
Marshall membuka matanya perlahan. Marshall menyimpitkan matanya karena terpaan sinar lampu yang menyilaukan. Tatapan matanya menatap langit-langit kamar yang berwarna putih, lalu Marshall menoleh ke sebelah kanan dimana seseorang tengah menelungkupkan kepalanya di sampingnya.
Marshall tersenyum melihat, siapa yang tengah tertidur di sampingnya itu. Tangan Marshall menyentuh kepalanya dan mengelusnya lembut.
"Zee...."
Zee yang merasakan kepalanya diusap-usap oleh seseorang, segera menegakkan kepalanya. Zee tersenyum bahagia melihat Marshall sudah sadar.
"Shall... Akhirnya kamu bangun...." Ucap Zee senang. Air mata Zee kembali menetes.
Diraihnya tangan Marshall dan dicium punggung tangan Marshall.
Ya... Marshall selamat, karena Jefry membawanya tepat waktu dan jika terlambat nyawa Marshall sudah tidak terselamatkan. Mengingat, Marshall banyak mengeluarkan darah dan semalam Marshall harus mendapatkan transfusi darah sebanyak dua kantong darah.
Marshall sempat kritis dan setelah mendapatkan donor darah sebanyak dua kantong darah, keadaan Marshall mulai stabil.
Marshall tersenyum menatap Zee, lalu di hapusnya air mata Zee yang membasahi pipinya.
"Jangan menangis lagi... Aku baik-baik saja," ucap Marshall pelan. Zee mengangguk-angguk cepat.
"Tapi... Jangan bikin aku takut lagi," ucap Zee tersedu-sedu.
"Iya, aku nggak akan buat kamu takut lagi," seraya mengelus pipi Zee.
Hana masuk dengan Aisyah. Hana tersenyum senang melihat Marshall sudah sadar. Hana segera mendekati Marshall dan mencium kening Marshall lama.
Hana benar-benar sangat mengkhawatirkan Marshall. Hana takut kalau Marshall pergi meninggalkannya. Hana benar-benar tidak rela bila harus kehilangan Marshall tersayangnya.
Lalu Hana menciumi seluruh wajah Marshall dengan sayang. Hana tidak bisa menyembunyikan kebahagiaannya melihat Marshall membuka matanya lagi.
"Ibu, senang Abang sudah sadar. Jangan buat ibu cemas lagi, bang," ucap Hana sembari meneteskan air matanya.
"Iya, Bucan," jawab Marshall tersenyum menatap ibu tersayangnya.
Hana kembali mencium kening Marshall. Sekarang Hana bisa bernafas lega.
Tidak lama Aries masuk dan menghampiri Marshall. Aries senang melihat keadaan Marshall sudah membaik, tapi Aries menatap lekat wajah Zee.
Zee menundukkan kepalanya, tak berani menatap wajah Aries. Marshall yang melihat tatapan Aries terhadap Zee, langsung menggenggam tangan Zee.
Aries membuang nafasnya, lalu Aries menatap Marshall.
"Abang tahu... Gimana cemasnya ayah mendapatkan kabar, kalau Abang masuk rumah sakit karena luka tusuk dan betapa sedihnya ayah melihat keadaan Abang yang kritis. Hati ayah sakit, bang. Melihat Abang sakit dan terluka. Lain kali jangan buat ayah dan ibu cemas."
__ADS_1
Marshall mengangguk pelan. Marshall terharu mendapatkan perhatian dan kasih sayang yang melimpah dari orang tua angkatnya. Segitu khawatirnya Aries dan Hana terhadapnya, bahkan papanya sendiri, tidak seperti Aries dan Hana.
Marshall bersyukur karena dirinya berada dalam bagian keluarga Aries.
Kemudian Aries mencium kening Marshall dan mengusap kepala Marshall. Bagi Aries, Marshall tetaplah anak kecil baginya, seperti adik-adiknya.
Tiba-tiba pintu terbuka dan menampakkan ayah Haris, Mami Janet dan Jefry.
Aries dan Ayah Haris saling temu pandang dengan tatapan terkejut.
"Haris...."
"Aries...."
Semua yang berada di sana menatap bingung, terutama Zee dan Marshall.
***
Di luar rumah sakit dan udara malam yang menerpa kulit wajah kedua lelaki dewasa, yang tengah duduk di temani segelas kopi di tangannya masing-masing.
Tatapan keduanya menatap lalu lalang kendaraan yang lewat. Aries menghela nafasnya dan membuangnya perlahan.
"Jadi, Zee adalah anak kamu?" Tanya Aries, tanpa menoleh ke Ayah Haris.
"Dan Marshall adalah anak kamu?"
"Iya, Marshall anakku yang paling besar."
"Apa kamu masih...." Ayah Haris menggantung kalimatnya.
"Masihlah! Siapa juga yang nggak marah," jawab Aries.
"Maaf... Aku nggak tahu."
"Lagian kamu percaya saja sama orang yang merusak pertemanan kita," ucap Aries.
Aries dan ayah Haris adalah sahabat baik waktu keduanya masih kuliah. Persahabatan mereka renggang cuman gara-gara satu cewek.
Flashback.
Kala itu, ayah Haris mempunyai pacar, yang bernama Diva. Ayah Haris dan Diva sudah satu tahun menjalin hubungan, tapi Diva menduakan cintanya ayah Haris dan Aries mengetahui kalau Diva berselingkuh.
Lebih parahnya, Diva dan selingkuhannya sudah sampai melakukan wik-wik. Aries yang mengetahui kelakuan Diva, langsung memberitahu Haris tentang perselingkuhan Diva.
__ADS_1
"Diva! Katakan dengan jujur, kalau kamu menyelingkuhi aku," desak Haris.
"Nggak! Siapa yang selingkuh," elak Diva.
"Jangan bohong! Aries melihat kamu berselingkuh di belakangku. Mulai sekarang kita putus."
Diva yang tak terima di putuskan oleh Haris. Berniat menghancurkan persahabatan mereka.
Diva meminta bantuan kepada teman lelakinya, yang bernama Wahyu dan menyuruhnya mengajak Aries ke kosannya, dengan alasan meminta bantuan Aries soal pelajaran.
Aries di ajak masuk ke dalam kamar kosannya Wahyu.
"Duduk dulu, Aries," ucap Wahyu.
Aries duduk dan meletakkan tasnya di lantai, sedangkan Wahyu membuatkan minuman untuk Aries.
"Nih, minum dulu." Seraya menyerahkan minuman itu ke tangan Aries.
"Thanks, Yu," ucap Aries dan Wahyu mengangguk.
Aries meminumnya dan ternyata Wahyu sudah mencampuri minuman itu dengan obat tidur. Wahyu tersenyum melihat Aries mulai mengantuk.
"Kok, aku ngantuk, Yu."
"Kalau ngantuk tidur saja," suruh Wahyu dan Aries yang sudah tidak bisa menahan rasa kantuknya, akhirnya Aries tertidur.
Disaat itulah, Diva masuk dan menyuruh Wahyu membuka pakaian Aries. Diva juga membuka pakaiannya dan tidur di samping Aries. Tugas Wahyu memotret adegan yang akan Diva lakukan. Setelah itu, foto-foto Diva dan Aries dikirim ke Haris.
Haris yang mendapatkan foto-foto tersebut langsung menggeram marah. Haris segera menemui Aries dan menghajar Aries.
"Dasar penghianat!" Berang Haris.
"Maksud kamu apa?" Aries jelas tidak mengerti dengan perkataan Haris. Kemudian Haris melemparkan foto-foto tersebut ke wajah Aries.
"Ternyata kamu yang selingkuh dengan Diva dan kalian berdua telah mengkhianatiku!" Geram Haris.
"Kamu salah faham! Aku nggak pernah selingkuh dengan Diva."
"Tapi nyatanya foto-foto itu membuktikan kalau kamu selingkuh dengan Diva."
Sejak kejadian itu, hubungan pertemanan Aries dan Haris renggang. Bahkan sampai mereka luluspun tidak akur lagi.
Flashback off.
__ADS_1