
Saat ini aku berada di ruang kerja berhadapan dengan Gustav sesudah Gisele menyeduh teh untuk kami berdua.
Gustav menjelaskan situasi Rilet yang entah mengapa makin terancam berkat pergerakan tak normal para monster, meski kurang lebih tiga minggu lalu aku menghancurkan belasan desa Orc, Ogre, dan Troll di sekitar kota.
"Begitu rupanya." Aku menyeruput teh buatan Gisele. "Sebagian besar monster ini bermigrasi dari selatan dan untuk alasan yang tak diketahui, mereka menetap di sekitar sini, huh?"
Gustav mengangguk sembari menghela nafas berat. "Karena Rilet merupakan satu dari tiga kota paling selatan di benua ini dan kita tidak bisa berdiam diri menunggu mereka lewat lalu menyerang kota di atas kita."
Perkataan Gustav tidak salah.
Rilet harus melakukan sesuatu terhadap para monster ini sebelum mereka bergerak lebih jauh menuju Ibukota Gilard, Castelan.
Kalau aku tak salah ingat Kerajaan Gilard memang terletak di bagian selatan, dan Rilet merupakan kota kecil penghubung jalanan dari pusat Gilard menuju Kota Pelabuhan pada ujung benua, Blustania.
Meski dikatakan kota penghubung jalan, sebenarnya Rilet tidak banyak disinggahi oleh pedagang ataupun pelancong yang berniat bepergian menuju atau dari Blustania karena jalanan serta struktur kota ini memang tidak memungkinkan untuk menerima banyak orang berlalu-lalang sekaligus.
Para pelancong pun lebih memilih melalui kota di sebelah timur tenggara Rilet, Hosean, yang memang dikembangkan sebagai pariwisata dan persinggahan para pelancong yang berniat pergi menuju dan dari Blustaina.
Akibat keberadaan Hosean, Rilet sama sekali tidak dianggap dan tetap menjadi kota kecil tanpa keistimewaan ataupun pendapatan tertentu selama beberapa dekade terakhir.
Keluarga Ardenheim dan Gustav memang bergelar Viscount II tetapi kondisi keuangan kami serta Rilet tidaklah sekaya Viscount berpangkat II lainnya.
Namun berkat pengetahuan yang kuberikan kepada Gustav melalui buku-buku yang kubeli dari superphone, beberapa minggu terakhir Rilet mengalami kemajuan walau tak begitu signifikan.
Mulai dari fasilitas umum kota sampai sektor agrikultur meningkat secara bertahap—meski pada bagian pertanian belum dapat dipastikan apakah akan berhasil atau gagal.
Setidaknya kesejahteraan serta kepuasan warga Rilet dapat terlihat meningkat.
"Yah, berkat ilmu pembukuan rangkap ganda yang diterapkan aku bisa membongkar korupsi walikota dan antek-anteknya seminggu lalu." Gustav mendengus keras. "Tapi akibatnya, pekerjaanku menumpuk sampai jadi gunung."
Oh, walikota Rilet berani mengorupsi pajak kota di bawah hidung Gustav?
Harus kuakui nyali mereka besar juga.
Aku mengangguk memahami situasi Gustav. "Maaf, Ayahanda, aku tak bisa melakukan apapun mengenai itu."
"Tidak perlu minta maaf. Kamu sudah cukup berkontribusi terhadap keluarga Ardenheim." Gustav dengan cepat menolak permintaan maafku.
Kalau mengingat aku memberikan skill Holy Knight dan Sage kepada Leonard serta Charla memang benar kontribusiku tidaklah kecil, belum lagi buku-buku serta ilmu pengetahuan yang kuberikan kepada Gustav.
Gustav berkata kontribusiku bisa dibilang sangat luar biasa dan dia berencana untuk mengadopsiku agar menjadi bagian dari keluarga Ardenheim secara resmi, tetapi aku segera menolak usul tersebut.
"Ayahanda, aku merasa terhormat tapi itu dapat berpotensi membahayakan seluruh keluarga Ardenheim," ucapku tegas.
__ADS_1
Aku menjelaskan bahwa tindakanku di masa depan belum menentu dan sangat mungkin bagiku mengumpulkan banyak musuh mulai dari bangsawan, negara, hingga seluruh dunia itu sendiri.
Aku tak akan berkata aku sungguh berniat memusuhi seluruh dunia namun jika tindakan tersebut memang diperlukan, maka aku tidak akan mengalah ataupun menahan diri.
Gustav tertawa mengejek mendengar alasanku. "Kau pikir aku tidak memikirkan konsekuensi tersebut?"
"Lagipula, apa kau lupa tentang pengumumanmu di Rosel mengenai pernyataan perang terhadap semua keluarga bangsawan Gilard?" Dia menaikkan alis memandangku heran.
"Dan juga ...." Gustav melangkah mendekat dan menarik telingaku kuat-kuat. "Keributan macam apa lagi yang kau buat kali ini di Matildam, hah?!"
Aku menjerit. "Aduduh, Ayah sakit!"
Kenapa dia bisa tahu perbuatanku di Matildam?!
Aku baru di sana selama empat hari dan satu hal yang kulakukan secara terang-terangan hanyalah membabat habis empat desa Orclander beserta pemimpinnya!
"Setelah keluarga Gozet sekarang targetmu adalah keluarga Ruliand, hah?!" Dia menarik daun telingaku lebih kuat. "Kamu tidak pernah jera!"
"Aduduh, sakit!"
Bagaimana dia bisa tahu?! Padahal jarak Rilet dan Matildam terpaut sekitar seminggu lebih jika menggunakan kereta kuda—sedikit lebih cepat kalau hanya memakai kuda tunggal!
.... Tunggu sebentar, kelihatannya aku tahu biang kerok masalah ini ....
Gustav mendengus melipat tangan di dada. "Tentu saja."
"Pemimpin ordo ksatria Pedang Kabut Emas menghubungiku melalui ponsel." Gustav menggoyangkan ponsel di tangan yang dia keluarkan dari laci meja.
Sain .... Kau pengkhianat!
Apanya yang menjaga rahasia! Apanya yang ksatria selalu menjaga kata-katanya! Kau membeberkan semuanya kepada ayahku!
.... Hmm? Tunggu sebentar, kenapa Sain bisa berkomunikasi dengan Gustav?
Aku memeriksa ponsel Gustav dan menemukan terdapat kontak Sain selain diriku.
Huh? Kenapa bisa ada nomor kontak Sain di ... sini ....
Aku buru-buru membuka aplikasi toko pada superphone dan membaca deskripsi jenis ponsel yang kuberikan kepada Gustav serta Sain.
"Nomor kontak dengan jenis ponsel sama ... akan otomatis ditambahkan ... secara ajaib?"
Tanganku bergemetar hebat baru menyadari hal sesepele ini.
__ADS_1
Argh! Aku tidak pernah tahu ada fitur ajaib semacam ini meski tipe ponsel mereka keluaran lama!
Aku memang bersyukur, sangat bersyukur terhadap banyak fitur pada superphone di dunia berlatar abad pertengahan ini, tapi fitur semacam ini ....
"Fitur semacam ini tidak diperlukan!" Aku menjerit sambil menggaruk kepala tak menerima kenyataan.
Dan begitulah bagaimana aku menghabiskan waktuku dengan marah-marah sendiri sampai Gustav sekalipun menatapku mulai merasa cemas apakah dirinya terlalu berlebihan mengomeli diriku atau tidak.
Aku kembali tenang sekitar dua puluh menit kemudian, namun tetap merasa lemas akibat kelalaianku sendiri tidak memeriksa deskripsi barang pada aplikasi toko di superphone.
Kupikir semua akan sama kecuali mampu berkomunikasi melalui sihir sebagai pengganti sinyal ternyata ....
Ah, sudahlah, memikirkan semua ini membuatku semakin kesal terhadap diriku sendiri.
"Fain ...."
Lihat? Gustav sekarang nampak khawatir aku mulai gila.
Mungkin dia akan merasa bertanggung jawab dan menyalahkan dirinya sendiri jika aku sungguh menjadi gila.
"Aku tidak apa-apa, Ayahanda." Aku menggeleng pelan. "Aku hanya merasa bodoh tak memperhatikan detail kecil pada ponsel itu."
"Detail kecil ... maksudmu aku bisa berkomunikasi dengan Pemimpin Pedang Kabut Emas melalui ini?" Gustav menatap ponsel di tangannya.
Aku mengangguk dan menjelaskan kekhawatiranku.
Aku tidak keberatan jika Gustav dan Sain dapat berkontak langsung tanpa memikirkan jarak mengingat itu juga akan menguntungkan semisal Rilet tertimpa masalah dia dapat segera memberi kabar kepada pihak istana, tapi ada satu masalah.
Kalau misalkan aku memberikan ponsel serupa kepada seseorang lain di luar ranah bangsawan seperti keduanya dan orang tersebut anggap saja terbunuh atau ponsel jatuh ke tangan negara lain, maka bisa gawat jika mereka tahu pergerakan rahasia Gustav serta Sain.
Yah, memang komunikasi ini hanya terbatas melalui panggilan semata tetapi aku tidak bisa mengabaikan kemungkinan keberadaan reinkarnator dari bumi selain aku dan Elena di pihak musuh atau negara lain.
Reinkarnator tersebut bisa saja meretas gelombang sihir pengganti sinyal yang digunakan ponsel untuk memata-matai aktivitas Gilard.
Jika berbicara mengenai gelombang sihir maka bukan hanya reinkarnator, namun peneliti sihir jenius dunia ini mungkin dapat melakukan hal serupa.
Hal ini juga tidak menutup kemungkinan mereka akan mampu mereplika ponsel dan fungsi penambahan nomor kontak otomatis dapat membawa masalah yang tak perlu.
"Begitu." Gustav terdengar sedikit lesu memahami penjelasanku. "Aku harus berhati-hati dalam menggunakan ponsel ini."
Benar, dan itu juga berlaku untukmu, Fain.
Aku perlu mendaur ulang fitur penambahan kontak otomatis ini menggunakan Authority of Author nanti.
__ADS_1