
Kontrak kerja sama sementara antara diriku dan Elena telah dibuat secara rahasia.
Tentu, kami tidak menandatangani kontrak fisik mengingat terdapat peluang informasi tersebut bocor dan pegawai Perusahaan Daedalus tidak bisa sepenuhnya dipercaya.
Pusat Perusahaan Daedalus terletak di Ibukota Gilard, Castelan, sementara perusaahan di Matildam hanyalah satu dari sekian banyak cabang.
Bukan mustahil terdapat mata-mata dari keluarga Ruliand menyusup ke dalam Perusahaan Daedalus sebagai jaringan informasi maupun mencuri resep produk mereka,
Sesudah kontrak lisan disepakati, Elena memperkenalkanku kepada para pegawainya sebagai teman lama yang hilang sudah tak bertemu sepuluh tahun dan berkat ini aku dapat memastikan beberapa penyusup di antara pegawai.
Aku sebenarnya ingin langsung bertindak namun Elena menghentikan dan berkata jika penyusup ini lenyap, maka Elias dan keluarga Ruliand dapat mencurigai pergerakan kami.
Elena hanya menyayangkan Perusahaan Daedalus ikut menjual gula produksi keluarga Ruliand yang mana ingin segera dia tarik tetapi dengan alasan serupa, Elena menahan diri.
Beruntungnya, Perusahaan Daedalus hanya menjual gula produk keluarga Ruliand dalam kuantitas kecil akibat kontrak mereka.
Jika dia menarik semua gula produksi keluarga Ruliand dari toko maka kecurigaan Elias semakin bertumbuh.
Meskipun terlihat bodoh dan narsis, Elias nampaknya merupakan tipe bangsawan licik yang ahli dalam menipu serta berkata-kata.
Kalau saja bukan karena Eyes of Hidden Truth mungkin aku tak akan bisa menebak sifat asli di balik senyum idiotnya.
Dan saat ini, aku berada di penginapan yang direkomendasikan oleh Elena dan melaporkan semua informasi mengenai Elias dan keluarga Ruliand yang kuperoleh kepada Sain.
"Jadi, semua itu benar, huh?" Sain menghela nafas panjang dari superphone.
Aku mengangguk. "Pihak istana juga menyelidiki keluarga Ruliand secara diam-diam rupanya."
"Tentu saja." Sain sigap menjawab. "Bagaimanapun juga semua kasus meledak seperti ini wajib diselidiki sumbernya."
Dia menjelaskan mengenai hasil penyelidikan istana yang tidak begitu jauh dari Elena.
Sain mendengus. "Kami sudah curiga keluarga Ruliand menggunakan para budak yang mereka beli di pasar gelap untuk pengorbanan tertentu."
"Tapi, aku tak pernah menyangka ...." Sain terdengar geram. "Gula yang mereka produksi menggunakan manusia sebagai bahan dasar!"
Yah, aku juga terkejut ketika Eyes of Hidden Truth membongkar kebenaran perkataan Elias.
Cara yang begitu keji dan menjijikkan.
"Jadi, bisakah aku menghancurkan Elias?" Aku bertanya. "Jika memungkinkan aku ingin membabat habis semua keluarga Ruliand yang terlibat."
Sain terdiam selama beberapa saat sebelum menjawab. "Aku ingin menyetujui usulmu tetapi aku perlu melaporkan hal ini kepada Yang Mulia terlebih dahulu."
"Tentu saja namun usahakan secepatnya karena Elena sudah mulai menyusun rencana," balasku singkat.
Aku sudah memberitahukan hubunganku dengan Elena pada Sain jadi seharusnya dia dapat mengerti.
"Dan biar kuperingatkan, Sain." Nada bicaraku menjadi serius. "Aku tidak peduli apakah Yang Mulia mendukung kehancuran Elias dan keluarga Ruliand, aku akan tetap melakukannya."
__ADS_1
Sain termenung sejenak dan menghela nafas berat. "Ya, aku tahu."
"Tapi, jika memungkinkan bergeraklah serahasia mungkin." Dia mengingatkan.
"Jika perbuatan Elias bocor maka Gilard dapat jatuh dalam kekacauan dan keluarga Ruliand yang tak bersalah juga bisa terkena getahnya."
Aku mengangguk pelan. "Aku tahu. Terima kasih."
Setelah laporan singkat tersebut aku menutup panggilan dan merebahkan diri di ranjang.
Aku memang menulis dunia ini tapi aku tak pernah ingat membuat detail sekelam ini.
Dulu aku menuliskan bahwa Raja Kekacauan menyerang Gilard untuk mengumumkan pernyataan perang terhadap seluruh dunia agar jatuh ke dalam keputusasaan, namun mungkinkah alasan sebenarnya dia mengincar Gilard sebagai target pertama karena kerajaan ini memang begitu busuk?
Aku seakan tak tahu apa-apa mengenai dunia ini.
Sebagai penulis sekaligus pencipta dunia ini aku sangat menyedihkan.
Hari sudah menjelang sore dan aku belum makan apa-apa berkat kebenaran tentang gula produksi keluarga Ruliand yang menjatuhkan nafsu makanku.
Aku tak ingin makan tapi kasihan perutku kalau tidak diisi.
Dengarlah, dia mulai protes minta makan.
Baiklah, mari beli puding saja di toko superphone.
Oh, ya, sebelum matahari tenggelam sempurna aku harus pergi ke kuil dulu untuk mengganti kelasku.
Kelas Servant ini hanya akan mengundang keributan kalau aku pergi ke serikat sentinel cabang Matildam.
Yep, mari kita pergi ke kuil.
***
Setelah bertanya-tanya ke warga sekitar aku sampai di sebuah gedung lebih besar nan megah dari Perusahaan Daedalus.
Melihat ornamen serta dekorasi interior ini nampaknya aku tidak salah tempat.
"Salam, umat setia dewa." Seorang pendeta mendatangi dan menyapaku. "Apakah kamu mau berdoa ataukah ingin mengganti kelas?"
"Aku kemari untuk mengganti kelasku," balasku singkat.
Pendeta tersebut mengantarku menuju altar batu di sebuah ruangan.
Dia mempersilahkanku mengganti kelas sambil mengulurkan tangan. "Setiap mengganti kelas dikenakan biaya sebesar 10 koin perak."
"Tolong membayar lebih dulu sebelum menggunakan altar kelas." Pendeta berkata lembut.
Aku mengangguk sekali dan menyerahkan sepuluh koin perak kepada sang pendeta.
__ADS_1
Dia menghitung koin-koin itu sejenak. "Baik, kuil telah menerima sedekah. Silahkan menggunakan altar kelas."
Membayar dibilang sedekah? Ilmu sesat macam apa ini?
Tapi, yah, biarkan saja.
Ini merupakan salah satu cara bagaimana kuil dewa mencari dana selain persembahan wajib ketika melakukan ibadah rutin setiap beberapa hari sekali.
Aku juga tidak kekurangan koin perak jadi aku sama sekali tak keberatan.
Oh, omong-omong ....
"Authority of Author," gumamku pelan.
Tubuhku memancarkan sinar khas Authority of Author sesaat, tetapi cahaya tersebut kutekan menggunakan Luminokinesis dari Kinesis yang dapat memanipulasi cahaya agar sang pendeta tidak bertanya-tanya ataupun menarik perhatian dari umat kuil lain yang berada di kuil.
Skill apa yang kali ini kubuat, katamu?
Heh, saat ini aku hendak merubah kelasku. Apa aku perlu menjelaskan ulang?
Baik, aku membuat skill sejenis Multi Race namun dalam konteks kelas.
Multi Class (1) ; dapat memperoleh dua kelas sekaligus tanpa efek samping.
Memang benar kelas dapat terpampang dalam kartu sentinel tapi kalau aku melepaskan kelas dan membiarkan slot kelas keduaku kosong, maka mungkin kartu sentinel tidak akan bisa membaca kelas keduaku.
Dan lagi, berbeda dari Multi Race yang jika aku mencabut ras dari salah satu slotnya semua skill serta status tambahan akan hilang, skill yang diperoleh dari kelas tak akan menghilang mengingat aku membuat sistem dunia sedemikian rupa—jika tak ada perubahan dari novelku.
Aku memang jenius!
Authority of Author memang nomor satu!
Aku ingin menyembah Authority of Author.
Aku melangkah mendekati altar kelas dan menyentuh tapak batu tersebut sesudah memastikan Multi Class.
Begitu mataku terpejam aku bisa melihat deretan kelas yang tersedia bagiku sekarang juga.
Kelas bagus mana yang akan kuambil, ya?
.... Hmm ...?
Tunggu, ini aneh ....
Coba lepas dan sentuh altarnya lagi .... Huh?!
Tidak mungkin! Ini mustahil!
Kelasku ....!
__ADS_1