Hujan Ajarkan Aku Kuat

Hujan Ajarkan Aku Kuat
Malam yang penuh cinta


__ADS_3

Dengan perlahan, Marshall mendekati wajahnya Zee dan memangut bibirnya yang selalu memabukkan. Kedua tangan Zee melingkar di leher Marshall, membalas ciuman mesranya Marshall.


Marshall menarik pinggang Zee, agar lebih rapat dengan tubuhnya. Tangan Marshall turun meraba bokongnya Zee, lalu tangannya masuk ke dalam lingerie yang dikenakan Zee. Di telusuri lekuk tubuh Zee dengan tangannya dan merayu kulit tubuh Zee dengan mesra.


Nafas Marshall semakin memburu dan tak mampu lagi menahan libidonya yang sudah berada di ubun-ubun, tapi Marshall belum puas mengelus kulit halus Zee.


Suara decapan ciuman mereka semakin terdengar jelas. Nafas Marshall semakin berat. Di angkatnya tubuh Zee, ala bridal style dan membawanya ke atas ranjang yang sudah bertabur bunga mawar.


Dibaringkannya tubuh Zee dan menatap lekat kedua bola matanya Zee. Marshall kemudian mendaratkan kecupan mesra di kening sang istri.


"Izinkan malam ini aku menyentuhmu."


Zee mengangguk pelan, lalu Marshall memangut kembali bibirnya. Kali ini Marshall menciumnya sedikit liar. Tangan Marshall mulai turun mengelus paha kirinya Zee.


"Emmhh...." Zee terangsang dengan sentuhan tangan Marshall yang mengelus pahanya.


Tangan Marshall naik ke tempat celana segitiga yang dikenakan Zee. Marshall mengelusnya di balik kain segitiga itu.


Ciuman Marshall turun ke leher dan mengecup kulit halus itu. Memberi tanda cinta darinya, untuk istri tercintanya.


"Shall...." Desah Zee, yang semakin tergugah dengan sentuhan mesra Marshall, membuat Marshall semakin mengeksplorasi tubuhnya Zee.


Marshall membuka lingerie-nya dan membuangnya ke lantai. Ditatapnya seluruh tubuh Zee yang sudah tidak berbalut kain yang menutupi tubuhnya, lalu Marshall juga membuka seluruh pakaiannya. Zee menggigit bibirnya dan mengalihkan pandangannya, ketika melihat benda pusaka milik Marshall. Ada rasa malu melihat benda pusaka itu.


"Kenapa?" Tanya Marshall, yang melihat Zee memalingkan wajahnya.


"Kamu malu melihat pusaka ku?"


Zee mengangguk kemudian menggelengkan kepalanya. Entah kenapa Zee menjadi semakin nervous, seolah nafasnya tercekat di tenggorokan. Apalagi melihat pusaka itu dan seolah siap menodongnya tanpa ampun.

__ADS_1


"Sini tangan kamu, sayang."


Marshall menarik tangan Zee dan menuntunnya ke pusaka miliknya yang meminta keadilan dan kesejahteraan bagi pusakanya.


"Sentuh dia, sayang," pinta Marshall parau.


Zee memegangnya dan mengurutnya lembut. Marshall memejamkan matanya, menikmati pijatan lembut dari tangan Zee.


"Zee...." Lirih Marshall, men desa memanggilnya.


Marshall yang sudah tidak bisa menahan, meraih bibir Zee dan menciumnya penuh has rat.


Marshall semakin liar mengecup tubuh Zee dan meninggalkan tanda cintanya, kemudian Marshall memangut benda kenyal yang memiliki lingkaran coklat di atasnya. Dimainkannya bagian terkecil itu dengan mulut Marshall dan satunya lagi di remas gemas benda kenyal itu.


Zee semakin men desah, menikmati permainan Marshall yang semakin melambung tinggi. Membangkitkan gairah api cintainya, yang baru pertama kali dirasakannya.


"Sayang, aku akan memulainya."


Zee mengangguk dan membiarkan Marshall menyentuh sesuatu yang selama ini dijaganya.


Marshall memulainya dan berusaha membuka segel itu. Memang sangat sulit membuka segelnya, tapi Marshall terus berusaha membukanya secara perlahan dan lembut.


Zee meringis merasakan pusaka milik Marshall membuka paksa miliknya. Sakit, perih dan entah apalagi yang dirasakannya, tapi ini sedikit menyiksa miliknya yang memang masih tersegel.


"Sakit Shall...." ringis Zee.


"Maaf," ucap Marshall.


"Iya...."

__ADS_1


"Aku lanjutkan, ya...."


Zee mengangguk membiarkan Marshall melanjutkan kegiatannya di bagian bawah perutnya.


Zee memejamkan matanya, ketika pusaka itu terus menerobos dan merobek ke perawan annya. Pelan tapi pasti, Marshall berhasil membukanya dan tinggal sedikit lagi segel itu benar-benar terbuka lebar.


Dengan satu kali tekanan, Marshall berhasil membukanya dan pusakanya benar-benar sudah berada didalamnya.


Marshall mulai mengayunkannya dan mulai merayu miliknya Zee dengan lembut. Awal yang perih dan sakit kini berubah menjadi indah untuk dinikmati oleh keduanya.


Malam ini, dimalam yang penuh cinta. Zee memberikan hal berharganya dengan penuh rasa cinta. Marshall pun dengan senang hati menerimanya dan akan selalu membawa Zee terbang melayang dan akan terus membuainya dengan cinta yang dimilikinya.


Marshall terus merayu dan menggoda semua yang ada di tubuh sang istri, hingga tiba di mana benih cinta miliknya ditaburkan dan bersemai didalam rahimnya Zee.


Malam ini, keduanya benar-benar merasakan indahnya surga cinta yang sebenarnya dan berharap benih yang disemai akan menjadi penguat didalam biduk rumah tangga yang mulai dijalaninya.


Tamat.


🌺🌺🌺🌺


Terima kasih untuk seluruh readers yang sudah bersedia membaca cerita Marshall dan Zee, Othor ucapkan banyak terima kasih.


Next.


Othor akan kasih extra part beberapa bab.


Untuk kisahnya Aisyah, diharapkan menunggu dulu. Mungkin akhir bulan depan, baru rilis kisahnya Aisyah.


Terima kasih, salam sayang dari othor 😘😘

__ADS_1


__ADS_2