makna. Salah satunya Insya Allah ini dapat menjadi bukti kuatnya aqidah seseorang yang mengaitkan segala yang akan terjadi pada masa depan dengan kehendak Allah SWT.


Selain itu, kata Insya Allah juga merupakan adab seorang hamba kepada Tuhannya. Bahkan Allah SWT mengajarkan adab tersebut pada hamba-Nya dalam surat Al-Fath ayat 27.


Sehingga pada hakikatnya, kata Insya Allah merupakan bentuk pasrah dan tawakal seorang hamba atas terlaksananya sesuatu yang telah ditekadkan. Hal ini sebagaimana diterangkan oleh Allah SWT dalam surat Ali Imran ayat 159.


"Aku tidak mengerti apa yang kau ucapkan, Ya tapi terserah kau saja lah " Ucap Sania seolah jengah mendengar penuturan Annisa.


Sementara itu Annisa hanya tersenyum kecil mendengar pernyataan Sania yang baru saja.

__ADS_1


***


__ADS_2