I Am A Writer, So What?

I Am A Writer, So What?
59. Rumah Kematian


__ADS_3

"Jadi, ada yang ingin kamu katakan?" Aku menatap tajam Elena yang kini terduduk di lantai.


Dia menggeleng pelan sembari terisak kecil. "Tidak ada."


"Aku mohon ampun atas kesalahan dan keserakahanku," lanjut Elena sebelum bersimpuh meminta maaf di depan kakiku.


Aku mengangguk puas dan menyuruh Elena kembali duduk di meja kerjanya.


Dia menghela napas berat. "Aku tidak habis pikir bagaimana caramu mengalahkan tiga Orclander King dan satu Orclander Hero dalam satu hari."


"Normalnya misi seperti ini ditangani oleh sekelompok sentinel peringkat perak atau bahkan emas." Elena mendesah sekali lagi. "Tapi, kamu membuat semua terasa mudah."


Aku tak akan menyangkal hal itu.


Terlepas dari harga kristal sihir yang hanya 10% dari Metal Manticore, Orclander King termasuk salah satu monster tingkat tinggi yang dapat mengancam sebuah negara jika tidak ditangani secepatnya—apalagi ditambah keberadaan Orclander Hero.


Metal Manticore memang lebih mahal secara kristal sihir namun monster tersebut bergerak secara soliter sehingga tidak menjadi ancaman berarti sementara spesies Orc seperti yang bisa dilihat sampai membangun peradaban kecil.


Monster bersiklus reproduksi cepat seperti Orclander akan lebih lebih diutamakan dibanding monster soliter—meski seharusnya harganya juga naik.


"Omong-omong, Fain ...." Elena menatap tubuhku—tidak, mungkin lebih tepatnya pakaianku. "Apa itu?"


Aku mengangkat alis dan mencubit pakaianku pada bagian jubah. "Oh, ini? Seperti yang bisa kamu lihat jaket jubah."


"Jaket jubah, huh?" Mata Elena menyipit.


"Kamu kemarin berkata butuh persiapan menghadapi setan gaib di fasilitas rahasia keluarga Ruliand. Inikah yang kamu maksud?"


Aku mengangguk sebelum menjelaskan jaket jubah ini bukanlah jaket jubah biasa.


Kemarin aku sudah menggunakan satu jatah Authority of Author untuk mengubah rasku menjadi titan dan memperoleh status Str besar-besaran, jadi aku mengerahkan Authority of Author demi meningkatkan pertahananku.


Memang benar secara daya tahan fisik dan sihir alamiku sangat luar biasa tinggi dibanding sentinel normal namun ketika melawan Orclander Hero kemarin, aku perlu berpikir ulang mengenai pelindung tambahan.


Lagipula, penampilanku sebelumnya memang terlihat seperti orang biasa sehingga sulit bagi orang lain menganggapku sebagai sentinel.


Dan demi menanggulangi hal tersebut, aku menciptakan jaket jubah ini.


Authority of Author dapat menulis ulang realita sesuai keinginanku tetapi walau jumlah pemakaian dan batasannya membuat skill ini masih belum bisa disebut mahakuasa, setidaknya aku masih mampu merubah susunan material pada suatu benda hingga tahap tertentu.


Meski terlihat rentan dan sederhana jaket jubah ini sebenarnya terbuat dari serat salah satu logam terkuat di dunia yang kusulam dari es Cryokinesis menggunakan Authority of Author, lalu selain ketangguhan aku juga menanamkan beberapa kemampuan terkait pertahanan.


Aku memerlukan jaket jubah ini untuk menghabisi setan gaib yang menurut novelku lebih kuat dibanding Orclander Hero.

__ADS_1


Elena menghela nafas panjang. "Kau ini, ya .... Pernahkah ada orang mengatakan kamu itu anomali?"


"Tidak juga." Aku memasang senyum sarkas. "Tapi, aku memang menganggap diriku anomali dunia ini."


Pada akhirnya Elena menyerah berusaha menceramahi dan memutuskan untuk berhenti memahamiku.


Kami berdiskusi selama beberapa waktu membahas masalah setelah pabrik rahasia keluarga Ruliand hancur bersama Sain melalui ponsel.


Sain juga sudah berbicara dengan Raja Gilard dan menyetujui agar aku dapat menghabisi semua keluarga Ruliand yang terlibat namun dengan syarat harus serahasia mungkin.


Dan bayaran tambahanku dari Sain adalah 50 koin emas dan sebagian aset yang bersangkutan!


Matildam saat ini tidak menghadapi masalah berarti selain empat desa Orclander yang dihuni Orclander King dan Orclander Hero yang telah kubereskan, jadi seluruh 50 koin emas tersebut akan masuk ke dalam tabunganku!


Dengan begini aku dapat menuntaskan kesepakatanku dengan Gustav!


Elena tersenyum mengejek. "Fain, matamu berubah menjadi koin emas."


"Berisik! Kau tak berhak mengatakan itu," balasku cepat.


Aku tidak mau mendengar ceramah dari pedagang serakah sepertimu yang mengabaikan krisis kota demi mencari keuntungan dariku.


Kalau kau bukan teman reinkarnatorku maka sudah kuhancurkan perusahaan yang kamu banggakan ini.


***


"Heh, jadi ini pintu orichalcum sihir?" ujarku sampai di depan gerbang masuk rahasia.


Pintu ini sekilas seperti lempengan batu hitam biasa namun aku dapat merasakan sihir melapisi pintu tersebut.


Karakteristik vampir dan roh hantu membuatku lebih sensitif terhadap Mana atau sihir.


Baik, sebelum masuk secara terang-terangan ....


"Wraith Magic ; Soul Detection." Aku mengerahkan sihir pendeteksi.


Hmm, Soul Detection tidak bisa mendeteksi makhluk di balik pintu, ya.


Soul Detection dapat merasakan getaran jiwa setiap makhluk dalam radius tertentu di sekitarku mau itu jiwa yang masih hidup ataupun yang telah mati—dalam artian telah menjadi Undead atau belum berpulang ke alam kematian.


Namun, nampaknya pintu ini dapat memblokir sihir dari luar.


Tidak heran mengapa Elena mengatakan sihir tingkat tinggi sekalipun tak bekerja terhadap pintu ini.

__ADS_1


Yap, dengan ini waktunya Material Shaper beraksi.


Pintu orichalcum sihir dengan mudah berubah bentuk menjadi berlubang berkat skillku.


Mau itu dilapisi sihir atau tidak, Material Shaper merupakan skill yang dapat mengubah bentuk langsung pada bagian terdalam benda target.


Aku memang jenius menciptakan skill ini dengan Authority of Author.


Aku melangkahkan kakiku memasuki fasilitas rahasia sebelum menutup kembali lubang pintu orichalcum sihir.


Dahiku segera mengerut begitu merasakan hawa yang begitu berbeda dari luar. "Aura kematian di tempat ini kental sekali."


Roh hantu—Wraith—pada dasarnya adalah monster sejenis arwah gentayangan yang mendapat tubuh semi-fisik melalui sihir serta Mana, dan sebagai arwah yang pernah mati sekali, roh hantu juga mempunyai kesensitifan terhadap aura kematian.


Dan menurut insting roh hantuku, tempat ini sudah seperti rumah kematian itu sendiri.


Terdapat banyak sekali jiwa serta roh pendendam terperangkap dalam fasilitas ini. Jumlahnya mungkin mencapai belasan hingga puluhan ribuan.


Roh gentayangan dapat termanifestasi akibat Mana dan Sihir yang tersisa pada jiwa sebelum mati sehingga jika membunuh seseorang pada tempat yang dilapisi sihir seperti ini akan membuat roh orang tersebut terjebak.


.... Oh, begitu rupanya. Aku sedikit paham sekarang.


Elias bukan hanya mengekstrak sihir dari tubuh fisikal para budak tetapi juga roh mereka sampai benar-benar kering tak bersisa.


Fasilitas ini juga dilengkapi sihir penghisap Mana.


Licik sekali orang itu.


Sebagai seseorang pemilik status Mag tinggi aku bisa merasakan Mana-ku terus berkurang meski tak melakukan apapun namun sayang, jaket jubahku juga mempunyai kemampuan serupa.


Walau Mana-ku terus dihisap jaket jubahku akan segera memulihkannya dengan mengonversi energi kinetik serta potensial menjadi energi sihir—Mana—untuk diriku sendiri.


Fitur hebat nan praktis, bukan?


Yah, apapun itu .... "Presence Erasure."


Aku melanjutkan langkah memasuki area fasilitas lebih dalam sambil mempertahankan Presence Erasure dan Audiokinesis.


Memang benar aku lebih ingin menghancurkan fasilitas ini dalam satu kali serangan besar menggunakan Gravito Kinetic Railgun tetapi aku khawatir terdapat para budak yang kemungkinan masih ditawan di tempat ini.


Elena sempat mengingatkan bahwa Elias—atau setidaknya perwakilannya—selalu membeli budak di pasar gelap setiap tiga bulan sekali dalam jumlah besar.


Dan menurut penyelidikan, terakhir Elias membeli budak sekitar sebulan lalu.

__ADS_1


Melihat siklus produksi dan peredaran gula yang tidak pernah berkurang aku yakin Elias tak langsung menggunakan semua budak-budak tersebut dan menawan mereka di tempat ini seperti menyimpan bahan masakan.


Aku perlu menyelamatkan para budak terlebih dahulu sebelum menghancurkan tempat ini.


__ADS_2