
Aku melangkah menuju luar kota sambil membawa para sentinel yang jumlahnya lebih dari puluhan menggunakan Gravitokinesis dan itu menarik perhatian banyak warga sekitar.
Semua perhatian ini terpusat kepadaku yang menarik mereka dengan sihir—atau itulah yang mereka pahami—namun seruan serta teriakan para sentinel mengumpulkan lebih banyak perhatian.
Ini sedikit tidak nyaman tetapi aku harus bersabar mengingat jika aku melepaskan Gravitokinesis di sini mereka bisa langsung menyerangku.
Langkahku sempat dihentikan oleh penjaga kota tapi aku berasalan ini hanya keributan antar sentinel yang perlu diselesaikan di luar kota.
Tidak mungkin aku membiarkan para idiot ini merusak kota hanya karena ingin membuatku babak belur.
Setelah keluar dari gerbang kota aku melepaskan Gravitokinesis dan mereka jatuh ke tanah—tentu saja disertai keluhan dan cemohan.
"Baji-ngan! Aku tak tahu trik apa yang kau gunakan tapi aku akan mencincangmu!"
Hei, kau masih berniat menjadi sentinel atau berubah haluan menjadi pembunuh dan menghabiskan waktumu di penjara?
"Beraninya kau mempermalukan kami di depan warga kota! Kamu hanya seorang Servant rendahan! Jangan belagu!"
Tidak, bukankah kalian yang daritadi berteriak dan berseru menarik perhatian seluruh warga kota? Lihat, bahkan sebagian dari mereka datang untuk menonton.
Sekarang kita punya penonton sekaligus saksi. Mari tepuk tangan.
"Sudah sudah, tidak perlu melolong seperti anjing begitu." Aku tersenyum sinis dan menarik pedang pemberian Gustav dari pinggang. "Ayo cepat maju kalau kalian memang bukan anjing yang hanya bisa menggonggong."
Para sentinel idiot tidak lagi menahan diri dan maju bersama senjata terhunus kepadaku.
Hmm, pertama tujuh orang dulu, ya? Lebih sedikit dari yang kuduga.
Aku ikut maju dan memukul tengkuk mereka bertujuh menggunakan gagang pedang dalam kecepatan tinggi, membuat mereka tersungkur di tanah tanpa daya.
"Apa?! Bagaimana bisa?!"
"Trik macam apa yang dia gunakan kali ini?!"
"Bukankah dia itu penyihir yang bisa mengangkat kita semua?! Mengapa dia bisa secepat itu?!"
Tentu saja itu berkat karakteristik naga dan vampirku. Status Agi-ku—yang mempengaruhi kecepatan—sekarang berjumlah 114 poin.
Secara statistik mungkin aku masih kalah dibanding Calvin tetapi jika melawan orang-orang ini, status Agi-ku termasuk sedikit lebih tinggi—tidak, mungkin setengah kali lipat lebih tinggi?
Aku sebelumnya menggunakan Appraisal kepada beberapa sentinel idiot ini dan hasil yang kudapat, status Agi mereka yang tidak memiliki kelas bertipe kecepatan seperti Rogue atau Assassin hanya sekedar 40 atau 50 poin. Paling tinggi pun 80 poin.
__ADS_1
Mereka sama sekali bukan tandinganku—ups, nampaknya aku terlalu santai sampai membiarkan dua orang mendekat dalam kecepatan tinggi.
Kelihatannya mereka pemilik kelas Rogue atau Assassin.
Satu dari depan dan satu di belakang, huh?
"Mau mengepungku?" Aku tertawa kecil. "Tidak semudah itu."
Aku menggunakan pedang untuk menahan serangan dari depan sementara penyerang di belakang kuhempaskan dengan Aerokinesis.
"Pedang dan sihir bersamaan?! Siapa sebenarnya kau?! Tidak mungkin orang sepertimu tak kami kenal! Apalagi hanya berkelas Servant!"
Aku mengangkat alis merasa heran terhadap pertanyaan si sentinel idiot ini. "Bukankah kalian mengenalku? Namaku Fain. Apa kalian lupa namaku?"
Tidak, mungkin lebih tepatnya mereka tak ingin mendengar namaku dan terlalu fokus pada keributan kemarin lusa serta pencapaianku melalui Goblin dan permintaan Calvin dua hari terakhir.
Sentinel tersebut menggeram menanggapi sindiranku tetapi dia melayangkan sebuah senyuman.
"Heh, aku mungkin tidak mampu mengalahkanmu namun aku tidak sendiri! Apa kau lupa?"
Tepat sesaat sesudah dia berkata demikian, sentinel berkarakteristik Rogue atau Assassin tersebut mengambil langkah mundur dan pandanganku disambut oleh belasan bola api mengarah menujuku.
Status Agi-ku mungkin tinggi tapi bahkan bagiku sekalipun mustahil menghindari semua bola api dalam jarak sedekat ini—atau itukah yang mereka pikirkan?
Aku tersenyum kecil sebelum bergumam. "Pyrokinesis."
Seketika itu juga belasan bola api tersebut berhenti di tempat—atau mungkin lebih bisa kusebut melayang di tempat?—dengan jarak beberapa sentimeter dari badanku.
"Oh, jadi aku sungguh bisa mengendalikan api terlepas apakah itu alami atau terbuat dari sihir." Aku mengangguk pelan memperhatikan bola-bola api yang berhasil kuhentikan menggunakan Pyrokinesis.
Wajah para sentinel idiot itu nampak terkejut sekaligus heran menyaksikan serangan sihir api beruntun berhasil kuhentikan tanpa kusentuh.
Aku sekali lagi memasang senyum sebelum mengendalikan bola-bola api tersebut menjadi cincin api di hadapanku. "Tembak mereka semua, Pyro Gatling!"
Cincin api merespon keinginanku dan menembakkan rentetan api kecil seperti peluru menuju para sentinel idiot yang kini berlarian menghindari seranganku—meski sebagian besar dari mereka terkena secara telak.
"Sayang sekali, sihir elemen tidak akan mempan terhadapku." Aku tersenyum sinis.
Pada dasarnya Pyrokinesis merupakan kemampuan untuk menciptakan dan memanipulasi api, sementara sihir menurut hukum yang kuberikan pada dunia ini, adalah fenomena magis yang didapat dibuat secara artifisial menggunakan Mana serta mantra tertentu.
Api yang dibuat dengan sihir dikendalikan oleh Mana sang pengguna dan dalam kasusku, Pyrokinesis memanipulasi elemen api hasil sihir tersebut secara langsung tanpa perantara Mana.
__ADS_1
Jika disederhanakan ini seperti meretas sihir.
Inilah salah satu alasan mengapa aku mengatakan Kinesis jauh lebih berguna dan efesien dibanding sihir dalam menghadapi individual.
Kinesis memang serbaguna, ya.
Setelah beberapa detik dihujani oleh peluru api kecilku, jumlah sentinel idiot berkurang drastis. Sebagian besar sentinel yang tumbang adalah sentinel petarung jarak dekat.
Tenang saja, walau terlihat mematikan Pyro Gatling tidak mengandung Mana besar sehingga daya serangnya kecil—atau daripada kecil, mungkin lebih tepatnya hampir tak ada sama sekali mengingat api hanyalah proses reaksi kimiawi yang menghasilkan panas.
Mereka mungkin hanya pingsan akibat panasnya peluru api beruntun yang kukerahkan.
Tapi, nampaknya para sentinel penyihir masih berdiri meski terlihat kehabisan napas.
Hmm? Oh, mereka menggunakan sihir pelindung, ya?
Sihir pelindung merupakan salah satu sihir dasar yang hanya memerlukan Mana dan dibentuk sedemikian rupa menjadi semacam perisai.
Lumayan juga sebagai antisipasi.
Yah, aku sebenarnya bisa melempar mereka semua ke langit atau membuat mereka terbaring tak berdaya menggunakan Gravitokinesis, namun jika aku melakukan itu maka semuanya akan terlihat mudah.
Mereka tak akan mendapat pelajaran dariku dan aku juga tidak bisa membalas cemohan serta tuduhan tak masuk akal mereka.
"Kalau sihir tidak mempan maka serangan fisik harusnya bekerja!"
Wah, sentinel botak sang penyulut api kegaduhan akhirnya maju bersama pedang besarnya.
Baik, akan kuladeni dirimu dengan kekuatan fisik gabungan naga dan vampir!
Aku mengayunkan pedangku menahan pedang besar si botak dengan sebelah tangan.
Kami beradu tenaga selama beberapa waktu sebelum akhirnya dia memutuskan mundur selangkah.
"Kau .... Kau sebenarnya siapa?" Si botak mengerutkan dahi merasa heran sekaligus terkejut. "Dapat menggunakan sihir gravitasi dan mampu menghentikan belasan Fireball hanya dengan melihatnya."
"Lalu, kekuatan fisikmu sama sekali tak mencerminkan penyihir yang mampu melakukan semua itu." Dia menambahkan. "Kamu ini siapa? Tidak, kamu sebenarnya apa?!"
Aku tertawa kecil menanggapi perkataannya. "Bukankah sudah kubilang?"
Sesaat setelah berkata demikian, aku melesat cepat melebihi kecepatan reaksinya dan menyarangkan tebasan telak pada pelindung logamnya, membuat si botak terpelanting beberapa meter di tanah dan tak sadarkan diri.
__ADS_1
"Aku hanyalah seorang Alfain."