
Sekembalinya diriku ke Perusahaan Daedalus menggunakan Instant Warp, pandanganku menemukan kepanikan luar biasa para pegawai yang berlarian ke sana kemari sambil membawa barang-barang.
Ada apa dengan mereka?
"Fain!" Elena memanggil sambil berlari mendekatiku.
Dia terlihat kehabisan nafas. "Kamu baik-baik saja? Apa guncangan beberapa waktu lalu perbuatanmu?"
Guncangan?
Ah, mungkin itu pukulan Setan Makanan yang meleset pada awal dan pertengahan pertarungan saat dia menerjangku.
Itu tidak mengherankan mengingat status Str-nya mencapai lebih dari 10.000 poin.
Aku menjelaskan alasan guncangan tersebut secara singkat sebagai akibat pertarunganku di fasilitas rahasia kepada Elena untuk meredakan kepanikan.
Fasilitas rahasia keluarga Ruliand—Elias von Ruliand—terbuatdari bahan kokoh seperti orichalcum sihir sehingga sebagian getaran teredamcukup besar—meski pada akhirnya berdampak pada lingkungan sekitar sampai kekota juga.
Sebagai tambahan, aku menghancurkan beberapa bagian fasilitas tersebut sesudah menangkap Elias menggunakan beberapa Gravito Kinetic Railgun ; Iceberg Falldown dan berakhir membuat pria menyedihkan ini pingsan berulang kali.
".... Sesuai ekspetasi, bahkan orichalcum sihir sekalipun bukan tandingan kekuatanmu, huh." Elena menunjukkan ekspresi datar seolah sudah lelah terkejut.
Tentu saja, kalau aku mau aku mampu melenyapkan fasilitas itu seutuhnya tanpa bekas selain reruntuhan namun jika aku melakukan itu maka bukti terbesar kejahatan Elias akan lenyap dan dia tak bisa dihukum sesuai aturan kerajaan.
Sejujurnya, aku ingin menghabisi orang ini sekarang juga tetapi mengingat dia merupakan dalang utamanya, aku tak bisa melakukan hal tersebut seenaknya.
Setelah penyelidikan lebih lanjut Elena mendapat informasi bahwa seluruh operasi mengenai produksi gula jahanaman keluarga Ruliand dilakukan secara rahasia oleh Elena dan keluarga Ruliand lain seperti adik-adik serta istri Karaes tak ada sangkut pautnya.
Mereka hanya diberitahu Elias menggunakan metode tertentu tanpa membongkar rahasia terbesarnya.
Berbeda dari kasus keluarga Gozet di Rosel yang memang seluruh anggota keluarga tersebut terlibat, jika aku membunuh Elias maka semua kejahatan yang telah dilakukan orang ini akan menghilang dalam sekejap tanpa ada peradilan.
Lagipula, kematian masih terlalu ringan untuk orang sekeji Elias.
Dia harus diberi pelajaran berat sebelum pergi ke alam kematian.
Elena mendesah dan mengalihkan pandangan menuju Elias yang kuseret di tanganku tanpa kesadaran dengan tatapan iba. "Jadi, kamu apakan dia sampai bisa menjadi seperti ini?"
"Oh, sederhana." Aku segera menjawab. "Aku hanya memanipulasi suara dan membuat dia mendengar suara kerikan papan tulis selama beberapa waktu."
".... Kadang aku tak mengerti kamu itu orang yang kelewat baik atau kelewat kejam," ujar Elena menatapku seperti orang berbahaya.
Aku mengangkat bahu tidak membalas langsung perkataan Elena.
__ADS_1
Maksudku, aku dapat menjadi baik dan bisa sangat baik terhadap orang yang memperlakukanku demikian namun jika orang bersikap sebaliknya, maka aku tak akan segan membalas mereka berkali-kali lipat tanpa peduli konsekuensinya.
Terutama ketika mereka orang keras kepala dan keji seperti Rachiel dan Elias.
Omong-omong mengenai suara kerikan papan tulis, aku sebenarnya juga mengerahkan Chrono Static Field pada area berdiri Elias dan memaksa Elias menjalani salah satu 10 jam terburuk selama hidupnya.
Awalnya aku mengatur durasi tersebut sampai 24 jam tetapi begitu menyaksikan Elias sudah hampir gila, aku menghentikan suaranya.
Bisa repot kalau dia jadi gila sebelum hari persidangan.
Aku kemudian menyerahkan Elias kepada Elena agar ditahan di penjara sambil mengingatkan kekuatan sihirnya cukup besar hingga mampu menghancurkan gedung Perusahaan Daedalus dalam beberapa serangan.
"Aku terkejut kamu bisa bertahan menghadapi orang sekuat ini." Elena tersenyum kecut mendengar penjelasanku sembari memperhatikan Elias dibawa pergi oleh para pegawai.
Aku segera mengibaskan tangan menanggapi. "Tidak, kalau harus dibandingkan dia sangatlah lemah dan hanya mengandalkan sihir."
"Aku sama sekali tidak kesulitan saat menghadapi orang ini." Aku melihat Elias sejenak dan menghela nafas panjang. "Kalau harus jujur Setan Makanan yang dia panggil jauh lebih merepotkan."
Elena seketika menatapku tajam. "Kita perlu membicarakan itu di ruanganku."
Oh, benar juga, aku lupa bila perihal mengenai Setan Makanan juga dirahasiakan.
Peningkatan daya paham dan ingat Eternal Wisdom kadang tidak berlaku di saat-saat tertentu.
Aku pun melangkah mengikuti Elena menuju ruang kerja.
Kami berdiskusi bersama Sain melalui ponsel pada ruang kerja Elena—tapi, meski kubilang berdiskusi mungkin lebih tepatnya aku memberikan laporan tentang fasilitas rahasia Elias dan data pertarunganku menghadapi Red Glutton Devil.
"Red Glutton Devil ...." Suara Sain dari balik ponsel terdengar kagum sekaligus merinding. "Aku sungguh percaya bahwa kamu sangatlah kuat, Fain, tapi aku tak pernah menyangka kamu mampu mengalahkan Red Glutton Devil seorang diri."
Elena mendesah mengikuti Sain. "Ketua ksatria, kalau berurusan dengan orang ini kusarankan agar kamu tidak menggunakan akal sehatmu."
"Kalau kamu memaksa memahami makhuk satu ini maka pemahaman umum yang selama ini kau tahu akan runtuh." Elena berkata dengan nada mengejek.
".... Aku akan mengikuti saran nona Elena."
Hei, tidak sopan sekali kalian.
Aku sadar keberadaan dan tindakanku memang menyalahi akal sehat dan logika kebanyakan orang dunia ini, tapi tidak perlu diucapkan sekeras itu, 'kan?
Kalian membuatku seperti orang yang benar-benar gila di sini.
"Kesampingkan soal itu." Elena mengalihkan topik. "Bagaimana dengan kristal sihir Red Glutton Devil? Mau kamu apakan benda mengerikan seperti itu?"
__ADS_1
Hmm, kalau kau menyinggung soal kristal sihir tersebut aku juga tak tahu harus apa yang harus kuperbuat dengan benda itu.
Sejujurnya, aku ingin menjual kristal sihir Setan Makanan ke serikat sentinel namun mengingat aku sudah menghancurkan empat desa beserta Orclander King dan Orclander Hero yang menghebohkan jagat sentinel Matildam, kurasa kristal sihir Red Glutton Devil akan membuat keributan lebih besar.
Lagipula, jika aku sungguh berbuat demikian maka mereka akan menanyakan dari mana aku mendapatkan kristal sihir tersebut dan memungkinkan peristiwa ini terpublikasikan.
Elena tersenyum tipis melihat kebimbanganku. "Bagaimana kalau menjual kristal sihir tersebut kepadaku?"
"Aku bisa membeli kristal Red Glutton Devil yang kamu kalahkan 10% lebih mahal dari normal." Dia berucap menatapku penuh harap.
"Fain, kerajaan akan membelinya." Sain segera menyerobot ke dalam pembicaraan. "Kristal sihir Red Glutton Devil dapat digunakan sebagai pengisi daya banyak alat sihir dalam jangka waktu lama."
"Mari kita lihat ... bagaimana jika 5 koin emas?"
Elena menggebrak meja. "Ketua ksatria, jangan harap aku membiarkanmu!"
"Fain, jual kepadaku! Akan kubeli seharga 7 koin emas!" Elena berseru mengangkat tujuh jarinya kepadaku.
Mereka pun berdebat menentukan harga sekaligus membuka pelelangan kecil demi mendapatkan kristal sihir Red Glutton Devil, bahkan kini harga yang mereka sebutkan telah tembus hingga melebihi 40 koin emas.
Apa kristal sihir ini sungguh seberharga itu?
"Omong-omong, Elena." Aku memanggil si gadis. "Pihak kerajaan menyebutkan mereka ingin menggunakan kristal sihir sebagai pengisi daya alat sihir."
"Bagaimana denganmu?" Aku bertanya merasa penasaran.
Elena segera berhenti berdebat dengan Sain dan menyetuh dagu. "Mungkin aku akan mengubahnya menjadi senjata sebagai perlindungan pribadi."
"Kamu tahu, begini-begini aku merupakan orang penting yang diincar oleh banyak orang," tambah Elena tersenyum genit.
Ya, aku kurang lebih paham mengenai situasimu sebagai direktur utama Perusahaan Daedalus yang terkemuka di seluruh Gilard.
Aku kemudian berbisik. "Bagaimana kalau kamu menyerah saja dan aku akan membuatkan senjata khususmu menggunakan Authority of Author?"
"Kamu tahu aku mampu menciptakan senjata pusaka melebihi apapun di dunia ini dengan kuasaku, 'kan?" Aku berusaha membujuk diam-diam tanpa didengar Sain.
Mata Elena segera memancarkan cahaya dan menyerahkan kristal Red Glutton Devil kepada Sain.
Gampangan sekali gadis ini.
Tapi, yah, sebagai sesama reinkarnator dan mantan pembaca novelku di kehidupan lalu, kurasa aku akan membuatkan senjata sesuai keinginannya selama tak sampai pada tingkat mahakuasa seperti Authority of Author.
Bisa gawat kalau dia menggunakan pusaka itu untuk menekan lawan bisnisnya, bukan?
__ADS_1