
"Mustahil!" Elias berseru di balik batu—tidak, logam? "Tidak mungkin seorang sentinel peringkat merah mempunyai kekuatan sebesar ini!"
Aku mengangkat alis menanggapi. "Bagaimanapun kau menyangkal aku memang hanyalah seorang sentinel merah."
Elias menggertakkan gigi memandangku dengan sorot mata penuh amarah tak menerima kenyataan.
Biarpun kekuatanku amatlah kuat peringkat sentinelku tetaplah merah.
Aku tidak berbohong mengenai itu.
Setan Makanan berusaha bangkit. ".... Omong kosong macam apa itu?"
"Kau bahkan tidak kehabisan nafas setelah mengerahkan serangan sebesar itu." Dia berhasil berdiri meski sempoyongan. "Apakah kamu titisan dewa yang turun dari alam dewa?"
Wajah Elias seketika membeku mendengar perkataan Setan Makanan.
Aku mendengus. "Kau bebas menyebutku titisan dewa, dewa, dewa dari para dewa, dan lain-lain tapi itu tak akan merubah fakta bahwa aku hanyalah manusia yang lahir dari rahim ibuku."
Ya, aku manusia yang lahir dari hubungan terlarang Gustav dan Marlina.
Rasku mungkin berubah menjadi naga, vampir, roh hantu, bahkan titan, tetapi aku tetaplah Fain sang anak haram Gustav.
Setan Makanan terdiam sesaat sebelum tertawa lantang menggetarkan seisi fasilitas.
"Begitu." Dia berkata sebelum maju menyerang. "Jika itu benar maka kau bisa kubunuh dengan tanganku!"
Menyerang menggunakan fisik, ya?
Memang benar terdapat perbedaan luar biasa antara fisik setan gaib ini denganku dan jika beradu fisik murni, aku jelas akan mati dalam sekali serang.
Tapi ....
"Siapa yang ingin kau bunuh?" Aku yang kini berdiri di pundak Red Glutton Devil berbicara di dekat telinganya. "Apa mungkin aku? Jangan bercanda seperti itu."
Aku tertawa sejenak kemudian membenamkan tinju ke dalam pipi sang setan dan membuatnya terhempas sama seperti pertama kali aku memukul.
Setan Makanan tak mempedulikan sakit pada pipinya dan sekali lagi maju membabibuta.
"Asal kau tahu ...." Aku menjatuhkan jari telunjuk dan Setan Makanan ikut terjatuh ke lantai seakan tertimpa oleh beban teramat berat. ".... Kamu, Red Glutton Devil yang hanya berkelas Glutton biasa tak akan bisa mengalahkanku."
Aku melangkah mendekat dan menginjak batang hidung sang setan. "Kalau kau ingin mengalahkanku maka bawalah setidaknya bawahan langsung Raja Setan Dosa."
"Baru aku mungkin akan kehabisan nafas." Aku menatap matanya dalam-dalam sambil tersenyum dingin. "Setan kecil sepertimu bahkan bukan tandingan satu jari telunjukku."
"Paham?"
__ADS_1
Seluruh bulu kuduk Setan Makanan seketika merinding disertai perasaan takut mendalam mendengar pernyataanku.
Aku mengangguk puas melihat reaksi tersebut. "Bagus."
"Kalau kamu paham berarti waktunya bagimu untuk berpulang ke alam kematian," ujarku dengan senyum mengejek.
Setan Makanan memberontak keras tetapi sekuat atau setinggi apapun status Str-nya, dia tak akan bisa lari dari medan gravitasi yang telah ditingkatkan menjadi 100 kali lipat dengan Gravitokinesis.
Aku akan menyebut medan ini sebagai Overweight Gravito Field—karena berat mereka yang berada di dalam area ini juga akan menjadi berlipat ganda.
Memang benar meningkatkan seratus kali lipat gaya gravitasi dapat membunuh makhluk hidup normal tetapi mengingat rasnya adalah setan gaib, salah satu dari sedikit ras semi-fisik, Red Glutton Devil tak mempunyai tubuh fisik sesungguhnya yang dapat diremukkan.
Tentu sebagai sang pengendali aku dapat dengan bebas meniadakan efek gravitasi Overweight Gravito Field pada diriku sendiri.
Itulah mengapa aku mampu melangkah mendekat dan menginjakbatang hidung si setan tanpa kesulitan.
Setan Makanan meraung keras memberikan perlawanan terakhir. "Argh! Dark Magic ; Darkness Blaster!"
Bola sihir hitam terbentuk dari lingkaran sihir di atas punggungnya bersiap menyerangku tetapi ....
Aku meniup bola hitam tersebut dan seketika itu juga, sihir Darkness Blaster Setan Makanan lenyap tak terbekas.
Mata Setan Makanan terbuka lebar menyaksikan sihirnya dihancurkan begitu mudah oleh satu tiupan nafasku.
Aku terkekeh melihat reaksi Setan Makanan kemudian mengangkat tangan. "Kamu tahu, aku tak keberatan menunjukkan kegelapan sesungguhnya yang dikejar oleh sihir kegelapan sebagai ganti rasa terima kasihku telah menemaniku bermain."
Setan Makanan bergidik. "Tidak mungkin! Aku punya Fire Immune dan Dark Immune! Kau hanya mengertak!"
"Fire Immune? Dark Immune?" Aku tertawa dingin sebelum kembali menatap Setan Makanan. "Apa kamu sudah memeriksa skillmu sendiri?"
Dia terlihat heran tapi menuruti perkataanku dan sesuai ekspetasi, ekspresinya segera dipenuhi oleh rasa takut dan horor tak terbendung.
Yep, aku menggunakan Skill Glutton untuk merebut beberapa skillnya.
Salah dua skill targetku adalah Fire Immune dan Dark Immune.
Dengan ini ketahanan Setan Makanan terhadap api serta kegelapan akan berkurang secara signifikan.
"Hybridkinesis Nega-Nether-Pyro ...." Aku menyentuh dahi Red Glutton Devil tersebut dengan api hitam di tanganku. "Dark Flame of Death."
Jeritan Setan Makanan hanya terdengar sekitar dua detik sebelum akhirnya menghilang dan seluruh tubuhnya terbakar oleh api hitam.
Beberapa detik kemudian api hitam tersebut menghilang beserta tubuh Setan Makanan dan hanya menyisakan kristal sihir merah yang lebih besar dari kepalaku.
Monster sejenis roh ketika mati memang tak akan meninggalkan tubuh fisik atau material tertentu namun kristal sihir mereka seringnya mengandung banyak Mana sehingga akan dihargai cukup mahal meski tanpa material lain.
__ADS_1
"Pembasmian selesai," kataku enteng.
Yah, tak kusangka aku bisa menggunakan Hybridkinesis dari tiga jenis kinesis sekaligus.
Semua itu berkat pikiran kedua dan ketiga yang mengolah sebagian besar proses penggabungannya, sementara pikiran utamaku hanya perlu menyelesaikan dan mengerahkan hasil akhirnya.
Ah, Nega-Nether-Pyro? Itu energi gabungan kegelapan, kematian, dan api.
Aku menggunakan api sebagai perantara energi kegelapan agar dia merasakan kegelapan sesungguhnya yang bukan sihir, sementara energi kematian ... yah, seperti namanya mengantar nyawa Setan Kematian menuju alam kematian.
Kalau perlu kujelaskan secara ringkas mengenai teknik satu ini maka aku membakar jiwanya dengan ketiga energi ini.
Memang benar Setan Makanan mempunyai Soul Immune tetapi itu hanya berlaku bagi sihir jiwa milik roh hantu dan aku membakar langsung jiwanya menggunakan Netherkinesis dan Pyrokinesis.
Sederhana, bukan?
Tapi, meski kubilang sederhana proses penyatuan ketiga Kinesis ini sangatlah rumit, bahkan lebih rumit dari Chronokinesis.
Jika bukan karena Multi Mind aku tak akan mampu melakukan hal ini sendirian.
Aku benar-benar bersyukur pernah terpikir menciptakan Multi Mind menggunakan Author of Author.
Kerja bagus, diriku di masa lalu.
Omong-omong, kenapa tempat ini menjadi sunyi sekali?
Setan kontraknya telah dikalahkan dan seharusnya Elias menjerit putus asa melihat pemandangan ini ....
.... Oh, dia menghilang.
Tidak heran mengapa begitu sunyi.
Soul Detection berkata .... Yep, dia melarikan diri.
Kecepatannya lumayan juga untuk seorang penyihir. Apa mungkin dia menggunakan sihir peningkat status Agi mirip seperti Dragon Strength dan Titan Strength?
Tidak peduli secepat apa Elias, aku dapat mengejarnya dengan Chrono Accel—mempercepat aliran waktu pada tubuhku sendiri hingga tahap tertentu.
Ayo kita kejar dengan Chrono Accel.
Aku sekalian ingin menguji teknik kinesis satu ini.
Dan beberapa detik kemudian dalam aliran waktu normal, aku berhasil menyusul Elias dan menyapanya.
Dia menjerit penuh ketakutan ketika aku muncul tepat di sampingnya sambil berlari.
__ADS_1
Sungguh, apa aku semenakutkan itu?