Hujan Ajarkan Aku Kuat

Hujan Ajarkan Aku Kuat
Menjenguk


__ADS_3

Sampai di rumah sakit P, Joko segera memanggil petugas medis dan mengangkat tubuh Mami Janet ke brankar. Mami Janet sudah mendapatkan perawatan dan kata dokter Mami Janet terserang penyakit typus dan asam lambung. Malam ini Zee menemani Mami Janet opname.


Hingga pagipun menjelang. Zee terbangun dan segera ke kamar mandi untuk mencuci muka. Mami Janet masih tertidur pulas dan Zee memutuskan keluar untuk mencari sarapan.


"Non Zee mau kemana?" Tanya Joko, yang memang menunggunya di luar.


"Aku mau cari sarapan."


"Non, mau sarapan sama apa? Biar saya yang belikan," kata Joko lagi, yang akan selalu siap menjalani tugas di manapun.


"Kalau gitu, tolong beliin lontong kari dan jangan lupa minumannya, teh manis hangat," pesan Zee.


"Ada lagi, Non."


"Sudah itu saja."


"Kalau gitu saya beli sarapan dulu, Non."


Joko pun segera mencari sarapan dan Zee kembali masuk. Karena ibunya masih tidur, Zee memutuskan menemui Om Haris di kamar rawatnya.


Dengan langkah lebar, Zee mendatangi kamar rawat Haris dan Zee langsung masuk. Zee tersenyum simpul melihat Haris yang masih betah memejamkan matanya.


"Selamat pagi, Om," sapa Zee yang langsung duduk di samping brankar.


Zee meraba saku celananya dan mengambil tisu basah dari sakunya. Kemudian Zee mengelap wajah Haris dengan lembut. Jefry yang mendapatkan kabar dari dokter tentang kondisi kakaknya, terkejut melihat Zee sudah berada di sana. Jefry tersenyum melihat perlakuan Zee yang begitu telaten mengelap wajah kakaknya itu.


"Nah, sekarang kan sudah lebih fresh." Seloroh Zee dan tersenyum menatap wajah Haris.


"Aku pamit dulu, Om. Karena aku harus kembali ke kamar rawat ibuku. Om cepat bangun ya."


Zee bangun dari duduknya dan mencium kening Haris. Setelah itu Zee keluar dari sana.


"Loh! Ada, Om?" Tanya Zee terkejut, saat keluar dari kamar rawat Haris.


"Iya, Om mau menengok kakaknya, Om," ujar Jefry.


"O ya, kok kamu pagi-pagi sudah ada disini? Apa kamu nginep disini?" Tanya Jefry lagi


"Iya dan kebetulan ibu lagi sakit dan di rawat di rumah sakit ini," terang Zee.


"Oh... Emang ibu kamu sakit apa?"


"Typus dan asam lambung," jawab Zee dan Jefry hanya manggut-manggut saja.


"Aku pergi dulu ya, Om. Takut ibu nyariin aku."


"Iya... Terima kasih ya, sudah menemui kakaknya, Om."

__ADS_1


"Iya...."


Setelah itu Zee segera pergi dari hadapan Jefry.


Zee sudah tiba di kamar rawat ibunya dan ternyata ibunya sudah bangun.


"Kamu habis dari mana?"


"Habis jalan-jalan," jawab Zee, sembari melangkah mendekati Mami Janet.


Zee terpaksa bohong, kalau Zee jujur habis nemuin Om Haris, pasti ibunya bakal marah.


Tok tok tok


Zee segera membuka pintunya dan ternyata itu Joko.


"Ini Non sarapannya," ujar Joko seraya menyerahkan kresek berisi makanan.


"Terima kasih ya, Joko," ucap Zee.


"Sama-sama, Non."


Setelah itu Zee kembali masuk dan meletakkan kresek berisi makanan di meja.


Suster pun datang membawa sarapan pagi buat Mami Janet. Setelah mengantar sarapan, suster pun keluar dari sini.


Iya...."


Zee segera meraih mangkok berisi bubur dan dengan telaten Zee menyuapi sang ibu tercinta.


***


Siang harinya, di saat ibunya tengah tidur. Zee kembali ke kamar rawat Haris, tapi saat sudah mau tiba di kamarnya Para suster dan dokter berlarian Masuk ke kamar rawat Haris.


"Kenapa suster dan dokter berlarian masuk ke kamar rawat Om Haris? Apa yang terjadi sama Om Haris?"


Zee yang penasaran segera bergegas menuju kamar Haris dan melihat apa yang tengah terjadi dengan Haris. Suster dan dokter terlihat panik saat memeriksa keadaan Haris yang tiba-tiba saja mengalami kejang-kejang.


Ya Tuhan, semoga Om Haris baik-baik saja dan semoga saja tidak ada hal buruk kepada Om Haris.


Zee terus memantau kondisi Haris dari balik pintu. Beberapa menit berlalu, suster dan dokter terlihat bernafas lega. Zee yang masih berdiri disana segera bertanya kepada dokter yang baru saja keluar dari kamar rawat Haris.


"Dok, gimana keadaan Om Haris?"


"Kamu siapanya pasien?" Tanya dokter.


"Saya... Saudaranya," jawab Zee.

__ADS_1


"Oh... Keadaan pasien sudah membaik lagi, meski tadi keadaan pasien sempat memburuk."


"Syukurlah kalau kondisi Om Haris baik-baik saja," ujar Zee.


"Kalau gitu saya permisi dulu."


"Iya, Dok."


Setelah dokter pergi, Zee segera menemui Haris. Baru akan membuka pintu, handphone Zee berdering dan Zee segera mengangkat telponnya. Zee tersenyum saat tahu siapa yang menelponnya.


" Halo...." Jawab Zee.


"Zee, aku sudah di depan rumah sakit dan mau menjenguk ibu kamu," ucap Marshall.


"Kalau gitu kamu tunggu aku di depan. Aku segera ke sana."


Zee segera mematikan sambungan teleponnya dan bergegas menemui Marshall di lantai dasar. Zee tersenyum lebar saat melihat Marshall tengah duduk di kursi tunggu.


"Shall...."


Marshall menoleh dan tersenyum kepada Zee, lalu Marshall bangkit dari duduknya untuk menghampiri sang pujaan hati.


"Gimana keadaan ibu kamu?" Tanya Marshall, saat Zee sudah berada di sampingnya.


"Sudah membaik."


"Syukurlah...."


Zee mengajak Marshall ke kamar rawat ibunya. Sepanjang perjalanan menuju kamar rawat ibunya. Marshall dan Zee saling bergandengan tangan dan sesekali Marshall mencium tangan Zee penuh kasih sayang.


Keduanya sudah sampai di depan kamar rawat Mami Janet dan Zee membukakan pintunya lebar.


"Ayo masuk," ajak Zee dan Marshall mengangguk kecil.


Mami Janet yang baru bangun, menautkan kedua alisnya saat melihat Zee datang bersama seorang laki-laki.


" Bu, temanku mau jenguk ibu," seloroh Zee.


"Hai Tante, bagaimana keadaan Tante?"


"Ya... Seperti yang kamu lihat. Maaf, kalau Tante boleh tahu, kamu siapanya Zee?"


"Mm... Pacarnya Zee, Tante," jawab Marshall .


"Ternyata anak ibu sudah punya pacar," goda Mami Janet seraya mengerlingkan matanya kepada Zee.


"Iiih... Ibu...." sungut Zee.

__ADS_1


Mami Janet tersenyum, melihat putrinya itu yang terlihat salah tingkah.


__ADS_2