
"Skill Enchant ; Material Shaper, Hydrokinesis, Thermokinesis."
Aku mengerahkan Skill Enchant—skill yang kubuat menggunakan Authority of Author dua hari lalu—pada sebuah boks logam berongga seukuran truk kecil di dalam pabrik.
Baik, alat produksi cokelat otomatis selesai.
Selanjutnya konveyor sederhana.
Aku mengalihkan perhatian menuju sejenis papan logam beroda. "Skill Enchant ; Telekinesis."
Saat aku memberikan Telekinesis papan logam tersebut bergerak seperti roda tank dan jadilah konveyor pertama di dunia fantasi—mungkin.
"Alat produksi sudah jadi." Aku kemudian menoleh ke arah Gustav, Seratina, dan Lilia di belakang dan menujuk keempat boks logam kecil di sebelah boks produksi. "Nah, kalian hanya tinggal memasukkan susu, gula, kacang, atau bahan tambahan cokelat lain ke dalam empat kotak ini sebagai variasi."
Mereka semua melongo hebat kecuali Gustav yang nampaknya sudah lelah terkejut setiap saat.
Kejadian Gustav hampir tewas akibat syok karena menyaksikanku menciptakan kebun cokelat siap panen hanya dalam beberapa jam saja mengundang rasa penasaran dan khawatir dari kedua istrinya, sehingga dia menceritakan semuanya.
Seratina dan Lilia sekarang mengetahui kekuatan asli serta asal-usulku sebagai reinkarnator dari Gustav atas persetujuanku, dan karena tidak percaya mereka mendatangi lokasi kebun sekaligus pabrik cokelat untuk melihat hasil pekerjaanku.
Aku tidak keberatan Gustav memberitahukan kepada Seratina dan Lilia asalkan mereka dapat menjaga rahasia, dan keduanya tanpa diragukan lagi dapat dipercaya memegang rahasia ini.
"Fain ...." Seratina pulih lebih dulu dibanding Lilia. "Apa kamu menyembunyikan kekuatanmu selama ini?"
Aku menggeleng. "Tidak juga. Ibunda Pertama tahu bahwa aku adalah seorang pengamat dunia yang bereinkarnasi ke dalam tubuh Fain, bukan? Aku baru-baru saja menyadari hal ini sebelum berangkat dari Rilet."
Aku bukan menyembunyikan kekuatanku, lebih tepatnya aku memang tidak pernah mengerahkan kekuatan selain manipulasi elemen dari Kinesis di depan orang lain demi menghindari perhatian serta kecurigaan berlebih.
Yah, kurasa itu bisa disebut menyembunyikan juga.
Aku sudah menjelaskan bagaimana cara kerja kekuatanku—terkecuali Authority of Author yang mungkin tidak bisa mereka pahami—dan mekanisme alat produksi ini kepada ketiganya sehingga mereka mampu mengoperasikan boks produksi cokelat otomatis.
Sebagai contoh aku kemudian memasukkan beberapa puluh biji cokelat ke dalam alat produksi melalui konveyor di ujung pertama.
Biji cokelat melakukan perjalanan mulai dari corong logam yang berfungsi sebagai wajan pemanas berkat Skill Enchant ; Thermokinesis dan Chronokinesis untuk mengsangrai biji cokelat dengan panas 140 derajat celsius dalam waktu dua puluh menit—Chronokinesis hanya akan berlaku pada biji-biji cokelat—agar menguatkan aroma serta citarasa mereka.
Sesudah melalui proses sangrai, para biji cokelat bergerak menuju tiga alat penumbuk otomatis—yang tentu saja aktif berkat Skill Enchant yang kuberi Telekinesis, Gravitokinesis, dan Vibrokinesis—untuk mengubah biji-biji cokelat menjadi bubuk halus.
__ADS_1
Vibrokinesis atau yang dikenal sebagai Seismokinesis adalah kemampuan untuk memanipulasi getaran, sehingga biji cokelat dapat diolah menjadi bubuk halus dalam kurun waktu singkat agar dapat melumatkan biji cokelat tanpa memerlukan blender raksasa.
Di sini sebagian kecil bubuk cokelat akan disisihkan ke tempat lain untuk diolah menjadi cokelat bubuk instan sebagai produk sampingan.
Biji cokelat yang telah berubah menjadi bubuk cokelat akan melanjutkan perjalanan menuju boks produksi di mana Hydrokinesis memberikan air untuk melarutkan bubuk cokelat menjadi larutan cokelat, lalu Thermokinesis mengeraskan larutan cokelat, lalu terakhir Material Shaper membentuk hasil akhir cokelat batangan.
Semua ini dapat diproses dalam waktu kurang dari lima menit.
Aku yakin produsen cokelat di bumi akan ketar-ketir jika mereka melihat teknologi semaju ini di dunia berlatar abad pertengahan.
Aku kemudian mengambil cokelat batangan hasil produksi pertama yang seukuran telapak tangan dan membaginya kepada Gustav serta kedua istrinya untuk dicicipi.
"Hmm, cokelat ini sangat pahit seperti obat cokelat yang disediakan serikat tabib di Castelan." Gustav berkomentar dengan wajah datar sesudah merasakan satu gigit.
Reaksi Seratina dan Lilia lebih parah. Mereka terang-terangan menunjukkan ketidaksukaan mereka terhadap cokelat ini.
"Ya, itu karena cokelat belum ditambahkan susu, gula, atau bahan tambahan lainnya."
Aku lalu menciptakan susu dan gula menggunakan Lactokinesis serta Glucokinesis ke dalam dua dari empat kotak di samping alat produksi utama sebelum mengulang proses produksinya lagi.
Gustav, Seratina, dan Lilia mengicipi hasil cokelat terbaru dan ekspresi mereka begitu berseri-seri—kecuali Gustav yang hanya membelalakkan mata sedikit.
Membuat cokelat sangat mudah, bukan?
Aku sampai ngeri terhadap diriku sendiri.
Aku kemudian menambahkan beberapa kacang-kacangan yang kubuat menggunakan Karydikinesis ke dalam alat produksi dan memberikan cokelat hasil akhir kepada ketiganya.
Gustav mengangkat alis tinggi-tinggi. "Ini ... asin? Tapi, ada rasa pahit dan manis samar-samar. Rasa apa ini?"
"Itu dinamakan gurih," jawabku mengoreksi Gustav.
Aku menjelaskan gurih merupakan citarasa unik yang bisa didapatkan melalui penggabungan empat rasa dasar lainnya dalam takaran tertentu.
Penduduk dunia ini mungkin hanya mengenal garam dan gula sebagai penyedap rasa sehingga variasi kuliner mereka sangatlah terbatas.
Rasa gurih memang dapat diperoleh secara alami dari daging namun, nampaknya belum pernah ada yang berpikir untuk mengekstrak sari gurih dari sumber lain seperti kaldu daging-dagingan atau jenis tumbuhan tertentu.
__ADS_1
Itu sedikit disayangkan tetapi wajar mengingat peradaban dunia ini memang jauh tertinggal dari bumi dalam hampir segala bidang.
Gustav termenung mendengar penjelasanku. "Jadi, rasa gurih yang kamu sebut ini bisa didapatkan selain dari kacang?"
"Tentu saja." Aku mengangguk. "Kalau ingin merasakan contohnya aku bisa bertanggung jawab atas masakan makan malam nanti. Bagaimana?"
Seratina dan Lilia langsung menyerobot dengan seruan positif sebelum Gustav sempat merespon—tidak, mungkin lebih tepatnya mereka memerintahkanku dalam artian bercanda ... atau serius?
Aku tak mengerti.
Pada malam harinya aku memasak hidangan makan malam untuk seluruh penghuni kediaman Ardenheim sekaligus mengajari para pelayan yang bertanggung jawab atas dapur tentang kombinasi serta komposisi bahan sederhana.
Dan ketika waktu makan malam ....
"Masakan apa ini?! Aku belum pernah memakan sesuatu selezat ini seumur hidupku!" Leonard berseru keras sesudah menyuap sesendok kuah.
Charla terlihat lebih tenang dari Leonard yang berapi-api secara verbal namun, dia hampir memukul-mukul meja mengekspresikan kegembiraannya kalau bukan karena peringatan Gustav.
Seratina dan Lilia di sisi lain nampak makan dengan anggun meski sempat diawali keterkejutan hebat.
Seperti yang diharapkan dari putri bangsawan. Mereka benar-benar menguasai tata krama dan penguasaan diri.
Lalu, Gustav ....
"Leonard, jaga sikapmu ketika makan." Gustav menyuarakan peringatan kecil sebelum menyuap sepotong daging bersama kuah berwarna kuning. "Masakan ini memang sangat lezat tetapi kamu harus mampu menguasai dirimu."
Heh, kau berkata demikian tapi tubuhmu bergemetar hebat menanggapi sebaliknya.
Sudahlah, Gustav, tidak perlu ditahan dan serukan kenikmatan salah satu masakan andalan kebanggaanku, gulai ayam!
Kaldu kental berkat tulang dan daging ayam berkualitas yang direbus sekitar 12 jam menggunakan Chronokinesis, dan kuah kaya rasa serta bervariasi oleh rempah-rempah pilihan terbaik dari bumi!
Hahaha, kalian orang-orang dari abad pertengahan tak akan bisa menang melawan peradaban modern bumi!
Rasakan serangan mematikan dari kaldu super gu—uhuk uhuk!
.... Sialan, bisa-bisanya aku tersedak saat berkhayal.
__ADS_1
Oh, ayolah, setidaknya biarkan aku melepaskan jiwa alay-ku untuk sesaat saja.