I Am A Writer, So What?

I Am A Writer, So What?
15. Naik Level


__ADS_3

Setelah menerima permintaan khusus dari Calvin aku segera berangkat menuju desa Orc terdekat menggunakan aplikasi peta pada superphone.


Berkat superphone aku tak perlu repot mencari desa monster terdekat secara asal-asalan.


Aku bisa langsung terbang menggunakan Gravito Flight Sphere dan dibantu dorongan angin dari Aerokinesis agar dapat melaju dalam kecepatan tinggi.


Namun, terdapat satu masalah ....


"Fain, jawab aku! Kenapa kau bisa terbang menggunakan sihir?! Bukankah kelasmu adalah Servant?!" Calvin berseru keras berusaha mengikutiku di tanah sambil berlari.


Aku menghela nafas dan menengok ke bawah. "Ketua Calvin, kekuatanku tidak ada hubungannya denganmu. Lagipula, kenapa kau juga ikut? Bukankah kamu menyerahkan tugas ini kepadaku?"


"Kau gila! Bagaimana bisa aku membiarkanmu menyerang belasan desa Orc, Ogre, dan Troll seorang diri?!"


Tidak, bukankah kamu yang gila karena memintaku menyerang desa-desa tersebut seorang diri?


Aku hanya memenuhi tugasku sebagai sentinel.


Aku kemudian mengabaikan Calvin dan mempercepat kecepatan terbangku.


"Hei, jangan mengabaikanku!" seru Calvin masih berlari mengikutiku.


Omong-omong, Calvin saat ini tidak mengenakan pakaian ala ketua serikat.


Dilihat dari penampilannya kemungkinan besar kelasnya adalah Rogue atau Assassin. Itu bisa diketahui dari sepasang pedang pendek di pinggang dan baju pelindung kulit ringannya.


Dia terlihat seperti sentinel sungguhan sekarang.


Oh, ya, bukankah aku mempunyai Appraisal? Aku bisa menggunakan itu untuk melihat status Calvin.


---


Calvin D Grayman / Male


Rogue (9) / 29 tahun


Str : 120, Vit : 60, Agi : 200, Dex : 250, Mag : 70, Wis : 40, Luk : 20


---


Skill : Quick Footwork (6), Wind Magic (7), Assassin Blade (5), Night Vision (7), Hide Presence (7), Silent Feet (7), Far Vision (8), Enhanced Sense (9), Phantom Walk (4)


---


Oh, jadi seperti ini rata-rata status sentinel peringkat perunggu.


Sejujurnya, tidak begitu mengesankan.


Kupikir status sentinel peringkat perunggu bekisar 300 atau 400 poin tapi mungkin dia mencapai peringkat ini bersama rekan kelompok sewaktu masih aktif sebagai sentinel.


Aku hanya bisa memaklumi.


Tetapi, hampir seluruh skillnya bisa dikatakan berlevel tinggi, terlebih lagi Enhanced Sense-nya sampai level 9.

__ADS_1


Dia mungkin mengandalkan kombinasi skillnya saat bertarung, huh? Lumayan juga untuk referensi.


Sebagai tambahan informasi, status karakter utama dunia ini—novelku—kalau tak salah semua di atas ribuan poin. Gila, bukan?


Yah, dia memang ditakdirkan untuk menghadapi Raja Kekacauan dan menyelamatkan dunia, jadi aku memang sengaja membuatnya sekuat itu.


Sebaiknya jangan gunakan si karakter utama sebagai referensi utama.


Setelah sekitar setengah jam aku sampai di desa Orc terdekat berdasarkan peta di superphone—bersama Calvin yang tengah berusaha keras mengatur napas.


"Kau sama sekali tidak berbelas kasihan terhadap orang yang lebih tua, ya." Calvin menggerutu begitu aku mendarat di tanah.


Aku mendengus. "Aku tidak pernah memintamu ikut. Salahkan dirimu sendiri."


Calvin nampaknya ingin menyanggah komentarku namun tak berargumen lebih jauh. Dia mungkin menerima perkataanku yang tak salah.


Seusai irama napasnya kembali normal Calvin menunjuk desa Orc. "Jadi, apa yang akan kau lakukan terhadap desa itu? Menyerangnya dari depan?"


"Begitulah." Aku mengangguk dan melangkah mendekati pagar desa Orc. "Ada yang ingin kucoba."


Calvin memasang ekspresi melihat orang gila saat aku maju sambil terus bersembunyi di balik semak menggunakan Hide Presence.


Hmm, kelihatannya dia bukan datang untuk membantu melainkan melihat sejauh apa kekuatanku.


Dasar ketua serikat licik.


Tapi, tidak apa. Kalau dia memang ingin memastikan sekuat apa diriku maka akan kutanamkan baik-baik di benaknya kekuatanku.


"Form Shifter," gumamku sambil menyeringai.


Beberapa saat kemudian tubuhku perlahan-lahan berubah menjadi lebih tinggi, otot tangan serta kakiku terlihat lebih kekar, bentuk kepalaku mulai berubah menyerupai buaya, lalu sebuah ekor hitam menculat merobek bagian belakang celanaku.


Kulitku juga dipenuhi sisik keras berwarna hitam keabuan disertai kuku tangan dan kaki ikut memanjang seperti cakar pendek.


Aku tanpa berniat membuang banyak waktu mengangkat tangan kanan ke depan dan bergumam. "Dragon Magic : Dragon Ray."


Dalam sekejap lingkaran sihir tercipta di depan telapak tanganku dan menyemburkan sinar berwarna kemerahan yang menghanguskan semua Orc yang datang serta bangunan di dalam desa mereka.


Tidak butuh belasan atau satuan menit. Cukup sekitar setengah menit hingga seluruh desa tersebut terbakar habis oleh Dragon Ray-ku.


"Hmm, kekuatannya mengerikan juga." Aku bergumam memandangi tangan serta wujudku. "Boleh juga dijadikan senjata pamungkas."


---


Alfain / Male


Servant (3) / 15 tahun


Str : 22 (+220), Vit : 18 (+200), Agi : 15 (+140), Dex : 21 (+50), Mag : 3 (+180), Wis : 13 (+150), Luk : 12 (+50)


---


Skill : Cleaning (3), Cooking (4)

__ADS_1


Extra Skill : Translation (3), Appraisal (2)


Unique Skill : Authority of Author (3)


Special Skill : Hyper Growth (3), Eternal Wisdom (2), False Data (1), Experience Multiplier (3), Multi Mind (3), Spatial Storage (2), Form Shifter (2), Equivalent Exchange (2), Material Shaper (2), Kinesis (2), Dragon Trait (-), Repair (1)


---


Ya, itu status terbaruku. Cukup mengesankan, bukan?


Semalam aku menggunakan Authority of Author untuk mengubah rasku menjadi naga namun tetap dalam bentuk manusia.


Inilah wujud rasku sebenarnya—untuk sekarang.


Aku menggunakan Form Shifter untuk mengubah wujudku kembali menjadi manusia sehingga tidak ada yang mencurigai rasku sekarang adalah naga, makhluk yang sering disebut ras terkuat di seluruh cerita fantasi.


Form Shifter (2) ; dapat mengubah bentuk atau wujud tubuh pengguna menjadi berbagai bentuk yang pengguna inginkan hingga tahap tertentu.


Beruntung aku sudah mempunyai Form Shifter sebelum aku pergi dari kediaman Ardenheim.


Jika tidak maka aku mungkin diusir dari Rilet karena bukan manusia—atau setidaknya karena berwujud monster menakutkan.


Aku menghela nafas sembari menggantung tanganku di atas pinggang. "Satu desa sudah beres. Waktunya meluncur ke desa berikutnya."


Setelah berkata demikian wujudku berangsur-angsur kembali menjadi normal berkat Form Shifter yang mengembalikan wujud manusiaku.


Tapi sayang, pakaianku jadi robek di banyak tempat.


Toh, tidak masalah. Waktunya menggunakan skill terbaruku lainnya.


"Repair."


Dalam waktu yang hampir instan seluruh pakaian rusakku kembali menjadi normal—tidak, lebih tepatnya mungkin malah lebih baru.


Repair (1) ; dapat memperbaiki benda yang telah rusak hingga tahap tertentu selama pengguna menyentuhnya.


Heran mengapa aku bisa mendapatkan dua skill dalam satu malam? Itu karena ....


Authority of Author (3) ; dapat mengubah dan menulis ulang realita sesuai imajinasi dan keinginan seperti menulis sebuah cerita. Hanya bisa digunakan dua kali sehari.


Ya, Authority of Author telah naik level mencapai level tiga! Kali ini aku bisa menggunakannya dua kali sehari! Luar biasa!


Semua ini berkat skill Experience Multiplier yang kutulis ulang pada diriku!


Experience Multiplier (3) ; dapat mengalikan pengalaman yang didapat hingga 8 kali lipat. Hanya berlaku bagi level.


Aku tidak tahu pasti berapa banyak penggunaan skill yang diperlukan untuk naik ke level 3 tapi seingatku Experience Multiplier mengalikan 2 kali lipat kemudian 5 kali lipat saat di level 1 dan 2, jadi Experience Multiplier naik ke level 3 ini sangat membantu peningkatan level Authority of Author.


Kombinasi Hyper Growth yang mempercepat pertumbuhan status dan Experience Multiplier yang mengalikan pengalaman yang kudapat membuat seluruh perkembanganku di luar nalar orang biasa!


Aku benar-benar jenius mampu memikirkan skill seperti ini! Hahaha!


Hmm? Kenapa kamu memasang wajah ketakutan seperti itu, Calvin?

__ADS_1


__ADS_2