Hujan Ajarkan Aku Kuat

Hujan Ajarkan Aku Kuat
Dinner romantis


__ADS_3

Setelah mendengar jawaban dari Zee, Marshall kemudian menyematkan cincinnya di jari manis Zee. Tepuk tangan yang meriah, mengiringi kebahagiaan Marshall dan Zee.


Mami Janet menyeka sudut matanya yang basah. Terharu melihat putrinya kini sudah menemukan kebahagiaan bersama orang yang dicintainya. Berharap hubungan Zee dan Marshall selalu langgeng dan baik-baik saja.


Hana dan Aries juga ikut merasakan kebahagiaan putra sulungnya. Ternyata putranya itu sudah besar dan sebentar lagi akan meninggalkannya dan hidup bersama wanita yang dicintainya.


Marshall dan Zee tak henti-hentinya menyunggingkan senyumnya. Kebahagiaan yang tengah dirasakan oleh dua insan, kini terbayar dengan rasa yang membuncah. Ayah Haris dan Mami Janet berdiri dan naik ke panggung, begitu juga dengan Aries dan Hana.


"Selamat ya, sayang," ucap Mami Janet, yang langsung memeluk Zee.


Hana juga mengucapkan hal yang sama kepada Zee dan Marshall. Setelah saling berpelukan, Aries dan ayah Haris saling berbisik.


"Nanti kalau sudah menikah, mereka harus tinggal bersamaku," bisik ayah Haris.


"Tidak, mereka akan tinggal bersamaku," balas Aries.


"Pokoknya mereka harus tinggal bersamaku," kekeuh ayah Haris.


"Bersamaku." Aries nggak mau kalah.


"Pokoknya tinggal bersamaku, titik!" Tegas ayah Haris dan Aries harus mengalah.


"Baiklah." Aries pun mengalah. Walau Aries tau kalau sebenarnya Marshall tidak akan tinggal dengannya maupun dengan ayah Haris. Marshall sudah mempersiapkan rumah impiannya bersama Zee.


"Gitu, dong. Kamu harus mengalah," lanjut ayah Haris berkata.


Semua yang berada di atas panggung, memposisikan diri dan siap untuk pengambilan gambar. Setelah itu ayah Haris dan juga Aries mengucapkan sepatah kata untuk Marshall dan Zee.


Selesai dengan acara lamaran, Marshall mengajak Zee ke tempat yang lain dan kali ini hanya khusus untuk mereka berdua.

__ADS_1


Marshall mengajak Zee, ke restoran dekat pantai. Tiba di restoran tersebut, Marshall langsung membawa Zee masuk dan seorang pelayan restoran menyambutnya.


"Ini kejutan yang kedua. Semoga kamu suka," ucap Marshall.


"Aku pasti menyukainya," timpal Zee, lalu Marshall membawa Zee ke tempat yang sudah dipersiapkan.


Sebelum melangkah keluar restoran, Marshall menghentikan langkahnya dan mengeluarkan sapu tangan dari sakunya.


"Aku akan tutup mata kamu,' kata Marshall, yang kini sudah berdiri di belakang tubuh Zee. Marshall menutup mata Zee, setelah itu, menggandeng tangan Zee keluar dari dalam restoran.


Sampai di tempat yang dituju. Marshall menghentikan langkahnya dan berbisik kepada Zee.


"Kita sudah sampai. Aku akan melepaskan penutup matanya dan dalam hitungan ke sepuluh, kamu boleh membuka matanya."


Zee mengangguk mengerti dan Marshall melepaskan ikatannya. Setelah itu Marshall mulai berhitung dari satu sampai sepuluh dan selama berhitung, pelan-pelan Marshall menjauhi Zee.


Pelan-pelan, Zee membuka matanya. Zee langsung membekap mulutnya saat melihat apa yang di persembahkan dari Marshall.



Di tempat ini, di pinggir pantai. Marshall ingin dinner romantis bersama wanita yang sangat di cintainya itu. Marshall berdiri di sana sembari memegang sebuket bunga yang cantik, dengan senyum menawannya.



Zee melangkah melewati lampu lilin yang di letakkan berjejer, dengan kelopak bunga mawar yang di tabur di atas pasir. Zee berkaca-kaca menatap wajah sang pujaan hatinya. Hatinya Zee melangbung tinggi, menggapai cinta yang diberi oleh Marshall.


"Selamat datang, wahai bidadariku," ucap Marshall seraya memberikan sebuket bunga kepada Zee.


"Terima kasih, pangeran ku," balas Zee, lalu Marshall mengulurkan tangannya dan Zee menerima uluran tangan Marshall. Diciumnya punggung tangan Zee mesra, lalu Marshall mengajak Zee untuk duduk.

__ADS_1


Marshall menarik kursinya untuk Zee duduk, setelah itu dirinya juga duduk.


"Bagaimana, kamu suka?"


"Sangat. Terima kasih untuk hari ini. Aku benar-benar sangat bahagia hari ini."


"Aku senang jika kamu bahagia dan aku akan terus berusaha membuatmu bahagia. I love you my future wife." Seraya menggenggam tangan Zee.


Di pinggir pantai, mereka berdua dinner romantis ditemani angin yang berhembus membelai kulit, serta suara ombak yang berkejaran.


Hingga terdengar suara musik mengalun merdu. Marshall berdiri dan membungkukkan badannya, seraya mengulurkan tangannya.


"Apa mau berdansa denganku," ucap Marshall dan Zee mengangguk mau.


Marshall dan Zee pun berdansa, dengan background matahari yang akan tenggelam. Kemudian Marshall mencium kening Zee mesra, setelah itu Marshall menempelkan keningnya ke kening Zee.


*Terima kasih, kamu sudah hadir di dalam hidupku.


Disaat semua orang menjauhiku karena pekerjaan ibuku, tapi kamu justru terus berada di sisiku.


Terima kasih, kamu selalu menggenggam tanganku, disaat aku terpuruk dengan keadaan.


Bagiku, kamu adalah tujuan hidupku dan aku akan terus memberikan banyak cinta untukmu, sampai akhir hidupku.


Bagiku, kamu adalah bintang kehidupanku yang akan selalu menghiasi hari-hariku. Disaat sedih, senang dan susah.


Teruslah berada di sisiku, sampai kita menua bersama.


I love you my future husband, Marshall.*

__ADS_1


__ADS_2